Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analysis of the application of value engineering in the building construction project of State Elementary School 1 Padang Sambian Ronaldi Matung; I Nyoman Indra Kumara; Decky Cipta Indrashwara; Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 3 (2026): March 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i3.1258

Abstract

Cost efficiency is an important aspect of project planning. One common approach to increasing cost efficiency is value engineering. This study applies Value Engineering to the Padang Sambian 1 Public Elementary School Building Construction Project with a total planned budget of IDR. 10,019,488,000.00. The analysis was conducted using the Dell'Isola method, which consists of four stages: information, creative, analytical, and recommendation. Based on the results of the study, the items carried out by Value Engineering include concrete work items on floors 1, 2, 3 and the roof, wooden plank truss work and roof tiles (roof work), door window hanging and locking work on floors 1, 2, and 3, masonry and plastering work (wall work) on floors 1, 2, and 3, paving block installation, ceramic floor and wall installation on floors 1, 2, and 3, and ceiling work on floor 3. The cost efficiency obtained using the Dell’Isola theory value engineering method is IDR. 224,566,091.39 or 2.24% of the total project cost with details of savings of IDR. 69,226,207.23 on concrete work on floors 1, 2, 3, and roof, IDR. 58,015,626.87 on truss work, wooden planks and roof tiles (roof work), IDR. 6,890,888.88 on door and window hanging and locking work on floors 1, 2, and 3, IDR. 1,160,097.63 on masonry and plastering work (wall work) on floors 1, 2, and 3, IDR. 48,561,507.2 on paving block masonry, IDR. 18,528,260.2 on ceramic floor and wall masonry on floors 1, 2, and 3, and IDR. 22,183,503.3 on the 3rd floor ceiling work. The benefits of applying value engineering are that it can reduce project costs without reducing the function, quality, and performance of the building, while providing a more efficient technical basis for decision-making at the planning and construction implementation stages.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Di Desa Manikliyu, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama; Ni Putu Likayuni Viona; Keny Fransisca Librantia
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i2.1030

Abstract

Limbah dan sampah merupakan masalah yang dihadapi oleh berbagai sektor, mulai dari perkotaan bahkan pedesaan. Permasalahan sampah tersebut juga dihadapi di salah satu desa di Bali yaitu Desa Manikliyu. Limbah dan sampah yang tidak dikelola dengan baik merupakan salah satu hal yang menjadi tantangan pemerintah Desa Manikliyu. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengelola limbah dan sampah tersebut seperti mengubahnya menjadi energi listrik. Beberapa cara untuk mengelola limbah dan sampah menjadi energi listrik dapat dilaksanakan dengan konversi thermal dan teknologi Waste To Energy (WTE). Kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Tim PKM Dosen Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Pendidikan Nasional bertujuan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Desa Manikliyu tentang solusi dari permasalahan sampah yaitu dengan mengelola limbah dan sampah menjadi energi listrik dengan menggunakan konversi thermal maupun WTE. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan materi mengenai penerapan pengelolaan limbah dan sampah menjadi energi listrik, serta disajikan contoh - contoh hasil penerapan di berbagai daerah yang telah melaksanakan pengelolaan limbah dan sampah tersebut. Sosialisai diberikan kepada perangkat desa, STT (Sekaa Teruna Teruni), ibu – ibu yang tergabung dalam PKK Desa Manikliyu, serta masyarakat undangan. Melalui kegiatan pengabdian dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat desa, manfaat yang diperoleh dapat dilakukan penyamaan persepsi dan tujuan untuk mengelola sampah di Desa Manikliyu sehingga nantinya masyarakat desa dapat secara aktif berperan untuk mengelola limbah dan sampah yang ada di desa mereka.