Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Development of a Sensor-Based Flood Early Warning System with SMS Notification in Urban River Restoration Contexts Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama; Decky Cipta Indrashwara; Dewa Ayu Nym Nelly Suryaningrat A
Jurnal Ilmiah Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Teknik
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/juit.v5i1.1351

Abstract

Urban river restoration areas that function as public spaces and tourism destinations are increasingly exposed to flood risks due to changing hydrological conditions, urbanization, and limited early warning mechanisms. Objective: This study aims to design and implement an automatic flood early warning system based on water level sensors and SMS notifications in the Tukad Tagtag river restoration area, Denpasar, in order to improve flood risk mitigation and public safety. Methodology: This research employs a qualitative applied approach using the Action Research method, which integrates planning, action, observation, and reflection. Data were collected through field observation, system testing, stakeholder consultation, and document analysis. The analysis was conducted using a descriptive and iterative evaluation approach to assess system performance and improvement. Findings: The system successfully detects water level changes in real time, triggers threshold-based alerts, and delivers SMS notifications effectively. System performance improved after iterative adjustments, particularly in sensor positioning and microcontroller configuration, resulting in enhanced stability and reduced false warnings. Implications: The study demonstrates that simple and accessible technology can support effective flood risk mitigation. The system can be applied by local governments and river managers to enhance preparedness, response time, and safety in urban river environments. Originality: This research contributes a practical model by integrating sensor-based detection, real-time processing, and SMS communication within a river restoration tourism context using an iterative Action Research approach.
Implementasi Kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Untuk Mengendalikan Alih Fungsi Lahan di Kota Denpasar Katarina Maria Gelu Unaraja; Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama; Ni Wayan Widhiasthini; Dewa Ayu Putu Adhiya Garini Putri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20681

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan meningkatnya konversi lahan pertanian di kota Denpasar terutama di Subak Sembung yang menyebabkan luas sawah menurun dan mengancam ketahanan pangan. Kebijakan Lahan Pertanian untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan (LP2B) dirancang untuk mengatur konversi lahan namun masih ada beberapa masalah yang menghalangi pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan LP2B dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambatnya. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan mengandalkan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis dilakukan menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975), yang menggunakan enam indikator sebagai alat ukur. Studi ini menunjukkan bahwa kebijakan LP2B di Kota Denpasar belum diimplementasikan secara efektif. Hal ini terutama berkaitan dengan komunikasi antar organisasi, masalah sumber daya, dan tekanan sosial-ekonomi dan lingkungan yang menyebabkan konversi lahan. Kurangnya sumber daya, pengawasan yang lemah, dan rendahnya partisipasi masyarakat merupakan beberapa faktor yang menghambat implementasi kebijakan LP2B. Selain itu juga terdapat faktor pendukung seperti regulasi yang jelas dan komitmen pemerintah mendukungnya. Studi ini menemukan bahwa untuk meningkatkan efektivitas kebijakan LP2B dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian, koordinasi yang lebih baik, peningkatan sumber daya, dan penegakan peraturan yang konsisten sangat penting.
HUBUNGAN JARAK JAUH PASANGAN ANTAR KOTA DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI INTERPERSONAL BERDASARKAN TEORI PENGURANGAN KETIDAKPASTIAN Virgiana Tuntama; Melati Budi Srikandi; Putu Riana Artyanti Putri; Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama
Berajah Journal Vol. 6 No. 4 (2026): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v6i4.684

Abstract

This study examines how interpersonal communication patterns among couples in long-distance intercity relationships play a role in managing uncertainty and maintaining relationship quality. The phenomenon of long-distance relationships has increasingly emerged, particularly among young adults, due to high mobility and limited opportunities for face-to-face meetings, making digital communication the primary medium of interaction. This study aims to analyze the forms of uncertainty and the communication strategies used by couples to reduce uncertainty based on Uncertainty Reduction Theory, which includes behavioral uncertainty, cognitive uncertainty, and relational uncertainty. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving couples aged 19–25 years in Bali Province who were engaged in intercity long-distance relationships. Data analysis was conducted interactively following the Miles and Huberman model. The findings reveal that the three forms of uncertainty emerged simultaneously and were interconnected, influenced by communication intensity, openness, and consistency of interaction. Couples utilized various digital media platforms to maintain adaptive and open communication. These communication patterns contributed to reducing uncertainty, building trust, and strengthening commitment despite the limitations of physical meetings and geographical distance. The study also highlights the importance of interpersonal communication as a primary mechanism for creating emotional security and maintaining the stability of intercity long-distance relationships. These findings have implications for the development of effective communication strategies to support the sustainability of intercity long-distance relationships in the digital era.
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Aset Berbasis QR Code dengan Pendekatan Agile Scrum I Gede Khrisna Paramartha; Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama
Jurnal Publikasi Teknik Informatika Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Publikasi Teknik Informatika
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupti.v5i3.8082

Abstract

The high complexity of asset management in the inflight catering industry, with diverse physical assets spread across various work areas, makes manual recording methods prone to data errors, inaccuracies, and an inability to track asset conditions and locations in real-time. This study aims to design and implement a QR Code-based Asset Management Information System at PT. Aerofood ACS Bali. The development used an integrated approach combining Business Process Improvement (BPI) for process analysis, Agile Scrum as an iterative development framework, and User-Centered Design (UCD) to ensure usability. The system was built using a full-stack JavaScript architecture: React.js on the front-end, Node.js/Express.js on the back-end, and MySQL as the database. Evaluation was conducted through a Before-After Analysis to measure inventory time, asset data accuracy, and user acceptance using the System Usability Scale (SUS). The results show that the system successfully reduced inventory time by 72.5%, increased data accuracy from 72.4% to 98.6%, and achieved a SUS score of 78.5, which is categorized as 'Good'. The study concludes that the integrated BPI-Agile-UCD approach is effective in developing a QR Code-based asset management system that is functional, efficient, and acceptable to users in a medium-sized enterprise context.
Tempat Pembuangan Sementara di Desa Wisata Aan, Kabupaten Klungkung I Nyoman Indra Kumara; I Gede Fery Surya Tapa; Decky Cipta Indrashwara; Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama
Bhakti Persada Vol. 9 No. 2 (2023): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v9i2.81-87

Abstract

Sampah adalah benda yang nilai kegunaannya sudah habis karena aktivitas manusia, hewan, atau peristiwa alami. Apabila tidak dikelola dengan baik, maka sampah dapat menjadi sumber masalah. Pada saat ini, masalah pengelolaan sampah terjadi pada Objek Wisata Aan Secret Waterfall yang terletak di Desa Aan, Kabupaten Klungkung. Desa Aan adalah saat ini sedang berkembang menjadi desa destinasi wisata kelas internasional. Namun, dalam perkembangannya desa ini masih tertinggal dalam pengelolaan sampah. Pengadaan Tempat Pembuangan Sementara Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dipilih menjadi alternatif pengelolaan sampah di Desa Aan. Metode penentuan alternatif pengelolaan sampah menggunakan data primer seperti wawancara dengan perangkat desa dan observasi lang-sung di lapangan. Data sekunder juga digunakan seperti melakukan studi literatur. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bagaimana sistem pengelolaan sampah dengan yang benar dalam TPS 3R di kawasan Objek Wisata Aan Secret Waterfall dan memberikan pendampingan kepada masyarakat hingga mem-iliki desain gambar perencanaan TPS 3R yang sesuai dengan SNI 19-2454-2002 dan Kementerian PU 2013. Sehingga dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan kemampuan dan kemandirian kepada masyarakat un-tuk mulai menjaga dan merawat kebersihan kawasan Objek Wisata Aan Secret Waterfall dan mengurangi timbunan sampah dengan menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu.