Articles
Edukasi Audio-Visual tentang Mobilisasi Dini pada Pasien Post Operasi dengan Spinal Anestesi
Cantika, Virginia Raida;
Yudha, Magenda Bisma;
Triana, Noor Yunida
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6993
Prosedur pembedahan pada ekstremitas bawah umumnya dilakukan bersamaan dengan tindakan anestesi spinal untuk menghilangkan rasa nyeri. Salah satu masalah yang sering muncul setelah prosedur tersebut adalah imobilisasi, yang dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi. Mobilisasi dini merupakan upaya yang dilakukan secara bertahap oleh pasien post operasi untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi. Berdasarkan survei yang dilakukan pada 04 November 2024, menunjukkan bahwa beberapa pasien post operasi dengan spinal anestesi memiliki pengetahuan yang rendah mengenai mobilisasi dini dan merasa khawatir untuk melakukannya. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang mobilisasi dini post operasi dengan spinal anestesi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan melalui media audio-visual berupa video edukatif berdurasi ±4 menit dan disertai leaflet sebagai penunjang informasi tertulis. Kegiatan dilaksanakan di ruang recovery room Rumah Sakit Islam Purwokerto dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi hanya 5 peserta (16,7%) berada pada kategori baik, sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 25 peserta (83,3%). Sebanyak 23 peserta (76,7%) mampu melakukan mobilisasi dini sesuai tahapan. Edukasi audio-visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi pasien.
Implementasi Finger Hold terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Operasi
Fajirin, Muhammad Aldi;
Yudha, Magenda Bisma;
Novitasari, Dwi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6486
Sebagian besar pasien pascaoperasi mengalami nyeri dengan tingkat yang bervariasi. Sekitar 80% pasien yang menjalani pembedahan melaporkan nyeri akut setelah efek anestesi menghilang. Rasa nyeri ini dapat meningkat apabila terjadi peradangan atau infeksi. Oleh karena itu, diperlukan metode perawatan untuk membantu mengurangi rasa nyeri tersebut, salah satunya adalah teknik relaksasi finger hold. Teknik ini merupakan perpaduan antara pernapasan dalam dan genggaman jari tangan, yang dapat memberikan sensasi nyaman dan berkontribusi dalam menurunkan tingkat nyeri yang dirasakan pasien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang finger hold dan mengidentifikasi Tingkat nyeri pasien post operasi menggunakan alat ukur NRS. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Purwokerto pada 27 Januari – 28 Febuari, dengan jumblah peserta sebanyak 30 orang. Kriteria peserta yaitu berusia di atas 17 tahun, sadar penuh (GCS15), dan kooperatif. Metode Pengabdian kepada Masyarakat ini di awali dengan pengisian pre test untuk menukur Tingkat pengetahuan, selanjutnya mengedukasi peserta tentang implementasi finger hold Selama 5 menit, dilanjutkan dengan mengidentifikasi tingkat nyeri peserta dengan metode Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dilakukan implementasi, setelah itu pelaksanaan implementasi finger hold selama 10 menit, dan diakhiri dengan mengevaluasi peserta.Hasil dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adanya penurunan skala nyeri pada pasien yang telah diberikan implementasi finger hold. Sebelum diberikan terapi finger hold sebanyak 20 peserta mengalami nyeri sedang (66,66%) sedangkan setelah diberikan implementasi finger hold terdapat penurunan nyeri menjadi nyeri ringan sebanyak 19 peserta (63,27%).
Hubungan Durasi Operasi terhadap Kejadian Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca Anestesi Umum di Ruang Pemulihan RSUD Dr. Soedirman Kebumen
Giffari, Aidil;
Yudha, Magenda Bisma;
Triana, Noor Yunida
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69503/medika.v5i2.1028
Anestesi umum merupakan prosedur yang menyebabkan hilangnya kesadaran dan nyeri secara sentral, diperlukan untuk kenyamanan pasien selama pembedahan. Salah satu komplikasi yang kerap terjadi pasca anestesi umum adalah keterlambatan pulih sadar, yang dapat meningkatkan risiko gangguan jalan napas, hipoksemia, hingga komplikasi neurologis. Durasi operasi menjadi salah satu faktor yang diduga mempengaruhi waktu pemulihan kesadaran. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel sebanyak 90 pasien pasca operasi dengan anestesi umum di ruang pemulihan RSUD dr. Soedirman Kebumen diambil menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah durasi operasi (≤60 menit dan > 60 menit), sedangkan variabel dependen adalah waktu pulih sadar (≤ 15 menit dan >15 menit) yang diukur menggunakan lembar observasi Aldrete Score. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher’s Exact Test (p < 0,05). Mayoritas pasien menjalani operasi singkat ≤60 menit (61,1%) dan mengalami pulih sadar cepat ≤ 15 menit (56,7%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi operasi dengan kejadian waktu pulih sadar (p = 0,000), di mana operasi dengan durasi > 60 menit cenderung meningkatkan risiko pemanjangan waktu pulih sadar. Durasi operasi berhubungan signifikan dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum. Disarankan tenaga anestesi mempertimbangkan durasi pembedahan dalam perencanaan anestesi dan melakukan pemantauan ketat pada pasien dengan operasi berdurasi panjang untuk meminimalkan risiko keterlambatan pulih sadar.
Perbandingan Pemberian Cairan Koloid dengan Pemberian Terapi Obat Ephedrine dalam Mencegah Terjadinya Hipotensi Pasca Anestesi Spinal pada Pasien Sectio Caesarea di RSUD Ajibarang
Mulina, Napa;
Yudha, Magenda Bisma;
Andini, Amelia;
Suandika, Made
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jikki.v5i3.8359
Hypotension is one of the most common complications following spinal anesthesia, particularly in patients undergoing cesarean section. If not properly managed, it can lead to serious consequences such as nausea, vomiting, loss of consciousness, cardiovascular collapse, and decreased uteroplacental blood flow, which may endanger both the mother and fetus. Therefore, preventive measures are essential to ensure patient safety during surgery. This study aimed to compare the effectiveness of colloid fluid administration and intravenous ephedrine therapy in preventing hypotension after spinal anesthesia in cesarean section patients. This was a quantitative comparative study using a two-group pretest-posttest design, involving 80 respondents at RSUD Ajibarang. The subjects were divided into two intervention groups: one receiving colloid fluids and the other receiving intravenous ephedrine. Blood pressure measurements were taken before and after the interventions, and data were analyzed using paired sample t-tests and independent t-tests to assess intra- and inter-group differences.The results showed that both interventions were able to increase blood pressure; however, intravenous ephedrine administration was more effective in maintaining hemodynamic stability. A statistically significant difference was found in post-intervention measurements between the two groups (p = 0.046), with the ephedrine group demonstrating a higher mean arterial pressure compared to the colloid fluid group. These findings suggest that intravenous ephedrine is superior to colloid fluid administration in preventing post-spinal anesthesia hypotension during cesarean section. Ephedrine can therefore be considered a preferred intervention for improving maternal safety and reducing the risk of complications during cesarean procedures.
Edukasi Kepada Remaja Man 02 Banyumas Tentang Bantuan Hidup Dasar (Bhd) pada Kasus Kegawatdaruratan
Zulvia, Risa;
Budi S, Ns. Martyarini;
Yudha, Magenda Bisma
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 9 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jig.v2i9.159
Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait dengan BHD sehingga kedepannya siswa berperan aktif dalam memberikan pertolongan pertama atau BHD pada kasus kegawatdaruratan. Mitra. Mitra yang dituju pada program PKM ini adalah siswa MAN 02 Banyumas. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan pemaparan materi menggunakan PPT dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan demontrasi BHD. Berdasarkan hasil edukasi kepada remaja MAN 02 Banyumas tentang BHD pada Kasus Kegawatdaruratan, sebelum dilakukan edukasi tingkat pengetahuan siswa tentang BHD memiliki tingkat pengetahuan pada kategori kurang dengan hasil (74,3 %). Sesudah dilakukan edukasi tingkat pengetahuan siswa tentang BHD memiliki tingkat pengetahuan pada kategori baik dengan hasil (94,3 %). Kesimpulan Berdasarkan karakteristik peserta: usia dengan mayoritas 16 tahun sebanyak 12 peserta (34,3 %), berdasarkan jenis kelamin dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 18 orang (51,4 %) dan berdasarkan kelas dengan mayoritas kelas XII sebanyak 15 orang (42,9 %). Sebelum dilakukan edukasi tingkat pengetahuan siswa tentang BHD memiliki tingkat pengetahuan pada kategori kurang dengan hasil (74,3 %). Sesudah dilakukan edukasi tingkat pengetahuan siswa tentang BHD memiliki tingkat pengetahuan pada kategori baik dengan hasil (94,3 %). Luaran. Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan siswa tentang BHD serta bisa dijadikan media pembelajaran yang berupa buku saku tentang BHD dan akan di HKI. Hasil kegiatan dapat diterbitkn pada jurnal ilmiah berkala.
Gambaran Perubahan Hemodinamik Pasca Induksi pada Pasien Odontektomi dengan General Anestesi
Tumbey, Chrynscialdy;
Suandika, Made;
Yudha, Magenda Bisma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4278
Tujuan utama induksi anestesi adalah untuk menstabilkan hemodinamik pasien. Mempertahankan kestabilan memerlukan pemantauan yang ketat setelah induksi, terutama tekanan darah (diukur sebagai tekanan darah sistolik dan diastolik serta tekanan arteri rata-rata). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan perubahan hemodinamik pasca induksi pada pasien odontektomi dengan general anestesi di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode : Metode penelitian kuantitatif dengan metode observasional dan memakai pendekatan cross sectional yang didapatkan melalui pengamatan langsung dilapangan dalam waktu 04 juni - 0 4juli 2024. Teknik sampling total sampling, dengan jumlah sampel 35 responden yang akan menjalani pembedahan odontektomi dengan general anestesi. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan tingatan perubahan tekanan darah sistolik sebelum induksi 68,6 % dan setelah induksi 91,4 %. Tekanan darah diastolik sebelum induksi 74,3 % dan setelah induksi 77,1 %. Mean Arterial Pressure (MAP) sebelum induksi 62,9 % dan setelah induksi 80 %. Heart Rate (Nadi) sebelum induksi 91,4 % dan setelah induksi 82,9 %. Pada Respiratory Rate (RR) dan Saturasi Oksigen (SpO2) sebelum dan setelah induksi tidak terdapat perubahan karena seluruh pasien yang akan dilakukan tindakan dengan general anestesi, bahkan pada saat dilakukannya induksi anestesi telah diberikan oksigen murni sebesar 100 % melalui mesin anestesi. Kesimpulan : Perubahan hemodinamik pasien odontektomi dengan general anestesi di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga terdapat pada tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan MAP.
Perbedaan Penggunaan Jarum 25g dan 27g terhadap Kejadian Post Dural Puncture Headache pada Pasien Spinal Anestesi
Rahayu, Mella Budi;
Setyawati, Martyarini Budi;
Yudha, Magenda Bisma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4299
Akibat yang tidak mengenakkan dan sering terjadi dari anestesi spinal atau tusukan dural yaitu sakit kepala pasca tusukan dialami oleh pasien maupun dokter anestesi. Hal ini berhubungan dengan kemungkinan keluarnya cairan serebrospinal dari tempat tusukan jarum. Di Rumah Sakit Bedah Khusus Jatiwinangun ingin mengetahui seberapa sering pasien yang dilakukan anestesi spinal mengalami Sakit Kepala Pasca Tusukan Dural setelah menggunakan jarum spinal 25G atau 27G. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional untuk analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien spinal sejumlah 617 pasien, dengan jumlah rata-rata tiap bulan 69 pasien. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan non-probability sampling yang disebut purposive sampling untuk pengambilan sampel penelitian ini sejumlah 60 responden, dengan 30 responden menggunakan ukuran jarum 25G dan 30 responden menggunakan ukuran jarum 27G. Analisis data menggunakan uji statistik Man-Whitne. Hasil uji statistik menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kejadian Sakit Kepala Pasca Tusukan Dural pada pasien anestesi saat menggunakan jarum spinal 25G dan 27G, karena nilai p sebesar 0,002 < 0,05.
Studi Deskriptif Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Stunting pada Balita Usia 0-59 Bulan di Yogyakarta
Margatot, Didik Iman;
Yudha, Magenda Bisma
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 1 (2024): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/asjn.v5i1.1511
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang menjadi perhatian khusus dan perlu diatasi oleh pemerintah Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan data yang dirangkum tahun 2022 dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) sebanyak 21,6%. Prevalensi stunting di Yogyakarta tahun 2021 sebanyak 1.708 anak (12,9%). Kejadian stunting pada balita dapat dipengaruhi berbagai faktor yaitu riwayat gizi balita, sanitasi, infeksi, pendidikan serta pengetahuan. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu balita terkait pencegahan stunting di kelurahan Sendangsari. Metode: jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu mengenai stunting sebagai intstrumen pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang, yang diambil dengan teknik random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dengan distribusi frekuensi meliputi karakteristik dan pengetahuan ibu. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 70 ibu (87,5%) memiliki tingkat pengetahuan kurang terkait pencegahan stunting, sebanyak 10 ibu (12,5%) memiliki tingkat pengetahuan cukup. Kesimpulan: Mayoritas ibu balita memiliki tingkat pengetahuan yang kurang terkait pencegahan stunting. Temuan ini menunjukkan pentingnya memberikan edukasi lebih lanjut kepada ibu-ibu agar anak-anak mereka tumbuh sehat dan tidak mengalami stunting.
Edukasi Penanganan Sumbatan Jalan Napas Oleh Benda Asing pada Anak Usia 2-5 Tahun Menggunakan Teknik Heimlich Maneuver
Maitsa, Hilvi;
Yudono, Danang Tri;
Yudha, Magenda Bisma
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.654
Introduction: Choking in young children occurs when a foreign object enters the airway and blocks the flow of oxygen. This condition is dangerous because it can cause hypoxia and even death. One effective treatment is first aid using the Heimlich maneuver technique. Objective: This community service program aims to determine the level of knowledge and skills of mothers in managing airway obstruction caused by foreign objects in children aged 2–5 years using the Heimlich maneuver in Randegan Village, Wangon District. Method: This community service program was conducted through education using audiovisual media, distribution of leaflets, and pre-tests and post-tests to measure the participants' level of knowledge. The activity was attended by 30 mothers who had children aged 2–5 years in Randegan Village, Wangon District. Result: The results showed that before the education, the majority of participants had insufficient knowledge (14 participants or 46.7%) and unskilled skills (20 participants or 66.7%). After the education, good knowledge increased to 23 participants (76.7%) and skilled skills to 25 participants (83.3%). Statistical analysis showed that the increase in knowledge and skills was significant (p < 0.05). Conclusion: Education has been proven to improve mothers' knowledge and skills in handling airway obstruction in toddlers using the Heimlich maneuver technique.
HUBUNGAN TOTAL INTRAVENOUS ANESTHESIA DENGAN KEJADIAN HIPERSALIVASI INTRA ANESTESI DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH JATIWINANGUN PURWOKERTO
Hidayanti, Fadila;
SUANDIKA, MADE;
YUDHA, MAGENDA BISMA
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33088/jptk.v11i2.805
Total Intravenous Anesthesia merupakan teknik anestesi dimana induksi dan pemeliharaan anestesi didapatkan dengan hanya memakai kombinasi obat-obatan anestesi yang disuntikkan melalui jalur intravena tanpa penggunaan anestesi inhalasi termasuk N2O. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan hubungan antara TIVA dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 responden dan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Variabel independent pada penelitian ini Total Intravenous Anesthesia dan variabel dependent adalah hipersalivasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juni-28 Juli 2024 di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Lembar observasi menggunakan jenis obat TIVA dan kejadian hipersalivasi selanjutnya jumlah saliva diukur menggunakan spuit. Analisa data dalam penelitian ini dengan uji distribusi frekuensi dan uji chi-square. Hasil penelitian membuktikan: jenis anestesi TIVA yang digunakan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun yaitu ketamine dan propofol. Jenis kelamin laki-laki banyak ditemukan pada penelitian ini sebanyak 42 responden (63,3%). Kejadian hipersalivasi pada responden dengan anestesi TIVA lebih banyak terjadi pada responden yang diinduksi menggunakan ketamine yaitu 26 responden (78%). Terdapat hubungan antara Total Intravenous Anesthesia dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto dengan hasil nilai (r) sebesar 0,416 atau korelasi sedang dan p-value 0,001.