Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

EFEKTIVITAS MODEL PEMBERDAYAAN DIRI TERHADAP AKTIVITAS PERAWATAN DIRI KLIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Febrina Angraini Simamora; Hotma Royani Siregar
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.803 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1325

Abstract

The increase in type 2 diabetes mellitus sufferers in the world requires that sufferers must be able to empower themselves to be able to prevent complications, disabilities, and dependence in conducting self-care. An intervention strategy that allows clients to make decisions about goals, therapeutic choices, and self-care behaviors and to assume responsibility for effective daily diabetes care in helping clients care for themselves. This study aims to determine the effectiveness of self-empowerment in self-care activities of type 2 diabetes mellitus clients. The study design used was a quasy experiment with a one group pretests-posttest only design. The sampling technique used was consecutive sampling with a sample of 16 people based on the power analysis table. The measuring instrument used was SDSCA (summary diabetes self care activities). Data analysis used paired t-test with p value 0.0001 (p value <0.05) which showed that the model of self empowerment was effective in increasing self-care activities of type 2 diabetes mellitus clients. Patients with type 2 diabetes mellitus were expected to be able to regulate their diet, physical exercise, and routine control of blood sugar levels.
GAMBARAN BEBAN KERJA PERAWAT TENAGA KERJA SUKARELA DAN PERAWAT APARATUR SIPIL NEGARA HOTMA ROYANI SIREGAR
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.632 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1371

Abstract

Introduction: Padangsidimpuan General Hospital is a hospital owned by the Padangsidimpuan City government which employs Voluntary Nurses and government Employee Nurses. The purpose of this study is to determine the workload of Voluntary Nurses and Government Employee Nurses. Methode: Research was conducted using quantitatif and qualitative methods using observation techniques work sampling, and interview guidelines. Partisipant has been observed were 15 Voluntary Nurses and 15 Government Employee nurses by using accidental sampling technique. Samples taken were all activities carried out by Voluntary Nurses and Government Employee Nurses in morning shift, such as direct nursing activities, indirect nursing activities, personal activities, and non-productive activities. Results: The results of observations and interviews described workload of voluntary nurses and government employee nurses. After analysed found workload of Voluntary Nurses 381,4 minutes (74,8%) and Government Employee Nurses 314,8 minutes (69,8%). The results of the study suggest that the management of Padangsidimpuan General Hospital to manage nursing staff optimally to achieve quality nursing services.
FENOMENA PERAWAT TENAGA KERJA SUKARELA DI INDONESIA: KONSEP DIRI PROFESIONAL PERAWAT TENAGA KERJA SUKARELA Hotma Royani Siregar; Febrina Angraini Simamora
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.32 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2057

Abstract

Konsep diri perawat merupakan poin penting bagi perawat yang berpengaruh terhadap karir dan hal tersebut sangat bergantung terhadap pengalaman perawat dalam menjalani profesinya. Secara khusus, perawat dengan konsep diri profesional tinggi berkontribusi pada profesi keperawatan dengan memperbaiki konsep diri, harga diri, dan kepercayaan diri perawat lainnya. Sebaliknya, perawat dengan konsep diri profesional rendah mengurangi produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep diri profesional perawat TKS. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif menggunakan instrumen penelitian yaitu kuisioner dan peneliti dengan menggunakan pedoman wawancara. Responden dalam penelitian ini adalah perawat TKS yang berjumlah 30 perawat, sedangkan partisipan yang digunakan dalam wawancara mendalam sebanyak 5 orang perawat TKS yang ada di RSUD Tapanuli Bagian Selatan. Hasil analisa data diperoleh hasil bahwa konsep diri profesional perawat TKS adalah tinggi sebanyak 21 orang (70%) dan sedang sebanyak 9 orang (30%). Dan hasil analisa data kualitatif menggunakan Chollaizy methode menunjukkan konsep diri profesional perawat TKS mayorita tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan kepada perawat TKS dimanapun berada agar tetap memilki konsep diri profesional perawat yang tinggi, agar bisa memberikan kepuasan kepada pasien dan bisa meningkatkan perkembangan profesi keperawatan yang ada di Indonesia.
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP PENURUNAN NEUROPATI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Febrina Angraini Simamora; Hotma Royani Siregar; Arinil Hidayah
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.054 KB) | DOI: 10.37081/ed.v8i4.2164

Abstract

Senam kaki merupakan latihan yang dilakukan bagi penderita diabetes atau bukan penderita untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Selain itu dapat meningkatkan kekuatan otot betis, otot paha, dan juga mengatasi keterbatasan gerak sendi. Penanganan yang efektif akan menurunkan tingkat komplikasi sehingga tidak terjadi komplikasi lanjut yang merugikan penderita melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh senam kaki diabetic terhadap penurunan neuropati pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan rancangan one group pretests-posttest only. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 16 orang berdasarkan tabel power analysis. Alat ukur yang digunakan adalah DNS (Diabetic Neuropaty Symptom). Analisa data dilakukan dengan menggunakan Uji Wilcoxon dan didapatkan p-value 0,001 (< 0,005) sehingga hasil penelitian yang didapatkan adalah ada pengaruh senam kaki diabetik terhadap penurunan neuropati pada klien diabetes melitus tipe 2. Penderita diabetes mellitus tipe 2 diharapkan mampu melakukan latihan fisik baik berupa senam kaki diabetik untuk melaancarkan sirkulasi darah dan mencegah terjadinya ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus
NILAI ROKOK PADA PROSESI ADAT BATAK ANGKOLA DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Hotma Royani Siregar; Mastiur Napitupulu; Masrina Munawarah Tampubolon; Adi Antoni; Yanna Wari Harahap; Natar Fitri Napitupulu; Febrina Angraini Simamora
Jurnal Education and Development Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.769 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i3.2814

Abstract

Rokok sangat berpengaruh dan sangat penting peranannya bagi kebudayaan Indonesia, seperti dalam acara adat pada saat pernikahan, peringatan kelahiran anak, syukuran atau bahkan kematian, rokok merupakan suatu hal yang dekat dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai rokok pada prosesi adat di Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologis. lima partisipan dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode Colllaizi. Hasilnya analisa data terdapat lima tema, yaitu: (1) Budaya menyediakan rokok, (2) Meningkatkan kemampuan dan konsentrasi berfikir, (3) Membuat suasana lebih akrab, (4) Menghilangkan kebosanan, (5) Penghargaan terhadap tokoh masyarakat yang telah hadir pada prosesi adat. Rokok menjadi budaya dan kebutuhan bagi berlangsungnya prosesi adat Batak Angkola di Kota Padangsidimpuan.