Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Materi Karakteristik 6 Benua untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VI-B SDN Balonggabus Muhammad A'az Ilman Furqoni; Wahyu Maulida Lestari; Evi Prayunita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5300

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi karakteristik enam benua melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbantuan media diorama di kelas VI-B SDN Balonggabus. Penelitian melibatkan 16 peserta didik, terdiri atas 6 laki-laki dan 10 perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan peserta didik serta tes hasil belajar pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Aktivitas guru meningkat dari kategori “baik” pada siklus I menjadi “sangat baik” pada siklus II, sedangkan aktivitas peserta didik meningkat dari kategori “cukup” menjadi “sangat baik”. Ketuntasan hasil belajar mengalami peningkatan dari 43% pada kondisi awal menjadi 68% pada siklus I dan mencapai 87% pada siklus II. Model Jigsaw terbukti mendorong kolaborasi, tanggung jawab, dan kemampuan peserta didik untuk saling menjelaskan materi, sementara media diorama membantu memvisualisasikan konsep geografis secara konkret. Dengan demikian, model pembelajaran Jigsaw berbantuan diorama efektif digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi karakteristik enam benua.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SD Lailatus Saadah; Novaria Lailatul Jannah; Hikmah Luqiyah Kartikasari; Machfudzil Asror; Wahyu Maulida Lestari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13397

Abstract

Critical thinking is one of the essential skills that need to be developed in science education at the elementary school level. However, observations indicate that the critical thinking skills of Grade IV students at SD Plus Cahaya Budaya are still relatively low. This study aims to describe the implementation and effectiveness of the Discovery Learning model in improving students’ critical thinking skills in science learning. This research employs a quantitative method using a Pre-Experimental design of the One-Group Pretest-Posttest type. The population and sample of the study consist of all Grade IV students at SD Plus Cahaya Budaya, totaling 14 students. Data collection techniques include observation and essay tests. The research instruments have undergone validity and reliability testing, yielding a Cronbach’s Alpha value of 0.762, which indicates that the instruments are reliable. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the Paired Sample t-Test for hypothesis testing. The results show that the implementation of the Discovery Learning model was carried out systematically through the stages of stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization, which actively involved students in the learning process. Furthermore, the Discovery Learning model proved effective in improving students’ critical thinking skills, as indicated by the increase in the average score from 19.07 in the pretest to 36.43 in the posttest. The results of the Paired Sample t-Test showed a significance value of 0.000 < 0.05, meaning there is a significant difference between the pretest and posttest scores. Therefore, the Discovery Learning model is effective in improving the critical thinking skills of Grade IV students at SD Plus Cahaya Budaya in science learning. ABSTRAK Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV SD Plus Cahaya Budaya masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Eksperiment jenis One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IV SD Plus Cahaya Budaya yang berjumlah 14 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes essay. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,762 yang menunjukkan bahwa instrumen reliabel. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dilaksanakan sesuai sintaks dengan tahapan stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dari 19,07 pada pretest menjadi 36,43 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas IV SD Plus Cahaya Budaya pada pembelajaran IPA.
Implementasi Giant Map untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Kelas III SDN Balonggabus Lintang Rahma Putri; Wahyu Maulida Lestari; Nur Hanum Mas'udah
PTK: Jurnal Tindakan Kelas Vol. 6 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/ptk.v6i1.845

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi bentang alam yang bersifat abstrak sehingga diperlukan bantuan media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPAS peserta didik kelas III SDN Balonggabus melalui penerapan media pembelajaran Peta Raksasa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek 13 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus 1, aktivitas peserta didik hanya mencapai 39,2% dan ketuntasan hasil belajar 30,7%, masih jauh dari indikator keberhasilan yaitu 75%. Setelah dilakukan perbaikan melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif, siklus II menunjukkan peningkatan signifikan, dengan aktivitas peserta didik mencapai 77,5% dan ketuntasan hasil belajar meningkat menjadi 77%. Peningkatan ini didukung oleh strategi guru seperti pemberian motivasi, penggunaan ice breaking, dan bimbingan khusus. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajran Peta Raksasa efektif dalam meningkatkan partisipasi aktif dan hasil belajar peserta didik. Penerapan media Peta Raksasa juga mampu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan aktif berinteraksi selama pembelajaran. Dengan demikian, media Peta Raksasa dapat menjadi alternatif strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
PENGARUH POWERPOINT INTERAKTIF BERBANTU INTERACTIVE FLAT PANEL (IFP) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 5 PADA MATERI FPB DAN KPK DI SDN SIDOKEPUNG 1 Indah Kasih Wulan; Wahyu Maulida Lestari; Nurul Aini; Muh. Aris Izzudin; Duhwi Indartiningsih
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.14649

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of fifth-grade students on the topics of Greatest Common Factor (GCF) and Least Common Multiple (LCM) at SDN Sidokepung 1. One effort to address this problem was the implementation of an interactive PowerPoint assisted by an Interactive Flat Panel (IFP), which presents learning materials in a visual, interactive, and engaging manner to enhance students' participation during the learning process. This study aimed to determine the effect of using an interactive PowerPoint assisted by an Interactive Flat Panel (IFP) on the learning outcomes of fifth-grade students in learning GCF and LCM at SDN Sidokepung 1. This research employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 32 students selected through a saturated sampling technique. Data were collected using pretest and posttest learning achievement tests. The research instrument was tested for validity and reliability and analyzed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Data analysis included the normality test and hypothesis testing using the Paired Sample t-test. The results showed that the mean pretest score of 33.10 increased to 61.03 in the posttest. Furthermore, the Paired Sample t-test produced a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 (<0.05), indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. Therefore, it can be concluded that the use of an interactive PowerPoint assisted by an Interactive Flat Panel (IFP) had a significant effect on the learning outcomes of fifth-grade students on the topics of GCF and LCM at SDN Sidokepung 1. This learning media can serve as an effective alternative to improve the quality of mathematics instruction in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas V pada materi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) di SDN Sidokepung 1. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penggunaan PPT interaktif berbantuan Interactive Flat Panel (IFP) yang mampu menyajikan materi secara visual, interaktif, dan menarik sehingga dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan PPT interaktif berbantuan Interactive Flat Panel (IFP) terhadap hasil belajar peserta didik kelas V pada materi FPB dan KPK di SDN Sidokepung 1. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 32 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas serta dianalisis menggunakan bantuan program SPSS. Analisis data meliputi uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 33,10 meningkat menjadi 61,03 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan PPT interaktif berbantuan Interactive Flat Panel (IFP) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik kelas V pada materi FPB dan KPK di SDN Sidokepung 1. Media pembelajaran ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN PERMAINAN DAKON TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA KELAS II Retno Dwi Kristanti; Wahyu Maulida Lestari; Muhammad Assegaf Baalwi; Ahmad Faruq
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14158

Abstract

Mathematical representation skills among elementary school students still require attention, as some students experience difficulties in connecting mathematical concepts with appropriate forms of representation. One alternative approach to addressing this issue is the implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model assisted by the traditional dakon game. Previous studies have examined the implementation of the CTL model and the use of dakon as a medium for mathematics learning; however, studies integrating both approaches to develop elementary school students’ mathematical representation skills remain limited. This study aimed to analyze the effect of the CTL model assisted by the dakon game on the mathematical representation skills of second-grade students at SDN Sidokare 1 Sidoarjo. The study employed an experimental method using a One-Group Pretest–Posttest Design involving 12 second-grade students at SDN Sidokare 1 Sidoarjo and was conducted from December 2025 to May 2026. The results showed that students’ mathematical representation skills improved after the implementation of the CTL model assisted by the dakon game, with the percentage increasing from 73% in the pretest to 86% in the posttest. The N-Gain analysis yielded an average score of 0.36, which falls within the moderate category, indicating an improvement in students’ mathematical representation skills after the intervention. In addition, the hypothesis test produced a significance value of 0.004 < 0.05, indicating that the implementation of the CTL model assisted by the dakon game had a significant effect on the mathematical representation skills of second-grade students at SDN Sidokare 1 Sidoarjo. These findings suggest that integrating a contextual learning approach with the traditional dakon game can serve as an alternative strategy in mathematics learning to support the development of elementary school students’ mathematical representation skills. ABSTRAK Kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar masih perlu mendapatkan perhatian karena sebagian siswa mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep matematika dengan bentuk representasi yang tepat. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan permainan dakon. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengkaji penerapan model CTL maupun pemanfaatan media dakon dalam pembelajaran matematika, tetapi penelitian yang mengintegrasikan keduanya untuk mengembangkan kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar masih belum banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model CTL berbantuan permainan dakon terhadap kemampuan representasi matematis siswa kelas II SDN Sidokare 1 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 12 siswa kelas II SDN Sidokare 1 Sidoarjo. Penelitian ini dilaksanakan dari Desember 2025 sampai Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa mengalami peningkatan setelah diterapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan permainan dakon. Persentase kemampuan representasi matematis meningkat dari 73% pada saat pretest menjadi 86% pada saat posttest. Berdasarkan hasil uji N-Gain, diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,36 yang berada pada kategori sedang, sehingga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan representasi matematis setelah diberikan perlakuan. Selain itu, hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,004 < 0,05, yang menunjukkan bahwa penerapan model CTL berbantuan permainan dakon memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan representasi matematis siswa kelas II SDN Sidokare 1 Sidoarjo. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pendekatan kontekstual dengan permainan tradisional dakon dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung pengembangan kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar.
PENGARUH MEDIA TABEL PERKALIAN DAN PEMBAGIAN (TALIMBA) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PESERTA DIDIK KELAS III SDN BALONGGABUS Muhammad A’az Ilman Furqoni; Wahyu Maulida Lestari; Achmad Faruq
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14651

Abstract

The low ability of students to solve multiplication and division problems remains one of the challenges in elementary mathematics learning. This condition indicates the need for instructional media that can help students understand the relationship between multiplication and division concepts in a more concrete and systematic manner. This study aimed to examine changes in the numeracy skills of third-grade students at SDN Balonggabus after using the Multiplication and Division Table (TALIMBA). The study employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a One Group Pretest-Posttest Design. The sample consisted of 30 third-grade students selected through saturated sampling. Data were collected using a 13-item numeracy test administered before and after the learning intervention. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, Paired Sample t-Test, and N-Gain analysis with the assistance of SPSS. The results showed that the mean numeracy score increased from 60.72 in the pretest to 85.56 in the posttest, representing an increase of 24.84 points. The Paired Sample t-Test yielded t = 13.965, df = 29, and p < 0.001, indicating a statistically significant difference in students' numeracy skills before and after learning with TALIMBA. In addition, the N-Gain score of 0.66 was categorized as moderate. The main finding indicates that the use of TALIMBA was followed by a substantial improvement in students' numeracy skills in multiplication and division. Therefore, TALIMBA has the potential to serve as a simple visual instructional medium to support mathematics learning in elementary schools. ABSTRAK Rendahnya kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan operasi hitung perkalian dan pembagian menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya media pembelajaran yang dapat membantu peserta didik memahami hubungan antara konsep perkalian dan pembagian secara lebih konkret dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kemampuan berhitung peserta didik kelas III SDN Balonggabus setelah menggunakan media Tabel Perkalian dan Pembagian (TALIMBA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri atas 30 peserta didik yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berhitung sebanyak 13 butir soal yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, Paired Sample t-Test, dan N-Gain dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berhitung meningkat dari 60,72 pada pretest menjadi 85,56 pada posttest, atau mengalami peningkatan sebesar 24,84 poin. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t = 13,965 dengan df = 29 dan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berhitung sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan media TALIMBA. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,66 berada pada kategori sedang. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TALIMBA diikuti peningkatan kemampuan berhitung yang cukup substansial pada materi perkalian dan pembagian, sehingga media ini berpotensi menjadi media visual sederhana yang dapat mendukung pembelajaran matematika di sekolah dasar.