Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROSES OZONASI PADA CABE MERAH DI SUB TERMINAL AGRIBISNIS KABUPATEN CIAMIS Imas Siti Setiasih; Efri Mardawati; In-In Hanidah; Robi Andoyo; Een Sukarminah; Mohammad Djali; Tita Rialita; Yana Cahyana
Dharmakarya Vol 9, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i3.19861

Abstract

Cabai Merah merupakan komoditas yang mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme terutama bila ada jaringan yang luka. Selama proses budidaya tidak dapat dihindari penggunaan pestisida berlebih. Solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan air berozon dengan ozonizer tipe TIP-01 pada proses pencucian. Sub Terminal Agribisnis Kabupaten Ciamis merupakan institusi yang bergerak dalam bidang pelayanan dan pemasaran komoditas pertanian.  Tujuan paper ini adalah untuk melihat aplikasi teknologi ozonasi melalui  kegiatan PPM dimana dilakukan transfer ilmu kepada masyarakat pengguna (dalam hal ini rumah pengemas hasil pertanian di Ciamis), supaya hasil-hasil penelitian ini lebih bermakna  di masyarakat  Aspek khusus yang dipelajari adalah untuk mengetahui pengaruh pencucian air berozon cabai merah terhadap karakteristik kimia, mikrobiologi, fisik, dan organoleptik selama penyimpanan 16 hari pada suhu ± 10 oC dengan interval waktu analisis 2 hari. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode eksperimental (Explanatory Research) dan dianalisis deskriptif menggunakan analisis regresi dan korelasi. Percobaan terdiri dari 2 perlakuan dan 2 kali ulangan, yaitu cabai merah tanpa perlakuan dan cabai merah yang direndam dalam air berozon 1,9 ppm.
Production of Denatured Whey Protein Concentrate at Various pHfrom Wastewater of Cheese Industry Robi Andoyo; Anindya Rahmana Fitri; Ratih Siswanina Putri; Efri Mardawati; Bambang Nurhadi; Nandi Sukri; Rudi Saprudin Darwis
agriTECH Vol 41, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.126 KB) | DOI: 10.22146/agritech.55439

Abstract

Wastewater produced from cheese industry is rich in biological component such as whey protein, fat and lactose. Whey protein is the residual liquid of cheese making process with a high protein efficiency ratio. The wastewater source used in this study was whey liquid from cheese processing industry located at West Java, Indonesia. Conversion of soluble whey protein into whey protein microparticle is required to produce food with nutritional value that can be adjusted to the needs of the specific target with high digestibility and palatability. Whey protein was collected by separation technique through heat treatment at specific condition. This was done by changing the heat treatment condition and pH of the samples. Changing the pH of the samples before heat treatment affect the ionic strength of the whey protein hence, altering the properties of the concentrate. This study aims to produce whey protein concentrate heated at various pH level and to observe physicochemical and functional properties of the concentrates. The method used in this research was a descriptive method conducted on three treatments and two replications namely whey protein concentrate production in a pH condition 6.4; 6.65; and 7.0. The parameters observed were physicochemical and functional properties. Furthermore, the result showed that there were decrease in protein content, along with the increasing pH before heat treatment. Microstructure image (SEM) showed a finer particles with the increasing pH. Meanwhile, solubility of the rehydrated samples tends to increase along with the increasing pH. The measurement of functional properties of the samples showed that denatured whey protein produced at different pH before heat treatment have different water holding capacity and a tendency to form bonds between protein particles thereby increasing the viscosity value. These physicochemical and functional properties were suitable for denatured whey protein to be used as a texture controller in whey protein based-food production.
Penerapan Good Manufacturing Practices Pada Produksi Sistik Ebi Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk Olahan Ikan di Pesisir Eretan - Indramayu In-in Hanidah; Agung Tri Mulyono; Robi Andoyo; Efri Mardawati; Samsul Huda
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.17585

Abstract

ABSTRAKGMP (Good Manufacturing Practices) merupakan salah satu metode mitigasi resiko dalam proses produksi pangan beresiko tinggi diantaranya produk pangan berbasis ikan yang banyak ditemui di daerah pesisir pantai khususnya di Desa Eretan Kulon Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Sistik ebi merupakan salah satu produk olahan ikan lokal Eretan yang memiliki kelemahan diantaranya umur simpan yang relatif singkat karena terjadinya perubahan kualitas selama penyimpanan yang diakibatkan metode pengolahan dan pengemasan yang kurang baik. Penelitian ini  mengevaluasi penerapan GMP selama proses produksi sistik ebi dan memperbaiki kemasan dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sistik ebi yang mengandung protein tinggi ( 59,4%) memerlukan implementasi GMP dalam memitigasi resiko selama pengolahan. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian terhadap persyaratan GMP dengan jumlah ketidaksesuaian mayor (MA) 5 elemen dan minor (MI) 21 elemen dari total keseluruhan 37 elemen pemeriksaan yang meliputi elemen lokasi, bangunan, dan sanitasi pekerja, peralatan produksi, sanitasi peralatan dan ruangan produksi, penyimpanan, pengendalian proses, pelabelan, dokumentasi dokumen dan legalitas produk. Proses pendampingan mampu mereduksi ketidaksesuaian elemen sebesar 96,16%. Penerapan GMP didalam produksi sistik ebi membuka peluang bagi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus meningkatkan peluang bagi produk tersebut dalam memasuki pasar global.Kata kunci: GMP, sistik ebi, sanitasiABSTRACTGMP (Good Manufacturing Practices) is one of the risk mitigation in food production such as fish-based food product which is found mainly in coastal area such as in Eretan Kulon Village, Indramayu Regency, West Java. Sistik ebi is one of Eretan local processed fish products that have weaknesses such as shelf life which is relatively short due to quality change during storage caused by poor processing and packaging method. This study evaluates the application of GMP during the Sistik ebi production and applying a proper packaging in order to improve product quality thus improve the welfare of the community. The results of the study showed that sistik ebi contain high protein (59.4%) thus required GMP implementation in mitigating risks during processing. The observation results show that there are some deviations to the GMP requirement with the number of major non-conformities (MA) 5 elements and minor (MI) 21 elements out of the total 37 inspection elements covering site elements, building and sanitation, production equipment, room sanitation production, storage, process control, labeling, documentation and legal aspect of the product. The GMP mentoring process reduces the non-conformity of the elements by 96.16%. The application of GMP in the production of sistik ebi opens opportunities for business actors in improving product quality while increasing the opportunity for the product to enter the global market.Keywords: GMP, sistik ebi, sanitation
EVALUASI HASIL PELATIHAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) UNTUK PEREMPUAN PESISIR: ANALISIS KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF Zuzy Anna; Rahmahwati Rosidah; Armida Salsiah Alisjahbana; Robi Andoyo
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1721.719 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v9i1.7238

Abstract

Sektor perikanan tangkap adalah sektor yang memberikan kontibusi yang cukup besar bagi perikanan Indonesia. Sektor ini diharapkan bisa menjadi peranan strategis bagi pembangunan perikanan Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah peningkatan hasil perikanan tangkap. Indramayu merupakan daerah dengan hasil perikanan tangkap yang memberikan kontribusi sebesar 60% dari perikananan tangkap Jawa Barat, menjadikan Indramayu sebagai daerah dengan tingkat kontribusi produksi perikanan terbesar diantara daerah-daerah lainnya. Produksi dari aktivitas perikanan ini didapatkan rata-rata sebesar 2500 ton dengan nilai rata-rata 30 miliar perbulan. Nilai ini akan lebih meningkat dengan adanya aktivitas pengolahan menjadi suatu produk. Untuk mendapatkan hasil produk perikanan yang bernilai tinggi, diperlukan suatu upaya salah satunya adalah dengan praktik manufaktur yang baik atau good manufacturing practice (GMP). Universitas Padjadjaran melalui program  pelatihan GMP Eretan telah melakukan pelatihan GMP dari tahun 2013-2015. Sebagai evaluasi, analisis kesejahteraan dilakukan. Sejauh ini kesejahteraan dinilai secara objektif. Pada penelitian ini, kesejahteraan secara subjektif dianalisis untuk memberikan gambaran dari perspektiv individu responden dengan analisis kesejahteraan subjektif dan regresi logistik untuk mengetahui faktor lain yang berpengaruh. Hasilnya kesejahteraan subjektif di pesisir Indramayu bisa meningkat dengan adanya pelatihan GMP dimana responden yang mendapatkan pelatihan GMP meningkat kesejahteraan subjektifnya dibandingkan dengan sebelum adanya pelatihan. Title: Training Results Evaluation on Good Manufacturing Practices (GMP) for the Coastal Women: A Subjective Well-being AnalysisCapture fisheries give significant contribution to Indonesian fisheries. This sector is expected to be a strategic role in Indonesia fisheries development. One of the strategies is increasing capture fisheries products. Indramayu is an area with capture fisheries products which contributes 60% of West Java capture fisheries, therefore, Indramayu has the most significant contribution to fisheries production among other regions. Average production of this sector is 2500 tons with average value of 30 billion per month. This value will increase with the fisheries processing product actitivites. Good Manufacturing Practice (GMP) is one of effort to obtain high-value fishery products. Padjadjaran University has conducted GMP Eretan training from 2013 to 2015. There is an evaluation to analyzed the welfare of the community. So far, welfare has been assessed objectively. In this study, subjective welfare was analyzed to provide an overview of individual respondents’ perspectives with subjective welfare analysis and logistic regression to determine other influential factors. As a result, subjective welfare on the coastal area of Indramayu can be increased with GMP training. It means that respondents with GMP training have increased subjective welfare compared with before training. 
Kajian Penambahan Trikalsium Fosfat (TCP) pada Variasi Kelembaban Relatif (RH) yang Berbeda terhadap Pure Kering Ubi Jalar Instan Marleen Sunyoto; Robi Andoyo; Gina Firgianti
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 6, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.135 KB)

Abstract

Pure kering ubi jalar merupakan produk instan berbentuk serbukyang memiliki sifat higroskopis, sehingga akan mengalami penurunan mutu apabila menyerap air secara berlebihan selama penyimpanan. Penurunan mutu yang terjadi adalah penggumpalan serbuk pure kering ubi jalar instan. Penambahan bahan anti kempal  yaitu trikalsium fosfat dapat menurunkan sifat higroskopis serbuk pure kering ubi jalar instan, disamping menjaga kondisi penyimpanan yang mampu mempertahankan dan menjaga kualitas produk dalam upaya untuk memperpanjang masa simpan pure kering ubi jalar instan.Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh pure kering ubi jalar instan terbaik dengan tingkat penggumpalan dan kelembaban yang rendah melalui pemberian konsentrasi trikalsium fosfat (TCP) dan pengaturan kondisi kelembaban (RH) yang tepat. Metode penelitian merupakanmetode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitianmemperlihatkan, penambahan anti kempal trikalsium fosfat (TCP) sebanyak 2% pada kondisi RH (Relative Humidity) penyimpanan 75%(± 3% ) menghasilkan pure kering ubi jalar instan Awachy 5 dengan karakteristik terbaik yaitu, kadar air 11,74%, tingkat penggumpalan 1,10% (tidak menggumpal), sudut curah 20,16˚ (mengalir bebas), tingkat higroskopis 13,42% (sedikit higroskopis), laju higroskopis 0,33 gram/jam, dan daya rehidrasi 2,82 ml/g.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI VIRTUAL MEETING DALAM UPAYA PENINGKATAN EFEKTIFITAS KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN: EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PANGAN TINGGI PROTEIN Robi Andoyo; Siti Nurhasanah; Syamsul Huda; Damar Irza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.971 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.7791

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian dilakukan bertujuan untuk memberikan promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting dengan pangan tinggi protein yang dilakukan dalam bentuk virtual meeting. Kegiatan secara online dilakukan karena sedang berada dalam kondisi pandemik di mana kegiatan pertemuan fisik secara langsung dibatasi. Pelaksanaan pengabdian yang terintegrasi dengan KKN ini dilakukan di desa Desa Margajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: pendampingan online, pembuatan konten promosi kesehatan, workshop menggunakan virtual meeting, dan monitoring serta evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian dapat dilihat dari pengetahuan di kalangan kader posyandu. Pengetahuan kader posyandu Desa Margajaya mengenai stunting sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan pre-test awal kegiatan dengan rata-rata nilai yang didapatkan adalah 80,88 dari 19 perwakilan kader di setiap RW. Namun, hal yang krusial seperti indikator stunting masih belum dipahami dengan baik bagi beberapa kader posyandu. Setelah diberikan edukasi, angka tersebut meningkat menjadi 100 pada hasil post-test. Dalam prosesnya membutuhkan pendampingan bagi para kader mengenai penggunaan teknologi virtual meeting sehingga dapat ikut berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pengabdian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi virtual meeting dapat dilaksanakan dengan cukup baik dengan penggunaan aplikasi seperti Whatsapp, Zoom, dan Trello. Sehingga dapat membantu kegiatan promosi kesehatan di saat pandemik terjadi.Abstract: The service activity is carried out with the aim of providing health promotion in order to increase public knowledge about stunting prevention with high protein foods which is carried out in the form of virtual meetings. Online activities are carried out because they are in a pandemic condition where direct physical meeting activities are limited. This service, which is integrated with KKN, is implemented in Margajaya Village, Tanjungsari District and Sumedang Regency. Steps in implementing activities include online mentoring, developing health promotion content, workshops through virtual meetings, and monitoring and evaluation. The results of service activities can be seen from the knowledge among posyandu cadres. The knowledge of the Posyandu cadres in Margajaya Village regarding stunting is fairly good. This is shown by the initial pre-test of the activity with the average score obtained is 80.88 out of 19 executive representatives in each RW. However, critical elements such as stunting indicators are still not well understood by certain Posyandu cadres. After receiving education, this number increased to 100 on the post-test results. The process requires assistance for cadres regarding the use of virtual meeting technology so that they can actively participate in service activities. These results show that the use of virtual meeting technology can be performed fairly well with the use of applications such as Whatsapp, Zoom and Trello, so that it can help with health promotion activities during a pandemic.
PELATIHAN PROSES PRODUK HALAL DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN SUMEDANG Syamsul Huda; Robi Andoyo; Siti Nurhasanah; Souvia Rahimah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12887

Abstract

Abstrak: Halal merupakan kewajiban bagi umat muslim, namun secara umum halal merupakan salah satu standar mutu yang harus dipenuhi agar produk dapat diperjual belikan di Indonesia. Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang Proses Produk Halal (PPH), serta pemahaman tentang regulasi dan tata cara membuatan sertifikat halal, maka diadakan pelatihan terkait hal tersebut . Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Peserta pelatihan adalah pelaku IKM yang berada di Kabupaten Sumedang. Pelaku IKM ini belum memiliki sertifikat halal dan belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya. Tujuan pelatihan ini adalah memahami konsep dasar produk pangan halal, meningkatkan pengetahuan dan keahlian pelaku IKM tentang proses produk halal, dan memahami regulasi sertifikasi halal. Abstract: Halal is an obligation for Muslims, but in general halal is one of the quality standards that must be met so that products can be traded in Indonesia. To increase awareness and knowledge about the Halal Product Process (PPH), as well as an understanding of regulations and procedures for making halal certificates, training is held in this regard. The method used in this training is Participatory Action Research (PAR). The training participants were IKM actors in Sumedang Regency. These IKM actors do not yet have a halal certificate and have never attended similar training before. The purpose of this training is to understand the basic concepts of halal food products, increase the knowledge and expertise of IKM actors regarding the process of halal products, and understand regulations for halal certification.  
PELATIHAN KEAMANAN PANGAN BAGI INDUSTRI KECIL MENENGAH KABUPATEN SUMEDANG GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK Syamsul Huda; Robi Andoyo; Siti Nurhasanah; Souvia Rahimah
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.9674

Abstract

Masyarakat perlu dilindungi dari pangan yang dapat membahayakan kesehatan, pemerintah daerah berkewajiban untuk menyelenggarakan pengawasan makanan tersebut. Industri Kecil menengah (IKM) yang banyak berkembang di Kabupaten Sumedang salah satunya memproduksi makanan olahan dan minuman.  Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DISKOP-UKMPP) Kab. Sumedang memiliki target untuk bisa meningkatkan kualitas 1.000 UKM per tahunnya termasuk di dalamnya IKM pangan. Produk IKM yang dihasilkan beraneka ragam, mulai dari jenis basah, semi basah, dan kering.  Proses pelaksanaan kegiatan diawali dengan analisis situasi, survey lokasi, screening 1 dan 2, pelatihan, dan evaluasi program melalui pendekatan partisipatif. Luaran dari kegiatan ini adalah 50 IKM di Kabupaten Sumedang teredukasi terkait keamanan pangan dan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini lulus post-test dan terjadi peningkatan rata-rata nilai dari 7.4 menjadi 8.9.
PELATIHAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) PADA PELAKU USAHA KECIL MENENGAH DI DESA CIMEKAR, KABUPATEN BANDUNG Subroto, Edy; Andoyo, Robi; Indiarto, Rossi; Pangawikan, Aldila Din
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i1.12624

Abstract

Desa Cimekar merupakan salah satu Desa di Kabupaten Bandung yang memiliki berbagai usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi berbagai produk olahan pangan, seperti keripik dan aneka cemilan, aneka sambal, madu, kopi, dan lain-lain. Beberapa UKM tersebut belum mengaplikasikan prinsip cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan memberikan edukasi atau pelatihan CPPOB kepada kelompok UKM olahan pangan di Desa Cimekar agar dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk. Kegiatan PPM ini merupakan bagian dari program pengabdian yang didukung oleh Universitas Padjadjaran dengan dibantu beberapa mahasiswa yang terlibat. PPM yang dilakukan meliputi survey kondisi UKM olahan pangan di Desa Cimekar, penyampaian materi pelatihan dan diskusi terkait berbagai permasalahan UKM, dan pendampingan serta evaluasi program. PPM ini telah meningkatkan pemahaman pada pelaku UKM terhadap penerapan CPPOB, sanitasi, keamanan pangan, dan aturan penggunaan bahan tambahan pangan (BTP). Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi UKM olahan pangan di Desa Cimekar untuk meningkatkan daya saing dan kualitas produknya sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan usaha.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI VIRTUAL MEETING DALAM UPAYA PENINGKATAN EFEKTIFITAS KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN: EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PANGAN TINGGI PROTEIN DI DESA MARGAJAYA, KECAMATAN TANJUNGSARI, KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT Andoyo, Robi; Huda, Syamsul; Nurhasanah, Siti; Irza, Damar
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v4i2.7345

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan permasalahan kekurangan gizi kronis pada anak. Sampai saat ini, stunting masih menjadi masalah yang cukup besar yang dihadapi pemerintah Indonesia. Pelaksanaan KKN-PPM adalah untuk untuk berkontribusi dalam upaya menurunkan angka stunting berbasis penyuluhan kesehatan. Penulisan laporan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran penggunaan teknologi yang ada dan cukup mudah dipakai dalam program-program stakeholder terkait, seperti penyuluhan kesehatan. Penggunaan aplikasi virtual meeting dalam kegiatan pendampingan dan workshop “Edukasi Pencegahan Stunting dengan Pangan Tinggi Protein Kepada Kader Posyandu” di wilayah sasaran Desa Margajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang, sebagai salah satu metode penyuluhan kesehatan di masa  pandemi. Pengetahuan di kalangan kader posyandu Desa Margajaya mengenai stunting sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan pre-test awal kegiatan rata-rata nilai yang didapatkan adalah 80,88 dari 18 perwakilan kader daring 18 RT. Setelah diberikan edukasi, angka tersebut meningkat menjadi rata-rata 100. Namun, pada prosesnya didapatkan bahwa salah satu hal krusial yakni masih terbatasnya metode yang digunakan dalam kegiatan posyandu di masa pandemi. Selain itu, ketidaktahuan bagaimana mengindikasikan seorang anak dikatakan stunting, menjadikan seringkali peserta tidak menyadarinya. Terdapat peningkatan pengetahuan di kalangan peserta, terutama kader posyandu terkait permasalahan stunting, dari sebelum dan setelah pelaksanaan edukasi kesehatan.