Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan dukungan edukatif bagi pengembangan karakter dan kesadaran generasi muda di Desa Panu’ut melalui program edukasi anti-bullying, pengelolaan sampah, dan pencegahan pernikahan dini. Kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Panu’ut dengan sasaran generasi muda pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Permasalahan yang menjadi perhatian meliputi perilaku bullying di lingkungan peserta didik, pemahaman mengenai pengelolaan sampah, serta pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini dan pentingnya keberlanjutan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan refleksi. Edukasi anti-bullying dan pengelolaan sampah diberikan kepada 90 peserta didik SDN Panu’ut 1, sedangkan edukasi pencegahan pernikahan dini diberikan kepada 30 peserta didik SMPN 4 Murung Satu Atap. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui tanya jawab dan refleksi untuk melihat respons serta pemahaman awal peserta terhadap materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya partisipasi aktif peserta yang terlihat melalui pertanyaan, tanggapan, dan refleksi selama proses edukasi. Peserta menunjukkan pemahaman awal mengenai bentuk dan pencegahan bullying, pentingnya menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah, serta risiko pernikahan dini dan pentingnya pendidikan untuk masa depan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan edukatif bagi pengembangan karakter dan kesadaran generasi muda di Desa Panu’ut serta berkontribusi terhadap SDG 4, SDG 5, SDG 12, dan SDG 16. Namun, kegiatan ini belum dapat menunjukkan peningkatan pengetahuan, perubahan karakter, atau perubahan perilaku secara kuantitatif maupun jangka panjang karena tidak dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan. Anti-Bullying Education, Waste Management, and Early Marriage Prevention for the Younger Generation in Panu’ut Village This community service activity aimed to provide educational support for character and awareness development among the younger generation in Panu’ut Village through educational programs on anti-bullying, waste management, and early marriage prevention. The activity was conducted as part of the Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) in Panu’ut Village, targeting young people at the elementary and junior secondary school levels. The issues addressed included bullying among students, understanding of waste management, as well as adolescents’ understanding of the risks of early marriage and the importance of continuing education. The activity employed an educational-participatory approach through material delivery, discussions, question-and-answer sessions, and reflection. Anti-bullying and waste management education was provided to 90 students at SDN Panu’ut 1, while early marriage prevention education was provided to 30 students at SMPN 4 Murung Satu Atap. The activity was evaluated through question-and-answer sessions and reflection to assess participants’ responses and initial understanding of the materials presented. The results indicated active participant involvement, as demonstrated through questions, responses, and reflections during the educational sessions. Participants demonstrated an initial understanding of the forms and prevention of bullying, the importance of maintaining cleanliness and managing waste, as well as the risks of early marriage and the importance of education for their future. These findings indicate that the activity can serve as a form of educational support for character and awareness development among the younger generation in Panu’ut Village and contribute to SDG 4, SDG 5, SDG 12, and SDG 16. However, the activity cannot demonstrate quantitative or long-term improvements in knowledge, character, or behavior because no pre- and post-activity measurements were conducted.