Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Gambaran Kecemasan Ibu Hamil TM III Dalam Menghadapi Persalinan Di Masa Pandemi COVID-19 Di Wilayah Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2022 Rahmawati, Lilis; Qamarya, Nurul; R.A, Dian Mariza
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.2

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi emosi atau pengalaman subyektif individu terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi bahaya yang memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi ancaman seperti virus corona.Virus corona ini umunya menyerang banyak kalangan salah satunya adalah ibu hamil. Gejala umum yang menandakan orang terinfeksi virus corona yaitu demam, batuk kering, sesak napas. Kondisi tersebut dapat menjadikan permasalahan secara psikologis bagi ibu hamil, yang dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah mengambarakan kecemasan ibu hamil TM III dalam menghadapi proses persalinan di masa pandemi COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2022. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan tekhnik sampling total sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer yaitu pernyataan ibu hamil dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder menggunakan rekam medis ibu hamil. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu kecemasan ibu hamil TM III dalam menghadapi persalinan dimasa pandemi COVID-19. Hasil Penelitian: Gambaran kecemasan ibu hamil TM III dalam menghadapi proses persalinan di masa pandemi COVID-19 di Wilayah kerja Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2022 dalam kategori kecemasan ringan sebanyak 13 responden (26%), kecemasan sedang sebanyak 37 responden (74%), dan kecemasan berat (0%). Kesimpulan : sebagian besar ibu hamil TM III mengalami kecemasansedang sebesar 37 responden (74%).
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Resiko Kehamilan Pada Remaja Putri Di Sman 1 Wera Tahun 2022 Sabillah, Nira; Qamarya, Nurul; Purnama, Yati
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.3

Abstract

Kehamilan remaja adalah kehamilan pada usia antara 14-19 tahun. Kehamilan remaja mempunyai resiko medis lebih tinggi disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga merugikan kesehatan ibu maupun janin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang resiko kehamilan pada remaja putri di SMA N 1 WERA.Penelitian ini menggunakan design deskriptif. Sampel yang diambil sebanyak 63 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil uji statistik univariat sebanyak 37 responden (58,7%) baik dan responden yang berpengetahuan cukup sebesar 26 responden (41,3%), dan tidak ada yang berpengetahuan kurang. saran dari penelitian ini diharapkan untuk lebih banyak menambah pengetahuan atau wawasan yaitu dengan menanyakan pada sumber-sumber yang dapat dipercaya seperti tenaga kesehatan, guru, atau membaca buku-buku tentang kesehatan reproduksi agar mengetahui resiko kehamilan remaja dan bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan penyuluhan dan pendekatan kepada remaja putrid tentang resiko kehamilan di usia remaja guna mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kehamilan di usia remaja
Gambaran Teknik Menyusui Pada Ibu Nifas Di RSUD Bima Tahun 2022 Serlita, Serlita; Faturahma, Erni; Qamarya, Nurul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i1.10

Abstract

Menurut WHO (2009) terdapat 35,6% ibu gagal menyusui bayinya dan 20 diantaranya adalah ibu-ibu negara berkembang, sementara itu berdasarkan data dari riset kesehatan dasar (riskesdas) tahun 2010 dijelaskan bahwa 67,5% ibu gagal memberikan ASI esklusif kepada bayinya adalah kurangnya pemahaman ibu tentang teknik menyusui yang benar, sehingga menderita puting susu lecet dan retak. Berdasarkan data yang di peroleh dari ruang nifas RSUD BIMA pada Juli-Desember 2021 jumlah ibu nifas yang di rawat gabung dengan bayinya sejumlah 599 orang dan pada bulan mei tahun 2022 dari tanggal 1-25 sejumlah 106 orang. Dengan adanya data tersebut peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian tentang Gambaran Teknik Menyusui Pada Ibu Nifas di RSUD Bima Tahun 2022. Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi Gambaran Teknik Menyusui Pada Ibu Nifas di RSUD Bima Tahun 2022. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Popolasi adalah ibu nifas yang dirawat gabung dengan bayinya sebanyak 106 orang. Sampel sebanyak 51 orang. Teknik sampling menggunakan accidental sampling. Hasil Penelitian : Hasil penelitian gambaran teknik menyusui pada ibu nifas di RSUD Bima Tahun 2022, Karakteristik responden berdasarkan umur dengan responden terbanyak berada pada kelompok dengan rentang umur 20-35 Tahun yaitu sebanyak 39 responden (76%). Sedangkan berdasarkan paritas kelompok paritas dengan responden terbanyak berada pada multipara yaitu sebanyak 35 responden (69%). Berdasarkan teknik menyusui, kelompok teknik menyusui terbanyak berada pada kategori kurang yaitu sebanyak 24 responden (47%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, Distribusi berdasarkan umur dan paritas ibu nifas di RSUD Bima tahun 2022 yaitu umur terbanyak pada kategori 20-35 tahun, Paritas terbanyak pada kategori ibu dengan multipara dan distribusi berdasarkan teknik menyusui pada ibu nifas di RSUD Bima tahun 2022 yaitu terbanyak pada kategori kurang. Saran : Diharapkan bagi petugas kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan penatalaksanaan tehadap teknik menyusui yang benar.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Persiapan Memasuki Masa Menopause Di Desa Kawinda Na’e Wilayah Kerja Puskesmas Tambora Kabupaten Bima Tahun 2023 Nurfadina; Susanti; Qamarya, Nurul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v1i2.15

Abstract

Latar belakang: Angka harapan hidup wanita di dunia meningkat setiap tahunnya hingga mencapai 74,2 tahun di tahun 2019 (WHO, 2019). Peningkatan angka harapan hidup berarti peningkatan jumlah wanita yang berpeluang untuk mengalami menopause (Suazini, 2018). World Health Organization (WHO), memperkirakan di tahun 2030 akan ada sekitar 1,2 miliar wanita yang berusia di atas 50 tahun. Sebanyak 80% diantaranya tinggal di negara berkembang dan populasi wanita menopause meningkat tiga persen setiap tahunnya (Nurlina, 2021). Jenis penelitian: ini adalah deskriptif kuantitatif Teknik sampling menggunakkan Purposive sampling. Hasil penelitian : Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan dari 58 responden didapatkan sebagian besar responden mengalami menarche pada usia >13 Tahun yaitu sebanyak 32 orang (55,1%). Kriteria responden berdasarkan pendidikan menunjukkan bahwa dari 58 responden tingkat pendidikan yang paling banyak adalah menengah (SMA) yaitu sebanyak 29 responden (50%). Tingkat pengetahuan responden Di peroleh hasil dari 58 ibu paling banyak dengan kategori pengetahuan Baik yaitu sebanyak 30 orang (51,7%) dan tidak ada ibu yang memiliki pengetahuan kurang (0 %). Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian tentang Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Persiapan Memasuki Masa Menopause Di Desa Kawinda Na’e wilayah kerja Puskesmas Tambora Kabupaten Bima didapatkan sebagian besar Tingkat pengetahuan ibu yang paling banyak berada pada pengetahuan baik yaitu sebanyak 30 responden (51,7%) Dan ini merupakan Jawaban dari Tujuan umum penelitian. Saran: dari hasil penelitian yang didapatkan tingkat pengetahuan responden adalah Baik, namun sebaiknya responden dapat meningkatkan lagi pengetahuan kesehatan dengan cara mengikuti penyuluhan, mencari informasi melalui smartphone dan media lainnya untuk menambah informasi mengenai masa pea menopause
Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pijat Bayi Di Dusun Sori Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kabupaten Bima Tahun 2023 Nurtasiah; Qamarya, Nurul; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i1.25

Abstract

Latar belakang : Pijat bayi juga dikenal sebagai stimulasi sentuhan atau terapi sentuhan. Dikatakan terapi sentuhan karena melalui pijat bayi ini terjadi komunikasi yang nyaman dan aman antara ibu dan bayi. Pijat bayi merupakan salah satu terapi sentuhan yang dapat menjawab tiga kebutuhan dasar bayi, karena dalam praktiknya memasukkan unsur sentuhan berupa emosi, suara atau ucapan, kontak mata, gerakan dan pijatan. Dampak positif yang ditimbulkan dari pijat bayi umumnya bayi yang mendapat pijatan secara teratur akan lebih rileks dan tenang . Resiko pijat bayi tersebut biasanya disebabkan oleh kelalaian praktisi pijat dalam memijat, salah pijat, dan kurangnya pengetahuan pemijat. Perihal ini sudah di buktikan oleh para pakar di Fakultas Medis Universitas Miami yang dipandu oleh tiffany Meter. Flied PhD, kalau bayi- bayi yang dipijat sepanjang 5 hari saja, energi tahan badannya hendak hadapi kenaikan sebesar 40% dibanding bayi- bayi yang tidak dipijat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Balita Tentang Pijat Bayi di Dusun Sori Wilayah Kerja Puskesmas Lambu. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di sejumlah 38 responden. Sampel sebanyak 38 responden. Teknik sampling menggunakkan total sampling. Hasil Penelitian : berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 38 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 19 orang (50%), pengetahuan cukup adalah 15 orang (40%) dan pengetahuan kurang adalah 4 orang (10%). Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Dusun Sori wilayah kerja Puskesmas Lambu kabupaten Bima dalam kategori baik yaitu sebanyak 19 responden (50%). Saran: Agar dusun Sori wilayah kerja Puskesmas Lambu dapat meningkatkan lagi pengetahuan tentang pijat bayi.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida Tentang Perawatan Bayi Baru Lahir Di Kelurahan Dodu Wilayah Kerja Puskesmas Rasana’e Timur Kota Bima Rabyatul Anis, Aminah; Mariza RA, Dian; Qamarya, Nurul
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.28

Abstract

Latar belakang: Masa bayi baru lahir (neonatal) adalah masa 28 hari pertama kehidupan manusia. Pada masa ini terjadi proses penyesuaian sistem tubuh bayi dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. Masa ini adalah masa yang perlu mendapatkan perhatian dan perawatan yang ekstra karena pada masa ini terdapat mortalitas paling tinggi (Rudolf, 2016). Perawatan bayi baru lahir yang dapat dilakukan meliputi perawatan tali pusar, memandikan bayi, ASI eksklusif, cara memberisihkan hidung, mata, dan telinga bayi, membersihkan kelamin bayi, memoton kuku bayi, menggendong bayi, dan membungkus bayi (Pusdiknakes, 2013). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Kelurahan Dodu Wilayah Kerja Puskesmas Rasana’e Timur pada bulan April Tahun 2024 didapatkan sebanyak 70 orang ibu hamil dengan ibu hamil primigravida sebanyak 32 orang dan 28 orang multigravida, dilakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan tentang perawatan bayi baru lahir kepada 12 orang ibu hamil primigravida, diperoleh hasil sebanyak 5 orang ibu hamil mengetahui tentang perawatan bayi baru lahir dan 7 orang ibu hamil tidak mengetahui tentang perawatan bayi baru lahir. berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 49 responden yang memiliki pengetahuan baik adalah 22 orang (45%), pengetahuan cukup adalah 15 orang (30%) dan pengetahuan kurang adalah 12 orang (25%) Tujuan penelitian: Mengidentifikasi Karakteristik ibu balita berdasarkan umur, Pendidikan, dan pekerjaan Di Puskesmas Rasana’e Timur Kota Bima tahun 2024. Metode Penelitian: Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitan deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang menggambarkan terhadap suatu objek yang nyata melalui data sampel atau populasi dengan pengumpulan data menggunakan instrument penelitian (Arikunto, 2019). Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dari 33 responden didapatkan sebagian besar responden berada pada usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 30 orang (90,9%). Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa ibu hamil primigravida paling banyak dengan tingkat penidikan menengah yaitu sebanyak 28 orang (84,8%). Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa ibu hamil primigravida paling banyak berada pada kategori tidak bekerja sebanyak 31 orang (93,9%) Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida paling banyak berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 orang (48,5%). Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida paling banyak berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 orang (48,5%).
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Pneumonia Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Desa Kaleo Wilayah Kerja Puskesmas Lambu Kurniawati; Qamarya, Nurul; Sulami, Neti
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Akbid Surya Mandiri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70683/jkk.v2i2.30

Abstract

Latar Belakang : Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian balita tertinggi di dunia. Pada kawasan Asia Tenggara, kasus ini sebanyak 186.965. Indonesia merupakan negara penyebab kematian Pneumonia kedua tertinggi di Asia Tenggara, dengan kasusnya sebanyak 19.671. World Health Organization telah menyatakan Indonesia menempati urutan ketiga jumlah perokok terbanyak di dunia. Anak dengan orangtua yang merokok memiliki risiko lebih tinggi terpapar asap rokok karena mereka mempunyai kontak fisik yang lebih dekat dengan orangtuanya, serta dengan permukaan dan debu yang terkontaminasi oleh asap rokok. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia di Desa Kaleo Wilayah Kerja Puskesmas Lambu tahun 2024. Metodelogi Penelitian: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan variabel tunggal yaitu Pengetahuan Ibu Tentang penyakit pneumonia . Sampel yaitu ibu sebanyak 30 orang. Teknik sampling yatitu total sampling Analisis data menggunakan analisis univariat dengan menghitung distribusi frekuensi. Hasil Penelitian : Karakteristik ibu di Desa Kaleo Wilayah Kerja Puskesmas Lambu tahun 2024 berdasarkan umur sebagian besar pada kategori umur 20-35 tahun yaitu sebesar 83%, berdasarkan pendidikan sebagian besar pada kategori pendidikan menengah yaitu sebesar 63%. Dan berdasarkan pekerjaan sebagian besar pada kategori tidak bekerja yaitu sebesar 63%. Kesimpulan : Pengetahuan ibu tentang penyakit pneumonia tahun 2024 sebagian besar pada kategori cukup yaitu sebesar 77% Saran : pengetahuan yang dimiliki diperthanakan dan ditingkatkan sehingga dapat menekan angka kesakitan pada anak yang mengalami penyakit pneumonia
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL UNTUK MPASI 4 BINTANG GUNA PENCEGAHAN STUNTING BAGI BALITA Sulami, Neti; Qamarya, Nurul; Mariza, Dian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32032

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Kantor Desa Bre Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada ibu-ibu yang memiliki balita usia 6-12 tahun untuk mengembangan panganan lokl yang dikonsumsi oleh keluarga dalam keseharian menjadi menu sehat makanan pendamping ASI (MPASI) 4 bintang dalam Upaya pencegahan stunting. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu pendekatan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang suatu komunitas dengan partisipasi aktif dari anggotanya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan adanya Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat membantu ibu – ibu untuk meningkatkan angka kecukupan gizi balita usia 6-12 bulan dalam menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan balita. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dihadiri oleh ibu balita usia 6-12 bulan, bidan desa, kader stunting, Kepala Desa, pemateri PMBA yang memberikan materi tentang pentingnya pemberian MPASI yang tepat, mememuhi kandungan gizi, tekstur dan dan cara pemberian yang baik dan benar, panganan lokal yang dapat dijadikan sebagai menu sehat MPASI 4 bintang serta demonstrai cara pembuatan MPASI dari pangan lokal Masyarakat Desa Bre