Articles
FAIR PLAY DALAM OLAHRAGA
Aji Setyawan, Danang
Jendela Olahraga Vol 1, No 1/Juli (2016): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1234/
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang etika fair play, agarpembaca mengetahui dan dapat menerapkan perilaku sportif dalam aktivitas olahraga.Olahraga adalah bentuk perilaku gerak manusia yang spesifik. Arah dan tujuan orangberolahraga, termasuk waktu dan lokasi kegiatan dilaksanakan sedemikian beragam sehinggasebagai bukti bahwa olahraga itu merupakan sebuah fenomena yang relavan dengan kehidupansosial olahraga juga ekspresi berkarya pada manusia. Fair play memiliki peranan penting dalamolahraga. Fair play merupakan sikap mental yang menunjukkan martabat ksatria pada olahraga.Nilai fair play melandasi pembentukan sikap, dan selanjutnya sikap menjadi landasan perilaku.Kesimpulan dari penelitian ini adalah olahraga dan etika fair play secara ontologi adalaholahraga merupakan kegiatan otot yang energik dan dalam kegiatan itu atlet memperagakankemampuan gerakannya (Perporma) dan kemauannya semaksimal mungkin yang dilakukandengan sikap mental dan moral serta nilai fair play melandasi pembentukan sikap dan selanjutnyasikap menjadi landasan perilaku.Olahraga dan etika fair play secara epistemologis adalah bentukkegiatan olahraga sesuai dengan motif dan tujuan utamanya yang dilandasi tindakan moraladalah prilaku yang tampak yang dinyatakan dan sejalan dengan sistem nilai yang dianut sebagaikonsep moral, suatu cetusan jiwa, fair play berisi penghargaan terhadap lawan serta hargadiri.Olahraga dan etika fair play kajian nilai (aksilogi) yang dipersoalkan adalah aspekpenerapan sesuatu ke dalam praktik yang berkaitan dengan masalah nilai. Nilai merupakanrujukan perilaku, sesuatu yang dianggap â luhurâ dan menjadi pedoman hidup manusia dalamkehidupan bermasyarakat. Olahraga itu sendiri pada hakikatnya bersifat netral, tetapimasyarakatlah yang kemudian membentuk kegiatannya dan memberi arti bagi kegiatan itu danmemanfaatkannya untuk tujuan tertentu. Penerapan etika fair play atau sportivitas sebagai nilaiinti dalam bidang olahraga.Mengingat pentingnya fair play, hendaknya pelaku olah ragamenanamkan fair play dalam melakukan aktivitas olahraga.Kata kunci : Etika, Fair Play, Olahraga
Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Kota Surakarta
Setyawan, Danang Aji;
Hadi, Husnul;
Royana, Ibnu Fatkhu
JURNAL PENJAKORA Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.328 KB)
|
DOI: 10.23887/penjakora.v5i1.14496
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 Tahun pada taman kanak-kanak. Motorik kasar adalah kemampuan gerak dasar anak untuk melakukan tugas sehari-hari yang meliputi gerak jalan, lari, lompat, lempar. Motorik kasar dibagi menjadi 3 (tiga) komponen yaitu gerak lokomotor, non-lokomotor dan manipulatif. Gerak lokomotor merupakan gerak yang dilakukan dengan adanya perpindahan badan atau tubuh. Gerak non-lokomotor merupakan gerak yang dilakukan tanpa berpindahnya badan atau tubuh. Gerak manipulatif merupakan gerak yang dilakukan dengan menggunakan alat. Perkembangan pada anak usia dini mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, sosial emosional dan bahasa. Usia anak pada masa pertumbuhan merupakan fase fundamental yang akan menentukan kehidupannya dimasa datang. Penelitian dilakukan di TK Negeri Pembina yang berada di Kota Surakarta. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling dengan jumlah 27 anak. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes untuk mengukur motorik kasar anak usia dini. Tes yang digunakan adalah TGMD-2 (Test of Gross Motor Development).Berdasarkan tes yang dilakukan didapat hasil kemampuan motorik kasar anak sebagai berikut, nilai sangat tinggi ada 13 (tiga belas) anakdengan memperolehskor >130. Anak dengan nilai tinggi ada 9 (sembilan) orang dengan memperoleh skor121 - 130. Anak dengan nilai diatas rata-rata ada 4 (empat) orang dengan memperoleh skor 111 - 120. Anak dengan nilai rata-rata ada 1 (satu) orang dengan memperoleh skor 90 ? 110. Anak dengan nilai dibawah rata-rata, nilai rendah dan sangat rendah tidak ada. Kata-kata kunci: kemampuan, motorik kasar, anak usia dini
MENINGKATAN KEMAMPUAN PUKULAN CHUDAN TSUKI DENGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN PULL UP PADA DOJO KARATE CLUB KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN
Prabowo, Lumeinthank Ade;
Setyawan, Danang Aji;
Ratimiasih, Yulia
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihan variasi Pull Upterhadap peningkatan kemampuan pukulan chudan tsuki serta kondisi fisik atlet. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan teknik pretest, treatment, posttest. Populasi dalam penelitian ini pada dojo Karate Club Kajen Kabupaten Pekalongan dengan jumlah sampel 18 atlet terdiri dari 7 putri dan 11 putra. Analisis data menggunakan perhitungan statistic dihitung menggunakan SPSS 22,0 dengan asumsi Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Hipotesis (uji t). Â Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil pretest kemampuan pukulan Chudan Tsukisebelum diberikan treatment (latihan Pull Up) adalah 9,6111 (36%) dengan data (varian) 2,016 dan simpangan baku (standar deviasi) 1,41998. Sedangkan rata-rata hasil posttest kemampuan pukulan Chudan Tsukisetelah diberikan treatment (latihan Pull Up) adalah 17,111 (64%) dengan keragaman data (varian) 6,810 dan simpangan baku (standar deviasi) 2,60969. Maka terjadi peningkatan pukulan Chudan Tsukisebesar 28%. Deskripsi hasil treatment (latihan Pull Up) diperoleh skor rata-rata lebih dari 10 dimana skor terendah sebesar 13 dan skor tertinggi 27. Secara keseluruhan selama 16 kali pertemuan terjadi naik turun (flukuatif) hasil skornya. Berdasarkan dari tujuan penelitian dan hasil penelitian yang telah diuraikan diatas, maka diperoleh kesimpulan bahwa pemberian latihan Pull Up berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan pukulan Chudan Tsuki. Pada hasil penelitian menyarankan untuk dapat memasukan latihan Pull Up dalam program latihan karate dan menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik agar atlet dapat berlatih secara efektif dan semangat ntuk berlatih.
Keefektifan Model Reciprokal Teaching dan Teams Games Tournament Terhadap Hasil Passing Bawah Bola Voli
Ridwan, Muhammad;
Royana, Ibnu Fatkhu;
Setyawan, Danang Aji
Journal for Lesson and Learning Studies Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v3i3.28339
Keresahan tentang masalah rendahnya hasil belajar siswa, hal tersebut dibuktikan dengan rata-rata nilai siswa penjasorkes materi bola voli yang kurang memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Keefektifan Model Pembelajaran Reciprokal Teaching Dan Teams Games Tournament Terhadap Hasil Passing Bawah Bola Voli Siswa Kelas VIII. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimental design tipe two group pretest posttest-group (tes awal-tes akhir dua kelompok). Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII A dan VIII B SMPNegeri 3 Sayung Demak yang berjumlah 60 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil dokumentasi, tes, dan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t. Data yang diperoleh yaitu rata-rata nilai posttest analisis uji t di peroleh t hitung> t tabel yaitu 6,594>2,001 sehingga H0 di tolak dan Ha diterima, dari pengujian ketuntasan belajar individu nilai diatas KKM (75.00) peserta didik berjumlah 37 siswa lulus KKM dengan nilai tuntas dari KKM, dan dari pengujian ketuntasan belajar klasikal hasil passing bawah peserta didik secara keseluruhan mencapai persentase 62%. Meningkatnya hasil passing bawah peserta didik sebelum dan sesudah di beri perlakuan berupa pemberian model Reciprokal Teaching dan Teams Games Tournament yang ditunjukan dengan hasil nilai rata-rata posttest yang meningkat.Â
MENINGKATAN KEMAMPUAN PUKULAN CHUDAN TSUKI DENGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN PULL UP PADA DOJO KARATE CLUB KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN
Prabowo, Lumeinthank Ade;
Setyawan, Danang Aji;
Ratimiasih, Yulia
Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Undiksha Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjp.v8i1.33741
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihan variasi Pull Upterhadap peningkatan kemampuan pukulan chudan tsuki serta kondisi fisik atlet. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan teknik pretest, treatment, posttest. Populasi dalam penelitian ini pada dojo Karate Club Kajen Kabupaten Pekalongan dengan jumlah sampel 18 atlet terdiri dari 7 putri dan 11 putra. Analisis data menggunakan perhitungan statistic dihitung menggunakan SPSS 22,0 dengan asumsi Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Hipotesis (uji t). Â Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil pretest kemampuan pukulan Chudan Tsukisebelum diberikan treatment (latihan Pull Up) adalah 9,6111 (36%) dengan data (varian) 2,016 dan simpangan baku (standar deviasi) 1,41998. Sedangkan rata-rata hasil posttest kemampuan pukulan Chudan Tsukisetelah diberikan treatment (latihan Pull Up) adalah 17,111 (64%) dengan keragaman data (varian) 6,810 dan simpangan baku (standar deviasi) 2,60969. Maka terjadi peningkatan pukulan Chudan Tsukisebesar 28%. Deskripsi hasil treatment (latihan Pull Up) diperoleh skor rata-rata lebih dari 10 dimana skor terendah sebesar 13 dan skor tertinggi 27. Secara keseluruhan selama 16 kali pertemuan terjadi naik turun (flukuatif) hasil skornya. Berdasarkan dari tujuan penelitian dan hasil penelitian yang telah diuraikan diatas, maka diperoleh kesimpulan bahwa pemberian latihan Pull Up berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan pukulan Chudan Tsuki. Pada hasil penelitian menyarankan untuk dapat memasukan latihan Pull Up dalam program latihan karate dan menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik agar atlet dapat berlatih secara efektif dan semangat ntuk berlatih.
Analisis Potensi Sport Tourism di Pantai Indah Kemangi Kendal
Nofarizqi Hanidar;
Maftukin Hudah;
Danang Aji Setyawan
STAND Vol 2 No 2 (2021): STAND : Journal Sports Teaching and Development
Publisher : UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/j-stand.v2i2.4576
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai potensi pariwisata khususnya sektor pariwisata olahraga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode yang dilakukan secara terus menerus dengan reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa potensi pariwisata olahraga yang dapat dikembangkan di Pantai Indah Kemangi antara lain seperti paralayang dan speed boat. Pantai Indah Kemangi memiliki banyak jenis wisata, dengan didukungnya fasilitas yang memadai, dan harga yang ekonomis. Namun, pantai ini juga memerlukan perawatan yang lebih karena seperti kebersihan, dan beberapa fasilitas tambahan perlu ditingkatkan. Pemanfaatan media informasi untuk sarana promosi sangat perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa adanya potensi pariwisata olahraga di Pantai Indah Kemangi. Saran kepada seluruh pelaku pariwisata untuk saling bekerja sama, membangun komunikasi dengan baik dan bertanggung jawab dalam setiap tugas dan wewenang. Perlunya evaluasi dan inovasi untuk bisa melahirkan ide-ide baru yang nantinya akan direalisasikan demi perkembangan dan kemajuan Pantai Indah Kemangi.
KETERAMPILAN GERAK DASAR ANAK USIA DINI PADA TAMAN KANAK-KANAK (TK) DI KOTA SURAKARTA
HUSNUL HADI;
IBNU FATKHU ROYANA;
DANANG AJI SETYAWAN
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 2 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.465 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan gerak dasar anak usia dini pada taman kanak-kanak. Gerak dasar adalah kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari yang meliputi gerak jalan, lari, lompat, lempar. Perkembangan pada anak usia dini mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, sosial emosional dan bahasa. Usia anak pada masa pertumbuhan merupakan fase fundamental yang akan menentukan kehidupannya dimasa datang. Oleh sebab itu, sebagai orang tua dan pendidik harus memahami perkembangan anak usia dini khususnya perkembangan fisik dan motorik. Penelitian dilakukan di TK Negeri Pembina dan TK Cita Nanda yang berada di Kota Surakarta. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling dengan jumlah 50 anak yang terbagi atas 27 anak di TK Negeri Pembina dan 23 anak di TK Cita Nanda. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 4 dan 11 Agustus 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes yang sesuai dengan gerak dasar anak usia dini. Tes yang digunakan adalah TGMD-2 (Test of Gross Motor Development). Berdasarkan tes yang dilakukan didapat hasil keterampilan gerak dasar anak atau motorik kasar anak sebagai berikut, nilai sangat tinggi ada 25 (dua puluh lima) anak dengan memperoleh skor >130. Anak dengan nilai tinggi ada 16 (enam belas) orang dengan memperoleh skor 121 - 130. Anak dengan nilai diatas rata-rata ada 6 (enam) orang dengan memperoleh skor 111 - 120. Anak dengan nilai rata-rata ada 3 (tiga) orang dengan memperoleh skor 90 – 110. Anak dengan nilai dibawah rata-rata, nilai rendah dan sangat rendah tidak ada.
MINAT SISWA DALAM EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA FUTSAL DI SMA N 1 PAMOTAN KABUPATEN REMBANG
MUHAMMAD MUSTHOFA;
AGUS WIYANTO;
DANANG AJI SETYAWAN
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (76.857 KB)
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMA N 1 Pamotan Kabupaten Rembang tahun ajaran 2018/2019 dan sampel 84 orang. Instrumen penelitian yang dipilih dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik angket atau kuesioner (questionnaires). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan perolehan skor pada masing-masing indikator, yang paling dominan adalah indikator perhatian siswa terhadap olahraga futsal. Indikator perhatian memperoleh persentase skor sebesar 80% dan masuk pada kriteria tinggi. Mayoritas siswa memperoleh skor dengan kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 41 anak dari 84 anak. Siswa berpendapat bahwa ekstrakurikuler futsal merupakan kegiatan yang menarik, siswa mempunyai perhatian yang tinggi terhadap kegiatan futsal sehingga tertarik untuk mengikuti ekstrakurikuler futsal yang ada di sekolah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah minat siswa kelas X dan XI SMA N 1 Pamotan terhadap ekstrakulikuler olahraga futsal memperoleh persentase skor sebesar 73,9% dengan rata-rata skor 155,2. Siswa dengan kriteria sangat tinggi sebanyak 21 anak, siswa dengan kriteria tinggi sebanyak 57 anak dan kriteria cukup sebanyak 6 anak. Adapun ditinjau dari masing-masing indikator minat siswa, indikator yang mendapat persentase tertinggi adalah indikator perhatian dengan persentase skor sebesar 80%. Pihak sekolah haruslebih mendukung kegiatan ekstrakurikuler futsal dengan menambah sarana dan prasarana olahraga futsal untuk lebih meningkatkan minat siswa mengikuti ekstrakurikuler futsal. Pembina atau guru yang mengampu ekstrakurikuler futsal di sekolah harus lebih aktif mencari informasi mengenai kompetisi futsal yang dapat diikuti siswa agar siswa lebih tertarik mengikuti ekstrakurikuler futsal di sekolah. Â
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN PERATURAN PERMAINAN FUTSAL (LAWS OF THE GAME) PADA PELATIH FUTSAL DI JAWA TENGAH
DANANG AJI SETYAWAN;
PANDU KRESNAPATI
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (65.461 KB)
Permainan futsal merupakan permainan yang sangat digemari di jawa tengah, akan tetapi dalam sebuah pertandingan futsal selalu dipimpin oleh para Pelatih yang professional di bidangnya. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan asumsi kurang berjalannya kompetisi futsal yang berada di Jawa Tengah dan belum diketahuinya Tingkat Pemahaman Pelatih Tentang Peraturan Permainan Futsal (Laws Of The Game) Pelatih Futsal di Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Instrumen yang telah tersusun tersebut dikonsultasikan kepada ahli, selanjutnya dilakukan untuk uji validitas dengan hasil 0,89 dan uji reliabilitas sebesar 0,762. Populasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah Pelatih Futsal yang berada di Jawa Tengah dengan jumlah 40 orang.Teknik analisis data yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peraturan permainan Futsal (Laws Of The Game) Pelatih Futsal di Jawa Tengah berada pada kategori kategori tinggi sebesar 85,2% (34 orang), kategori sedang sebesar 14,8% (6 orang) dan kategori rendah sebesar 0% (tidak ada).Mayoritas subjek penelitian memiliki pemahaman yang baik mengenai peraturan lapangan permainan disebabkan peraturan ini tidak memerlukan penalaran yang sulit dalam mengambil keputusan. Â
FAIR PLAY DALAM OLAHRAGA
Danang Aji Setyawan
Jendela Olahraga Vol 1, No 1 Juli (2016): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jo.v1i1 Juli.1097
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang etika fair play, agarpembaca mengetahui dan dapat menerapkan perilaku sportif dalam aktivitas olahraga.Olahraga adalah bentuk perilaku gerak manusia yang spesifik. Arah dan tujuan orangberolahraga, termasuk waktu dan lokasi kegiatan dilaksanakan sedemikian beragam sehinggasebagai bukti bahwa olahraga itu merupakan sebuah fenomena yang relavan dengan kehidupansosial olahraga juga ekspresi berkarya pada manusia. Fair play memiliki peranan penting dalamolahraga. Fair play merupakan sikap mental yang menunjukkan martabat ksatria pada olahraga.Nilai fair play melandasi pembentukan sikap, dan selanjutnya sikap menjadi landasan perilaku.Kesimpulan dari penelitian ini adalah olahraga dan etika fair play secara ontologi adalaholahraga merupakan kegiatan otot yang energik dan dalam kegiatan itu atlet memperagakankemampuan gerakannya (Perporma) dan kemauannya semaksimal mungkin yang dilakukandengan sikap mental dan moral serta nilai fair play melandasi pembentukan sikap dan selanjutnyasikap menjadi landasan perilaku.Olahraga dan etika fair play secara epistemologis adalah bentukkegiatan olahraga sesuai dengan motif dan tujuan utamanya yang dilandasi tindakan moraladalah prilaku yang tampak yang dinyatakan dan sejalan dengan sistem nilai yang dianut sebagaikonsep moral, suatu cetusan jiwa, fair play berisi penghargaan terhadap lawan serta hargadiri.Olahraga dan etika fair play kajian nilai (aksilogi) yang dipersoalkan adalah aspekpenerapan sesuatu ke dalam praktik yang berkaitan dengan masalah nilai. Nilai merupakanrujukan perilaku, sesuatu yang dianggap “ luhur” dan menjadi pedoman hidup manusia dalamkehidupan bermasyarakat. Olahraga itu sendiri pada hakikatnya bersifat netral, tetapimasyarakatlah yang kemudian membentuk kegiatannya dan memberi arti bagi kegiatan itu danmemanfaatkannya untuk tujuan tertentu. Penerapan etika fair play atau sportivitas sebagai nilaiinti dalam bidang olahraga.Mengingat pentingnya fair play, hendaknya pelaku olah ragamenanamkan fair play dalam melakukan aktivitas olahraga.Kata kunci : Etika, Fair Play, Olahraga