Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Gambaran Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sokaraja I Salsabila, Hima Setya; Wirakhmi, Ikit Netra; Andini, Amelia
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada anak-anak. Anak dengan usia kurang dari lima tahun merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit ISPA. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA antara lain: faktor sosiodemografis, lingkungan dan perumahan, serta status gizi dan imunisasi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sokaraja I. Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah balita dengan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Sokaraja I sebanyak 65 responden berjumlah 65 responden dengan teknik total sampling. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji distribusi frekuensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita sebagian besar memiliki jenis kelamin laki-laki sebanyak 38 responden (58.5%), dan memiliki pendidikan menengah sebanyak 38 responden (58.5%). Kesimpulannya adalah faktor yang memengaruhi kejadian ISPA sebagian besar memiliki jenis kelamin laki-laki dan Pendidikan orang tua yang sebagian besar menengah.
Mindfulness untuk Menurunkan Stres pada Ibu Rumah Tangga di Desa Ledug Sumarni, Tri; Andini, Amelia; Septiani, Febi
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v3i4.1658

Abstract

Stay-at-home moms often face unique stressors and challenges in their daily lives, which can impact their well-being and sleep quality. Stress as a source of physical and mental health disorders in housewives. There is evidence in the literature that stress can reduce the effectiveness of the human immune system and increase the risk of infection. One effective intervention to improve the health and happiness of housewives is mindfulness techniques. The aims of this activity are (1) increasing knowledge about stress and its impact on health (2) increasing skills in mindfulness techniques to reduce stress (3) reducing degenerative diseases such as hypertension and diabetes mellitus which are caused by stress. The method for implementing this activity is giving a pre-test, post-test about stress before and after education, providing training on mindfulness techniques which begins with giving a questionnaire about mindfulness. This activity was attended by 17 PKK mothers in Ledug Village. Most service participants are early adults (32-45 years) (64.7%), have higher education (50%) and most do not work (71%). Regarding stress levels, before training stress levels were mostly in the moderate stress category (74%) and after training stress levels were in the mild stress category (82%). Meanwhile, for the level of mindfulness, before counseling most were in the moderate mindfulness category (70.5%) and after counseling most were in the high mindfulness category (88.2%).
Hubungan Stres Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga Sumarni, Tri; Andini, Amelia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14862

Abstract

ABSTRACT Nurse productivity in health services is greatly influenced by factors related to nurse stress and job satisfaction. Stress and job dissatisfaction are increasing problems among nurses. Nurses as individuals must pay the price for stress and job satisfaction in terms of health and well-being, and hospitals must bear the consequences of nurse absenteeism and turnover, this has a direct impact on the quality of care provided to patients. The aim of this research is to analyze the relationship between work stress and nurses' job satisfaction. This research is a descriptive correlational study with a cross sectional approach. The sampling technique uses purposive sampling technique. The total sample of nurses was 96. The research instruments were the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) with 57 questions and the Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) questionnaire with 20 questions. Bivariate analysis uses the Spearman rank statistical test. Most of the nurses' work stress was in the moderate category, 82 (85.4%), most of the nurses' job satisfaction was in the moderate category, 80 (83.3%), there was a relationship between work stress and nurses' job satisfaction (r=-.284 , p=0.005). There is a relationship between work stress and nurses' job satisfaction. It is important to identify stressors because work stress can have a negative impact on patient care and well-being. It is recommended that changes be made in managerial matters and policies to reduce work stress and increase nurses' job satisfaction. Keywords: Work Stress, Job Satisfaction, Nurses  ABSTRAK Produktivitas perawat dalam pelayanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh faktor yang berhubungan dengan stres perawat dan kepuasan kerja. Stres dan ketidakpuasan kerja menjadi masalah yang semakin meningkat di kalangan perawat. Perawat sebagai individu harus membayar harga untuk stres dan kepuasan kerja dalam hal kesehatan dan kesejahteraan, dan rumah sakit harus menanggung akibat dari ketidakhadiran dan pergantian perawat, hal ini mempunyai dampak langsung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan stress kerja kerja dengan kepuasan kerja perawat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel perawat 96. Instrumen penelitian berupa Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) sebanyak 57 pertanyaan dan kuesioner Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) dengan 20 pertanyaan. Analisis bivariat menggunakan uji statistik spearman rank. Stres kerja perawat sebagian besar pada kategori cukup sebanyak 82 (85,4%), kepuasan kerja perawat sebagian besar pada kategori sedang sebanyak 80 (83,3%), ada hubungan stres kerja dengan kepuasan kerja perawat (r=-,284, p=0,005). Terdapat hubungan antara stres kerja dengan kepuasan kerja perawat.  Penting untuk mengidentifikasi faktor penyebab stres karena stres kerja dapat menimbulkan dampak negatif pada perawatan dan kesejahteraan pasien. Disarankan agar dilakukan perubahan dalam urusan manajerial dan kebijakan untuk menurunkan stres kerja dan meningkatkan kepuasan kerja perawat. Kata Kunci: Stres Kerja, Kepuasan Kerja, Perawat
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Prosedur pada Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Model Somatic Auditory Visual Intellectual pada Siswa Kelas IV SD Negeri 01 Sungai Bermas Kabupaten Pasaman Barat Andini, Amelia; Suriani, Ari
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2768

Abstract

This research aims to improve procedural text writing skills using the Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) learning model in grade IV of SD Negeri 01 Sungai Beremas, West Pasaman Regency. The type of research used is Classroom Action Research and is carried out in two cycles with the stages of planning, implementation, observation and reflection. The research subjects were grade IV students of SD Negeri 01 Sungai Beremas, with data collected through test and non-test techniques, while research instruments were through test sheets and non-tests. Data analysis was carried out in a descriptive manner. The results show that the use of the SAVI model can significantly improve procedural text writing skills. First, in the first cycle, the average score in the aspect of the Teaching Module 90 with qualification (A) increased, which increased in cycle II, namely obtaining an average of 95 with qualification (A). The results of the observation of the teacher aspect and the student aspect of the first cycle of the first meeting obtained the same score, namely 83.33 with good qualifications (B) and increased in the first cycle of the second meeting to 87.5 in the aspect of teachers and students. The average score for teacher and student activities in the first cycle of meetings I and II was 85.41 with Good (B) qualifications. In the second cycle, scores for teacher activities were obtained of 95.83 and student activities of 95.83 with very good qualifications (A).
Hubungan Regulasi Emosi Dengan Self Awareness Pada Remaja di SMP Negeri 1 Sumbang Meilani, Tri Arisma; Apriliyani, Ita; Andini, Amelia
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan self awarenes pada remaja. Masa remaja awal merupakan masa perkembangan yang sangat penting dan menjadi periode transisi dari masa anak-anak menuju periode dewasa yang penuh dengan tanggung jawab dan tantangan baru. pada masa ini, remaja juga mengalami banyak perubahan fisik dan psikologis, serta mengalami perubahan emosional yang signifikan. Regulasi emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengungkap, menilai, mengelola, dan mengatasi emosi untuk mencapai keseimbangan emosional, individu yang mampu membuat strategi respon emosi dengan tepat maka dapat diambil kesimpulan bahwa individu tersebut memiliki regulasi emosi yang baik. Sementara itu, remaja harus memiliki self awareness adalah kapasitas untuk memahami kesadaran akan pikiran, emosi, dan evaluasi diri sendiri untuk mengidentifikasi kekuatan, kekurangan, motivasi, kepercayaan diri, serta nilai diri sendiri dan orang lain. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbang sejumlah 249 peserta didik kemuadian teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling, sampel yang di ambil sebanyak 72 peserta didik kelas VIII, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu anget atau kuesioner terdapat 2 skala yang terdiri dari skala regulasi emosi dan skala self awareness. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) tingkat regulasi emosi pada remaja di SMP Negeri 1 Sumbang berada dikategori tinggi, yaitu dengan persentase sebesar 55,6%, (2) tingkat self awareness pada remaja di SMP Negeri 1 Sumbang sebagian besar berada dikategori sedang, yaitu dengan persentase sebesar 77,8% dan (3) terdapat korelasi posetif yang signifikan antara regulasi emosi dengan self awareness (r = 0,276 dan p =0,019 < 0,05), artinya ada hubungan antara regulasi emosi dengan self awareness pada remaja di SMP Negeri 1 Sumbang, sehingga hipotesis diterima.
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA HIPERTENSI Piranti, Tusy; Apriliyani, Ita; Andini, Amelia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.%p

Abstract

Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami lansia dengan hipertensi dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan serta kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia hipertensi melalui penerapan teknik relaksasi otot progresif di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Kegiatan ini melibatkan 20 lansia penderita hipertensi yang aktif mengikuti program Prolanis. Intervensi dilakukan melalui edukasi kesehatan, demonstrasi teknik relaksasi otot progresif, latihan terbimbing, serta praktik mandiri selama satu minggu dengan durasi 10–15 menit setiap hari. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengukuran awal menunjukkan bahwa 14 peserta (70%) berada pada kategori kualitas tidur tidak baik dan 1 peserta (5%) pada kategori sangat tidak baik. Setelah intervensi, jumlah peserta dengan kualitas tidur baik meningkat menjadi 10 orang (50%) dan kategori sangat baik menjadi 5 orang (25%). Sebaliknya, kategori tidak baik menurun menjadi 5 orang (25%) dan kategori sangat tidak baik tidak lagi ditemukan. Secara keseluruhan, 13 dari 20 peserta (65%) menunjukkan perbaikan skor PSQI global. Hasil ini menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif dapat menjadi intervensi nonfarmakologis sederhana yang mendukung peningkatan kualitas tidur lansia hipertensi di pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
EDUKASI POLA MAKAN SEHAT DALAM PENCEGAHAN STROKE PADA KELOMPOK RISIKO Putra Renata, Zetta; Sekar Siwi, Adiratna; Andini, Amelia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.1423-1430

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama pada kelompok risiko dengan kondisi seperti hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterolemia. Salah satu upaya pencegahan stroke adalah perbaikan pola makan melalui edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi pola makan sehat dalam meningkatkan indikator kesehatan, pengetahuan, dan kepatuhan pola makan pada kelompok risiko. Metode yang digunakan adalah edukasi berbasis masyarakat dengan desain pretest-posttest yang melibatkan 15 peserta. Skrining kesehatan dan evaluasi pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 177 mmHg menjadi 145 mmHg dan diastolik dari 108 mmHg menjadi 94 mmHg. Rata-rata kadar gula darah menurun dari 286 mg/dl menjadi 224 mg/dl, sedangkan kadar kolesterol turun dari 209 mg/dl menjadi 170 mg/dl. Skor pengetahuan meningkat dengan nilai rata-rata dari 15 menjadi 19, dan seluruh peserta (100%) mencapai kategori pengetahuan tinggi setelah edukasi. Pemantauan kepatuhan menunjukkan 54% peserta memiliki tingkat kepatuhan tinggi dan 46% kepatuhan sedang. Kesimpulannya, edukasi pola makan sehat berkontribusi terhadap perbaikan parameter kesehatan, peningkatan pengetahuan, dan pemenuhan pola makan sebagai upaya pencegahan stroke pada kelompok risiko.