Articles
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN JASA FOTOGRAFI
Yanuar Ilham;
Nugraha Sugiarta;
Oky Mauludya Sudradjat
ArtComm Vol 4 No 2 (2021): Artcomm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (569.7 KB)
|
DOI: 10.37278/artcomm.v4i2.431
This research is titled Marketing Communication Strategy Photography services (case study of Personal Selling communication Model in maintaining the Wedding photography product line in Pixto Creative Studio in Bandung). This research explains the personal selling communication strategy and the competing strategy of photography services at Pixto Creative as part of the Integrated marketing communication mix and the service marketing mix that will be used as a reference for Pixto Creative to enhance communication tools to promote potential customers. The purpose of this research is to know the steps of personal selling communication, to know the advantages and disadvantages of personal selling communication, to know the steps to develop a competitive strategy of services, to know the marketing mix of services, and to know the main factors in maintaining the wedding photography product line of Pixto Creative. The research uses qualitative research methods with a case study approach, paradigm Research is constructivism where the personal selling communication done by Pixto Creative is the result of construction built by Pixto Creative so consumers will naturally receive such communications as part of reality. The data collection techniques in this study are documentation, interviews, and observations. The results of this research are the personal selling Pixto Creative steps include finding potential customers (prospecting) and qualifying, Pre-approach, presentations and demonstrations,
Balutan Budaya Jawa Pada Komunikasi Politik Ken Arok Dalam Novel Sejarah Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Orde Baru
Nugraha Sugiarta;
Yanuar Ilham;
Anggita Lestari
ArtComm Vol 5 No 1 (2022): Artcomm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.309 KB)
|
DOI: 10.37278/artcomm.v5i1.481
Penelitian ini mengindikasikan terdapat tiga fase utama yang mewarnai perjalanan Arok di dalam upayanya untuk merebut tampuk kekuasaan. Fase yang pertama cenderung menggunakan kekerasan fisik untuk mencapai tujuannya, sedangkan kedua fase lainnya lebih menonjolkan kekuatan diplomasi sebagai alat pencapai tujuan. Pemarapan fase-fase tersebut oleh Pram tidak lain adalah untuk memberikan gambaran tentang sosok ideal pemimpin yang diterjemahkannya ke dalam sosok Arok. Selain itu, melalui jaring-jaring sejarah yang dimunculkan kembali dalam bentuk fiksi, Pram memperlihatkan bentuk protesnya terhadap rezim Orde Baru, sebuah rezim yang menurutnya sungguh keropos dan hanya memasang bom waktu di dalam tubuhnya sendiri dalam rangka kepentingannya untuk melanggengkan kekuasaan.
Studi Dramaturgi dalam Presentasi Diri Dalang Gejul Pada Program Acara Wayang Golek Si Cepot Show SMTV
Yanuar Ilham;
Dina Atila Fazriah;
Hanafi Hanafi;
Anggita Lestari;
Nugraha Sugiarta
ArtComm Vol 6 No 2 (2023): ArtComm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37278/artcomm.v6i2.719
Presentasi diri menjadi suatu tindakan yang dilakukan setiap individu dalam memilih perilaku mana yang dapat ditampilkan di lingkungan tertentu agar terbentuk kesan yang ingin dicapai oleh individu. Dalang wayang golek di SMTV Sumedang tentunya melakukan presentasi diri dalam pertunjukannya, termasuk Dalang Wayang Golek Ki Andrian Syaputra atau biasa dikenal dengan Dalang Gejul. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui panggung depan dan realitasnya di belakang panggung dalang serta tanggapan dari budayawan dan penonton pada presentasi diri dalang. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi dramaturgi Erving Goffman. Perolehan data penelitian ini didapatkan dari hasil observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan Teknik keabsahan data yaitu Triangulasi sumber. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pada panggung depan dalang Ki Andrian memainkan perannya sebagai seorang dalang dengan pakaian yang dikenakan menggunakan baju adat sunda, totopong dan menggunakan makeup yang natural, selain itu karakter yang ditunjukan humoris, dan lucu. Pada panggung belakang cenderung menampilkan jati dirinya sesuai dengan realitas di kehidupan nyata yakni penampilan yang sederhana dan memiliki sifat yang humoris, namun mudah tersentuh atau perasa dan tidak bisa mengontrol emosinya ketika marah. Tanggapan penonton dan budayawan mengenai presentasi diri dalang Ki Andrian telah memenuhi karakteristik dalang yang mengacu kepada mengikuti peraturan perdalangan. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwa dalang Ki Andrian melakukan presentasi diri pada panggung depan dan panggung belakang sehingga ditemukan perbedaan dari penampilan dan perilaku dalang di setiap panggungnya.
Dramaturgi Performance Team Vokal Grup Metal Ensembel Tikoro
Anggita Lestari;
Faisal Reza;
Hilman Mulyadi;
Nugraha Sugiarta;
Yanuar Ilham
ArtComm Vol 7 No 1 (2024): ArtComm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37278/artcomm.v7i1.812
This research is titled “Dramaturgy of the Vocal Group Metal Ensemble Tikoro.” Dramaturgy is a concept that examines the complex roles of individuals in everyday life, especially when performing on stage, which has both front and back stages. This study aims to understand the reality that occurs on the front and back stages of Ensemble Tikoro vocal group members, as well as to uncover how each member presents themselves. The research method used is qualitative with a dramaturgical concept approach. The research subjects involve all members of the Ensemble Tikoro. Data was collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The data validity test used is source triangulation. The results of this study reveal that on the front stage, Ensemble Tikoro members perform with unique characteristics, namely wearing all-black costumes from head to toe. On the back stage, Ensemble Tikoro members interact with family and other activities using Sundanese and Indonesian languages, creating a familiar atmosphere. In self-presentation, Ensemble Tikoro members naturally express themselves through the choice of black costumes that become their identity. Thus, this research reveals the dynamics between the realities on stage and backstage of Ensemble Tikoro members, as well as how they radiate self-presentation through elements such as costumes and language they use.
STUDI FENOMENOLOGI MENGENAI KONSTRUKSI MAKNA GREEN-MOBILITY PADA PENGGUNA MOBIL LISTRIK DI KOTA BANDUNG
Ferrari, Raden Muhammad Luthfi;
Ilham, Yanuar;
Reza, Faisal;
Ernanda, Fury Elvira;
Yanuar, Rd. Zidni Rizan Al-Zhahir
JURNAL DARMA AGUNG Vol 32 No 6 (2024): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46930/ojsuda.v32i6.5008
Penelitian ini mengeksplorasi makna green mobility dari perspektif pengguna mobil listrik di Bandung. Green mobility, sebagai konsep yang bertujuan mengurangi polusi dan menghadapi perubahan iklim, telah mendapat perhatian global yang signifikan, khususnya di sektor transportasi. Di Indonesia, kendaraan listrik (EV) merupakan langkah menuju pencapaian nol emisi, dengan ekosistem kendaraan listrik yang berkembang di Bandung menunjukkan tren positif dalam adopsi EV. Studi fenomenologis ini menyelidiki bagaimana pengguna EV di Bandung memaknai green mobility, dengan fokus pada motif, pengalaman, dan dampak sosial dari peralihan ke kendaraan listrik. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mengungkap bahwa pengguna EV menganggap green mobility tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga efisien secara ekonomi karena biaya operasional yang lebih rendah. Namun, kekhawatiran masih ada terkait manfaat lingkungan sepenuhnya, terutama mengingat ketergantungan Indonesia pada pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil. Studi ini menyoroti perlunya peralihan energi yang komprehensif untuk sepenuhnya mewujudkan potensi green mobility. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pengguna EV menginternalisasi green mobility dan perannya dalam mengurangi polusi, meningkatkan kualitas udara, serta mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
REVITALISASI PENCAK SILAT MELALUI FESTIVAL SEREPAN PATALEKAN USIK SANYIRU DENGAN OPTIMALISASI TEKNOLOGI DIGITAL BERBASIS CULTURAL VISUALIZATION
Reza, Faisal;
Sarifiyono, Aggi Panigoro;
Rizkiani, Meti Agni;
Amni , Muhammad;
Libertia, Yosi;
Sugiarta, Nugraha;
Ilham, Yanuar;
Lestari, Anggita
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46306/jub.v4i3.245
This community service focuses on the revitalization of pencak silat through the Serepan Patalekan Usik Sanyiru festival, by utilizing digital technology based on cultural visualization as an effort to create the first Penca Village tourism destination in West Java. The background of this service arises from concerns about the loss of the pencak silat tradition as an intangible cultural heritage recognized by UNESCO. The main purpose of this activity is to revive the public's interest in pencak silat, as well as to increase people's understanding and skills in preserving this martial art. The methods used in this community service include socialization and training for the community about the Usik Sanyiru Matching pencak silat technique, as well as the application of digital technology to support promotion and documentation. This activity also involved students and lecturers from the Indonesian University of Informatics and Business in the revitalization process held in Jayagiri Village. The results of the service show an increase in community participation in pencak silat activities, as well as the formation of an active pencak silat community. In addition, the use of social media and digital technology in festival promotion has also succeeded in increasing awareness of the existence of pencak silat art among the younger generation. By directly involving the community and utilizing technology, this activity not only has a positive impact on the preservation of local culture, but also contributes to the development of the tourism industry in the area
Strategi Media Relations Pada Dinas Pemerintah Kota Bandung
Wijaya, Aby Putri;
Reza, Faisal;
Lathifah, Nisa;
Ilham, Yanuar;
Lestari, Anggita;
Putri, Shinta Hartini
In Search (Informatic, Science, Entrepreneur, Applied Art, Research, Humanism) Vol 23 No 1 (2024): In Search
Publisher : LPPM UNIBI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37278/insearch.v23i1.896
Program Bandung Menjawab merupakan produk unggulan Diskominfo Kota Bandung dengan tujuan untuk mengklarifikasi, mensosialisasikan, dan mengkonfirmasi isu yang tengah berkembang di masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tahapan perencanaan dan strategi media relations, juga mengetahui alasan mengapa media gatheting menjadi pilihan dalam melakukan kegiatan media relations pada program Bandung Menjawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus, dengan menggunakan konsep model perencanaan ROPE oleh John.M.King dan Strategi Media Relations oleh Yosal Iriantara. Hasil penelitian menunjukkan tahap perencanaan meliputi empat tahap, Tahap Riset, Tahap objektif, Tahap Program, dan Tahap evaluasi. Mengelola relasi, adanya pertukaran kartu nama, dan adanya kegiatan informal diluar program bandung menjawab. Mengembangkan relasi, melakukan doorstop (wawancara langsung) kepada SKPD selaku narasumber. Mengembangkan jaringan, membuka dan memperluas jaringan dengan organisasi profesi seperti PBB (Pewarta Balai Kota Bandung). Program Bandung Menjawab sebagai bentuk penerapan media gathering dipilih karena sebagai media mempertemukan SKPD sebagai narasumber dan pers.
Anti-Cyberbullying Educational Messages in the Short Film “Dunia Agnes”
Adi, Achwan Noorlistyo;
Aziz, Fetawa Amanai;
Ilham, Yanuar
Sinergi International Journal of Communication Sciences Vol. 2 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61194/ijcs.v2i2.494
Cyberbullying has become a serious threat in the digital era, especially among teenagers. This research focuses on the representation of anti-cyberbullying educational messages in the short film “Dunia Agnes” uploaded on YouTube by Cerdas Berkarakterter Kemdikbud RI. This research aims to describe how denotation, connotation, and myth represent anti-cyberbullying educational messages in the film. The data collection is a documentation technique because the research’s object is a short film. The results showed that the short film “Dunia Agnes” successfully represented anti-cyberbullying educational messages through denotation, connotation, and mythical signs. Denotation representation is shown through scenes that explicitly describe forms of cyberbullying, its impact on victims, and the importance of social support and resistance to cyberbullying. Connotation representation is shown through the use of symbolism, colors, and music that reinforce the emotional and psychological messages. Mythic representation dismantles various misconceptions about cyberbullying, such as thinking of it as a mere “joke”. The short film “Dunia Agnes” as a whole provides a representation of anti-cyberbullying educational messages by depicting the negative impact of cyberbullying on victims, the importance of the role of social support for victims, and also the need to change people's perceptions so that they do not underestimate cyberbullying anymore.
Hubungan Pesan Persuasif di Media Sosial Instagram dengan Tingkat Adversity Quotient
Yanuar Ilham;
Karima, Arwa;
Shinta Hartini Putri
Jurnal Media dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Media dan Komunikasi (MEDKOM) No 2 Volume 5 2025
Publisher : Airlangga University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/medkom.v5i2.64240
Isu kesehatan mental menjadi perhatian banyak orang, dan berbagai upaya dilakukan untuk saling berbagi energi positif, salah satunya dengan menyampaikan pesan persuasif melalui Instagram. Akun Instagram @mununayyazazafirota merupakan salah satu akun yang melakukan hal ini dengan memanfaatkan fitur feed Instagram. Melalui Instagram, pesan-pesan persuasif terkait masalah kehidupan disampaikan. Setiap orang memiliki kemampuan untuk menghadapi masalah yang dialaminya, dan kemampuan ini disebut dengan adversity quotient. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara pesan persuasif di feed Instagram dengan adversity quotient pengikut @mununayyazazafirota. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebarkan kuesioner, dan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Selain itu, teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Perubahan Sikap. Dalam uji validitas dan uji reliabilitas, dihasilkan bahwa semua pernyataan dalam kuesioner valid dan reliabel. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pesan persuasif di feed Instagram dengan adversity quotient pengikut @mununayyazazafirota dengan angka korelasi sebesar 0,553, yang berarti hubungan ini memiliki tingkat hubungan sedang dan arah yang positif.
Cultural Semiotics and Visual Mythmaking: The Role of Javanese Symbols in Modern Media Narratives
Ilham, Yanuar
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 3 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jisip.v9i3.8894
This study explores the semiotic representation of Javanese myth in the Marjan 3-Episode advertisement series, which centers on the figure of Dewi Sri, the Javanese goddess of rice and fertility. Using Roland Barthes’ theory of semiotics, the research analyzes selected scenes to uncover how visual signs operate on denotative, connotative, and mythological levels. The findings reveal that Dewi Sri is represented not only through traditional symbols such as rice fields, green costumes, and natural settings but also recontextualized within a modern cinematic advertisement format. This reflects a fusion between cultural heritage and contemporary marketing strategies. The advertisement transforms myth into a media narrative, presenting it as both spiritual and commercial symbolism during the Ramadan season. The study concludes that myth can still function ideologically in modern media, shaping consumer perception through layered meanings. This research contributes to the broader discussion on cultural identity in advertising and the role of semiotics in interpreting localized narratives in digital media.