Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Menentukan Perilaku Masyarakat dalam Membayar Zakat melalui Lemaga Amil Zakat : Studi di Desa Bojongasih Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi Firda Siva Kamila; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6444

Abstract

Abstract. The phenomenon of the prominence of the potential of zakat with the amount of zakat that is actually paid by the obligatory zakat indicates that the potential for very large zakat funds has not been explored optimally. The people of Bojongasih Village do not yet have a complete perception of the Amil Zakat Institution (LAZ) in Parakansalak District. The cause of the non-significance of the realization of zakat with the potential of existing zakat, namely the low interest in paying zakat at zakat institutions because they prefer to deposit zakat directly to those who are entitled, and feel when witnessing directly zakat is given to those who are considered entitled to receive it. The method used in this research is descriptive quantitative and model analysis, namely Principal Components Analysis. The data collection technique used a questionnaire with a population of the people of Bojongasih Village. The sampling technique uses a purposive sampling technique. The results of this study indicate that there are seven factors that determine people's behavior in paying zakat through the Amil Zakat Institution (LAZ) Bojongasih Village, Parakansalak District, Sukabumi Regency, namely cultural factors, social factors, personal factors, reference group factors. , zakat type factors, psychological factors and information factors. The most dominant factor determining people's behavior in paying zakat through LAZ is the cultural factor which has the highest Eigenvalue, which is 18.597%. Abstrak. Fenomena besarnya kesenjangan antara potensi zakat dengan jumlah zakat yang benar-benar ditunaikan oleh wajib zakat menunjukan bahwa potensi dana zakat yang sangat besar masih belum tergali secara optimal. Masyarakat Desa Bojongasih belum memiliki persepsi yang utuh terhadap Lembaga Amil Zakat (LAZ) Kecamatan Parakansalak. Penyebab tidak signifikannya realiasi zakat dengan potensi zakat yang ada, yaitu rendahnya minat membayar zakat pada lembaga zakat karena lebih senang menyetorkan zakatnya langsung kepada mereka yang berhak, dan merasa saat menyaksikan langsung zakat diberikan kepada mereka yang dianggap berhak menerimanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan model analisis yaitu Principal Components Analysis. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan populasi masyarakat Desa Bojongasih. Teknik penarikan sampel menggukankan teknik purposive sampling .Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh faktor yang menentukan perilaku masyarakat dalam membayar zakat melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Desa Bojongasih Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi yaitu faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, faktor kelompok acuan, faktor jenis zakat, faktor psikologis dan faktor informasi. Faktor yang paling dominan menentukan perilaku masyarakat dalam membayar zakat melalui LAZ adalah faktor budaya memiliki nilai Eigenvalue tertinggi yaitu sebesar 18.597%.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Kemiskinan di Indonesia pada Tahun 2019 – 2021 Rega Saukani; Dr. Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6961

Abstract

ABSTRACT. Poverty that occurs in a country or region can be used as a reflection of the level of welfare of the people living in that country or area. Poverty and inequality in income distribution are two major problems that occur in developing countries (NSB), and Indonesia is no exception. Poverty that occurs in Indonesia is a problem that deserves attention, because poverty can trigger other social problems such as increasing slum settlements, high numbers of commercial sex workers, low levels of education, crime rates and so on. This study aims to find out how the development index, economic growth, and open unemployment rate affect poverty rates in 34 provinces in Indonesia over a period of 3 years, namely 2019-2021. This research uses quantitative methods. The data used in this research is panel data (pooled data), which is a combination of time series data and cross section data, with the data used is data from 34 provinces in Indonesia from 2019-2021. The results of this study state that the variable development index and economic growth variables have no partial effect on the poverty variable, and the open unemployment rate variable has a partial effect on the poverty variable. As well as the human development index variable, economic growth variable, and the open unemployment rate variable jointly influence the poverty variable in Indonesia. ABSTRAK. Kemiskinan yang terjadi di suatu negara atau daerah dapat dijadikan cerminan dari tingkat kesejahteraan penduduk yang tinggal pada negara atau daerah tersebut. Kemiskinan dan ketimpangan dalam distribusi pendapatan merupakan dua masalah besar yang terjadi di negara berkembang (NSB) tidak terkecuali pada Indonesia. Kemiskinan yang terjadi di Indonesia menjadi salah satu permasalahan yang patut diperhatikan, karena kemiskinan dapat memicu terjadinya masalah-masalah sosial lain seperti meningkatknya pemukiman kumuh, tingginya angka pekerja seks komersial, tingkat pendidikan yang rendah, tingkat kejahatan dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh indeks pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap tingkat kemiskinan di 34 provinsi di Indonesia dalam kurun waktu 3 tahun yaitu 2019-2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel (pooled data), yaitu kombinasi antara data time series dan cross section data, dengan data yang digunakan adalah data dari 34 provinsi di Indonesia dari tahun 2019-2021. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel indeks pembangunan dan variabel pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel kemiskinan, dan variabel tingkat pengangguran terbuka berpengaruh secara parsial terhadap variabel kemiskinan. Serta variabel indeks pembangunan, variabel pertumbuhan ekonomi, dan variabel tingkat pengangguran terbuka secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel kemiskinan di Indonesia.
Pengaruh Technology Acceptance Model Terhadap Minat Masyarakat Kota Bandung dalam Berbelanja Produk Fashion di E-Commerce Shopee Woro Rona Farrasari; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.7083

Abstract

Abstract. Per capita income increases every year and affects the level of demand. especially in online requests with various convenience facilities contained therein. With the rapid development of e-commerce, more and more businesses are using various e-commerce platforms to market their products. This study aims to answer how much and how much influence TAM has on the interest of the people of Bandung City in shopping for fashion products at e-commerce shopee. The research method used in this research is descriptive quantitative, this study uses the Technology Acceptance Model (TAM) approach with the aim of analyzing the interest of the people of Bandung City in shopping for fashion products on the Shopee e-commerce platform. based on the T test that has been done, testing the third hypothesis, namely the attitude of system acceptance (H3) is known to have an influence on interest (Y). Technology Acceptance Model (TAM) in the form of interface design variables (X1), system ease (X2), and system usage behavior (X4) are not significant to interest (Y). From the results of testing the research hypothesis there is no positive and significant effect partially between the TAM variable on the Bandung City buying interest in shopping for fashion products at e-commerce shopee. This means that the easy features found on the Shopee e-commerce platform do not affect the number of consumers who use Shopee to shop.. Abstrak. Pendapatan perkapita setiap tahunnya mengalami peningkatan dan mempengaruhi tingkat permintaan. khususnya dalam permintaan online dengan berbagai fasilitas kemudahan yang terdapat didalamnya. Dengan berkembangnya e-commerce yang semakin pesat, maka semakin banyak pebisnis yang menggunakan berbagai platform e-commerce untuk memasarkan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana dan berapa besar pengaruh TAM terhadap minat masyarakat Kota Bandung dalam berbelanja produk fashion di e-commerce shopee. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif, penelitian ini menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) dengan tujuan untuk menganalisis minat masyarakat Kota Bandung dalam berbelanja produk fashion pada platform e-commerce Shopee. berdasarkan uji T yang telah dilakukan, pengujian hipotesis ketiga yaitu sikap penerimaan sistem (H3) diketahui terdapat pengaruh terhadap minat (Y). Technology Acceptance Model (TAM) yang berupa variabel desain antarmuka (X1), kemudahan sistem (X2), dan perilaku penggunaan sistem (X4) tidak signifikan terhadap minat (Y). Dari hasil pengujian hipotesis penelitian tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara variabel TAM terhadap Minat beli masyarakat Kota Bandung dalam berbelanja produk fashion di e-commerce shopee. Artinya, adanya fitur-fitur mudah yang terdapat pada platform e-commerce shopee tidak berpengaruh akan banyaknya konsumen yang menggunakan shopee untuk berbelanja.
Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2017-2021 Tyas Ayuning Lestari; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.7086

Abstract

Abstract Inequality occurs due to differences in the content of natural resources and demographic conditions found in each region. This study aims to identify how much influence LPE and IPM have on income inequality in districts/cities in West Java Province and measure how much influence LPE and IPM have on income inequality that occurs in districts/cities in West Java. The method used in this research is a quantitative method. The analysis was carried out using the panel data regression method or Panel Pooled Data. The results of the study show that the LPE does not have a significant effect on income inequality between districts/cities in West Java Province. Furthermore, IPM has a positive and significant influence on income inequality between districts/cities in West Java Province. Abstrak Ketimpangan terjadi karena adanya perbedaan kandungan sumber daya alam dan kondisi demografi yang terdapat pada masing-masing wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengaruh LPE dan IPM terhadap ketimpangan pendapatan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dan mengukur berapa besar pengaruh LPE dan IPM terhadap ketimpangan pendapatan yang terjadi di kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Analisis yang dilakukan dengan metode regresi data panel atau Panel Pooled Data. Hasil penelitian menunjukan bahwa LPE tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya IPM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi, dan Akses Internet Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2013-2022 Intan Purnamasari; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.7094

Abstract

Abstract. High economic growth can describe an increase in people's welfare through the results of increased production which causes public consumption to also increase. There are several factors that can affect economic growth, one of which is the Human Development Index (IPM), inflation, and the number of internet access users. The purpose of this research is to find out how HDI, Inflation and Internet Access affect Indonesia's Economic Growth in 2013-2022.This study uses quantitative methods with multiple linear regression model analysis. The sample used in this study is HDI data, inflation, and the number of internet access users for the 2013-2020 period. Data analysis using E-views 10 software. The results show that the Human Development Index, Inflation and Internet Access have a significant effect on Economic Growth, this can be seen from the HDI probability (p) = 0.0486 <0.05, Inflation probability (p) = 0.0482 <0.05 , probability of Internet access (p) = 0.0394 <0.05, meaning that the independent variable has a significant effect on the dependent variable, so it can be concluded that each variable, namely HDI, Inflation, and Internet Access has a significant effect on Indonesia's economic growth in 2013- 2022. Abstrak Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat menggambarkan terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui hasil peningkatan produksi yang menyebabkan konsumsi masyarakat juga meningkat. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), inflasi, dan jumlah pengguna akses internet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh IPM, Inflasi dan Akses Internet terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tahun 2013-2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis model regresi linier berganda. Sampel yang digunakan dalam penelitian merupakan data IPM, inflasi, dan jumlah pengguna akses internet periode 2013-2020. Analisis data menggunakan software E-views 10. Hasil penelitian menunjukan bahwa Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi Dan Akses Internet berpengaruh secara signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, hal ini dilihat dari probabilitas IPM (p) = 0,0486 < 0,05, probabilitas Inflasi (p) = 0,0482 < 0,05, Akses probabilitas Internet (p) = 0,0394 < 0,05, artinya variabel independen signifikan terhadap variabel dependen, sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel yaitu IPM, berpengaruh Inflasi, dan Akses Internet berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhuna ekonomi Indonesia tahun 2013-2022.
Eksternalitas Transportasi Online bagi Masyarakat di Kabupaten Bandung Barat Tesya Aryo; Dr. Ima Amaliah, SE., M.Si
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.7135

Abstract

Abstract. Transportation servicesonline is increasing because it is able to make it easier for the community as consumers to get transportation services that can be reached onlineonline. The development of transportation servicesonline This is indeed very beneficial for the community amidst the problem of inadequate public transportation. Besides that, there are negative externalities that are felt by the community such as traffic jams, air pollution, and social conflict. This phenomenon is one of the references in the research conducted by the author. This study aims to analyze transportation externalitiesonline for the people in West Bandung Regency as well as analyzing the dominant factors that will determine the externalities felt by the people of West Bandung Regency. The analytical method in this study uses quantitative methods. Sampling technique usingstrafied radom sampling with a total of 100 respondents who use transportation servicesonline. This study uses primary and secondary data. The measurement scale used is the Likert scale, a descriptive statistical analysis method. Based on the results of processing the questionnaire data, it shows the presence of motorcycle taxisonline in West Bandung Regency provides positive externalities for the community. Abstrak. Jasa transportasi online semakin meningkat karena mampu memudahkan masyarakat sebagai konsumen dalam mendapatkan pelayanan jasa transportasi yang dapat dijangkau secara online. Berkembangnya jasa transportasi online tersebut memang sangat bermanfaat bagi masyarakat di tengah permasalahan kurang memadainya transportasi umum. Disamping itu terdapat eksternalitas negatif yang dirasakan masyarakat seperti kemacetan, polusi udara, dan konflik sosial. Fenomena tersebut menjadi salah satu acuan dalam penelitian yang dilakukan penulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksternalitas transportasi online bagi masyarakat di Kabupaten Bandung Barat serta menganalisis faktor dominan yang akan menentukan eksternalitas yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik penentuan sampel menggunakan strafied radom sampling dengan sejumlah 100 orang responden pengguna layanan transportasi online. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Skala pengukuran yang digunakan yaitu skala Likert, metode analisis statistik deskriptif Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner menunjukan kehadiran ojek online di Kabupaten Bandung Barat memberikan eksternalitas positif bagi masyarakat.
Strategi Pengembangan Bisnis Apotek di Era Digital Dengan Pendekatan Soar (Studi Pada Apotek Sehat Mandiri Kota Cimahi) Cynthia Imadiyar P; Muhardi Muhardi; Ima Amaliah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.309 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12255

Abstract

Apotek Sehat Mandiri adalah badan usaha milik koperasi karyawan PLN (Perusahaan Listrik Negara) Cimahi. Berdasarkan hasil observasi dan data selama 2 tahun terakhir pada tahun 2019 dan 2020, jumlah kunjungan pasien terus menurun karena kondisi pandemi dan keterbatasan fasilitas. Untuk itu, perlu diupayakan untuk terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan Usaha Farmasi Kesehatan Mandiri di Kota Cimahi berdasarkan analisis SOAR. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan sampel sebanyak 115 orang. Teknik analisis data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi langsung dengan menggunakan teknik analisis Tematik. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan teknik statistik deskriptif. Berdasarkan analisis IFE, EFE, SOAR dan QSPM Apotek Sehat Cimahi Mandiri, strategi pengembangan bisnis yang diperoleh adalah strategi S-A, O-A, S-R, dan O-R, dengan pilihan strategi sesuai hasil matriks IE berada pada posisi strategi berorientasi pertumbuhan dan kuadran I/grow and build merupakan strategi intensif. Strategi prioritas di era digital adalah menggunakan media sosial dengan skor TAS 3,7. Oleh karena itu, untuk mengembangkan bisnis Farmasi di era digital ini, pihak yang berkepentingan tidak hanya melihat aspek konvensional tetapi juga harus mulai mempertimbangkan aspek digital, yaitu salah satu menggunakan pemasaran digital sebagai upaya meningkatkan penjualan.
Pengaruh Produk Domestik Bruto, Nilai tukar dan Inflasi Terhadap Neraca Perdagangan Negara-negara di Asia Tenggara Tahun 2019-2021 Nabila Savira; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8268

Abstract

Abstract. Southeast Asia is the fifth highest region experiencing the world's highest cases of Covid-19 where a total of 60,560,089 people were confirmed positive and a total of 801,013 people died. This condition turned out to have an effect on economic growth in Southeast Asia which was in second place which experienced a global economic contraction due to the Covid-19 Pandemic outbreak in 2019-2021. One of the contributors to economic growth is the trade balance. The trade balance in international trade provides information on the amount of export and import values ​​that occur in a certain period. The Southeast Asia region in particular must be able to stabilize its trade balance position and be able to compete with other commodities in the international trade market. However, the value of the trade balance in Southeast Asian countries in 2019-2021 actually experienced fluctuations until it contracted negatively. Economic growth will be successful if it is supported by the level of trade balance in increasing the export of an international trade. This study aims to identify how GDP, exchange rate and inflation affect the trade balance in Southeast Asian countries and measure how much influence GDP, exchange rate and inflation have on the trade balance in Southeast Asian countries. The method used in this study is a quantitative method with data processing techniques, namely the panel data regression model and the analysis tool, namely Eviews-12. The results showed that the Gross Domestic Product variable has a positive and significant influence on the trade balance. Furthermore, the Exchange Rate variable does not have a significant effect on the trade balance. The inflation variable has a significant influence on the trade balance in Southeast Asian countries. Keywords: Covid-19 Pandemic, Trade Balance, GDP, Exchange Rate and Inflation. Abstrak. Asia Tenggara merupakan wilayah ke lima tertinggi yang mengalami kasus Covid- 19 tertinggi dunia dimana total yang terkonfirmasi positif sebesar 60.560.089 orang dan total yang meninggal sebanyak 801.013 orang. Kondisi ini ternyata berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara yang menduduki posisi ke dua yang mengalami kontraksi ekonomi global akibat wabah Pandemi Covid-19 di tahun 2019-2021. Penyumbang pertumbuhan ekonomi salah satunya adalah neraca perdagangan. Neraca perdagangan dalam perdagangan internasional memberikan informasi besarnya nilai ekspor dan nilai impor yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Wilayah Asia Tenggara khususnya harus dapat menstabilkan posisi neraca perdagangan nya dan dapat bersaing dengan komoditas-komoditas lainnya di pasar perdagangan internasional. Namun, nilai neraca perdagangan di negara-negara Asia Tenggara pada tahun 2019-2021 justru mengalami fluktuasi sampai berkontraksi negatif. Pertumbuhan ekonomi akan berhasil apabila didukung dengan tingkat neraca perdagangan dalam peningkatan ekspor suatu perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengaruh PDB, Nilai tukar dan Inflasi terhadap neraca perdagangan di negara-negara Asia Tenggara dan mengukur berapa besar pengaruh PDB, Nilai tukar dan Inflasi terhadap neraca perdagangan di negara-negara Asia Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengolahan data yaitu panel data regression model serta alat analisisnya yaitu Eviews- 12. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Produk Domestik Bruto memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap neraca perdagangan. Selanjutnya variabel Nilai Tukar tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap neraca perdagangan. Variabel Inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap neraca perdagangan di negara-negara Asia Tenggara. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Neraca Perdagangan, PDB, Nilai Tukar dan Inflasi.
Pengaruh Pendapatan Rumah Tangga, Jumlah Penduduk, dan Harga Gas Alam Terhadap Permintaan Gas Alam di Indonesia Tahun 2000-2001 Tesya Nur Hayatri; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8326

Abstract

Abstract. There are two objectives in this research. First, to identify the influence of household income, population, and natural gas prices on the demand for natural gas in Indonesia from 2000 to 2022. Second, to identify the extent of the influence of household income, population, and natural gas prices on the demand for natural gas from 2000 to 2022. Natural gas is a fossil fuel in a gaseous state, consisting mainly of methane (CH4), which has the shortest hydrocarbon chain and is lighter than air. This research employs a quantitative descriptive analysis approach and regression analysis using Ordinary Least Squares (OLS) with annual time series data from the period of 2000 to 2022. The data is obtained from the Central Bureau of Statistics. The independent variables include household income, population, and natural gas prices, while the dependent variable is the demand for natural gas. The results of the study show that household income and population have a significant positive influence on the demand for natural gas in Indonesia. Meanwhile, the natural gas price has a significant negative influence with a negative coefficient on the demand for natural gas. The R2 value of 92% indicates that the variation in household income, population, and natural gas prices significantly affects the demand for natural gas, while the remaining percentage is influenced by other variables not included in the model. Abstrak. Terdapat dua tujuan dalam penelitian ini, pertama Teridentifikasi bagaimana pengaruh pendapatan rumah tangga, jumlah penduduk, dan harga gas alam terhadap permintaan gas alam di Indonesia tahun 2000-2022. Kedua Teridentifikasinya berapa besar pengaruh pendapatan rumah tangga, jumlah penduduk, dan harga gas alam terhadap permintaan gas alam tahun 2000-2022. Gas alam yaitu bahan bakar fosil yang berbentuk gas dan terdiri dari metana (CH4), yang memiliki molekul hidrokarbon rantai terpendek dan memiliki sifat lebih ringan dari udara. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi menggunakan Ordinary Least Squares (OLS) dengan data time series tahunan periode 2000-2022. Data diperoleh dari Badan Pusat Stastistik. Variabel independen meliputi pendapatan rumah tangga, jumlah penduduk, dan harga gas alam serta variabel dependennya yaitu permintaan gas alam. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pendapatan rumah tangga dan jumlah penduduk memiliki pengaruh positif signifikan terhadap permintaan gas alam di Indonesia. Sedangkan harga gas alam berpengaruh signifikan dengan nilai koefisiennya negatif terhadap permintaan gas alam. Dari besaran nilai R2 diperoleh hasil sebesar 92% yang bermakna variasi pendapatan rumah tangga, jumlah penduduk, dan harga gas alam terhadap permintaan gas alam, sedangkan sisinya dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukan dalam model.
Pengembangan Geopark Rajamandala Dalam Mendukung Pembangunan Nasional dan Daerah Yang Berkelanjutan Izhar Rismawan; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8597

Abstract

Abstract. Potential development in each region is carried out in a structured manner to improve the economy and welfare of the community. One method of developing regional potential is by applying the Geopark concept in an area. Since 2018, GRM has been registered as a National Geopark by the KBB local government, but until now there has been no significant progress due to the lack of community involvement and there is a conflict of interest between the government and the KBB community. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) How is the development of Rajamandala Geopark to become a national Geopark? (2) What are the effects of Rajamandala Geopark development for the people of KBB? (3) What are the factors that can support and hinder the development of Rajamandala Geopark to become a national Geopark. Researchers used a qualitative method with a case study approach. The population chosen in this study was the people of KBB in Citatah and Gunungmasigit Villages totaling 37557 people. Sampling in this study using purposive sampling technique, obtained the number of research samples as many as 5 community key informants. The data collection techniques used in this research are interviews, observation, documentation and literature study. The data analysis technique used in this research is qualitative descriptive analysis technique. The results of this study are: There are obstacles in the development of Rajamandala Geopark to become a national Geopark, besides that the development of Rajamandala Geopark has a positive influence on the people of KBB and there are 4 supporting factors, and 4 inhibiting factors in the development of Rajamandala Geopark. Abstrak. Pengembangan potensi di setiap daerah dilakukan secara terstruktur untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu metode pengembangan potensi daerah adalah dengan menerapkan konsep Geopark di sebuah wilayah. Sejak tahun 2018, GRM telah didaftarkan menjadi Geopark Nasional oleh pemerintah daerah KBB, namun hingga saat ini tidak ada kemajuan yang signifikan karena kurangnya keterlibatan masyarakat dan terdapat benturan kepentingan antara pemerintah dan masyarakat KBB. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana pengembangan Geopark Rajamandala untuk menjadi Geopark nasional? (2) Apa saja pengaruh dari pengembangan Geopark Rajamandala bagi masyarakat KBB? (3) Apa faktor faktor yang dapat mendukun dan menghambat pengembangan Geopark Rajamandala untuk menjadi Geopark nasional?. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah masyarakat KBB di Desa Citatah dan Gunungmasigit sejumlah 37557 masyarakat. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 5 informan kunci masyarrakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat kendala dalam pengembangan Geopark Rajamandala untuk menjadi Geopark nasional, selain itu pengembangan Geopark Rajamandala memiliki pengaruh positif terhadap masyarakat KBB dan terdapat 4 faktor pendukung, dan 4 faktor penghambat dalam pengembangan Geopark Rajamandala.