Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Berkala Ilmiah Pendidikan

Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kontekstual Hermia Apta Suri; Dedi Setiawan; Adi Wijaya
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v4i1.914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kesulitan belajar siswa melalui pembelajaran kontekstual di SMP Darul Ma’arif Banjar Negeri dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi guru PAI dalam mengatasi kesulitan belajar siswa melalui pembelajaran kontekstual di kelas VIII SMP Darul Ma’arif Banjar Negeri. Penelitian ini didasari oleh guru SMP Daarul Ma’arif Banjar Negeri Kecamatan Natar Lampung Selatan sebagian besar masih menerapkan model pembelajaran langsung berkelanjutan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru menjelaskan materi di depan kelas pada awal proses pembelajaran. Soal latihan dan contoh soal kemudian diberikan, dan pembelajaran diakhiri dengan pekerjaan rumah (PR). Penulis menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Siswa kelas VIII SMP Daarul Ma’arif Banjar Negeri Kecamatan Natar Lampung Selatan dijadikan sebagai subjek penelitian. Peneliti menggunakan strategi purposive sampling dalam hal ini. Penulis menggunakan metode berikut untuk mengumpulkan data untuk penelitian ini: dokumentasi, observasi, dan wawancara. Sementara itu, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan teknis sebagai metode untuk menjamin keabsahan data. Dibandingkan dengan pendekatan lain, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menggunakan pembelajaran kontekstual untuk mengatasi kesulitan belajar dilaksanakan melalui peningkatan signifikansi dan realisme proses pembelajaran. Untuk membantu siswa kelas VIII mata pelajaran PAI di SMP Daarul Ma'arif Banjar Negeri mengatasi tantangan belajarnya, maka guru menggunakan strategi pembelajaran sebagai berikut: Guru PAI bekerja satu lawan satu dengan siswa, memberikan pekerjaan rumah untuk membantu mereka mengingat materi, dan mengulas materi tersebut, dan menginspirasi siswa agar lebih bersemangat dalam belajar.
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Program Pembiasaan Membaca Al-Qur’an di Kelas VIII Mts Sabiilul Muttaqien Desa Sukaraja Nuban Kec. Batanghari Nuban Muhammad Syahrul Rozi; Irhamudin Irhamudin; Adi Wijaya
Berkala Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Berkala Ilmiah Pendidikan
Publisher : Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bip.v4i2.915

Abstract

Kemajuan teknologi yang pesat dan kesibukan masyarakat yang semakin meningkat menyebabkan banyak masyarakat di era modern yang mengabaikan amalan keagamaan seperti membaca Al-Quran bahkan lupa shalat. Selain itu, anak-anak yang up to date juga terkena dampaknya. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pendidikan karakter pada kelas VIII di MTs Sabiilul Muttaqien Desa Sukaraja Nuban Kec. Batanghari Nuban, melalui program pembiasaan membaca Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Melalui keikutsertaan mereka dalam membaca Al-Qur’an sebelum kegiatan belajar mengajar, seperti cara membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkan isinya, maka luaran program dinilai positif dan ditunjukkan dengan penampilan. dari perasaan gembira dan bahagia. keberadaan sehari-hari. Melalui pelaksanaan program ini, peneliti menemukan unsur-unsur yang memotivasi dan disinsentif dalam studinya. Salah satu faktor pendukung penelitian ini adalah partisipasi langsung kepala madrasah dalam pelaksanaan kegiatan pembiasaan membaca Al-Qur’an. 2) Kurang konsistennya struktur kebiasaan membaca Al-Qur’an yang ditugaskan oleh Madrasah. 3. Infrastruktur yang memadai. Hambatan penelitian ini kemudian terdiri dari hal-hal berikut: 1) ketidakikutsertaan instruktur dalam pelaksanaan program, yang mengakibatkan bimbingan di bawah standar untuk jumlah siswa yang cukup besar. 2) Siswa kelas VIII kurang peka terhadap keadaan sekitar ketika menyelesaikan tugas sehari-hari.