Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN DENGAN MINAT PASIEN DALAM PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN KESEHATAN PADA PRAKTEK DOKTER KELUARGA Merry Tiyas Anggraini; Afiana Rohmani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.798 KB)

Abstract

Latar belakang: Penyelenggaraan praktek dokter keluarga mempunyai peran yang strategis dalamreformasi pelayanan kesehatan pada tingkat primer, tujuannya adalah suatu bentuk pelayanankesehatan individu dan keluarga serta masyarakat yang bermutu namun terkendali biayanya. Indikatoruntuk menilai kualitas pelayanan kesehatan dokter keluarga adalah dengan melihat mutupenyelenggaraan pelayanan dokter keluarga itu sendiri. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungankepuasan pasien dengan minat pasien dalam pemanfaatan ulang pelayanan kesehatan pada praktekdokter keluarga di Klinik Sayung Husada. Metoda: Metode penelitian survei deskriptif denganmenggunakan kuesioner yang disebarkan kepada sampel terpilih dengan random sampling yangdilakukan di Klinik Sayung Husada, Sayung, Demak. Jumlah sampel 97 orang. Hasil: Dari hasil ujistatistik dengan menggunakan chi square didapat nilai X2=97,00 dengan p=0,00. P<0,05 artinyaterdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan pelayanan Dokter dengan kembali berkunjung keKlinik Dokter Keluarga, didapat nilai X2=34,412 dengan p=0,00. P<0,05 artinya terdapat hubunganyang bermakna antara kepuasan pelayanan tenaga paramedis dengan minat pasien kembaliberkunjung ke Klinik Dokter Keluarga, didapat nilai X2=0,491 dengan p=0,631. P>0,05 artinya tidakterdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan pelayanan tenaga administrasi dengan minatpasien kembali berkunjung pasien ke Klinik Dokter Keluarga, didapat nilai X2=7,741 denganp=0,014. P<0,05 artinya terdapat hubungan yang bermakna antara kepuasan pelayanan sarana danprasarana penunjang dengan minat pasien kembali berkunjung ke Klinik Dokter Keluarga.Simpulan: Sebagian besar responden menyatakan puas terhadap pelayanan Dokter dan pelayanantenaga paramedis, sebagian besar responden menyatakan tidak puas terhadap pelayanan saranapenunjang dan pelayanan administrasi, sebagian besar responden menyatakan berminat untuk berobatkembali ke Klinik Sayung Husada saat mereka merasakan sakit lagi.
HUBUNGAN ANTARA USIA SAAT TIMBULNYA MENARCHE DENGAN USIA SAAT TERJADINYA MENOPAUSE WANITA DI KECAMATAN KARTASURA Merry Tiyas Anggraini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2008: CONTINUING MEDICAL AND HEALTH EDUCATION (CMHE) | Peran Biomolekuler dalam Penegakan Diagnosis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.579 KB)

Abstract

Latar Belakang : Menarche adalah saat terjadinya perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita. Menopause adalah perdarahan uterus yang terakhir yang masih dikendalikan oleh fungsi ovarium dan berarti akhir dari masa reproduksi. Menopause diduga ada hubungannya dengan menarche.Tujuan : untuk mengetahui adanya hubungan antara usia saat timbulnyamenarche dengan usia saat terjadinya menopause pada wanita di Kecamatan Kartasura.Metoda : Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi analitik dengan pendekatan studi cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari 2001. Subyek penelitian ini adalah wanita yang sudah mengalami menopause serta lahir dan bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Kartasura. Jumlah sampel 60 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif random sampling. Kemudian untuk menentukan hubungan antara usia menarche dengan usia menopause digunakan teknik korelasi product moment dari Pearson.Hasil : Hasil penelitian didapatkan rata-rata usia menarche wanita diKecamatan Kartasura adalah 14,32 ± 0,07 tahun dan rata-rata mengalamimenopause pada usia 49,70 ± 0,87 tahun.Kesimpulan : Setelah dianalisis dengan teknik korelasi product moment dari Pearson didapatkan r hitung = 0,037 sedangkan r table 0,05 = 0,254. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara usia saat timbulnya menarche dengan usia saat terjadinya menopause pada wanita di Kecamatan Kartasura.Kata Kunci : usia menarche, usia menopause.
THE RELATIONSHIP BETWEEN MENTAL WORKLOAD WITH WORK STRESS ON HOSPITAL NURSES Mella Anyndya Hernata; Merry Tiyas Anggraini; M. Riza Setiawan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Proceeding International Seminar of Occupational Health and Medical Sciences (I-SOCMED) 2017 “
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.266 KB)

Abstract

During their work, nurses have a  mental overload. A nurse should have good communication to care the patient who has differentiated behavior and health condition. A bad communication between nurse and patient result in work stress to the nurse that potential lead to human error. This study aims to know the correlation between mental workload and work stress on hospital nurses. This study was an analytical observational study with a cross sectional approach, data was obtained in October-November 2016. The instruments used NASA-TLX questionnaire to measure mental workload and HRV uBioClip v70 to measure stress. Data was analyzed by Fisher‟s-Exact correlation test both univariately and bivariately. A total sample of 32 nurses who worked in hospital of Muhammadiyah Gubug. Bivariate analysis showed that from 14 nurses who had under load-optimal load, 8 (57,1%) of them are suffered to work stress.Whereas from 14 nurses who had over load, all of them (100%) are suffered to job stress. Statistical analysis showed a correlation between mental workload and job stress in nurses at hospital of Muhammadiyah Gubug (p=0,003).  The results proved that mental workload has a significant correlation with job stress.   Key words: Mental workload, work stress, nurse
PEMAKAIAN ANTIBIOTIK PADA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE ANAK DI RUMAH SAKIT ROEMANI SEMARANG TAHUN 2010 Afiana Rohmani; Merry Tiyas Anggraini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DBD merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus , sehingga pemberian antibiotikdalam pengobatan DBD tidak diperlukan kecuali jika terdapat komplikasi infeksi sekunder yangdisebabkan oleh bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi pemberian antibiotikpada penetalaksanaan DBD anak.Penelitian ini bersifat retrospektif diskriptif analitik, dilakukan di RS Roemani Semarang.Responden yang diambil adalah pasien anak dengan diagnosis akhir DBD di RS Roemani diSemarang periode Januari- Desembner 2010. Data penelitian merupakan data sekunder yaitu daricatatan rekam medis .Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian antibiotik pada penderita DBD anak masihcukup besar. Dari jumlah sampel 84 anak penderita DBD, sebanyak 74 anak ( 88,10%)tanpa mengalami komplikasi infeksi sekunder. Penderita DBD tanpa komplikasi infeksi sekunderlebih banyak diberikan pengobatan antibiotik yaitu sebesar 93,3%. Pemberian antibiotik palingbanyak adalah golongan cefalosporin yaitu cefadroxil sebesar 33,3% dan cefotaxim sebesar 25,0%dengan lama pemberian berkisar 4 – 6 hari. Pemberian antibiotik paling banyak hanya diberikan 1jenis obat sebesar 54,7% dan pemberian dengan 2 jenis obat sebesar 39,7%.
EVALUASI PERILAKU PENGOBATAN SENDIRI TERHADAP PENCAPAIAN PROGRAM INDONESIA SEHAT 2010 Maya Dian Rakhmawatie; Merry Tiyas Anggraini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.386 KB)

Abstract

Latar belakang : Salah satu indikator tercapainya Indonesia Sehat 2010 adalah tercapainya Program Pembangunan Kesehatan. Salah satu upaya agar derajat kesehatan masyarakat lebih optimal adalah pengobatan sendiri. Pengobatan sendiri hanya boleh menggunakan obat yang termasuk golongan obat bebas dan obat bebas terbatas sesuai dengan keterangan yang tercantum pada kemasannya. Tujuan penelitian : Mengevaluasi perilaku pengobatan sendiri yang dilakukan oleh masyarakat. Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah perilaku pengobatan sendiri oleh masyarakat sudah rasional atau masih irasional. Metoda: Metode penelitian survei deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada sampel terpilih dengan multistage random sampling yang dilakukan di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Jumlah sampel 97 terbagi ke dalam lima kelurahan yang kemudian dari masing-masing kelurahan diambil sampel secara proporsional sesuai dengan jumlah penduduk. Hasil : Rata-rata angka kerasionalan penggunaan obat belum maksimal. Angka rasionalitas pengobatan masing-masing keluhan antara lain; penggunaan obat demam 76,3%; obat nyeri  43,3%; obat batuk kering dan berdahak 13,4%; obat pilek 32,0%; obat flu 93,8%; obat sesak nafas 14,4%; obat maag 70,1%; obat diare 85,6%; obat konstipasi 61,9%, obat jamur 50,5%, obat bisul 38,1%, obat haemoroid 36,1%. Dari hasil penelitian hanya 76,3% masyarakat yang menyatakan pergi ke dokter jika dalam dua hari gejala tidak membaik. Simpulan : Dilihat dari kerasionalitasan penggunaan obat, ternyata hasilnya belum memuaskan.Kata kunci : Pengobatan sendiri, Indonesia Sehat
EVALUASI PERILAKU PENGOBATAN SENDIRI TERHADAP PENCAPAIAN PROGRAM INDONESIA SEHAT 2010 Maya Dian Rakhmawatie; Merry Tiyas Anggraini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.386 KB)

Abstract

Latar belakang : Salah satu indikator tercapainya Indonesia Sehat 2010 adalah tercapainya ProgramPembangunan Kesehatan. Salah satu upaya agar derajat kesehatan masyarakat lebih optimal adalahpengobatan sendiri. Pengobatan sendiri hanya boleh menggunakan obat yang termasuk golongan obatbebas dan obat bebas terbatas sesuai dengan keterangan yang tercantum pada kemasannya. Tujuanpenelitian : Mengevaluasi perilaku pengobatan sendiri yang dilakukan oleh masyarakat. Evaluasidilakukan untuk melihat apakah perilaku pengobatan sendiri oleh masyarakat sudah rasional atau masihirasional. Metoda: Metode penelitian survei deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebarkankepada sampel terpilih dengan multistage random sampling yang dilakukan di Kecamatan Tembalang,Kota Semarang. Jumlah sampel 97 terbagi ke dalam lima kelurahan yang kemudian dari masing-masingkelurahan diambil sampel secara proporsional sesuai dengan jumlah penduduk. Hasil : Rata-rata angkakerasionalan penggunaan obat belum maksimal. Angka rasionalitas pengobatan masing-masing keluhanantara lain; penggunaan obat demam 76,3%; obat nyeri 43,3%; obat batuk kering dan berdahak 13,4%;obat pilek 32,0%; obat flu 93,8%; obat sesak nafas 14,4%; obat maag 70,1%; obat diare 85,6%; obatkonstipasi 61,9%, obat jamur 50,5%, obat bisul 38,1%, obat haemoroid 36,1%. Dari hasil penelitianhanya 76,3% masyarakat yang menyatakan pergi ke dokter jika dalam dua hari gejala tidak membaik.Simpulan : Dilihat dari kerasionalitasan penggunaan obat, ternyata hasilnya belum memuaskan.Kata kunci : Pengobatan sendiri, Indonesia Sehat
THE INFLUENCE OF WORKING POSITIONS, WORKING PERIOD, AND DURATION OF WORK IN LOW BACK PAIN INSIDENCE AMONG PACKING WORKERS PT PHAPROS Tbk M. Riza Setiawan; Merry Tiyas Anggraini; Millati Rahmatika
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Proceeding International Seminar of Occupational Health and Medical Sciences (I-SOCMED) 2017 “
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.515 KB)

Abstract

Low Back Pain (LBP) is a phenomenon that is often complained of the elderly, but it was likely experienced by the young. This phenomenon is common in every job, especially the industrial workers are still using manpower in terms of handling the material. The transfer of material manually is not done ergonomically will cause accidents. Position work is continuous static and can cause health problems such as LBP is capable of interfering with work productivity. The purposes of this study is to identify theinfluence between working positions, working period, and  duration of work in low back pain incidence on packing workers PT PHAPROS Tbk. Semarang in 2016. This study was an observational study with cross sectional analytic analyzed with Chi square correlation test and Spearman correlation which includes univariate and bivariate analysis. The number of  samples with random sampling techniqueswere 100 packing workers PT. Phapros Tbk Semarang in August-October, 2016. Most of workers complained of moderate pain (42%). The results of the bivariate analysis showed that the position of the work-related complaints LBP (p = 0.000). There was a significant correlation between working period with complaints of LBP (p = 0.000), and there was a significant correlation between the duration of workwith complaints of LBP (p = 0.000). The results indicate that the significant correlation between the working position, working period, and duration of work with the complaint LBP. Working position is the most influence variable on the incidence of LBP. The importance of maintaining the position of the work, as well as effectively manage their work time so as to minimize the occurrence of LBP pain.  Keywords: working position, working period, duration of work, Low Back Pain