Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Intuisi

PROGRAM PSIKOEDUASI BULLYING UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI GURU DALAM MENANGANI BULLYING DI SEKOLAH DASAR Amawidyati, Sukma Adi Galuh; Muhammad, Amrihana; Purwanto, Edy
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 9, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v9i3.14117

Abstract

Abstrak. Fenomena bullying semakin mudah dijumpai di banyak tempat, tak terkecuali di dalam lingkungan sekolah.Hal ini semakin memprihatinkan tatkala pihak-pihak yang idealnya bisa berperan penting untuk menanggulangi atau mencegah kemunculan fenomena bullying disekolah tampak tidak paham, tidak peduli, atau pun tidak mampu melakukan tindakan yang ideal. Program Psikoedukasi bullying pada guru diharapkan bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk memperbaiki kondisi yang ada. Penelitan ini menggunakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain The one group pretest – posttest. Subjek penelitian ini adalah 14 orang guru di salah satu SD Negeri di daerah Gunungpati Semarang. Materi program psikoedukasi bullying pada penelitian ini mencakup definisi dan prevalensi bullying di Indonesia, bentuk-bentuk bullying, karakteristik korban, karakteristik pelaku, dampak bullying, dan penanganan bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program psikoedukasi bullying efektif untuk meningkatkan efikasi guru dalam menangani bullying (Z=-2,138;  p=0,033; p<0,05). Disarankan kegiatan psikoedukasi bullying semacam ini bisa dilaksanakan secara berkala dilokasi yang sama dan atau digandakan penyelenggaraannya di lokasi lain yang membutuhkan.Kata Kunci: bullying, program psikoedukasi, efikasi guru  Abstract.Bullyinghas become serious problem in school. Evidence from number of studies shows that teachers has no sufficient and effective skill in handling bullying. Teachers’ self – efficacy influences effective intervention in handling bullying. The purpose of this study was to examine the effectiveness of Bullying Psychoeducation Program to improve teachers’ self-efficacy in dealing with bullying. This research used quasi experimental design with the one group pretest-posttest design. The subjects of this research are 14 teachers in one of Elementary School in Gunungpati Semarang. The results showed that the Bullying Psychoeducation Program was effective to improve teachers’ self–efficacy in dealing with bullying (Z = -2.138; p = 0.033; p <0.05). It is suggested that such Bullying Psychoeducation Program can be carried out periodically at the same location and / or duplicated in other locations where needed.
Violence Awareness dan Partisipasi Guru dalam Pengembangan Sekolah Ramah Anak Liftiah, Liftiah; Mahanani, Fatma Kusuma; Amawidyati, Sukma Adi Galuh
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 10, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v10i3.18869

Abstract

Abstrak. Rentetan kasus kekerasan terhadap anak silih berganti menjadi berita di berbagai media massa. Kekerasan tersebut dapat terjadi di berbagai tempat, termasuk di sekolah.Sekolah sebagai lembaga pendidikan idealnya menjadi tempat yang aman untuk mengembangan berbagai ketrampilan dan nilai, serta bebas dari bermacam kekerasan. Oleh karenanya lembaga pendidikan dituntut untuk memberiperhatian terhadap pengembangan nilai-nilai ideal dalam kehidupan. Lembaga pendidikan juga diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dan bermakna dalam mendukung strategi pencegahan kekerasan.Dalam hal ini, salah satu upaya pemerintah terkait dengan optimalisasi fungsi lembaga pendidikan dalam mencegah kekerasan terhadap anak adalah melalui pengembangan Sekolah Ramah Anak (SRA). Pengembangan SRA ini membutuhkan kesadaran dan partisipasi guru sebagai agen pengembangan SRA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran violence awareness dan partisipasi guru terhadap pengembangan SRA pada guru sekolah dasar di Kota Semarang, serta untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara violence awareness dan partisipasi guru terhadap pengembangan SRA pada guru sekolah dasar di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional melibatkan 184 guru Sekolah Dasar di Kota Semarang sebagai respondennya.  Alat ukur yang digunakan adalah skala violence awareness dan skala partisipasi guru terhadap pengembangan SRA. Dalam penelitian ini, data dianalisis menggunakan prinsip-prinsip statistic deskriptif dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat violence awarenessberada pada kategori tinggi, partisipasi guru berada pada kategori tinggi serta ada hubungan positif yang signifikan antara violence awareness dengan partisipasi guru dalam pengembangan sekolah ramah anak, Violence awareness memberikan kontribusi sebesar 7,8% pada partisipasi guru dalam pengembangan sekolah ramah anak. Kata Kunci :violence awareness, partisipasi guru terhadap pengembangan SRA, guru, sekolah dasar.  Abstract. A series of cases of violence against children alternately became news in various mass media. Violence can occur in various places, including at school. Schools as educational institutions should ideally be a safe place to develop a variety of skills and values, and free from various violence. Therefore educational institutions are required to pay attention to the development of ideal values in life. Educational institutions are also expected to be able to make real and meaningful contributions in supporting violence prevention strategies. In this case, one of the government's efforts related to the optimization of the function of educational institutions in preventing violence against children is through the development of Child-Friendly Schools (CFS). The development of CFS requires teacher awareness and participation as agents of CFS development. This study aims to describe violence awareness and teacher participation in the development of CFS on elementary school teachers in the city of Semarang, and to determine whether there is a relationship between violence awareness and teacher participation in the development of CFS on elementary school teachers in Semarang City. This research is a correlational study involving 184 elementary school teachers in Semarang City as the respondents. The measuring instrument used was the scale of violence awareness and the scale of teacher participation in the development of CFS. In this study, data were analyzed using descriptive statistical principles and regression analysis. The results showed that the level of violence awareness was in the high category, teacher participation was in the high category and there was a significant positive relationship between violence awareness and teacher participation in the development of CFS. Violence awareness contributed 7.8% to teacher participation in school development of CFS.
Siapkah Anda Bekerja? Self-Efficacy dan Job Search Readiness pada Mahasiswa Are You Ready to Work? Self-Efficacy and Job Search Readiness in College Students Muhammad, Amri Hana; Amawidyati, Sukma Adi Galuh; Rizki, Binta Mu’tiya
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 11, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v11i2.22559

Abstract

Meningkatnya angka pengangguran dari tahun ke tahun selain karena terbatasnya jumlah lowongan kerja, juga karena tidak atau belum siapnya individu memasuki dunia kerja. Gambaran kesiapan individu untuk mencari kerja dikenal dengan istilah teknisdalam frase “job search readiness” (kesiapan mencari kerja). Salah satu faktor yangmempengaruhi kesiapan dalam mencari kerja adalah perencanaan karir, dimana didalamnya terdapat self-efficacy. Sudut pandang psikologis meninjau bahwaketidakyakinan para mahasiswa tingkat akhir akan “bekal” yang telah dimiliki untukmemasuki dunia kerja ini dalam bahasan self efficacy, yang dipahami sebagai keyakinan akan kemampuan diri untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu (Bandura, 2007). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah 165 mahasiswa tingkat akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skalaJob serach readiness (α=0.901) dan skala self-efficacy (α=0.898). Analisis hipotesisdalam penelitian ini menggunakan korelasi Product moment. Data penelitian diolah dengan soft ware pengolah data statistik. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan posistif antara self-efficacy dan job search readiness(r=0.683;p<0.05).The increase in unemployment from year to year other than because of the limited number of job vacancies, also because not or not ready for individuals to enter the workforce. The description of an individual's readiness to find work is known by the technical term in the phrase "job search readiness" (readiness to find work). One factor that influences readiness to look for work is career planning, in which there is self- efficacy. Psychological point of view reviewing that the final level of student's lack of confidence in the "stock" that has been owned to enter the world of work in the discussion of self efficacy, which is understood as confidence in the ability of self to organize and carry out the actions needed to complete certain tasks (Bandura, 2007) . This research is a quantitative correlational study. The research sample was 165 final year students. The instruments used in this research are the Job Search Readiness scale(α = 0.901) and the self-efficacy scale (α = 0.898). Hypothesis analysis in this studyuses the Product moment correlation. The research data is processed with statistical data processing software. Hypothesis test results indicate that there is a positive relationship between self-efficacy and job search readiness (r = 0.683; p <0.05).
Reliabilitas dan Validitas Konstruk Alat Ukur Generic Conspiracist Beliefs (GCB) Versi Indonesia Annafi, Ulfah; Ihsan, Helli; Wyandini, Diah Zaleha; Amawidyati, Sukma Adi Galuh
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 15, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.v15i1.30350

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi, masyarakat dihadapkan pada berbagai macam informasi, termasuk informasi yang mengandung konspirasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas dan reliabilitas alat ukur Generic Conspiracist Beliefs (GCB) yang diadaptasi dari Brotherton, French, dan Pickering ke dalam Bahasa Indonesia. Subjek dari penelitian ini adalah 209 Warga Negara Indonesia yang berusia 18 tahun ke atas. Analisis property psikometri dilakukan dengan menggunakan program JASP versi 0,14.1. Hasil uji exploratory factor analysis (EFA) menunjukkan bahwa alat ukur GCB memiliki dua faktor yaitu General Conspiracy dan Extraterrestrial Cover-Up. Hasil uji Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan bahwa alat ukur GCB memiliki 14 aitem yang fit dengan nilai indeks kecocokan model sebesar 0,067 (RMSEA), 0,904 (GFI), 0,934 (CFI) dan 0,921 (TLI). Selain itu, estimasi validitas konvergen menunjukkan bahwa alat ukur GCB yang diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia memiliki nilai validitas yang baik (r=0,641; p0,05) dan memiliki koefisien reliabilitas yang tinggi (alpha Cronbach sebesar 0,862). Dapat disimpulkan bahwa alat ukur GCB versi Indonesia memiliki properti psikometri yang baik.The development of technology has led to an influx of information in society, some of which includes conspiracies. This research aims to assess the validity and reliability of the Generic Conspiracist Beliefs (GCB) measuring instrument, which was adapted from Brotherton, French, and Pickering into Indonesian. The study involved 209 Indonesian citizens aged 18 years and over. The psychometric properties of the GCB measuring tool were analyzed using the JASP program version 0,14.1. The results of the exploratory factor analysis (EFA) revealed that the GCB instrument has two factors: General Conspiracy and Extraterrestrial Cover-Up. The confirmatory factor analysis (CFA) results showed that the GCB measuring tool has 14 aitems that fit well with the model fit index values of 0,067 (RMSEA), 0,904 (GFI), 0,934 (CFI), and 0,921 (TLI). The convergent validity estimates also showed that the adapted Indonesian version of the GCB measuring tool has good validity values (r=0,641; p0,05) and a high-reliability coefficient (Cronbach's alpha of 0,862). It can be concluded that the Indonesian version of the GCB measuring instrument has excellent psychometric properties