Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Minat Kembali Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Kabupaten Pangkep Faradiba Syaifuddin; A. Rizki Amelia
Window of Public Health Journal Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i3.175

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan dan sesuai dengan standart dan kode etik profesi. Semakin tinggi tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit semakin baik. Jika pasien puas dengan pelayanan yang diberikan rumah sakit, maka akan semakin tinggi minat kunjung ulang pasien. Maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan minat kembali pasien rawat inap di rumah sakit umum daerah Batara Siang Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penilitian ini adalah seluruh pasien rawat inap kunjungan lama di rumah sakit Batara Siang Pangkep sebanyak 1412 orang. Besar sampel yang digunakan adalah 93 responden. Data diperoleh menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan kuesioner dan yang kembali dan terisi dengan benar hanya 62 kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan ρ < 0,05. Hubungan Keandalan (Reliability), Hubungan Daya Tanggap (Responsiveness), Hubungan Empati (Emphaty), Hubungan Bukti Fisik (Tangible) Terhadap Minat Berkunjung kembali di Ruang Rawat Inap RSUD Batara Siang Pangkep menunjukan bahwa ada hubungan beberapa variabel diatas terhadap Minat Berkunjung kembali di Ruang Rawat Inap RSUD Batara Siang Pangkep, kecuali dari variabel Hubungan Jaminan (Assurance) menunjukkan bahwa jaminan tidak berhubungan secara signifikan dengan minat kembali di Ruang Inap RSUD Batara Siang Pangkep. Saran dalam penelitian ini adalah kepada Rumah Sakit serta tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan) agar mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan agar pasien puas dengan pelayanan.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Keselamatan Berkendara pada Pelajar SMAN 1 Kotamobagu Mokoginta, Salsabilah; Ulfa Sulaeman; A. Rizki Amelia
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i3.232

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah di Indonesia yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak terkait. Safety riding merupakan salah satu program untuk mencegah angka kecelakaan lalu lintas dengan cara memberikan pemahaman pada pengendara bahwasannya berlalu lintas adalah kegiatan yang melibatkan banyak aspek sehingga harus memperhatikan faktor keselamatan dan keamanan individu ataupun orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pelajar SMAN 1 Kotamobagu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 1 Kotamobagu yang mampu mengendarai sepeda motor, yakni berjumlah 218 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunkan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 98 Responden. Metode analisis data menggunakan Univariat dan Bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05).  Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara (safety riding) adalah sikap (p=0,000), persepsi (p=0,000) dan peran teman sebaya (p=0,017). Diharapkan siswa dapat mengikuti penyuluhan atau pelatiha mengenai keselamatan berkendara (safety riding) yang diselenggarakan oleh pihak sekolah, ataupun dari pihak kepolisian dan lembaga terkait.
Hubungan Stres Kerja Dengan Komitmen Organisasi Pada Bidan Puskesmas Di Kota Makassar Busman, Sry Ayu; Wardiah Hamzah; Rezky Aulia Yusuf; A. Rizki Amelia; Nurbaety
Window of Public Health Journal Vol. 3 No. 6 (2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v3i6.539

Abstract

Tingkat stres kerja pada bidan di Kota Makassar dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dari 60% ke 90% sedangkan stres kerja berhubungan dengan komitmen organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dari stres kerja dengan komitmen organisasi pada bidan puskesmas di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 270 orang yang terbagi menjadi 2 golongan yaitu PNS sebanyak 239 dan NON PNS sebanyak 31. Adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 159 bidan. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan univariat, bivariat dengan menggunakan Chi-square dan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 63,5% memiliki komitmen organisasi baik dan sebanyak 36,5% memiliki komitmen organisasi kurang baik. Terdapat hubungan stres kerja fisiologis (p=0,000), stres kerja psikologi (p=0,000), stres kerja perilaku (p=0,000) dengan komitmen organisasi pada bidan Puskesmas di Kota Makassar. Kesimpulan dari penelitian bahwa terdapat hubungan stres kerja fisiologis, stres kerja psikologi, stres kerja perilaku dengan komitmen organisasi pada bidan Puskesmas di Kota Makassar. Penelitian ini menyarankan kepada semua Kepala Puskesmas dan Bidan Puskesmas seluruh Kota Makassar memperhatikan stres kerjanya dari faktor fisiologis, psikologis dan perilaku agar tetap produktif dalam menjalani pekerjaannya.
Implementasi Program Pencegahan Stunting Di Puskesmas Lapadde Kecamatan Ujung Kota Parepare Tahun 2023 Athifah, Zahwah; Amelia, A. Rizki
Journal of Health Education and Literacy Vol 6 No 1 (2023): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/j-healt.v6i1.2824

Abstract

Stunting adalah kondisi di mana panjang atau tinggi badan anak kurang dari standar yang ditetapkan menteri yang bertanggung jawab di bidang kesehatan. Puskesmas Lapadde Kota Parepare yang meliputi Kecamatan Ujung Sabbang, Ujung Bulu, dan Lapadde mendapatkan data kunjungan tahun 2022 dengan total sasaran 674 anak dan yang mengalami stunting sebanyak 204 anak karena distribusi pencegahan masih belum optimal, hal ini menunjukkan bahwa pelaksana harus mengintensifkan penanganan kasus stunting. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program pencegahan stunting yang akan dilaksanakan di Lapadde Kota Parepare Kecamatan Ujung pada tahun 2023. Teori Soren C. Winter menjadi fokus utama penelitian deskriptif kualitatif ini.Pengumpulan data dilakukan melalui pencatatan, wawancara, dan observasi Puskesmas Lapadde. Penentuan informan menggunakan sistem purposive sampling, berjumlah 6 orang yang terdiri dari 1 informan kunci, 3 informan utama dan 2 informan pendukung. Hasil penelitian implementasi program penanggulangan stunting di Kepala Puskesmas melalui indikator perilaku birokrasi level bawah dalam dimensi diskresi dilakukan agar program pencegahan stunting itu sendiri dapat terus berjalan dan mencapai tujuan sesuai harapan. Oleh karena itu diharapkan kepada Puskesmas Lapadde terus meningkatkan dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya dalam penanggulangan stunting dengan terus memberikan edukasi terkait stunting serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dari Puskesmas untuk mengurangi angka stunting yang terjadi di Puskesmas Lapadde khususnya Kota Parepare.
Faktor Yang Memengaruhi Tingkat Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 10 Kota Makassar Uswatun Hasanah; A. Rizki Amelia; Septiyanti
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.1625

Abstract

Remaja sebagai generasi penerus yang menderita anemia bisa berdampak luar biasa nantinya. Pemerintah Sudah memberikan upaya sebagai pengatasan masalah anemia terkhusus untuk wanita melalui program suplementasi zat gizi besi yang sasarannya adalah remaja (12-18 tahun) dalam institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor utama dalam tingkat kepatuhan rematri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah di SMA Negeri 10 Kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Sampel penelitian ini sebanyak 246 siswa yang diambil menggunakan teknik propotional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner lalu dianalisis melalui multivariat dengan uji Regresi Linear Berganda. Hasil penelitiannya ini menujukkan tidak terdapat pengaruh antara pengetahuan pada kepatuhan konsumsi TTD (t.sig = 0,777 <0,05). Terdapat pengaruh signifikan sikap dengan kepatuhan konsumsi TTD (t.sig = 0,000 < 0,05). Ada pengaruh dari dorongan guru pada kepatuhan konsumsi TTD (t.sig = 0,001 < 0,05). Tidak terdapat pengaruh dari dorongan orang tua pada kepatuhan konsumsi TTD (t.sig = 0,305 < 0,05). Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh antara sikap dan dukungan guru terhadap kepatuhan konsumsi pada rematri dan tidak terdapat pengaruh antara pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan konsumsi TTD di SMAN 10 Kota Makassar sehingga disarankan khususnya kepada pihak sekolah, hendaknya berupaya untuk mengadakan sosialisai kepada siswa dan juga terhadap orang tua siswi mengenai pemberian tablet tambah darah di di rumah.
REVOLUSI DIGITAL DALAM LITERASI LAKTASI; PENERAPAN TEKNOLOGI PENDAMPING ASI MOMMY-BE DI DESA PAKATTO, KABUPATEN GOWA Azniah Syam; Indra Dewi; Firawati, Firawati; A. Rizki Amelia; Asriah Syam; Zamli, Zamli
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i8.9546

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan literasi dan keterampilan ibu menyusui di Desa Pakatto melalui penerapan teknologi Mommy-Be. Meningkatkan durasi pemberian ASI dan menjamin bayi mendapatkan ASI Eksklusif sebagai dasar pemenuhan gizi optimal bayi dalam pengurangan potensi stunting di Desa Pakatto. metode pelaksanaan kegiatan penerapan Mommy-Be dalam konteks pengabdian kepada masyarakat adalah Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan Teknologi,Pendampingan dan Evaluasi, dan Keberlanjutan Program. Kegiatan sosialisasi, pelatihan, konseling, dan pendampingan intensif memberikan dampak positif terhadap pemahaman ibu menyusui mengenai pentingnya ASI eksklusif dan pengoperasian teknologi pendukung. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, namun masih ada ruang untuk perbaikan, khususnya dalam hal peningkatan partisipasi forum diskusi dan optimalisasi fitur aplikasi. Program ini juga berhasil memperkuat peran kader kesehatan dalam memberikan layanan berbasis teknologi, meskipun diperlukan pendampingan lanjutan untuk menjaga konsistensi layanan
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesadaran Pekerja Melaporkan Kejadian Nyaris Celaka Di PT. Charoen Pokphand Makassar Fausia, Fadya; A. Rizki Amelia; Fatmah Afrianty Gobel
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/94tqwp48

Abstract

According to the statistical data provided by the Ministry of Manpower and Transmigration (Kemenakertrans), 99,491 near-miss incidents were recorded in Indonesia during 2011, accounting for 40.45% of all reported events. The framework established by Bird and Germain (1990) highlights a significant correlation between accident rates, indicating that an alarming ratio exists. For approximately every 300 near misses, 29 minor or one serious or fatal injury can occur. Near-miss incidents signify critical opportunities to address potential workplace hazards, making it essential for all employees to recognize the importance of reporting these events, no matter how insignificant they may seem, to mitigate the risk of workplace accidents. This study aims to explore the relationship between education level and workers' awareness of the necessity to report near-miss incidents. The research adopted a cross-sectional approach using quantitative methods. The study population consisted of 74 individuals, with sampling conducted through Probability Sampling using a Simple Random Sampling technique. Data was gathered via a comprehensive questionnaire, and both univariate and bivariate analyses were carried out using the chi-square test. The findings suggest no significant relationship exists between education level and the awareness of reporting near misses.
ANALISIS FAKTOR ATP (ABILITY TO PAY) DAN WTP (WILLINGNESS TO PAY) DALAM MEMBAYAR IURAN BPJS MANDIRI DI RSP IBNU SINA MAKASSAR Sudirman, Farah Zhafirah; Amelia, A. Rizki; Abbas, Hasriwiani Habo; Yusriani, Yusriani; Ikhtiar, Muhammad; Muchlis, Nurmiati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49203

Abstract

Program BPJS Kesehatan merupakan bagian dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang bertujuan memberikan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun demikian, tingkat partisipasi peserta mandiri (Pekerja Bukan Penerima Upah) dalam membayar iuran masih tergolong rendah, yang diduga dipengaruhi oleh kemampuan dan kemauan peserta dalam memenuhi kewajiban finansial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) dalam membayar iuran BPJS Kesehatan peserta mandiri di RSP Ibnu Sina. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, untuk mengetahui faktor ATP dan WTP peserta BPJS Mandiri dalam membayar iuran di RSP Ibnu Sina berdasarkan tingkat pendapatan, tabungan kesehatan, jumlah anggota keluarga, tingkat pengetahuan, tingkat kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap ATP, di mana peserta dengan pendapatan tinggi mayoritas mampu membayar iuran, sedangkan peserta berpendapatan rendah lebih banyak yang tidak mampu membayar. Tabungan kesehatan berasosiasi positif dengan ATP, di mana kepemilikan tabungan yang memadai meningkatkan ATP. Jumlah anggota keluarga memengaruhi ATP, di mana keluarga dengan jumlah anggota kecil cenderung memiliki kemampuan membayar lebih baik dibandingkan keluarga besar. Tingkat pengetahuan BPJS Kesehatan berpengaruh terhadap WTP, di mana pengetahuan yang baik mendorong kesediaan membayar. Kepuasan terhadap pelayanan juga memengaruhi WTP, dengan peserta yang merasa puas menunjukkan tingkat WTP yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor ekonomi dan persepsi terhadap program BPJS merupakan determinan penting dalam keberlanjutan pembayaran iuran BPJS Mandiri. Kata Kunci: Ability to Pay, Willingness to Pay, BPJS Mandiri, Faktor Sosioekonomi, Kepuasan Peserta
Sistem Informasi Geografis Penyebab Pneumonia Dalam Menurunkan Angka Kematian Bayi Di Kabupaten Pangkep Fania Gerda Rensiana; A. Rizki Amelia; A. Muhammad Multazam
Window of Public Health Journal Vol. 6 No. 5 (2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fvtbss50

Abstract

This study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding and infant nutritional status in the Baring Community Health Center (Puskesmas Baring) working area. The research design used was quantitative with a cross-sectional approach. The study population was all mothers with infants aged 6–12 months, with a sample of X respondents selected purposively. Data were collected through interviews using questionnaires and infant weight measurements, then analyzed using the Chi-square test. The results showed a significant relationship between exclusive breastfeeding and infant nutritional status (p < 0.05). These findings confirm that infants who receive exclusive breastfeeding have a greater chance of achieving good nutritional status than infants who are not exclusively breastfed. Therefore, it is recommended that health workers increase educational and promotional efforts regarding the importance of exclusive breastfeeding, and equally important, encourage active family participation in supporting breastfeeding practices to achieve optimal infant growth and development.