Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MEMAHAMI PERKEMBANGAN DESA DI INDONESIA Alamsyah, Muhammad Nur
Academica Vol 3, No 2 (2011)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.263 KB)

Abstract

Pada umumnya pemerintahan desa di seluruh Indonesiazaman dahulu bentuknya menurut hukum adat adalah "collegial"Desa adalah daerah otonom yang paling tua, dimana desa lahirsebelum lahirnya daerah koordinasi yang lebih besar dan sebelumlahirnya kerajaan (negara), sehingga ia mempunyai otonomi yangpenuh dan asli. Sebelum era kolonialisme, struktur politik dan fungsipemerintahan asli (desa) sudah dikenal luas dalam berbagaimasyarakat, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di daerah lain diluar Indonesia. Contohnya, barangay di Filipina, panchayat di IndoPakistan, sultanates di Malaysia, small kingdoms di Nepal, gamsabbawas di Sri Lanka, desa di Jawa, dan sakdina di Thailand.Nama-nama di atas merupakan struktur politik dengan fungsi-fungsitertentu yang sudah dikenal dan dipraktekkan sangat lama dalammasing-masing masyarakat.Masuknya sistem pemerintahan modern di desa, telahmerobak sejarah panjang hasil buah karsa dan karya perjalananpanjang karakteristik budaya yang mengedepankan komunalismekearah individualistik. Di Indonesia, diperkirakan lebih dari tigaperempat penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan. Sehinggaselalu menjadi masalah pelik dalam pemajuannya. Salah satunyaadalah bagaimana upaya menghapuskan kesenjangan antara desa dankota dimana hal tersebut selalu dijadikan indikator keberhasilanpembangunan secara nasional. Sementara, dampak umumpembangunan terhadap desa yang membawa efek yang jauh lebihmembahayakan masyarakat desa dalam friksi-friksi yang tajam tidakmenjadi telaah penting. Sementara hal tersebut akan berimplikasiterhadap perubahan nilai fundamental (local identity), sehinggasemakin merapuhkan sendi-sendi tradisi dan kekeluargaan yangmembangun komunitas desa.Kata Kunci : Desa, Pembangunan, Otonomi
BUDAYA POLITIKDAN IKLIM DEMOKRASI DI INDONESIA Alamsyah, Muhammad Nur
Academica Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.666 KB)

Abstract

Masyarakat Indonesia dan elitnya pada penyelenggaraan kekuasaansering memakai kekuasaannya tanpa control atau kendali akibatnya,aturan permainan dan hukum kerap tidak dijadikan koridor dalampelaksanaan kenegaraan dan kehidupan kemasyarakatan.Kepercayaan (trust) masyarakat menjadi sangat lemah terhadaphukum atau aturan, budaya politik. Hal tersebut melemahkan disiplinsosial yang telah memiliki cikal bakal dan catatan sejarah dalammasyarakat Indonesia secara luas.Pada setiap aktifitas dalam setiap proses politik masyarakat, akansenantiasa terjadi dalam lingkup budaya, yang dapat digambarkanbahwa pada jangka waktu tertentu, akan selalu terjadi prosesdialektika timbal balik antara kehidupan politik di satu pihak dengansistem nilai budaya masyarakat pada pihak lain, yang kemudianmembentuk sebuah kepercayaan yang luas dan dijadikan sebagaisebuah komitmen meskipun hadir sebagai consensus yang tidaktercatat, tetapi dilakukan dan mengalami perbaikan secara kualitatifsetiap saat. Keberhasilan penguatan budaya politik pada setiapbangsa dapat tercapai melalui proses sosialisasi politik. Proses inilahyang mewariskan berbagai nilai politik dari satu generasi ke generasiberikutnya.Kata Kunci: Politik, Budaya Politik, Demokrasi
FENOMENA ELECTOCRACY DALAM PILKADA LANGSUNG DI INDONESIA Alamsyah, Muhammad Nur
Academica Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.692 KB)

Abstract

Dimensi politis manusia adalah dimensi masyarakat sebagaikeseluruhan dengan ciri khasnya bahwa pendekatan itu terjadi dalamkerangka acuan yang berorientasi pada masyarakat sebagaikeseluruhan. Pilkada langsung adalah sebuah ruang yangdiperuntukkan bagi perwujudan nilai tertinggi dari esensi politikmanusia dalam sebuah wilayah tertentu yaitu pemegang utama darilegakitas akan sebuah kedaulatan. Seyogyanya, serpihan harapanyang terdapat dalam nilai demokrasi yang tertuang dalam proses dancontent dari pilkada langsung mampu memberikan nilai kesepadananatas kedaulatan yang diamanahkan kepada penguasa.Keadaan tersebut tidak menjadi bumerang yang berbalikarah menjadi senjata yang memakan tuannya yang dalam kontekskajian ini dikenal dengan electocracy yaitu keadaan dimanapemerintahan dipilih secara demokratis namun pejabat yang terpilihtidak memeiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pengelolaanmanajemen pemerintahan yang telah banyak dikenal secara luasdalam kajian masyarakat dunia ketiga masih sangat mempengaruhipola hidup masyarakat yang cendrung masinh sangat patron client.Kata Kunci: Electocracy, Demokrasi, Pilkada, Pemerintahan
EKSISTENSI NILAI-NILAI FILOSOFI KEBANGSAAN DALAM KEPEMIMPINAN NASIONAL Alamsyah, Muhammad Nur
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.773 KB)

Abstract

Kepemimpinan nasional yang terbangun dalam cara pandang,strategi, pilihan kebijakan dan orientasi sebagai proses dalammencapau tujuan negara semestinya harus berorientasikan nilaipancasila didalamnya. Ini merupakan perwujudan dari esensinasionalisme yang menempatkan mekanisme kepemimpinannasional sebagai perwujudan dari proses kedaulatan yangterlegitimasi oleh rakyat.Keutuhan impelementasi nilai tersebut, harus terdapat pada seluruhkomponen kepemimpinan bangsa baik formal maupun informalsehingga mengukuhkan sinergitas proses kepemimpinan yang dapatmembawa suasana kedamaian yang menciptakan keamanan sehinggasetiap masyarakat dapat beraktifitas secara baik sehingga akanmampu mencapai tahapan kesejahteraan yang merupakan cita-citanasional indonesia. Kondisi yang diciptakan dari mekanismetersebutlah yang dapat mewujudkan kepemimpinan nasional yangkokoh yang dapat diterima oleh seluruh lapisan dan berbagaikomponen masyarakat yang ada.Kata kunci: Pancasila, Kepemimpinan, Nasional
The Role of Expansion Movement in the Establishment of New Region in Indonesia: A Study of Parigi Moutong Regency Alamsyah, Muhammad Nur; Subekti, Valina Singka
Komunitas Vol 9, No 1 (2017): March 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v9i1.7710

Abstract

The study explains the dimension of the structure of resource mobilization in the political movement of new region establishment in Indonesia. The establishment of new regions has been seen only in the utilization of formal structures. In fact, the involvement of non-formal organizations also contributes to the importance and determines a region expansion. The study employed a qualitative approach with the support of primary and secondary data related to the establishment of Parigi Moutong Regency. The data was obtained through in-depth interviews with the group figures of the expansion. The secondary data was obtained from mass media and government agencies as well as personal documentation. The theory used was the dimension of the resource mobilization structure of the political opportunity structure (POST) theory. The study reveals that the success of the expansion movement in Parigi Moutong Regency for their structure resource mobilization by civil society organizations or non-formal to formal institutional build up pressure by using lobbying based on personal, professional and primordial networks. The influence of national political reforms motivated and mobilized the mobilization of movement resources as a repetition of the movement that had taken place in the previous expansion movement in Parigi Moutong Regency.
Food Security and the Futures of Farmers in Decentralisation Era: a Case Study From Sigi District Central Sulawesi Alamsyah, Muhammad Nur; Sultan, Sultan; Sayuti, Sayuti
Komunitas Vol 7, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v7i1.3620

Abstract

Decentralization is a form of democratization used to push development at district level. The formation of new autonomous regions results into more land conversion and politicization of society, rather than the strengthening of food security and the wellbing of farmers. This study examines the effectivity of local policy of Sigi District South Sulawesi to strengthen food security and elevate the prosperity of farmers. Through qualitative methods to bring together stakeholders (farmers, local authorities) through focus group discussions and in-depth interviews, the study found that the district policy still is formalistic. There is no standard information dissemination,no better attitude and commitment to the policy, limited resources, and there is no work standard. The role of regional food security council is not optimal, a lot of institutional barriers, there is no involvement of the community in accessing the programmes and also high politicization of this top down policy. Key Word: Policy, Local Goverment, food security, DecentralizationDesentralisasi merupakan wujud demokratisasi daerah untuk pembangunan. Pembentukan daerah otonom baru (DOB) melahirkan terjadinya alih fungsi lahan dan politisasi masyarakat seperti petani daripada penguatan ketahanan pangan dan penguatan petani. Penelitian ini bertujuan meneliti kebijakan Kabupaten Sigi dalam hal penguatan ketahanan pangan dan petani. Melalui metode kualitatif dengan mempertemukan pemangku kepentingan (petani, pejabat daerah) melalui diskusi kelompok terfokus dan wawancara mendalam, diketahui bahwa kebijakan masih bersifat formalistik. Tidak ada sosialisasi informasi secara baik, sikap dan komitmen terhadap kebijakan kurang, keterbatasan sumber daya, tidak ada standar kerja. Dewan ketahanan pangan daerah belum optimal, hambatan struktur dan kelembagaan, tidak ada keterlibatan masyarakat dalam mengakses penyusunan program serta tingginya politisasi pada bidang pertanian yang semuanya dikelola secara top down di daerah.
Penggunaan Konseling Individu Rational Emotive Behavior Therapy dalam Mengatasi Rendahnya Motivasi Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Pulosari Pratama, Rian Ardi; Latif, Suciani; Rosmini, Rosmini; Alamsyah, Muhammad Nur
Indonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and Development Volume 3 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijosc.v3i3.31113

Abstract

Terdapat banyak teknik yang dapat digunakan dalam pelaksanaan konseling individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan pendekatan rational emotive behavior therapy (REBT) dengan metode permodelan  yang diterapkan pada konseli yang memiliki permasalahan motivasi belajar yang rendah pada konseli di SMP Negeri 1 Pulosari. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif. Simpulan dari penelitian ini yaitu konseli mampu merubah pola pikirnya yang selama ini menjadi permasalahan sehingga menurunkan motivasi belajarnya menjadi lebih baik dan berusaha untuk memperbaiki kesalahannya selama ini sehingga konseli dapat mengikuti kegiatan belajar secara normal kembali.
Prototype Monitoring of IoT-based Laboratory Firefighting System Cahyadi, Setiaji; Karman, Joni; Alamsyah, Muhammad Nur
Building of Informatics, Technology and Science (BITS) Vol 3 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.311 KB) | DOI: 10.47065/bits.v3i3.1142

Abstract

The problem in this study is the absence of automatic firefighters that helps performance on 24-hour safeguards so that it is very susceptible to a short circuit or electrical relations that lead to fires that cause enormous losses both material and immaterial. This research uses the prototype method. The results showed that the planning of making hardware and software regarding planning fire extinguishers using the Arduino Uno board and a fire sensor or flame sensor and a gas sensor or MQ2 Sensor as a foundation where the hardware can be input on the Arduino IDE software and connected to WiFi ESP2866 as a IoT controller and control the room in 24 hours because this tool has a buzzer so that if there is a fire and smoke detected can turn on the sensor and the arm arises, the warning will be a fire hazard.
Basic Service for Data Collection Evaluation Based on Discrepancy Model in Senior High School Alamsyah, Muhammad Nur; Hidayah, Nur; Hotifah, Yuliati
PEDAGOGIA Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v22i2.69656

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of basic services in the field of data collection in one of the senior high schools in Malang City. The research instruments used were data collection evaluation instruments and interview guidelines and discussions through focus group discussions with bk teachers. The research approach used is mixed method with the type of discrepancy model evaluation research. The data analysis technique applied is descriptive statistical analysis and data triangulation. The results showed that the implementation of data collection services was in the high category, which indicated that the program had run according to the expected standards. However, there are several areas that still require further optimization, especially those related to the evaluation of the implementation process and the assessment of program results. It is recommended that guidance and counseling teachers strengthen their evaluation and assessment practices to ensure continuous improvement of the services provided as well as to demonstrate their effectiveness in meeting students' needs.
RANCANG BANGUN GAME EDUKASI PENGENALAN HEWAN BERBAHASA ARAB DENGAN MENERAPKAN METODE GDLC BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS: SDIT ANNAJIYAH) Purnamasari, Sinta; Sunardi, Lukman; Alamsyah, Muhammad Nur
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 7 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v5i7.8243

Abstract

Learning is less interesting with conventional learning methods that still use learning media using books or images that have been printed out. The purpose of this research is to build an educational game application to increase children's motivation and understanding of Arabic language subjects. The research method used focuses on the Game Development Life Cycle (GDLC) method which consists of 6 stages. To developers who want to develop this Arabic Language Animal Recognition Educational Game, namely by adding some icons to make it more complete and designing a more attractive game display. Pembelajaran kurang menarik dengan metode pembelajaran masih konvensional yang masih menggunakan media ajar dengan menggunakan buku atau gambar yang sudah diprint out. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun aplikasi game edukasi untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman anak pada mata pelajaran bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan berfokus pada Metode Game Development Life Cycle (GDLC) yang terdiri dari 6 tahapan. Game Edukasi Pengenalan Hewan Berbahasa Arab ini dibuat untuk membuat pengetahuan siswa yang ada di sekolah SDIT Annajiyah Kota Lubuk Linggau terhadap hewan berbahasa Arab dapat meningkat. Kepada pengembang yang ingin mengembangkan Game Edukasi Pengenalan Hewan Berbahasa Arab ini yaitu dengan menambahkan beberapa icon agar lebih lengkap serta mendesain tampilan Game yang lebih menarik lagi.