Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Role of Self-Efficacy as a Mediator in Determining the Factors Influencing Entrepreneurial Intention Fitri Apriliani; Agus Wahyudin; Sandy Arief
Journal of Economic Education Vol. 14 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jeec.v14i2.32050

Abstract

This study has the objective to test the connection among entrepreneurial knowledge, family environment, subjective norms, and entrepreneurial motivation through self-efficacy. The population in this study were 1,227 students of the Faculty of Economics and Business, Semarang State University, class of 2020. The sample size was determined utilizing the Slovin formula, outcomeing in 155 respondents. The sampling technique used was proportionate random sampling. Data collection was conducted utilizing a questionnaire that had been validated for validity and reliability. Data analysis techniques included descriptive analysis, inferential analysis, and the Sobel test. The outcomes of the study reveal that (1) entrepreneurial knowledge, family environment, subjective norms, entrepreneurial motivation, and self-efficacy have a positive and significant influence on entrepreneurial intention; (2) entrepreneurial knowledge, family environment, subjective norms, and entrepreneurial motivation have a positive and significant influence on self-efficacy; (3) self-efficacy mediates the influence of entrepreneurial knowledge, family environment, subjective norms, and entrepreneurial motivation on entrepreneurial intention. This study is expected to contribute to the development of knowledge and test the Theory of Planned Behavior and Social Cognitive Theory related to entrepreneurial intention among university students
Analisis tingkat partisipasi masyarakat dalam program cek kesehatan gratis di puskesmas Sinaga, Yakobus Lau De Yung; Fauziah, Diah Adni; Lolan, Yosef Pandai; Apriliani, Fitri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1965

Abstract

Background: The free health check program is a government preventive measure to improve early detection of Non-Communicable Diseases (NCDs). However, community participation in this program varies, and research specifically examining factors influencing participation in the free health check program at the community health center level is limited. Purpose: To analyze the level of community participation in the free health check program at the community health center level. Method: This study used a cross-sectional design involving 100 respondents selected through stratified proportional random sampling. The instrument, a closed-ended questionnaire, was developed by the researcher and tested for validity (corrected item-total correlation > 0.30) and reliability (Cronbach's alpha: knowledge = 0.81; attitude = 0.86; social support = 0.79). Data analysis was performed using the chi-square test. Results: A total of 62% of respondents participated in the free health check program. There was no significant relationship between knowledge (p = 0.992) and attitude (p = 0.410) and community participation. Social support was significantly associated with participation (p = 0.034). Respondents who received social support were 2.43 times more likely to participate in the program than those without support (POR = 2.428; 95% CI: 1.062–5.552). Conclusion: Social support was the most important determinant of community participation in the CKG program, while knowledge and attitudes did not significantly influence it. This indicates that social dynamics play a more dominant role in shaping preventive health behaviors. Therefore, community health centers need to strengthen community involvement, increase family participation, and empower health cadres to increase participation in preventive health programs.   Keywords: Attitudes; Community Participation; Free Health Checks; Knowledge; Social Support.   Pendahuluan: Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan upaya preventif pemerintah untuk meningkatkan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Namun, tingkat partisipasi masyarakat dalam program ini masih beragam dan penelitian yang secara spesifik mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keikutsertaan dalam program CKG di tingkat puskesmas masih terbatas. Tujuan: Untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam program cek kesehatan gratis di puskesmas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui stratified proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner tertutup yang disusun sendiri oleh peneliti dan telah diuji validitas (corrected item-total correlation > 0.30) dan reliabilitas (cronbach’s alpha pengetahuan = 0.81; sikap = 0.86; dukungan sosial = 0.79). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebanyak 62% responden berpartisipasi dalam program CKG. Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0.992) maupun sikap (p = 0.410) dengan partisipasi masyarakat. Dukungan sosial memiliki hubungan bermakna dengan keikutsertaan (p = 0.034), responden yang memperoleh dukungan sosial memiliki peluang 2.43 kali lebih besar untuk mengikuti program, dibandingkan yang tidak didukung (POR = 2.428; 95% CI: 1.062–5.552). Simpulan: Dukungan sosial merupakan faktor yang paling menentukan dalam partisipasi masyarakat pada program CKG, sementara pengetahuan dan sikap tidak berpengaruh secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa, dinamika sosial memiliki peran yang lebih dominan dalam membentuk perilaku kesehatan preventif. Oleh karena itu, puskesmas perlu memperkuat keterlibatan masyarakat, meningkatkan peran serta keluarga, dan memberdayakan kader kesehatan untuk meningkatkan partisipasi dalam program kesehatan preventif   Kata Kunci: Cek Kesehatan Gratis; Dukungan Sosial; Partisipasi Masyarakat; Pengetahuan; Sikap.
Gerakan Literasi Digital untuk Anak Down Syndrome Marhamah, Marhamah; Harun Achmad, Muhammad; Horax, Sherly; Fajriani, Fajriani; Maddeppungeng, Martira; Ramadhany, Sri; Erika, Kadek Ayu; Mutmainnah, Nurul; Apriliani, Fitri; Radiyusman, Jumiati; Palinggi, Anastasia Melisa; Sukma, Normayanti; Furoida, Yusnida
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 3, NOMOR 1, APRIL 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v3i1.47383

Abstract

Anak dengan Down Syndrome lebih rentan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies, gingivitis, maloklusi, dan keterlambatan erupsi gigi. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan motorik serta rendahnya pemahaman anak dan orang tua dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan gigi dan mulut pada anak Down Syndrome melalui media buku Augmented Reality (AR) 3D sebagai sarana edukasi interaktif dalam Gerakan Literasi Digital. Kegiatan dilaksanakan pada Juli - September 2025 di Rumah Singgah Komunitas Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (KOADS), Makassar. Tahapan kegiatan meliputi: (1) survei dengan melakukan pemeriksaan gigi dan mulut serta melakukan pre-test kuesioner; (2) pembuatan buku AR; (3) post-test kuesioner dalam rangka pengumpulan data dan dampak dari buku AR; dan (4) pendampingan interaktif oleh residen (PPDGS). Hasil pre-test menunjukkan rata-rata skor 7,6 dan meningkat menjadi 18,3 pada post-test. Anak menunjukkan antusiasme lebih tinggi dalam belajar, sementara orang tua merasa terbantu dalam mendampingi anak menyikat gigi. Pemeriksaan gigi juga menemukan kasus karies yang dapat ditindaklanjuti. Penggunaan buku AR 3D terbukti efektif meningkatkan pemahaman serta partisipasi anak dan orang tua.
Gamifikasi sebagai Sistem Pendekatan Kesehatan Kader Pemuda di Bojongsoang Kabupaten Bandung Fauziah, Diah Adni; Supriyatni Kartadarma; Ermilda , Ermilda; Fitri Apriliani; Mochamad Faisal Nugraha; Sylviana Nur Rahmawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1400

Abstract

Pendidikan yang baik dapat memahami kelompok sasaran yang akan diberikan pengetahuan sehingga dapat menunjang kesehatan yang setinggi-tingginya. Karang taruna sebagai organisasi terkecil di masyarakat saat ini hanya menjalankan fungsi sosial secara momental tanpa adanya kegiatan rutin. Pengabdian kepada Masyarakat bertujuan untuk memperluas manfaat keberadaan karang taruna hingga tercipta kemandirian kesehatan di lingkungannya. Kelompok sasaran yaitu anggota karang taruna aktif RW 13 Desa Bojongsoang Kabupaten Bandung (10 orang). Kegiatan pengabdian berupa gamifikasi, yaitu menggabungkan beberapa permainan tradisional untuk memberikan pengetahuan berupa perencanaan dan evaluasi organisasi karang taruna, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i), motivasi berorganisasi, dan penambahan keterampilan skrining penyakit tidak menular (PTM). Hasil dari kegiatan yaitu gamifikasi Ular Tangga Super Sehat dan Keping Boy-Boy-an dapat meningkatkan pengetahuan karang taruna, antusiasme tinggi dalam sesi motivasi berorganisasi, dan adanya peningkatan keterampilan skrining PTM sebesar 50%. Pendekatan gamifikasi untuk kader pemuda khususnya karang taruna sangat baik dilakukan untuk kegiatan kesehatan maupun keorganisasian.