Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Jumlah Tingkat Pembiayaan Murabahah dan Non Performing Finance terhadap Profit Expense Ratio pada Bank Umum Syariah Periode 2016.I - 2020.IV Ismaira Miftahus Sa’adah; Ima Amaliah; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.602 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1318

Abstract

Abstract. The function of Islamic commercial banks has the role of collecting and distributing public funds. However, one thing that distinguishes it is the principles of Islamic sharia, economic democracy, and the principle of prudence which are the guidelines for the operating system of the Islamic bank itself.This study aims to determine whether there is an influence on the level of Murabahah Financing and NPF on the PER The independent variables in this study are the Murabahah Financing and NPF levels, the dependent variable in this study is the PER.The research method used in this study is a quantitative method by analyzing the financial statements Commercial Bank for the 2016-2020 period. The analytical tool used is OLS with the help of SPSS 25.0 program.The results of this study indicate that the variable level of Murabahah Financing and NPF has a positive and significant effect on PER simultaneously. The results of this study also show that Murabahah and NPF have a positive and significant effect on PER Abstrak. fungsi bank umum syariah memiliki peran menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat. Namun, satu hal yang membedakan adalah prinsip syariah Islam, demokrasi ekonomi, dan prinsip kehati-hatian yang menjadi pedoman untuk sistem operasi dari bank syariah itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh jumlah Jumlah Tingkat Pembiayaan Murabahah dan NPF terhadap PER. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat Pembiayaan Murabahah dan NPF, Variabel dependen dalam penelitian ini adalah PER. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menganalisis laporan keuangan pada Bank Umum Syariah periode 2016-2020. Alat analisis yang digunakan adalah OLS dengan bantuan program SPSS 25.0.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel tingkat Pembiayaan Murabahah dan NPF mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap PER secara simultan. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa Murabahah dan NPF memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PER.
Pengaruh Investasi, Upah Minimum Provinsi (UMP), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Jawa Tahun 2010-2020 Marselino Yuda Pratama; Dewi Rahmi; Ima amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.535 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i1.1406

Abstract

Abstract. The population density in Indonesia is concentrated on the island of Java. The population on the island of Java is also followed by an increase in the number of the workforce. Efforts to increase labor absorption are certainly inseparable from factors that influence it, such as investment, wages and the Human Development Index (IPM). This study aims to determine the effect of Investment, Human Development Index, and Provincial Minimum Wage (UMP) on employment in Java in 2010-2020. The data in this study are secondary data, namely data from the Central Statistics Agency with a total sample of 6 provinces on the island of Java. The analytical method used is quantitative. This study uses panel data analysis with the Fixed Effect Model (FEM) approach, which was obtained based on the results of the Chow test and Hausman test. The results showed that the investment level and the Human Development Index (IPM) had a significant positive effect on employment in Java, while the Provincial Minimum Wage (UMP) had a negative effect on employment in Java. This shows that efforts to increase labor absorption through various programs and activities as well as increasing community productivity can have an impact on equal employment opportunities. Abstrak. Kepadatan penduduk di Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa. Jumlah penduduk di pulau Jawa juga diikuti dengan peningkatan jumlah angkatan kerja. Upaya peningkatan penyerapan tenaga kerja tentunya tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti investasi, upah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Investasi, Indeks Pembangunan Manusia, dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa tahun 2010-2020. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yaitu data dari Badan Pusat Statistik dengan jumlah sampel 6 provinsi di pulau Jawa. Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM), yang diperoleh berdasarkan hasil uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat investasi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa, sedangkan Upah Minimum Provinsi (UMP) berpengaruh negatif terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan penyerapan tenaga kerja melalui berbagai program dan kegiatan serta peningkatan produktivitas masyarakat dapat berdampak pada pemerataan kesempatan kerja.
Pengaruh Produk Domestik Bruto, Inflasi, Suku Bunga, dan Nilai Tukar terhadap Utang Luar Negeri di Indonesia Tahun 1990-2020 Muhammad Yasa Wisesa; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.284 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.2980

Abstract

Abstract. Indonesia as a developing country is still in neef of foreign debt to balance the state budget as a toll to build and spur national economic growth. In this paper, the author examines the phenomenon of foreign debt based on several factors, namely gross domestic product, inflation, interest rate and exchange rates against foreign debt by using data from 1990-2020 and using the ARIMAX model, which is a regression model for the data time series. From the results that have been carried out by researchers, it is found that there is a positive influence of gross domestic product (GDP), inflation, exchange rate and foreign debt in the previous year (ULN at t-1) on foreign debt in the current year (ULN at t-1). Meanwhile, interest rates had a significant negative effect on foreign debt in the current year. Abstrak. Indonesia sebagai negara berkembang hingga kini masih membutuhkan Utang Luar Negeri untuk menyeimbangkan APBN sebagai alat untuk membangun dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tulisan ini, penulis mengkaji fenomena utang luar negeri didasarkan pada beberapa faktor, yaitu produk domestik bruto, inflasi, suku bunga dan nilai tukar terhadap utang luar negeri dengan menggunakan data pada tahun 1990-2020 dan menggunakan model ARIMAX, yaitu sebuah model regresi untuk data runtun waktu (time series). Dari hasil yang sudah dilakukan oleh peneliti diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh positif dari pendapatan domestik bruto (PDB), inflasi, nilai tukar dan utang luar negeri pada tahun sebelumnya (ULN pada t-1) terhadap utang luar negeri pada tahun berjalan (ULN pada t). Sementara itu, suku bunga memiliki pengaruh negatif secara signifikan terhadap utang luar negeri pada tahun berjalan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Masyarakat di Kota Bandung terhadap Keputusan Penggunaan Sistem Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard Fitria Restiani; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.124 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3201

Abstract

Abstract. Mobile payment payment methods are increasing along with the increasing use of electronic money, a popular payment method is the QR Code payment system. The use of the existing QR Code is considered inefficient because it can only be accessed by one payment application and is a closed loop that only allows electronic money users to transact at merchants who can only use 1 PJSP. Seeing these problems, Bank Indonesia made an innovation in the QR Code payment model, namely the launch of the Indonesian Standard (QRIS) Quick Response Code payment system. QRIS is a national standardized payment system that can be accessed by all types of payment applications. This study aims to determine the public's preference or interest in the implementation of QRIS as a digital payment transaction tool. This research analysis method uses quantitative methods with a descriptive approach. The sampling technique used was purposive sampling or a purposive sample, as many as 102 respondents were users of a QR Code-based digital payment system. This study uses primary and secondary data. The measurement scale used is the Likert scale. Based on the results of the regression, it was concluded that the acceptability & cognizability, elasticity of supply, portability, divisibility, and scarcity factors had a significant influence on the decision to use QRIS, while the other factors obtained. The magnitude of the influence of these factors is able to give an influence of 40.1% on the decision to use QRIS for transactions. Abstrak. Metode pembayaran mobile payment semakin meningkat seiring meningkatnya penggunaan uang elektronik, metode pembayaran yang populer yaitu sistem pembayaran QR Code. Penggunaannya QR Code yang sudah ada dinilai kurang efisien karena hanya dapat diakses oleh satu aplikasi pembayaran dan bersifat closed loop yang hanya memungkinkan pengguna uang elektronik bertransaksi di merchant yang hanya bisa menggunakan 1 PJSP. Melihat permasalahan tersebut Bank Indonesia membuat inovasi dalam model pembayaran QR Code yaitu diluncurkannya sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS merupakan sistem pembayaran berstandarisasi nasional yang dapat diakses oleh seluruh jenis aplikasi pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi atau minat masyarakat terhadap pemberlakuan QRIS sebagai alat transaksi pembayaran digital. Metode analisis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling atau sampel bertujuan, yaitu sebanyak 102 orang responden pengguna sistem pembayaran digital berbasis QR Code. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Skala pengukuran yang digunakan yaitu skala Likert. Berdasarkan hasil regresi diperoleh kesimpulan yaitu pada faktor acceptability & cognizability, elasticity of supply, portability, divisibility, dan scarcity memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS, sedangkan faktor lainnya diperoleh hasil berpengaruh tidak signifikan. Besaran pengaruh dari faktor tersebut mampu memberikan pengaruh sebesar 40,1% terhadap keputusan penggunaan QRIS untuk bertransaksi.
Eksternalitas Objek Wisata Alam terhadap Kesejahteraan Masyarakat Lokal Oryza Sativa Ramadhan; Ima Amaliah; Meidy Haviz
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.504 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.3341

Abstract

Abstract. Lembang District is a sub-district in West Bandung Regency. Lembang District is one of the tourist destinations that has a large enough tourist attraction, both in terms of nature tourism and artificial tourism. Therefore, the existence of various kinds of tourism is an asset to provide economic benefits to the government and society. The purpose of this study is to analyze the externality of natural tourism objects on the welfare of the people of Lembang District and analyze the dominant factors that determine the externality of natural tourism objects to the welfare of the people of Lembang District. The research method uses descriptive quantitative by using the type of field survey research and primary data. The number of respondents in this study was 270 people. Respondents in this study were the public and tourists who visited the tourist attraction in Lembang District. The sampling technique used a random sampling sample. The results showed that respondents' perceptions of natural tourism objects in the Lembang District had a positive impact. It can be seen that the score of social benefits is greater than the social costs. Abstrak. Kecamatan Lembang merupakan kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Kecamatan Lembang merupakan salah satu daerah tujuan destinasi wisata yang mempunyai daya tarik wisata yang cukup besar, baik dilihat dari wisata alam dan wisata buatan. Oleh karena itu dengan adanya berbagai macam pariwisata merupakan suatu aset untuk memberikan manfaat ekonomi kepada pemerintah maupun masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis eksternalitas objek wisata alam terhadap kesejahteraan masyarakat Kecamatan Lembang serta menganalisis faktor dominan yang menentukan eksternalitas objek wisata alam terhadap kesejahteraan masyarakat Kecamatan Lembang. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian survei lapangan serta data primer. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 270 orang. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Kecamatan Lembang. Teknik sampling menggunakan sampel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan persepsi responden terhadap objek wisata alam di Kecamatan Lembang memberikan dampak positif. Hal ini terlihat skor manfaat sosial lebih besar dibandingkan dengan biaya sosial.
Faktor Penentu Masih Tingginya Pencemaran Air di Sentra Industri Penyamakan Kulit di Sukaregang Kabupaten Garut Fadilah Ghani Azis; Ima Amaliah; Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.483 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.4512

Abstract

Abstract. The industrial sector is believed to be the main driver in accelerating national economic growth, and has a role in maintaining national economic resilience based on local economic potential. (The Main Driver of Industry Accelerating National Economic Growth (nusantaranews.co). In increasing economic growth and people's welfare, the government makes a policy, one of which is the industrial sector. The industrial sector is also the largest sector in contributing to GDP growth in Indonesia. this industrial sector is expected to provide support for increasing production and strengthening sectors that can provide employment. The data used are primary data and secondary data. Primary data is obtained directly from the field or research site through interviews and observations of research subjects, secondary data which is then obtained indirectly through interviews with research subjects. n with sources. The independent variable of this research is air pollution and the dependent variable is the leather tanning industry center. The analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the research are based on the analytical techniques used, namely data reduction, data presentation, and draw the conclusion that education level, public Awarenesscost is a factor that increases the increase in air emissions in the leather tanning industry center in Sukanggang, Garut Regency. Abstrak. Sektor industri diyakini menjadi penggerak utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, dan memiliki peran dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dengan berbasis potensi ekonomi lokal. (Industri Penggerak Utama Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional (nusantaranews.co). Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat, pemerintah membuat suatu kebijakan yang salah satungya dengan mengedepankan sektor dari industri. Sektor indusri juga merupakan sektor yang paling besar dalam berkonstribusi terhadap pertumbuhan PDB di Indonesia. Sehingga sektor industri ini diharapkan dapat memberikan dukungan pada peningkatan produksi serta memperkuat sektor yang dapat memberikan peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor penentu masih tingginya tingkat pencemaran air di Sentra Industri Penyamakan Kulit di Sukaregang Kabupaten Garut. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan metode analisis dekriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari lapangan atau tempat penelitian melalui wawancara dan observasi terhadap subjek penelitian, lalu data sekunderdiperoleh secara tidak langsung berhadapan dengan narasumber. Variabel independen dari penelitian ini adalah pencemaran air serta variabel dependennya yaitu sentra industri penyamakan kulit. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan bahwa tingkat Pendidikan, kesadaran masyarkat dan biaya merupakan faktor yang menentukan tingginya tingginya pencemaran air di Sentra industri penyamakan kulit di Sukaregang Kabupaten Garut.
Identifikasi Nilai-Nilai Religiusitas dan Implementasi Etika Bisnis Islam pada Lembaga Keuangan Mikro Akhlakul Karimah Cianjur Kharisma Varrenzy Saidhyna; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.263 KB) | DOI: 10.29313/bcses.v2i2.4796

Abstract

Abstract. This study aims to identify the activities of implementing religious values ​​and implementing Islamic business ethics at Akhlakul Karimah LKM in Cianjur Regency. The study used descriptive quantitative methods with a field survey approach. Respondents in this study were the management, employees and customers who use products from Akhlakul Karimah LKM. The number of samples as many as 114 people consisting of 1 leader, 14 employees and 99 customers of LKM Akhlakul Karimah. Sampling of customers is done by random sampling, where all customers have the opportunity to be interviewed. Data collection was used by distributing questionnaires and interviews with respondents. The data were processed using descriptive statistics after weighting each variable. The measurement of the variables of religiosity and Islamic business ethics using a Likert scale 5. The results show that the dominant factor of the values ​​of religiosity from the perspective of Akhlakul Karimah Cianjur LKM customers is an indicator of religious beliefs and practices, while the dominant factor from the results of the implementation of Islamic business ethics in MFIs Akhlakul Karimah Cianjur, namely from indicators shiddiq (honesty) and tabligh (deliver). Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas implementasi nilai-nilai religiusitas dan implementasi etika bisnis islam pada LKM Akhlakul Karimah di Kabupaten Cianjur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey lapangan. Responden dalam penelitian ini adalah pihak manajemen, karyawan dan nasabah pengguna produk dari LKM Akhlakul Karimah. Jumlah sampel sebanyak 114 orang yang terdiri atas 1 pimpinan, 14 karyawan dan 99 orang nasabah LKM Akhlakul Karimah. Pengambilan sampel nasabah dilakukan secara random sampling, di mana semua nasabah memiliki peluang untuk di wawancara. Pengambilan data digunakan dengan menyebarkan kuesioner dan wawancara dengan responden. Data diolah dengan menggunakan statistik deskriptif setelah dilakukan pembobotan terhadap masing-masing variabel. Pengukuran variabel religiusitas dan etika bisnis Islam dengan menggunakan skala likert 5. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor dominan dari nilai-nilai religiusitas dari perspektif dan nasabah LKM Akhlakul Karimah Cianjur yaitu indikator keyakinan dan praktik agama, sedangkan faktor dominan dari hasil implementasi etika bisnis islam pada LKM Akhlakul Karimah Cianjur yaitu dari indikator shiddiq (kejujuran) dan tabligh (menyampaikan).
Pengaruh Jumlah Uang Beredar dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia Periode Tahun 1990-2021 Rangga Apryansyah; Dr. Ima Amaliah SE., M.Si
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.5974

Abstract

Abstract. Indonesia as a developing country cannot be separated from problems related to the economy. Until now, inflation is still an interesting phenomenon to study, especially during the economic crisis and Covid-19. Inflation is getting more and more attention from the government. In this study using quantitative methods. The data used is secondary data and time series in the form of annual data from 1990-2021 obtained from various relevant agencies, namely the Central Bureau of Statistics, and other sources, namely journals and research results. The analysis model used is Multiple Linear Regression analysis. The results of the study explain that the amount of money in circulation has an effect on the level of inflation in Indonesia and has a positive relationship. This is because the amount of money in circulation is a fairly significant element of the state of a country's economy, which is closely related to the level of inflation. Government spending has an effect on the Inflation Rate in Indonesia and has a positive relationship. This is because government spending is part of fiscal policy, namely a government action to regulate the course of the economy by determining the amount of government revenue and spending each year.Keywords: Money Supply, Government Spending, Inflation RateAbstrak. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak terlepas dari masalah - masalah yang berkaitan dengan ekonomi.Sampai saat ini inflasi masih merupakan fenomena yang menarik diteliti terutama saat terjadinya krisis ekonomi dan covid-19. Inflasi semakin mendapatkan perhatian dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dan time series dalam bentuk data tahunan dari tahun 1990-2021 yang diperoleh dari berbagai instansi terkait yaitu, Badan Pusat Statistik, dan sumber – sumber lainnya yaitu jurnal-jurnal dan hasil penelitian. Model analisis yang digunakan yaitu analisis Regresi Linier Berganda .Hasil penelitian menjelaskan bahwaJumlah Uang Beredarberpengaruh terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia dan mempunyai hubungan yang positif Hal ini dikarenakan Jumlah uang beredar merupakan unsur yang cukup signifikan terhadap keadaan perekonomian suatu negara yaitu erat hubungannya dengan tingkatinflasi. Pengeluaran Pemerintah berpengaruh terhadap Tingkat Inflasi di Indonesia dan mempunyai hubungan yang positif, Hal ini dikarenakan pengeluaran pemerintah merupakan bagian dari kebijakan fiskal yaitu suatu tindakan pemerintah untuk mengatur jalannya perekonomian dengan cara menentukan besarnya penerimaan dan pengeluaran pemerintah setiap tahunnya.Kata Kunci: Jumlah Uang Beredar, Pengeluaran Pemerintah, Tingkat Inflasi
Preferensi Masyarakat Kota Bandung Terhadap Pinjaman Online nabilla nurdina nabilla; IMA AMALIAH
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6158

Abstract

Abstract. The huge use of digital technology in Indonesia certainly has an impact on several sectors, such as the business sector or the business industry which then gives rise to online trading or e-commerce. Not only has an impact on the trading industry, but also on the Indonesian financial industry. This can be seen by the existence of financial technology (fintech) which is the result of a combination of financial services and technology which ultimately changes the business model from conventional to modern and makes people prefer the progress of fintech. The purpose of this study is to find out how the preferences of the people of Bandung City for online loans and what are the dominant factors that determine the preferences of the people of Bandung City for Online Loans. The method used in this research is descriptive quantitative. The data sources used in this research are primary and secondary data. The data collection technique is by distributing questionnaires to 100 respondents with a total of 20 statements. The sampling technique uses the snowball sampling technique. The results of the study show that the factors that determine the preferences of the Bandung City community for online loans are convenience, security, speed, and knowledge. As well as the dominant factor that determines the preferences of the people of Bandung for online loans, namely the convenience factor with the highest score of 1,586. Abstrak. Pemanfaatan teknologi digital di Indonesia yang sangat besar tentu memberikan dampak bagi beberapa sektor, seperti sektor bisnis atau industri bisnis yang kemudian memunculkan perdagangan online atau e-commerce. Tidak hanya memberikan dampak bagi industri perdagangan, tetapi juga pada industri keuangan Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan adanya financial technology (fintech) merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional ke modern dan membuat masyarakat lebih prefer terhadap kemajuan fintech. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana preferensi masyarakat Kota Bandung terhadap pinjaman online dan factor dominan apa yang menentukan preferensi masyarakat kota Bandung terhadap pinjaman online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan penyebaran kuesioner pada 100 responden dengan jumlah pernyataan sebanyak 20 pernyataan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknil snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor-faktor yang menentukan preferensi masyarakat Kota Bandung terhadap pinjaman online yaitu faktor kemudahan, keamanan, kecepatan, dan pengetahuan. Serta faktor dominan yang menentukan preferensi masyarakat kota Bandung terhadap pinjaman online yaitu faktor kemudahan dengan skor tertinggi sebesar 1.586.
Kesiapan Masyarakat Desa Mancagahar dalam Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Sayang Heulang (Studi Di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut) Akhsan Mulki Abdillah; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i1.6176

Abstract

Abstract. Tourism development is one part of economic development in a country. One of the priority programs is the development of the Sayang Heulang beach tourism area in Mancagahar Village, Pameungpeuk District. This development program is a strategic development project for West Java province. The purpose of this study was to measure how far the level of readiness of the Mancagahar village community was in developing Sayang Heulang beach tourism. The research method used is quantitative research. In quantitative research, that is to answer the readiness stage by distributing questionnaires to respondents. To strengthen the answers from the results of distributing questionnaires by gathering information from respondents in the form of in-depth interviews (interviews). The results of the analysis are presented descriptively. The results of the analysis show the Readiness of the Mancagahar Village Community in the Development of the Sayang Heulang Beach Tourism Area which is based on the 5 dimensions of readiness at the initiation stage. This means that the community participates and is involved in the development of the Sayang Heulang Beach tourist area. At the initiation stage it is marked by the fact that most of the community understands enough knowledge, the leader holds the key in planning, the community is sufficiently involved in development activities, the community is sufficiently aware of existing problems, and resources have been allocated to deal with the problem. Abstrak. Pengembangan pariwisata merupakan salah satu bagian dari pembangunan ekonomi dalam suatu negara. Salah satu program prioritas yakni pengembangan kawasan wisata pantai Sayang Heulang di Desa Mancagahar Kecamatan Pameungpeuk. Program pengembangan ini merupakan proyek pembangunan strategis provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengukur seberapa jauh tingkat kesiapan masyarakat desa mancagahar dalam pengembangan wisata pantai Sayang Heulang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif yaitu untuk menjawab readiness stage dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Untuk memperkuat jawaban dari hasil menyebarkan kuesioner dengan menggali informasi dari para responden dalam bentuk in-depth interview (wawancara). Hasil analisis disajikan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukan Kesiapan Masyarakat Desa Mancagahar Dalam Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Sayang Heulang yang didasarkan pada 5 dimensi kesiapan berada pada tahap initation. Artinya masyarakat ikut dan terlibat dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Sayang Heulang. Pada tahap initation ditandai dengan sebagian masyarakat cukup memahami pengetahuan, pemimpin memegang kunci dalam perencanaan, masyarakat cukup terlibat dalam kegiatan pengembangan, masyarakat cukup mengetahui permasalahan yang ada, dan sumber daya telah dialokasikan untuk menangani masalah.