Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Laju Pertumbuhan Sektor Industri, Investasi Dan Upah Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Di Provinsi Banten Tahun 2011-2020 Gerry Cahya Mutaqin; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8771

Abstract

Abstract. The manufacturing industry sector is a buffer for economic growth in Banten Province with an average contribution of 5% per year. However, on the other hand, Banten Province is the province with the highest unemployment rate in Java, which is 10%. In 2020 the unemployment rate in Banten Province will reach an average of 10%. This study aims to determine the effect of the growth rate of the industrial sector, investment and wages on employment in the industrial sector in Banten Province in 2011-2020, and to determine how much influence the growth rate of the industrial sector, investment, wages and employment of the industrial sector in the Province Banten in 2011-2020.This study uses a quantitative descriptive analysis approach and regression analysis using OLS with annual time series data for the 2011-2020 period. Data obtained from the Central Bureau of Statistics. The independent variables include the growth rate of the industrial sector, investment, and wages and the dependent variable, namely employment in the industrial sector. From the estimation results of the model, the industry growth rate, investment and wages partially affect the absorption of labor in the industrial sector in Banten Province. However, the direction of the LPI relationship is not in accordance with the hypothesis, namely the LPI relationship with the industry growth rate is negative. The negative relationship between LPI and employment is due to technological developments and automation in the industry. Increasing the use of machines and production technology can reduce dependence on human labor so that labor absorption becomes lower. Abstrak. Sektor industry pengolahan merupakan suatu penyangga pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten dengan kontribusi rata-rata 5% pertahun. Namun disisi lain Provinsi Banten merupakan provinsi dengan tingkat pengangguran tetinggi di Pulau Jawa yaitu sebesar 10%. Pada tahun 2020 tingkat pengangguran di Provinsi Banten mencapai rata-rata 10 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju pertumbuhan sektor industri, investasi dan upah terhadap peyerapan tenaga kerja sektor industri di Provinsi Banten tahun 2011-2020, serta untuk mengetahui berapa besar pengaruh laju pertumbuhan sektor industri, investasi, upah dan penyerapan tenaga kerja sektor industri di Provinsi Banten tahun 2011-2020. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi menggunakan OLS dengan data time series tahunan periode 2011-2020. Data diperoleh dari Badan Pusat Stastistik. Variabel independen meliputi laju pertumbuhan sektor industri, investasi, dan upah serta variabel dependennya yaitu penyerapan tenaga kerja sektor industri. Dari hasil estimasi model, laju pertumbuhan industry, investasi dan upah secara parsial berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industry di Provinsi Banten. Namun arah hubungan LPI tidak sesuai dengan hipotesis yaitu hubungan LPI dengan laju pertumbuhan industry negative. Negative hubungan LPI dengan penyerapan tenaga kerja dikarenakan adanya perkembangan teknologi dan otomatisasi dalam industry. Peningkatan penggunaan mesin dan teknologi produksi dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia sehingga penyerapan tenaga kerja menjadi lebih rendah. Kata Kunci: Laju Pertumbuhan Sektor Industri, Investasi, Upah, Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri
Strategi Pengembangan Bisnis Digital Menggunakan Metode Blue Ocean Strategy (Studi Kasus Aplikasi X) Teuku Muhammad Abidzar Saddam; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8805

Abstract

Abstract. The development of industry 4.0 has had an impact on people's behavior, one of the influences that has arisen is the emergence of a cashless society. In a cashless society, people prefer to use e-wallets as a medium of exchange when making transactions. The large number of demands from the public for e-wallet has made many companies compete in offering their e-wallet services, including one of the biggest and oldest expedition companies that launch application X as a new business direction to take. The data used is the result of interviews conducted with 7 (seven) managerial team members who are responsible for application X. Based on the research results, it can be seen that the blue ocean strategy method can be used to determine application X’s external and internal conditions. Based on the results of the analysis conducted on the application X strategy canvas, it can be seen that some application X are lagging behind in terms of trends, bonuses and promos, as well as the variety of merchants. To increase these lagging factors, application X can create a good marketing strategy so that its products can be widely known and used by various groups, especially those who are application X target market. With a good marketing strategy, application X can get new customers and get more income. Abstrak. Perkembangan industri 4.0 berdampak pada perilaku masyarakat, salah satu pengaruh yang muncul adalah timbulnya perilaku cashless society. Pada cashless society, masyarakat lebih memilih untuk menggunakan e-wallet sebagai alat tukar saat melakukan transaksi. Banyaknya permintaan dari masyarakat tentang e-wallet membuat banyak perusahaan berlomba-lomba dalam menawarkan layanan e-wallet yang mereka miliki, tak terkecuali salah satu perusahaan ekspedisi terbesar dan tertua yang meluncurkan aplikasi X sebagai arah bisnis baru yang akan di ambil. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa metode blue ocean strategy dapat digunakan untuk mengetahui kondisi eksternal dan internal aplikasi X. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada kanvas strategi aplikasi X, dapat diketahui bahwa beberapa aplikasi X tertinggal pada faktor tren, bonus dan promo, serta ragam merchant. Untuk meningkatkan faktor-faktor yang tertinggal tersebut, aplikasi X bisa membuat strategi pemasaran yang baik agar produknya bisa dikenal dan digunakan secara luas oleh berbagai kalangan, terutama yang menjadi target pasar aplikasi X. Dengan strategi Pemasaran yang baik, aplikasi X bisa mendapatkan konsumen baru sehingga penghasilan yang didapat menjadi lebih banyak. Kata kunci: E-wallet, Aplikasi X, Blue Ocean Strategy.
Pengaruh sektor basis dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ciamis tahun 2012-2021 Nurul Komara; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.8854

Abstract

Abstract. This research is based on the regional expansion that occurred in Ciamis Regency and which made a shift in the basic sector of economic growth in Ciamis Regency in 2012-2021. This means that after the shift in the basic sector this can increase LPE in Ciamis Regency. Another factor that affects economic growth is HDI. This study aims to determine the magnitude of the effect of base deposits and HDI on economic growth in Ciamis Regency. Ordinary Least Square (OLS) method service data for 2012-2021. The data used are GRDP of Ciamis Regency, GRDP of West Java Province, HDI. From the estimation of the economic growth model, the results of the basic sector are statistically insignificant in influencing economic growth in Ciamis Regency. This is because of the 12 dominant basic sectors, namely the agricultural sector and transportation and trade, therefore to encourage economic growth in Ciamis Regency does not depend on the basic sector but must also be followed by human resource development, this can be seen from the results of the HDI model estimation which statistically has a positive effect on economic growth in Ciamis Regency. Abstrak. Penelitian ini didasarkan oleh pemekaran wilayah yang terjadi di Kabupaten Ciamis dan yang membuat terjadinya pergeseran sektor basis terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ciamis pada tahun 2012-2021.Artinya setelah bergesernya sektor basis ini dapat menaikan LPE di Kabupaten Ciamis. Faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu IPM. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui besaran pengaruh setor basis dan IPM terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ciamis. Metode Ordinary Least Square (OLS) data servis tahun 2012-2021. Data yang digunakan PDRB Kabupaten Ciamis, PDRB Provinsi Jawa Barat,IPM. Dari hasil estimasi model pertumbuhan ekonomi mendapatkan hasil sektor basis secara statistik tidak signifikan memerpengaruh pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ciamis. Penyebabnya dari 12 sektor basis yang dominan yaitu sektor pertanian dan transportasi dan perdagangan oleh karena itu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ciamis tidak bergantung pada sektor basis tetapi juga harus diikuti pengembangan SDM hal ini terlihat dari hasil estimasi model IPM secara statistik berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Ciamis.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Kedelai Domestik di Indonesia Mutia Azzahra; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9086

Abstract

Abstract. Soybeans are an important vegetable food commodity for the Indonesian people. It has become a staple food for Indonesians as well as rice and corn. Soybean is a cheap protein food raw material, making it reliable for most Indonesians to live a healthy and affordable life. The problem is that Indonesia is still dependent on soybean imports, about 80% of which cover domestic needs. Indonesia cannot escape the problems of the international soybean market, which is heavily contested by importing countries, especially China. Eventually this triggers an increase in soybean prices in the domestic market in Indonesia. Therefore, the purpose of this study is to identify and analyze the factors that affect fluctuations in domestic soybean prices in Indonesia, both partially and jointly. The research method used is descriptive quantitative. The data used is secondary data for the period 1991-2021. The analysis method used is OLS which is used to determine the regression equation so that the actual value can be known from each independent variable to the dependent variable. The results of the analysis show that the quantity of local soybeans, the quantity of imported Chinese soybeans, and international prices have a positive significant effect on domestic soybean prices. Meanwhile, the quantity of imported Indonesian soybeans (positively) and the exchange rate (negatively) have no significant effect on domestic soybean prices. Abstrak. Kedelai menjadi komoditas pangan nabati yang penting ketersediaannya bagi masyarakat Indonesia. Palawija tersebut telah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia sebagaimana halnya padi dan jagung. Kedelai merupakan bahan baku pangan protein yang murah, sehingga dapat diandalkan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia untuk hidup sehat dan terjangkau. Masalahnya, Indonesia masih ketergantungan impor kedelai, sekitar 80% telah menutupi kebutuhan dalam negeri. Indonesia tidak dapat terlepas daripada permasalahan pasar internasional kedelai yang banyak diperebutkan ketersediaannya oleh negara-negara pengimpor terutama Cina. Akhirnya hal ini memicu kenaikan harga kedelai di pasar domestik di Indonesia. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga kedelai domestik di Indonesia, baik secara parsial maupun bersama-sama. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dalam kurun waktu 1991-2021. Metode analisis yang digunakan adalah OLS yang digunakan untuk menentukan persamaan regresi sehingga nilai aktual dapat diketahui dari setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa kuantitas kedelai lokal, kuantitas impor kedelai Cina, dan harga internasional berpengaruh signifikan secara positif terhadap harga kedelai domestik. Sedangkan, kuantitas impor kedelai Indonesia (secara positif) dan nilai tukar (secara negatif) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga kedelai domestik.
Faktor-Faktor yang Menentukan Keputusan Nasabah Pembiyaan Mitraguna Berkah Bank Syariah Indonesia : Studi Kasus di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bandung Asia Afrika Sekar Nadia Lestari; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9190

Abstract

Abstract. The growth in disbursement of consumer financing at BSI Bandung City Area, which occupies the top ranking position is at the BSI Bandung Asia Africa Branch Office. This happened because the disbursement of financing for BSI's Mitraguna Berkah products was very significant, dominated by customers, especially non PNS teachers, who had middle to lower incomes of 1,500,000 to 2,400,000, felt they met the classification to apply for Mitraguna financing at BSI, as well as opinions and interests that make customers prefer applying for Mitraguna BSI. In addition, BUMN customers who have taken over to BSI feel that margins and installments at BSI are lighter and more consistent than conventional banks. The purpose of this study is to identify and analyze what factors determine customer decisions and analyze what factors are most dominant in determining customer decisions for Mitraguna Berkah Financing. The method used in this research is quantitative descriptive and the analysis model is Principal Compenents Analysis. Sources of data in this study are primary and secondary. The data collection technique is by distributing questionnaires to 100 respondents of 21 statements. The sampling technique uses non-probability sampling with a purposive sampling technique. The results of this study indicate that there are factors that determine the customer's decision to finance Mitraguna Berkah BSI KC Bandung Asia Africa, which consists of personal factors, economic factors, psychological factors and social factors. The most dominant factor in determining the customer's decision to finance Mitraguna Berkah BSI KC Bandung Asia Africa is personal factors. Abstrak. Pertumbuhan pencairan pembiayaan consumer pada Bank Syariah Indonesia Area Bandung Kota, yang menempati posisi peringkat teratas adalah di BSI Kantor Cabang Bandung Asia Afrika. Hal ini terjadi karena peningkatan pencairan pembiayaan produk Mitraguna Berkah BSI, sangat signifikan didominasi oleh nasabah khususnya guru non PNS, yang memiliki pendapatan menengah kebawah sebesar 1.500.000 s/d 2.400.000, merasa memenuhi klasifikasi untuk mengajukan pembiayaan Mitraguna di BSI, serta opini dan minat yang membuat nasabah untuk prefer mengajukan Mitraguna BSI. Selain itu, nasabah BUMN yang melakukan take over ke BSI merasa margin dan angsuran di BSI lebih ringan dan tetap dibandingkan bank konvensional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengindentifikasi dan menganalisis faktor-faktor apa yang menentukan keputusan nasabah dan menganalisis faktor apa yang paling dominan dalam mementukan keputusan nasabah Pembiayaan Mitraguna Berkah di BSI KC Bandung Asia Afrika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan model analisis yaitu Principal Compenents Analysis. Sumber data dalam penelitian ini yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan penyebaran kuesioner pada 100 responden dengan jumlah sebanyak 21 pernyataan. Teknik penarikan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat faktor yang menentukan keputusan nasabah pembiayaan Mitraguna berkah BSI KC Bandung Asia Afrika yaitu terdiri dari faktor pribadi, faktor ekonomi, faktor psikologis dan faktor sosial. Faktor yang paling dominan dalam menentukan menentukan keputusan nasabah pembiayaan Mitraguna berkah BSI KC Bandung Asia Afrika adalah faktor pertama yaitu faktor pribadi.
Pengaruh Technology Acceptance Model Terhadap Minat Masyarakat Dalam Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan Secara Online (Kantor Uptd Pengelola Pendapatan Daerah Kota Sukabumi) Banavsa Puan Lira; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9385

Abstract

Abstract. This study aims to determine what factors influence public interest in the online land and building tax payment system in Sukabumi City. The model used is Technology Acceptance Model (TAM) with 5 main constructs (perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward using, behavioral intention to use, and actual system use). The type of method used in this research is explanatory research using a quantitative approach. The type of data used is primary data obtained from questionnaires. The number of samples was 100 people. This study uses Partial Least Square SEM (PLS-SEM) analysis. Researchers used SmartPLS 3.2.9 software for data processing. Based on data analysis, the following results were obtained: (1) perceived ease of use has a significant effect on perceived usefulness; (2) perceived usefulness has a significant effect on attitude toward using; (3) perceived ease has a significant effect on attitude toward using; (4) attitude toward using has a significant effect on behavioral intention to use; (5) perceived usefulness has a significant effect on behavioral intention to use; (6) behavioral intention to use has a significant effect on actual system use; (7) use of the system as intended Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat terhadap sistem pembayaran pajak bumi dan bangunan secara online di Kota Sukabumi. Model yang digunakan adalah Technology Acceptance Model (TAM) dengan 5 konstruk utama (perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward using, behavioral intention to use, dan actual system use). Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian explanatory research dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 100 orang, dihitung menggunakan rumus slovin dengan signifikansi 10%. Penelitian ini menggunakan analisis Partial Least Square SEM (PLS-SEM). Peneliti menggunakan software SmartPLS 3.2.9 untuk olah data. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: (1) persepsi kemudahan (perceived ease of use) berpengaruh signifikan terhadap persepsi kemanfaatan (perceived usefulness); (2) persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) berpengaruh signifikan sikap penggunaan (attitude toward using); (3) persepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap sikap penggunaan (attitude toward using); (4) sikap penggunaan (attitude toward using) berpengaruh signifikan terhadap niat perilaku (behavioral intention to use); (5) persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) berpengaruh signifikan niat perilaku (behavioral intention to use); (6) niat perilaku (behavioral intention to use) berpengaruh signifikan terhadap penggunaan sistem sesungguhnya (actual system use); (7) penggunaan sistem sesungguhnya (actual system use) berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat dalam membayar PBB secara online.paja
Pengaruh Angka Partisipasi Sekolah dan Kepadatan Penduduk Terhadap Laju Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Barat Tahun 2012-2021 Sayyid Mujaddid Fikri; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9413

Abstract

Abstract. West Java Province is an area with economic growth in the 5th place on the island of Java. In fact, the geographical location which is very close to the National Capital should encourage development which has a positive impact on the Economic Growth Rate. Based on this, this study aims to determine the effect of school enrollment rates and population density in West Java in 2012-2021. This type of research is descriptive quantitative, using panel data from twenty-seven cities/regencies in West Java Province in 2012-2021. The estimated model used is the Fixed Effect Model by looking at the effects of each sector. The results of the study partially show that the school enrollment rate has a negative effect on the rate of economic growth with a coefficient value of -0.196815, which means that if the school enrollment rate increases by one percent, it will reduce the rate of economic growth by 0.196815 percent. Inequality in the distribution of school participation is a factor in the minimal influence of APS on the rate of economic growth in every district/city in West Java. In variation, the school enrollment rate and population density variables have an effect of 12.9196 percent on the economic growth rate of West Java in 2012-2021. While the remaining 87.0804 percent is explained by other variables outside the model in this study. Abstrak. Provinsi Jawa Barat merupakan daerah dengan pertumbuhan ekonomi di urutan ke-5 di pulau Jawa. Padahal, letak geografis yang sangat dekat Ibukota Negara seharusnya mendorong pembangunan yang berdampak baik terhadap Laju Pertumbuhan Ekonomi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh angka partisipasi sekolah dan kepadatan penduduk di Jawa Barat tahun 2012-2021.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan data panel dua puluh tujuh Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012-2021. Estimasi model yang digunakan adalah Fixed Effect Model dengan melihat efek dari setiap sektor. Hasil dari penelitian menunjukkan secara parsial bahwa angka partisipasi sekolah berpengaruh negatif terhadap laju pertumbuhan ekonomi dengan nilai koefisien sebesar -0,196815 yang berarti bahwa jika angka partisipasi sekolah terjadi kenaikan sebesar satu persen, maka akan menurunkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 0,196815 persen. Ketimpangan dalam penyebaran partisipasi sekolah menjadi faktor minimnya pengaruh APS terhadap laju pertumbuhan ekonomi di setiap Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Secara variasi, variabel angka partisipasi sekolah dan kepadatan penduduk berpengaruh sebesar 12,9196 persen terhadap laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tahun 2012-2021. Sedangkan sisanya yaitu 87.0804 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar model pada penelitian ini.
Strategi Bank Umum Syariah dalam Mengatasi Fluktuasi Makroekonomi untuk Mendukung Pembiayaan UMKM yang Berkelanjutan Yolanda Dienul Fathia; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v3i2.9494

Abstract

Abstract. MSMEs have an important role in economic growth in Indonesia, so that financial institutions are needed as providers of venture capital to support MSME growth. Sharia Commercial Banks are financing institutions that channel funds to the public and business actors in the form of savings into credit. However, there are obstacles that affect the smooth distribution of financing, one of which is caused by macroeconomic factors as seen from the inflation rate, BI Rate and the level of economic growth. This study aims to analyze how and how much influence financial inclusion and macroeconomic indicators have on MSME financing at BUS in Indonesia. The data used in this study is secondary data using data for the 2014 – 2021 semester obtained from the official websites of the Financial Services Authority (OJK), Bank Indonesia and the Indonesian Central Bureau of Statistics. The method used is linear regression with time series data type. The results showed that the variable the rate of economic growth had a negative significant effect on MSME financing at BUS in Indonesia. On the other hand, the BI Rate and inflation variables had no significant effect. The magnitude of the influence of the independent variables on the dependent variable was 55.01%, while the remaining 44.99% was explained by variables not disclosed in this study. By knowing how macroeconomics influence MSME financing at BUS in this study, it becomes input for increasing the amount of financing. In addition, BUS needs to consider liquidity management and decision making using monetary instruments. Abstrak. UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sehingga dibutuhkan lembaga keuangan sebagai penyedia modal usaha untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Bank Umum Syariah (BUS) adalah lembaga pembiayaan yang menyalurkan dana kepada masyarakat dan pelaku usaha dalam bentuk simpanan menjadi kredit. Namun terdapat kendala yang mempengaruhi kelancaran penyaluran pembiayaan salah satunya disebabkan oleh faktor ekonomi makro yang dilihat dari tingkat inflasi, BI Rate dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dan seberapa besar pengaruh inklusi keuangan dan indikator ekonomi makro terhadap pembiayaan UMKM pada BUS di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan menggunakan data semester 2014 – 2021 yang diperoleh dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan adalah regresi linier dengan tipe data time series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan UMKM pada BUS di Indonesia, namun variabel BI Rate tidak berpengaruh signifikan. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 55,01%, sedangkan sisanya sebesar 44.99% dijelaskan oleh variabel yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini. Dengan mengetahui bagaimana pengaruh ekonomi makro terhadap pembiayaan UMKM pada BUS dalam penelitian ini menjadi masukan untuk meningkatkan jumlah pembiayaan. Selain itu, BUS perlu mempertimbangkan pengelolaan likuiditas dan pengambilan keputusan dengan menggunakan instrumen moneter.
Pengaruh Konsumsi Rumah Tangga, Pembangunan Infrastruktur Listrik Serta Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat Periode Tahun 2012-2021 Muhammad Hasbi Ashidiqi; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10257

Abstract

Abstract. As a province close to the National Capital, West Java province contributed 12.78% to Indonesia’s economic growth, still lower than the contribution of East Java Province which contributed 14.29%. In fact, geographically, West Java Province is one of the provinces closest to the National Capital which should be able to provide a higher contribution than other regions in the Java region. Based on this, this research aims to determine the influence of household consumption, electricity infrastructure and information and communication tehcnology both partially and simultaneously on economic growth in West Java province in 2012-2021 as well as the variation provided by the independent variables on the dependent variable. The type of research applied is quantitative descriptive using time series data from 2012-2021. Model estimation uses multiple regression models. Data obtained from the publication of the Central Statistics Agency in the form of annual statistical report data for West Java province. The analytical test used are regression model tests, classical assumption test consisting of heteroscedastic, autocorrelation, multicollinearity, lineartiy and normality tests as well as hypothesis tests consisting of t tests and f tests. Abstrak. Sebagai provinsi yang berada dekat dengan Ibu kota Negara, provinsi Jawa Barat memberikan kontribusi sebesar 12,78% untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, masih lebih rendah dari kontribusi Provinsi Jawa Timur yang memberikan kontribusi sebesar 14,29%. Padahal secara geografis, provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi yang paling dekat dengan Ibu Kota Negara yang harusnya bisa memberikan kontribusi lebih tinggi dibandingkan dari wilayah lain di wilayah Jawa. Berdasarkan hal tesebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari konsumsi rumah tangga, infrastruktur listrik serta teknologi informasi dan komunikasi baik secara parsial maupun simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat tahun 2012-2021 serta variasi yang diberikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Jenis penelitian yang diterapkan berupa deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data time series dari tahun 2012-2021. Estimasi model menggunakan model regresi berganda. Data diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik berupa data laporan tahunan statistik Provinsi Jawa Barat. Uji analisis yang digunakan berupa uji model regresi, uji asumsi klasik yang terdiri atas uji heteroskedastis, autokorelasi, multikolinearitas, linearitas dan normalitas serta uji hipotesis yang terdiri dari uji t dan uji f.
Pengaruh Pengeluaran Per Kapita, Angka Kesakitan, Angka Perceraian, dan Persentase Penerima Kredit Usaha Rakyat terhadap Tingkat Kemiskinan di Jawa Barat Tahun 2010-2022 Ravi Anugrah Akbar; Ima Amaliah
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Economics Studies
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i1.10398

Abstract

Abstract. Poverty Poverty is a global challenge faced by most countries, including Indonesia, with significant disparities in poverty levels between provinces, especially in western Indonesia, including West Java. The aim of this research is to identify and analyze how per capita expenditure, morbidity rates, divorce rates, and the percentage of people's business credit recipients influence poverty levels in West Java from 2010 to 2022. Apart from that, this research also attempts to measure how big the influence of these variables is. these variables on the level of poverty in the region in the same period. This research uses multiple linear regression Ordinary Least Squares (OLS) to analyze the influence of per capita expenditure, morbidity rates, divorce rates, and the percentage of people's business credit recipients on poverty levels in West Java. Secondary data was obtained from the Central Statistics Agency (BPS) in the 2010-2022 period. The research approach is descriptive and quantitative, with a focus on time series data. The research results show that per capita expenditure has a significant negative effect on poverty levels in West Java, which means that increasing per capita expenditure can help reduce poverty levels. Morbidity rates have a significant positive effect on poverty levels, indicating that increasing morbidity rates can contribute to increasing poverty rates. The percentage of people receiving people's business credit also has a significant negative influence on the poverty level, indicating that the higher the percentage of individuals receiving people's business credit, the lower the poverty level in the region. However, the divorce rate does not have a significant effect on poverty levels. Keywords: Poverty, Pain Rates, Divorce Rates, KUR Abstrak. Kemiskinan adalah tantangan global yang dihadapi sebagian besar negara, termasuk Indonesia, dengan disparitas tingkat kemiskinan yang signifikan antar provinsi, terutama di wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Jawa Barat. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana pengeluaran per kapita, angka kesakitan, angka perceraian, dan persentase penerima kredit usaha rakyat memengaruhi tingkat kemiskinan di Jawa Barat dari tahun 2010 hingga 2022. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengukur seberapa besar pengaruh dari variabel-variabel tersebut terhadap tingkat kemiskinan di wilayah tersebut dalam periode yang sama. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda Ordinary Least Squares (OLS) untuk menganalisis pengaruh pengeluaran per kapita, angka kesakitan, angka perceraian, dan persentase penerima kredit usaha rakyat terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Barat. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam periode 2010-2022. Pendekatan penelitian bersifat deskriptif dan kuantitatif, dengan fokus pada data time series. Hasil penelitian menunjukkan pengeluaran per kapita berpengaruh negatif yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Barat, yang berarti peningkatan pengeluaran per kapita dapat membantu mengurangi tingkat kemiskinan. Angka kesakitan berpengaruh positif yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan, mengindikasikan bahwa peningkatan angka kesakitan dapat berkontribusi pada peningkatan tingkat kemiskinan. Persentase penerima kredit usaha rakyat juga memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan, menandakan semakin tinggi persentase individu yang menerima kredit usaha rakyat, semakin rendah tingkat kemiskinan di wilayah tersebut. Namun, angka perceraian tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Kata Kunci: Kemiskinan, Angka Kesakitan Angka Perceraian, KUR.
Co-Authors A. Harits Nu'man Aan Julia Achref Boubekri Ade Yunita Mafruhat Adinda Sri Maryam Akhsan Mulki Abdillah Al Rifah, Cecep Fauzan Amir Hamzah Anjani, Selsa Putri Asikin, Ridwan Ibnu Aspiranti , Tasya Banavsa Puan Lira Budi Hartono Cynthia Imadiyar P Dede R Oktini Dewi Rahmi Dini, Maya Fadilah Ghani Azis Firda Siva Kamila Fitria Restiani Freska Fitriyana Gerry Cahya Mutaqin Gustini, Yasni Hafiz Naufal Hilmi Haikal Qolbi Al Qosam Handri Handri Hanii Ammariia Intan Purnamasari Ismaira Miftahus Sa’adah Izhar Rismawan Jamaludin . Kharisma Varrenzy Saidhyna Liliani Sumarni Pratiwi Maharani, Haidilia Marselino Yuda Pratama Meidy Haviz Mira Permata Sari Moh. Safii Muhamad Taufiq Amarullah Muhammad Hasbi Ashidiqi Muhammad Yasa Wisesa Muhardi Muhardi Muhardi Munarsih, Munarsih Mutia Azzahra Nabila Savira nabilla nurdina nabilla Nenden Yushinta Puri Novi Ariani Nu'man, Harits Nunung Nurhayati Nunung Nurhayati Nurfahmiyati Nurfitriani Nurfitriani Nurrunnajmi, Tirahaifa Nurul Komara Oryza Sativa Ramadhan Putri, Shella Mutia R. Oktini, Dede Rahmad Abdul Gani Rangga Apryansyah Rani Meida Ravi Anugrah Akbar Rega Saukani Rika Angraini Rini Lestari Rodhiah Sayyid Mujaddid Fikri Sekar Nadia Lestari Shaffa Septiani Aisy Silvi Aprillia Devi Sri Suwarsi Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Syam, Fauziyah Syifa Putri Nur Azizah Tasya Aspiranti Tesya Aryo Tesya Nur Hayatri Teuku Muhammad Abidzar Saddam Tyas Ayuning Lestari Umi Kulsum Westi Riani Westi Riani Westi Riani Wijoyo, Agung Woro Rona Farrasari Yolanda Dienul Fathia Yudha Dwi Nugraha Zakiyah Hayati Zakri, Melvin