Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Too Connected to Feel Well? Student Engagement as a Moderator of Online Vigilance and Well-Being Ratna Dyah Suryaratri; Deasyanti Deasyanti; Lussy Dwiutami Wahyuni
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i2.727

Abstract

Background: The digital age has fostered the manifestation of online vigilance. Objective: Based on this, the present study seeks to analyze how online vigilance influences the psychological well-being (PWB) of Indonesian students and the influence of student engagement on the relationship between online vigilance and PWB. Methods: This study employed a sample of 504 active undergraduate students in Greater Jakarta as the primary sample population. Prior to the main data collection, instrument adaptation was conducted with 104 pilot participants to assess item clarity and preliminary psychometric properties. Three adapted instruments were used: OVS (Online Vigilance Scale), SES (Student Engagement Scale), and PWB-PERMA (Positive Emotion, Engagement, Relationships, Meaning, Accomplishment). Results: The results indicated that high online vigilance (M = 3.45, β = −0.382, p < 0.001) served as a significant negative predictor of well-being, whereas student engagement was a significant positive predictor of well-being (β = 0.493, p < 0.001). The interaction effect was not significant (β = 0.012, p = 0.118), but simple slope analysis suggested a trend whereby the negative effect of online vigilance was attenuated among students who were highly engaged. Results further indicated that online vigilance was a risk factor, whereas student engagement was a protective factor. Available online 11 October 2023. Conclusion: The protective trend pointed to the need to increase youth literacy on academic engagement to maintain well-being in the digital age.
Dibalik Di Balik Prestasi Atlet Penyandang Disabilitas Mental, SOIna DKI Jakarta Menjelajahi Pola Pengasuhan Orang Tua Atlet. Lili Purwaningsih; Deasyanti Deasyanti; Juriana Juriana; Gumgum Gumelar
Jurnal Sporta Saintika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Sporta Saintika Edisi Maret 2026
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parenting plays a crucial role in influencing the sports participation of athletes with intellectual disabilities. Special Olympics Indonesia (SOIna) is an organization that fosters and develops the sporting potential of individuals with intellectual disabilities in Indonesia. This study aims to identify the parenting styles of athletes' parents in various sports under the auspices of SOIna. The method used was descriptive quantitative, involving 182 parents from various sports. Data collection was conducted using the PSDQ-SF questionnaire, which measures three dimensions of parenting: democratic, authoritarian, and permissive. Validity test results showed a range of values ​​​​of 0.152–0.681, while Cronbach's Alpha reliability showed a high value for democratic parenting (0.850), followed by authoritarian (0.738) and permissive (0.466). Data analysis was conducted using descriptive univariate analysis to determine the distribution of dominant parenting styles. The results showed that the majority of parents used democratic parenting (98%), while only 2% used permissive parenting, and none used authoritarian parenting. These findings indicate that a democratic approach is the primary choice in supporting the development and sports participation of athletes with intellectual disabilities, and is an important reference for the development of coaching programs and further research.
PSIKOEDUKASI KESADARAN KESEHATAN MENTAL: UPAYA PREVENTIF & PROMOTIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH Deasyanti; Ade Siti Mariyam; Dewinta Arianti; Kahfi Hizbullah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health awareness is a crucial element in creating a school environment that supports the well-being of school members. A psychoeducational program on mental health was implemented for teachers and educational staff at a junior high school in Jakarta. The program aimed to strengthen teachers and educational staffs with fundamental knowledge of mental health, enabling them to conduct early identification of potential psychological problems, reduce stigma, and encourage professional help-seeking behaviour. Post-test findings demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge of basic mental health. Furthermore, through practical exercises, participants gain hands-on skills in providing initial support to others experiencing mental health issues. Strengthening collective mental health awareness is expected to foster a healthy, inclusive, and supportive school climate. Abstrak Kesadaran kesehatan mental merupakan aspek yang penting dalam mengembangkan lingkungan sekolah yang peduli terhadap kesejahteraan mental semua warga sekolah. Program psikoedukasi kesehatan mental diberikan kepada sejumlah guru dan tenaga kependidikan di salah satu SMP di Jakarta. Psikoedukasi ini bertujuan agar guru dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman dasar tentang kesehatan mental sehingga mampu melakukan deteksi dini masalah mental, mengurangi stigma, serta dapat mendorong individu untuk mencari bantuan profesional. Hasil intervensi psikoedukasi terbukti dari peningkatan skor post-test tentang pengetahuan dasar kesehatan mental. Selain itu, melalui latihan praktis, peserta memiliki keterampilan dalam memberikan dukungan awal terhadap orang lain yang sedang mengalami masalah mental. Dengan peningkatan kesadaran kesehatan mental secara kolektif diharapkan dapat tercipta iklim sekolah yang sehat, inklusif, dan suportif.
Pemberdayaan Generasi Z Dalam Perencanaan Karier Melalui Percakapan Sosial Partisipatif: Pengalaman Pengabdian Masyarakat di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Adi Fahrudin; Evi Febriani; Deasyanti Deasyanti; Rini Hartini Rinda Andayani; Ida Hindarsah; Heri Erlangga; Nurul Hudani Binti Md. Nawi; Lailawati Bte Madlan Endalan; Norhamidah Binti Jarimal Safri; Hon Kai Yee
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (April- Juni 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i2.2192

Abstract

Perencanaan karier dan pemilihan program studi merupakan salah satu tugas perkembangan paling penting yang dihadapi oleh siswa Generasi Z. Perubahan teknologi yang pesat, perluasan informasi digital, dan pengaruh media sosial yang semakin besar telah menciptakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tantangan yang kompleks bagi remaja dalam membuat keputusan pendidikan dan karier yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat perencanaan karier, identifikasi potensi diri, dan pilihan program studi di kalangan siswa Generasi Z melalui pendekatan percakapan sosial yang sangat partisipatif dan berbasis dialog. Intervensi dilakukan di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia, yang melibatkan 30 siswa dan 8 fasilitator ahli selama sesi multi-tahap yang mendalam selama 120 menit. Implementasi operasional terdiri dari empat tahapan perkembangan terstruktur: pembukaan dan pemecah kebekuan, distribusi tema kelompok kecil, percakapan sosial inti, dan penutupan berbasis refleksi. Data empiris dikumpulkan menggunakan instrumen kualitatif, termasuk observasi partisipan terstruktur, catatan lapangan fasilitator yang komprehensif, dan catatan refleksi lisan dari peserta didik. Analisis kualitatif deskriptif mengungkapkan bahwa siswa secara aktif dan kritis terlibat dalam diskusi mengenai aspirasi profesional masa depan, pemetaan potensi diri, kompetensi literasi digital, pengaruh psikologis media sosial, dan hubungan interpersonal. Metode percakapan sosial menciptakan lingkungan belajar yang aman secara psikologis, non-hierarkis, dan egaliter yang berhasil mendorong refleksi kolaboratif, pembelajaran antar teman sebaya, dan eksplorasi karier yang komprehensif. Temuan secara meyakinkan menunjukkan bahwa pendekatan percakapan interaktif dan partisipatif sangat efektif dalam membantu siswa Generasi Z mengartikulasikan tujuan karier yang konkret, mengevaluasi alternatif program studi yang kompleks, menilai secara kritis informasi yang diperoleh melalui saluran media sosial, dan mengembangkan kepercayaan diri yang jauh lebih besar dalam merencanakan masa depan profesional mereka. Aktivitas ini menyoroti relevansi mendalam dari percakapan sosial sebagai strategi keterlibatan komunitas modern untuk mendukung pengembangan karier dan kesejahteraan psikologis kaum muda dalam konteks digital kontemporer.