Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Reliationship Lansia: Persepsi Lansia Terhadap Dukungan Keluarga Setelah Tinggal di Panti Werda Pengayoman Anas, Siti Hikmah; Fadhilah, Allena Rahma; Syarief, Afthon Yussac; Azzahra, ⁠Nimas Aliya; Ulya, Faila Sifa; Irmahjati, Mona A; Herman, Alifia; Mudliati, Fia Barlanty; Wijayanti, Lila Salma; Rahmawati, Dienita Dwi
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 3 No 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.1869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi lansia yang tinggal di Panti Werda Pengayoman terhadap dukungan keluarga yang mereka dapatkan, metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur terhadap tiga informan lanisa. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa meskipun tinggal terpisah dari keluarga para lansia tetap merasakan bentuk-bentuk dukungan yang signifikan yaitu dukungan emosional, informatif, instrumental, dan penghargaan. Dukungan emosional tercermin dalam perhatian dan kasih sayang, dukungan informatif berupa nasihat terutama terkait kesehatan dan spiritual, dukungan instrumental mencakup pemenuhan kebutuhan sehari-hari serta dukungan penghargaan hadir dalam bentuk motivasi serta pengakuan dari keluarga. Seluruh bentuk dukungan ini memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis lansia terutama rasa dihargai dan disayangi. Penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam menjaga kesejahteraan lansia di Panti Werda Pengayoman.
Makna Resiliensi Anggota UKM Gymnastik dalam Menghadapi Tekanan: Studi Fenomenologi Maulida, Yuslih; Bahri, Najwa Salsabil; Aisyah, Efna Nur; Muryani, Rahmadhani Dwi; Wulanda, Lufi Maulidta; Hikmah, Siti
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengungkapkan makna resiliensi anggota UKM Gymnastik dalam menghadapi berbagai tekanan seperti cedera, tuntutan latihan, dan beban akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap lima partisipan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dimaknai sebagai proses dinamis untuk tetap bertahan, bangkit, dan melanjutkan latihan meskipun menghadapi berbagai tekanan fisik, mental, maupun emosional melalui empat aspek utama, yaitu: (a) kemampuan menghadapi perubahan dan tantangan, ditunjukkan dengan kemampuan bangkit dari cedera dan mengelola emosi; (b) dukungan keluarga dan sosial yang menjadi sumber motivasi dalam menghadapi tekanan; (c) spiritualitas yang membantu menenangkan diri dan memberikan kekuatan mental; dan (d) tujuan hidup yang mendorong anggota tetap konsisten dalam latihan dan tanggung jawab akademik. Secara keseluruhan, resiliensi anggota UKM Gymnastik terbentuk melalui pengalaman pribadi, dukungan sosial, dan nilai-nilai yang mereka anut.
Peran Peer Counselor WHPDC dalam Memberikan Dukungan Sosial Kepada Klien Khijriati, Najwa Nuril Khilwi; Saputri, Shalsabela; Noviana, Amanda Nenty; Kholifaqurrozi, Maulida; Anas, Siti Hikmah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan peran peer counselor WHPDC dalam memberikan dukungan sosial kepada klien, serta memahami proses konseling yang terbentuk dalam interaksi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lima partisipan peer counselor yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan langkah-langkah tematik, mulai dari pengodean hingga pengembangan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer counselor menyediakan dukungan emosional, informasional, dan instrumental ringan melalui pendengaran aktif, validasi, sikap non-judgmental, kolaborasi, serta afirmasi positif. Pendekatan ini membantu klien meningkatkan kepercayaan diri, memperoleh perspektif baru, serta menyusun langkah pemecahan masalah secara mandiri. Lingkungan sebaya yang suportif turut memperkuat rasa aman dan keterbukaan klien selama proses konseling. Temuan ini menegaskan bahwa peer counselor berperan penting dalam menciptakan dukungan sosial yang empatik dan efektif di WHPDC.
Proses Pembentukan Resiliensi Melalui Dukungan Sosial Pada Anak-Anak di Panti Asuhan Wikrama Putra Kota Semarang Mahij, Nailun Ni’mah; Larasati, Bintang Dian; Nabilah, Dhiya’ Fairuz; Maeyani, Fikriyyah; Anas, Siti Hikmah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dukungan sosial berkontribusi terhadap proses pembentukan resiliensi anak-anak di panti asuhan Wikrama Putra Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif anak-anak panti melalui wawancara mendalam dengan subjek penelitian yaitu 3 anak panti dan 2 pengurus panti yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna yang muncul dari pengalaman subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diperoleh anak-anak panti, baik dari pengurus maupun dari teman sebaya sangat berperan penting dalam membentuk kemampuan serta ketahanan mereka untuk bangkit dan beradaptasi. Dukungan sosial berupa motivasi, perhatian, serta pendampingan memberikan rasa aman dan penerimaan bagi anak. Selain itu, dukungan lain seperti terpenuhinya kebutuhan sehari-hari dan pendampingan belajar juga memperkuat proses terbentuknya resiliensi. Lingkungan panti yang hangat juga berperan penting untuk menumbuhkan identitas diri yang positif, kepercayaan diri, serta keberanian anak. Secara keseluruhan, dukungan sosial terbukti menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam mengembangkan resiliensi atau daya tangguh anak-anak panti asuhan Wikrama Putra Kota Semarang.
Makna Dukungan Sosial Komunitas IKSI (Ikatan Keluarga Sulawesi) bagi mahasiswa Sulawesi di perantauan Hidayah, Nur Aini; Andari, Shabrina Khoirunnisa; Maharani, Dhea Sinta; Rahmadita, Indria Adisti; Gumilang, Gading; Hikmah, Siti
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2014

Abstract

Dukungan sosial komunitas IKSI ternyata memiliki makna yang penting bagi mahasiswa Sulawesi di perantauan. Adanya komunitas ini memberikan dukungan emosional, instrumental, informasional dan persahabatan yang berbasis identitas kultural sehingga membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dukungan sosial yang diberikan komunitas IKSI bagi mahasiswa perantauan asal Sulawesi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposive sampling dengan kriteria mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang berasal dari Sulawesi dan tergabung dalam komunitas IKSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari IKSI tidak hanya membantu mahasiswa dalam aspek praktis dan emosional, tetapi juga memberikan rasa nyaman,aman dan “rumah” bagi mereka di perantauan. Dukungan persahabatan yang diperkuat identitas kultural terbukti berperan dalam menjaga ikatan emosional dan identitas budaya mahasiswa. Temuan ini memperkuat teori buffering effect dan sense of community, sekaligus memberikan sumbangan praktis bagi kampus dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi mahasiswa perantauan.
Dinamika Kohesivitas Kelompok Karang Taruna Barisan Muda 08 di Kota Semarang Khoirunnisa, Hana Ishmah; Syah, Muhammad Juna Athalla; Kamila, Asma'Nur; Chandra, Faradila; Anas, Siti Hikmah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika kohesivitas kelompok pada Karang Taruna Barisan Muda 08 di Kota Semarang sebagai organisasi pemuda yang baru terbentuk. Fokus kajian meliputi lima aspek kohesivitas kelompok menurut Forsyth (2014), yaitu kohesi sosial, kohesi tugas, kohesi kolektif, kohesi emosional, dan kohesi struktural. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke (2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas kelompok berkembang kuat terutama melalui interaksi sosial yang intens dan suasana kebersamaan yang tercipta secara natural. Kohesi sosial tampak melalui hubungan antaranggota yang akrab dan aktivitas nonformal yang rutin dilakukan bersama. Kohesi tugas terlihat dari kerja sama yang fleksibel dan saling mendukung meskipun struktur organisasi belum sepenuhnya matang. Kohesi kolektif terbentuk melalui rasa memiliki dan identitas kelompok yang dipersepsikan sebagai keluarga. Kohesi emosional muncul dari lingkungan kelompok yang nyaman, suportif, dan mampu menyelesaikan konflik secara musyawarah. Sementara itu, kohesi struktural masih berkembang karena organisasi masih baru, sehingga norma informal menjadi penggerak utama. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kohesivitas dalam tahap awal perkembangan organisasi pemuda.
Studi Fenomenologis: Eksplorasi Makna Konformitas Pada Anggota Organisasi Ikatan Mahasiswa Boyolali Az Zahra, Ummu Hafadzoh; Hikmah, Soviyatun Nur; Bahrudin, Maulana Azis; Azizah, Alya; Anas, Siti Hikmah
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 16 No 2 (2025):
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/g0qkf992

Abstract

Conformity often arises in student organizations when individuals adjust to group norms to gain social acceptance, including in the Boyolali Student Association (IMB), which has a distinctive regional and cultural identity. This phenomenon attracts further attention because it can demonstrate the social dynamics formed from the intersection of group norms and cultural identity. This study aims to explore the meaning of conformity among members of the Boyolali Student Association (IMB) with four subjects aged 18–25 years selected through purposive sampling according to the criteria of active members. The method used is qualitative phenomenological through semi-structured interviews and Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). The results show conformity reflected through cohesiveness, agreement, and obedience. Overall, conformity in the Boyolali Student Association (IMB) is adaptive and supports group stability.
IDENTITAS SOSIAL ANGGOTA KOMUNITAS MAHASISWA MUSLIM PATANI THAILAND Laila, Aqim; Rahmawati, Dienita Dwi; Pratama, Muhammad Alaudin Candra; Haya, Suraida; Anas, Siti Hikmah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8873

Abstract

Muslim Patani students studying in Indonesia face challenges as foreign students and a minority group, especially in forming their identity in a new environment. This study aims to understand how social identity is formed, maintained, and interpreted by members of the Muslim Patani student community through their experiences in the community. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method to explore the subjective experiences of community members. Subjects were selected using purposive sampling, and data were collected through in-depth interviews. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques to identify patterns of meaning that emerged from the participants' experiences. The results show that the Patani Muslim student community plays an important role as a safe social space and that social identity is formed through active involvement in the community, such as participation in decision-making, joint activities, and opportunities to express one's potential. In addition, social identity is maintained through consistent social, cultural, and religious practices, as well as discussions about the conditions of the Patani community in their home country. ABSTRAK Mahasiswa Muslim Patani yang menempuh pendidikan di Indonesia menghadapi tantangn sebagai mahasiswa rantau dan kelompok minoritas terutama dalam pembentukan identitas diri di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana identitas sosial terbentuk, dipertahankan, dan dimaknai oleh anggota komunitas mahasiswa Muslim Patani melalui pengalaman mereka dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif para anggota komunitas. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas mahasiswa Muslim Patani berperan penting sebagai ruang sosial yang aman dan identitas sosial terbentuk melalui keterlibatan aktif dalam komunitas, seperti partisipasi dalam pengambilan keputusan, kegiatan bersama, serta kesempatan mengekspresikan potensi diri. Selain itu, identitas sosial dipertahankan melalui praktik sosial, budaya, dan keagamaan yang dijalankan secara konsisten, serta diskusi mengenai kondisi masyarakat Patani di negara asal.
Sense of Community pada Komunitas Walisongo Runner Al Irsyad, Muhammad Anas; Al Fatimah, Ainaya; Lalaki, Imam Aqil Macca Safrin; Diswan, Adiva Fauziah; Ramadhanti, Annisa Arya; Anas, Siti Hikmah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana sense of community terbentuk dalam Komunitas Walisongo Runner, sebuah komunitas lari yang baru dibentuk oleh mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif anggota komunitas yang telah bergabung minimal tiga bulan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dianalisis melalui tahap transkripsi, pengkodean, kategorisasi, hingga interpretasi tematik berdasarkan empat dimensi sense of community dari McMillan dan Chavis (1986), yaitu membership, influence, integration and fulfillment of needs, serta shared emotional connection. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi tersebut muncul secara kuat dalam dinamika komunitas. Anggota merasakan penerimaan sosial, relasi egaliter tanpa hierarki formal, pengaruh timbal balik dalam meningkatkan motivasi berolahraga, pemenuhan kebutuhan fisik-sosial-emosional, serta keterhubungan emosional melalui pengalaman bersama. Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas rutin seperti lari bersama dan kegiatan sosial mampu memperkuat identitas kelompok, solidaritas, serta kesejahteraan psikologis para anggotanya. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian sense of community pada konteks komunitas olahraga yang baru terbentuk, sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan komunitas olahraga kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana sense of community terbentuk dalam komunitas Walisongo Runner, dengan menelaah pengalaman anggota, faktor-faktor yang memengaruhi rasa memiliki, serta dinamika sosial yang muncul dalam komunitas lari yang baru berkembang.
Peran Komunitas Mobile Legends Dalam Mengurangi Kesepian Pada Gen Z Putri, Nayla Clearista; Zahra, Az; Lestari, Citra Apik; Aulia, Armenia Rahma; Anas, Siti Hikmah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran komunitas Mobile Legends dalam mengurangi rasa kesepian pada Generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi ringan, dan dokumentasi terhadap lima anggota komunitas Mobile Legends berusia 18 hingga 25 tahun. Analisis naratif digunakan guna menafsirkan pengalaman dan makna yang dirasakan para subjek selama keterlibatan mereka dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Mobile Legends berfungsi sebagai ruang sosial tempat para subjek dapat membangun rasa keterhubungan, memperoleh dukungan emosional, dan merasakan penerimaan. Aktivitas seperti bermain bersama, berkomunikasi secara rutin, dan bekerja sama dalam tim dapat membangun rasa kebersamaan yang membantu mengurangi kesepian anggota. Komunitas digital berbasis game ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang dukungan sosial alternatif bagi Generasi Z. Dengan mempertahankan interaksi yang sehat dan saling mendukung, komunitas Mobile Legends berpotensi menjadi wadah yang meningkatkan kesejahteraan sosial dan emosional generasi muda.
Co-Authors Agustina, Andhika Rizky Putra Aisyah, Efna Nur Al Fatimah, Ainaya Al Irsyad, Muhammad Anas Aldellisa, Laela Alfayyaz, Muhammad Fadhil Amalia, Annida Andari, Shabrina Khoirunnisa Aulia, Abhista Evandhika Aulia, Armenia Rahma Az Zahra, Ummu Hafadzoh Azizah, Alya Azizah, Zahra Nur Azzahra, ⁠Nimas Aliya Bahri, Najwa Salsabil Bahrudin, Maulana Azis Cahyati, Titin Nur Candra Pratama, Muhammad Alaudin Chaerunissa, Afrida Chandra, Faradila Desi, Jelang Fajar Lakhita Diswan, Adiva Fauziah Ema Hidayanti Erfiyanti, Erfiyanti Fadhila, Hana Salsa Fadhilah, Allena Rahma Faidah, Lisanul Fajriyah, Nabilatul Fatin, Salsabilla Fauziyah, Aridatul Gumilang, Gading Hapsari, Ajeng Ayu Haya, Suraida Hendrawan, Aldhi Trinanda Herman, Alifia Hidayah, Nur Aini Hidayati, Ema Hikmah, Soviyatun Nur Irmahjati, Mona A Izzah, Hanum Salsabela Ni’matul Izzati, Tsabita Maula Kamila, Asma'Nur Khabibah, Ummy Khijriati, Najwa Nuril Khilwi Khoiriyah, Wahyu Puji Khoirunnisa, Ahsa Khoirunnisa, Hana Ishmah Kholifaqurrozi, Maulida Laila, Aqim Lalaki, Imam Aqil Macca Safrin Larasati, Bintang Dian Latifah, Ratna Ella Lestari, Citra Apik Maeyani, Fikriyyah Maharani, Dhea Sinta Mahij, Nailun Ni’mah Maulida, Yuslih Maya Rini Handayani Mudliati, Fia Barlanty Muryani, Rahmadhani Dwi Nabilah, Dhiya’ Fairuz Nisa, Cahya Arofatun Noveli, Anindita Tessa Noviana, Amanda Nenty Nur Afandi Nurbaeti, Putri Shabri Oktaviani, Istiana Nur Pamiluning Santoso, Aulia Cherry Pratama, Muhammad Alaudin Candra Pratiwi, Anggi Febriana Putri Rahmawati Putri, Nayla Clearista Putri, Rasyifa Widiyana Raharjo, Retina Rahma, Ananda Awwalia Rahmadita, Indria Adisti Rahmania, Annisa Dwi Rahmawati, Dienita Dwi Rakhmadani, Nelly Oktavia Ramadhanti, Annisa Arya Rizkiyah, Putri Maulidatur Saputri, Shalsabela Septiani, Dian Nabila Sibyan, Hidayatus Sultonah, Nur Syah, Muhammad Juna Athalla Syarief, Afthon Yussac Ulya, Faila Sifa Vi, Amarylis Rose wening wihartati, wening Wibisono, Muhammad Athar Wijayanti, Lila Salma Wulanda, Lufi Maulidta Wulandari, Indryani Sapta Zahra, Az Zakia, Nadhifa Rif'aldina