Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MENGOBATI LUKA ANAK KORBAN PERCERAIAN MELALUI PEMAAFAN Hikmah, Siti
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.367 KB) | DOI: 10.21580/sa.v10i2.1433

Abstract

Stress bias terjadi dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun. Salah satu stress dirasakan oleh anak-anak. Sebagian besar anak yang tumbuh dalam keluarga yang bercerai akan mengalami stress berat beresiko mengembangkan masalah masalah perilaku misalnya juvenil delequency, mall adjusment dll. Pemaafan sangat dibutuhkan bagi anak untuk mengelola dan menanggulangi disstres yang dirasakan. Alur yang ditawarkan oleh pemaafan mengarahkan anak untuk menekankan jalan damai dan cinta kasih untuk mengatasi rasa sakit yang dialami. Anak tidak lagi menimpakan beban kesalahan pada orang lain, dan dapat melihat bahwa hal yang lebih penting adalah berusaha mencapai perasaan dan kondisi damai itu sendiri. Perlu upaya mengurangi perasaan dengan menggunakan faktor analisis, mendapatkan tiga aspek kesiapan memaafkan, yaitu pemaafan versus balas dendam, situasi pribadi dan sosial, dan halangan terhadap pemaafan.  
OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK DALAM DAY CARE Hikmah, Siti
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.302 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.640

Abstract

Pengasuhan anak menjadi salah satu persoalan yang banyak dialami terutama oleh para ibu yang bekerja di sektor publik. Kesulitan untuk mencari pengasuh (baby sitter) yang sesuai harapan menjadikan day care menjadi pilihan alternatif. Persoalannya tidak semua day care memenuhi harapan para orang tua. Memilih day care yang baik dan memenuhi standar menjadi sebuah keharusan bagi orang tua. Jika tidak, maka perkembangan psikologis anak menjadi taruhannya. Day care menjadi sebuah pilihan yang tepat apabila mampu memainkan perannya sebagai ‘pengganti orang tua’ dalam proses perkembang­an anak dalam berbagai dimensinya baik per­kembang­an bahasa, fisik, sosial, emosi dan psikologisnya.
MENGANTISIPASI KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK MELALUI PEMBELAJARAN “AKU ANAK BERANI MELINDUNGI DIRI SENDIRI”: Studi di Yayasan al-Hikmah Grobogan Hikmah, Siti
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.89 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i2.1708

Abstract

Recently, the sexual crime for children tends to increase significantly and it causes a traumatic impact on the victims. So it needs strong effort to anticipate the sexual crimes for children as early as possible. This paper describes the efforts to anticipate sexual abuse for children through learning method namely “I dare to take care of myself” at al-Hikmah Foundation, Grobogan. The method used was qualitative descriptive and field research by conducting Focus Group Discussion (FGD). The researcher used interviews and documentation technique for data collection. The teachers and students of al-Hikmah foundation Grobogan became the sources of primary data. While the secondary data sources were taken from a literature review that is relevant to this study. The result showed that one of the efforts to anticipate sexual abuse for children was by optimizing the teachers’ role and parents through Focus Group Discussion activities. Indeed, it was found ten themes to motivate children defending themselves, namely: Why different?, Where the baby came out?, Where to pee?, What kind of touch is it?, Do I tell you or not?, I’m afraid of ghost, Who is he?, Circumcision, Why is it not allowed?, Who could protect me? These activities would produce an understanding of the importance of taking care of themselves to avoid sexual crimes for children and parents._________________________________________________________Kejahatan seksual anak dari tahun ke tahun semakin meningkat, dan menyebabkan dampak traumatis terhadap korban. Maka diperlukan upaya untuk mengantisipasi kejahatan seksual pada anak sedini. Tulisan ini menjelaskan mengenai upaua meng­antisi­pasi kejahatan seksual anak melalui pembelajaran aku anak berani melindungi diri sendiri di Yayasan al-Hikmah Grobogan. metode yang digunakan ada­lah kualitatif deskriptif, jenis field research, dengan Focus Group Discussion (FGD). Teknik pe­ngumpul­­an data menggunakan wa­wan­cara dan dokumentasi. Sumber data primer adalah guru kelas dan siswa MI Yayasan al-Hikmah Grobogan. Sumber data sekunder adalah kajian pustaka dan literature review yang relevan dengan kajian ini. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kejahatan seksual anak dilakukan dengan optimali­sasi peran guru kelas dan orang tua siswa melalui kegiatan FGD. Mengantisipasi kejahatan seksual pada anak dilakukan melalui pembelajaran aku anak berani melindungi diri sendiri melalui se­puluh tema yaitu: kenapa berbeda, dari mana keluar­­nya adik bayi, pipis dimana, sentuhan apa nih, cerita nggak ya, ih takut ada hantu, siapa itu, khitan, mengapa tidak boleh, siapa yang bisa melindungiku. Kegiatan ini menghasilkan pemahaman kepada anak dan orang tua pentingnya menjaga diri sendiri agar terhindar dari kejahatan seksual.
KONTRIBUSI KONSELING ISLAM DALAM MEWUJUDKAN PALLIATIVE CARE BAGI PASIEN HIV/AIDS DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Hidayati, Ema; Hikmah, Siti; Wihartati, Wening; Handayani, Maya Rini
Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu KeIslaman Vol 19 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v19i1.662

Abstract

Pasien HIV/AIDS mengalami problem yang kompleks baik fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Karenanya mereka membutuhkan perawatan paliatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS dan keluarganya. Realitasnya, dimensi spiritual dalam perawatan paliatif, sering kali terabaikan karena tidak tersedianya rohaniawan. Tetapi dimensi spiritual mendapatkan perhatian besar pada rumah sakit “agama” seperti Rumah Sakit Islam Sultan Agung.Hal ini terlihat dari keterlibatan rohaniawan sebagai konselor Voluntary Counseling Test (VCT) HIV/AIDS. Adanya konselor dari rohaniawan inilah yang memberikan terapi psikoreligi dalam pelayanan konseling di Klinik Voluntary Counseling Test HIV/AIDS. Konseling Islam terbukti memberikan solusi bagi problem yang dialami pasien HIV/AIDS. Solusi tersebut tidak sebatas pada problem spiritual, tetapi juga problem psikologis dan sosial. Pasien HIV/AIDS yang terbebas dari problem psiko- sosio-spiritual, selanjutnya akan memiliki fisik yang lebih sehat. Pasien yang memiliki kondisi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang lebih baik berarti telah mengalami peningkatan kualitas hidup. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa konseling Islam memberikan kontribusi dalam mewujudkan palliative care bagi pasien HIV/AIDS.
Sexual Education untuk Meningkatkan Pemahaman Seksualitas pada Anak di Komunitas Harapan Kauman, Kota Semarang, Jawa Tengah Hikmah, Siti; Sultonah, Nur; Wulandari, Indryani Sapta; Khoiriyah, Wahyu Puji
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.679

Abstract

Anak-anak di Komunitas Harapan Pasar Johar, Desa Kauman, Semarang, sering kali menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang berdampak besar terhadap kesejahteraan mereka. Salah satu tantangan utama adalah berbagai bentuk eksploitasi dan kekerasan, termasuk kekerasan seksual atau penyalahgunaan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak di komunitas tersebut mengenai seksualitas melalui intervensi berbasis pendidikan seksual. Metode yang digunakan berupa intervensi psikoedukasi menggunakan pengaplikasian metode kuantitatif eksperimental dengan rancangan pre-eksperimen dan desain One Group Pretest–Posttest. Penelitian ini melibatkan tujuh anak dari komunitas tersebut yang diberi materi tentang perbedaan tubuh laki-laki dan perempuan, perubahan tubuh selama pubertas, siklus menstruasi perempuan, serta pentingnya menjaga kebersihan dan perlindungan diri. Data kebutuhan komunitas dikumpulkan melalui wawancara dengan Ibu Narsi, istri dari almarhum pendiri komunitas. Tahapan intervensi mencakup analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak-anak yang signifikan terhadap materi yang disampaikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 56,29 dan meningkat pada hasil post-test sebesar 95,29 dengan signifikansi sebesar 0.001 (p<0.05). Temuan ini menegaskan efektivitas pendidikan seksual yang berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran serta pemahaman seksual pada anak-anak di komunitas harapan.
DINAMIKA KONFLIK PERKAWINAN BURUH MIGRAN PEREMPUAN (Studi di Desa Wanutunggal Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan) Hikmah, Siti
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v4i2.4540

Abstract

Konflik buruh migran perempuan meliputi power and control (power dan control suami semakin berkurang jika istri terlalu lama menjadi buruh migran), nurturing ( bisa menyesuaikan menjadi mandiri demi tujuan bersama), intimacy ( terlalu lama menjadi buruh migran akan kehilangan oasis dari intimacy dan mempengaruhi ketertarikan seksual diantara mereka), trust (informan percaya dengan pasangannya demi mencapai tujuan bersama), Fidelity (sebagian besar suami buruh migran menyalurkan hasrat seksual melalui prostitusi, perselingkuhan, namun ada sebagian yang tetap setia dengan pasangannya, penyaluran libido seksual melalui onani, masturbasi dan mimpi basah), life style (terjadi perubahan gaya hidup pada buruh migran dan keluarganya menjadi lebih konsumtif).
Analisis Loneliness pada Lansia di Panti Wredha Harapan Ibu Erfiyanti, Erfiyanti; Cahyati, Titin Nur; Putri, Rasyifa Widiyana; Noveli, Anindita Tessa; Aldellisa, Laela; Hikmah, Siti
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i3.7129

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesepian pada lansia di Panti Jompo Harapan Ibu. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, tema kesepian diidentifikasi melalui wawancara dengan 3 partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan pasangan hidup, interaksi sosial yang terbatas, perasaan diabaikan, dan perasaan tidak berguna merupakan faktor yang mempengaruhi kesepian pada lansia di panti jompo. Kesepian memiliki dampak negatif pada kesejahteraan lansia, termasuk stres, depresi, dan penurunan kualitas hidup. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya program dan kegiatan sosial yang memperkuat interaksi sosial dan memberikan dukungan emosional kepada lansia di panti jompo. 
Stereotip dan Self-Concept Lansia: Studi Fenomenologis di Panti Wredha Harapan Ibu Azizah, Alya; Vi, Amarylis Rose; Laila, Aqim; Nisa, Cahya Arofatun; Candra Pratama, Muhammad Alaudin; Rakhmadani, Nelly Oktavia; Anas, Siti Hikmah; Raharjo, Retina; Izzati, Tsabita Maula; Azizah, Zahra Nur
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 3 No 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.1854

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana orang tua yang tinggal di Panti Wredha Harapan Ibu memaknai stereotip yang ada di masyarakat dan bagaimana stereotip tersebut memengaruhi persepsi mereka tentang diri mereka sendiri. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat orang tua yang dipilih secara purposive, dan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memahami berbagai stereotip, baik positif maupun negatif. Stereotip positif, seperti kebijaksanaan dan tanggung jawab, diinternalisasi sejak kecil dan meningkatkan konsep diri. Stereotip negatif, seperti ketidak produktifan dan kelemahan fisik, diakui, tetapi sebagian orang tua menormalisasinya sebagai bagian dari proses penuaan untuk menghindari tekanan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa, dalam hal konsep diri, orang tua menunjukkan kesadaran atas perubahan fisik dan sosial, tetapi mereka tetap mempertahankan nilai-nilai positif dalam hal moral, sosial, fisik, dan psikis. Penemuan ini menunjukkan bahwa pengalaman hidup dan dukungan sosial sangat penting untuk membangun dan mempertahankan konsep diri positif pada orang tua, dan bahwa pendekatan yang lebih inklusif harus digunakan untuk melihat usia lanjut.
Studi Kasus Fenomenologi: Succesfull Aging Lansia di Panti Werdha Elim Fauziyah, Aridatul; Nurbaeti, Putri Shabri; Khoirunnisa, Ahsa; Pamiluning Santoso, Aulia Cherry; Fadhila, Hana Salsa; Rizkiyah, Putri Maulidatur; Rahma, Ananda Awwalia; Afandi, Nur; Az Zahra, Ummu Hafadzoh; Pratiwi, Anggi Febriana; Anas, Siti Hikmah
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 3 No 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.1857

Abstract

Penuaan yang sukses (successful aging) merupakan tujuan penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Namun, lansia di panti kerap menghadapi keterbatasan dalam interaksi sosial, dukungan emosional, serta aktivitas fisik yang beragam, yang dapat menghambat tercapainya kondisi ideal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman lansia dalam menjalani masa tua di Panti Werdha Elim dengan menggali makna lansia terkait kesejahteraan, dukungan sosial, dan tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang berada di panti jompo masi bisa melakukan aktivitas harian secara mandiri, secara kesejahteraan psikologis para lansia mampu menerima diri meskipun merasa kesepian, bagi para lansia panti dapat menjadi tempat interaksi sosial yang suportif, dan aktivitas spiritual memberikan ketenangan batin. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan komprehensif untuk mendukung kualitas hidup lansia dalam kerangka successful aging.
Eksplorasi Gaya Hidup Terhadap Kesuksesan pada Lansia di Panti Werda Omega Semarang Khabibah, Ummy; Fatin, Salsabilla; Zakia, Nadhifa Rif'aldina; Rahmawati, Putri; Wibisono, Muhammad Athar; Bahrudin, Maulana Azis; Amalia, Annida; Sibyan, Hidayatus; Septiani, Dian Nabila; Hikmah, Siti
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 3 No 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.1868

Abstract

Jumlah lansia yang semakin meningkat menuntut perhatian terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan mengekspslorasi gaya hidup dan makna kesuksesan hidup lansia di panti werda omega semarang. Pendekatan yang digunakan menggunakan studi fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara yang mendalam dengan empat lansia yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan dengan coding tematik. Lansia memiliki refleksi diri, pengendalian emosi, semangat hidup yang tinggi, dan hubungan sosial harmonis. Bagi lansia kesuksesan berisi ketenangan batin, kesehatan, hubungan baik, dan kebahagiaan sederhana.
Co-Authors Aisyah, Efna Nur Aldellisa, Laela Amalia, Annida Andari, Shabrina Khoirunnisa Az Zahra, Ummu Hafadzoh Azizah, Alya Azizah, Zahra Nur Azzahra, ⁠Nimas Aliya Bahri, Najwa Salsabil Bahrudin, Maulana Azis Cahyati, Titin Nur Candra Pratama, Muhammad Alaudin Chandra, Faradila Ema Hidayanti Erfiyanti, Erfiyanti Fadhila, Hana Salsa Fadhilah, Allena Rahma Fatin, Salsabilla Fauziyah, Aridatul Gumilang, Gading Herman, Alifia Hidayah, Nur Aini Hidayati, Ema Hikmah, Soviyatun Nur Irmahjati, Mona A Izzati, Tsabita Maula Kamila, Asma'Nur Khabibah, Ummy Khijriati, Najwa Nuril Khilwi Khoiriyah, Wahyu Puji Khoirunnisa, Ahsa Khoirunnisa, Hana Ishmah Kholifaqurrozi, Maulida Laila, Aqim Larasati, Bintang Dian Maeyani, Fikriyyah Maharani, Dhea Sinta Mahij, Nailun Ni’mah Maulida, Yuslih Maya Rini Handayani Mudliati, Fia Barlanty Muryani, Rahmadhani Dwi Nabilah, Dhiya’ Fairuz Nisa, Cahya Arofatun Noveli, Anindita Tessa Noviana, Amanda Nenty Nur Afandi Nurbaeti, Putri Shabri Pamiluning Santoso, Aulia Cherry Pratiwi, Anggi Febriana Putri Rahmawati Putri, Rasyifa Widiyana Raharjo, Retina Rahma, Ananda Awwalia Rahmadita, Indria Adisti Rahmawati, Dienita Dwi Rakhmadani, Nelly Oktavia Rizkiyah, Putri Maulidatur Saputri, Shalsabela Septiani, Dian Nabila Sibyan, Hidayatus Sultonah, Nur Syah, Muhammad Juna Athalla Syarief, Afthon Yussac Ulya, Faila Sifa Vi, Amarylis Rose wening wihartati, wening Wibisono, Muhammad Athar Wijayanti, Lila Salma Wulanda, Lufi Maulidta Wulandari, Indryani Sapta Zakia, Nadhifa Rif'aldina