Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandar: Journal of Civil Engineering

Pasir dan Kerikil Sungai Mappili sebagai material Lokal untuk Campuran Beton di Sulawesi Barat Amry Dasar; Dahlia Patah
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 3 No 2 (2021): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v3i2.1207

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kekuatan beton dengan menggunakan material lokal yang ada di Sulawesi Barat, sebagian masyarakat dan pelaku konstruksi menggunakan material untuk campuran beton berupa pasir dan kerikil dari Sungai Mapilli. Akan tetapi, uji karakteristik dan kelayakan material lokal ini sebagai material bangunan belum banyak dilakukan. Di sisi lain, perlu diketahui komposisi campuran beton untuk mendapatkan mutu beton K300. Ini menjadi sulit dicapai dengan penggunaan material lokal yang ada di Sulawesi Barat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data terkait karakteristik material lokal yaitu pasir dan kerikil dari Sungai Mapilli dan untuk mendapatkan kuat tekan terbaik dengan variasi fas 40%, 50% dan 60%. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa materil kerikil dan pasir Mapili layak untuk digunakan untuk campuran beton. Selain itu, didapatkan kuat tekan dengan FAS 40% dan 50% telah memenuhi kuat tekan rencana untuk bangunan konstruksi yaitu 24.9MPa.
The Effect of Different Curing Methods on Concrete Strength Dahlia Patah; Amry Dasar; Poppy Indrayani
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 4 No 1 (2022): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v4i1.1536

Abstract

This study discusses the effect of method and age of treatment on increasing the strength of normal concrete in a tropical environment. A total of forty-five (45) concrete cylinders were treated with five different treatment methods, namely immersion in fresh water, immersion in sea water, wrapped in wet burlap sack, wrapped in plastic, and flushed with plain water. For each of these treatment methods, the average compressive strength of 3 cylinders of concrete was taken for each treatment period of 7, 28 and 91 days. The results showed that the immersion method with fresh water produced concrete specimens with the highest 28 day compressive strength of 42.99 N/mm2 followed by treatment with plastic wrap with a value of 40.94 N/mm2. It was found that the method of wrapping in burlap sacks at the initial age of cement hydration obtained a higher compressive strength than all immersion methods. And for the long term, concrete strength increased up to 19% with the method of treatment immersed in seawater and treatment with fresh water on the concrete strength at the age of 28 days.
PAVING BLOCK MUTU B UNTUK INFRASTRUKTUR JALAN MENGGUNAKAN MATERIAL SULAWESI BARAT Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Yusman; Sainuddin; Suryani, Herni; Okviyani, Nur
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 5 No 2 (2023): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v5i2.3015

Abstract

Desain jalanan yang efektif adalah yang memiliki biaya pemeliharan yang murah serta memiliki umur layan yang cukup. Salah satu material jalan saat ini yang berkembang pesat adalah paving blok. Paving block pada penelitian ini berbentuk konvensional dengan dimensi 20x10x8 cm tersusun atas komponen yaitu semen, pasir, abu batu dan air. Penelitian ini bertujuan untuk membuat paving block konvensional dengan memanfaatkan material lokal Sulawesi Barat dengan pencampuran semen, pasir, abu batu dan air sehingga dapat mencapai Mutu B bersasarkan SNI-03-0691-1996. Metode penelitian yaitu experimental research untuk membuat paving block setara Mutu B mengacu pada SNI-03-0691-1996 dengan perbandingan enam variasi campuran dari semen, pasir, abu batu dan air. Perbandingan material semen terhadap agregat yaitu 1:4 dan 1:5. Benda uji dibuat dengan total benda uji 30 buah paving dengan masing-masing benda uji 5 paving setiap variasi. Pengujian benda uji dilakukan untuk menentukan kuat tekan paving block. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak empat variasi memenuhi standar paving block mutu B SNI-03-0691-1996 dimana kuat tekan di atas 17 MPa. Variasi optimum yang memenuhi mutu B yaitu campuran 1PC : 3S : 2SA.
NILAI AMBANG KLORIDA UNTUK INISIASI KOROSI PADA BETON BERTULANG MENGGUNAKAN ABU TERBANG Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Yusman; Apriansyah; Nurdin, Amalia
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 5 No 2 (2023): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v5i2.3024

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, korosi pada beton bertulang menjadi perhatian utama struktur beton karena ketahanan merupakan salah satu faktor penting. Secara khusus, korosi beton bertulang yang disebabkan oleh klorida menjadi masalah serius di banyak negara karena meningkatnya konstruksi di lingkungan laut. Dalam penelitian ini difokuskan pada umur dini terjadinya korosi pada tulangan yang disebabkan oleh adanya klorida pada beton yang mengandung fly ash sebesar 20% dari berat semen. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ambang batas klorida yang cukup untuk mendorong depassivasi dan korosi aktif batang tulangan dalam mortar. Untuk itu dilakukan penelitian eksperimental dengan jumlah benda uji sebanyak 9 variasi. Rasio klorida terhadap berat semen yang diterapkan adalah 0% -2% akan dievaluasi. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi ambang batas klorida untuk inisiasi korosi pada beton dan pengaruh lainnya diabaikan. Untuk menentukan ambang batas konsentrasi klorida, dilakukan uji potensial korosi dengan metode Half-cell potensial (HCP). Nilai ambang batas konsentrasi klorida yang menyebabkan depassivasi dan munculnya korosi aktif pada baja tulangan adalah 1,5% dari berat semen. Selanjutnya hasil yang diperoleh adalah hubungan antara HCP dan konsentrasi klorida dalam beton. Hal ini menunjukkan bahwa rusaknya lapisan pasif pada permukaan baja terjadi di sekitar kandungan klorida yang saat ini diyakini merupakan ambang batas kandungan klorida untuk inisiasi korosi baja tulangan pada beton yang mengandung abu terbang 20%.