Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Internet use Patterns in the Utilization of Herbal Medicine for Chronic Diseases in Denpasar City Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Valencia, Valencia; Dewi, Dewa Ayu Putu Satrya; Apsari, Dewi Puspita
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3719

Abstract

The increasing use of the internet and the correctness of information causes different community knowledge about using herbal medicine for chronic diseases. This study aimed to compare knowledge levels of herbal medicine for chronic illnesses sourced on the internet. This study used a cross-sectional survey design. The number of samples used was 318. The inclusion criteria are people aged 18-60 years, know what chronic disease means (through questions in the questionnaire), and live in Denpasar City. The exclusion criteria were people who worked as health workers. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Kruskal-Wallis test. The results showed that most people searched using web/search sites (100%) and social media groups specifically for herbal medicine (86.5%). Knowledge of herbal medicines through web/sites and social media/chat information sources has a good understanding of 82.4% and 70.6%. Poor Knowledge of herbal medicine while using both sources of information (32.2%) and value statistics p=0.04 (p<0.05). There is a difference in the knowledge level about herbal treatments for chronic diseases between those sourced on social media and the internet. The use of the internet and social media helps people understand the content of herbal medications to treat chronic diseases.
PESO (Paham Efek Samping Obat) Sebagai Upaya Peningkatan Penerapan Farmakovigilan Di Masyarakat Banjar Abasan Denpasar Timur wintariani, Ni Putu; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Barata; Apsari, Dewi Puspita; Suryaningsih, Ni Putu Aryati
UNBI Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2021): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v2i2.341

Abstract

Tingginya penggunaan analgesik di kalangan masyarakat, diakibatkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang benar, salah satunya adalah efek samping obat.  Meminimalkan risiko efek samping penggunaan analgesik adalah dengan pemberdayaan masyarakat PESO (paham efek samping obat) analgesik dalam bentuk media video edukasi. Kegiatan ini merupakan salah satu penerapan farmakovigilans di masyarakat dan bertujuan agar masyarakat dapat melaporkan kejadian efek samping obat yang dialaminya secara mandiri. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan memberikan intervensi berupa video edukasi eletronik PESO kepada masyarakat. Evaluasi hasil intervensi kegiatan ini menggunakan pretest dan posttest. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah media video edukasi elektronik PESO dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang efek samping obat analgesik. Kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat terus berlangsung dengan tema obat yang berbeda, sehingga masyarakat menjadi lebih paham efek samping obat dan dapat mencegahnya
Karakteristik dan Hubungan Kekerabatan Ragam Tanaman Kamboja (Plumeria spp.) Di Pulau Bali Berdasarkan Morfologi I Komang Alit Adi Sanjaya; Dewi Puspita Apsari; I Wayan Wahyudi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan karakteristik morfologi serta menganalisis hubungan kekerabatan tanaman kamboja (Plumeria sp.) di Pulau Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksploratif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan snowball sampling. Sampel tanaman kamboja diambil dari 7 kabupaten dan kota di Bali seperti Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Klungkung, Bangli dan Karangasem. Karakter morfologi yang diamati meliputi morfologi batang, daun dan bunga. Hasil karakterisasi diskoring dan dianalisis menggunakan software Minitab Vis.17 untuk menentukan hubungan kekerabatan. Berdasarkan hasil eksplorasi dan karaktersasi diperoleh 38 ragam tanaman kamboja yang termasuk kedalam 3 spesies yakni sebanyak 24 ragam termasuk kedalam spesies Plumeria rubra L., 9 ragam termasuk kedalam spesies Plumeria alba L. dan sisanya sebanyak 5 ragam termasuk ke dalam spesies Plumeria obstusa L. Dari 55 karakter morfologi memisahkan 38 ragam tanaman kamboja di Bali pada indeks kesamaan 60,28% menjadi 6 kelompok. Karakter spesifik yang membedakan ke-38 ragam tanaman kamboja adalah bentuk daun, bentuk petal, bentuk ujung petal dan warna mahkota bunga.
Karakteristik dan Hubungan Kekerabatan Ragam Tanaman Kamboja (Plumeria spp.) Di Pulau Bali Berdasarkan Morfologi I Komang Alit Adi Sanjaya; Dewi Puspita Apsari; I Wayan Wahyudi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan karakteristik morfologi serta menganalisis hubungan kekerabatan tanaman kamboja (Plumeria sp.) di Pulau Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksploratif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan snowball sampling. Sampel tanaman kamboja diambil dari 7 kabupaten dan kota di Bali seperti Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Klungkung, Bangli dan Karangasem. Karakter morfologi yang diamati meliputi morfologi batang, daun dan bunga. Hasil karakterisasi diskoring dan dianalisis menggunakan software Minitab Vis.17 untuk menentukan hubungan kekerabatan. Berdasarkan hasil eksplorasi dan karaktersasi diperoleh 38 ragam tanaman kamboja yang termasuk kedalam 3 spesies yakni sebanyak 24 ragam termasuk kedalam spesies Plumeria rubra L., 9 ragam termasuk kedalam spesies Plumeria alba L. dan sisanya sebanyak 5 ragam termasuk ke dalam spesies Plumeria obstusa L. Dari 55 karakter morfologi memisahkan 38 ragam tanaman kamboja di Bali pada indeks kesamaan 60,28% menjadi 6 kelompok. Karakter spesifik yang membedakan ke-38 ragam tanaman kamboja adalah bentuk daun, bentuk petal, bentuk ujung petal dan warna mahkota bunga.
Budidaya Bawang Putih Organik sebagai Upaya Penyediaan Bahan Baku Obat Tradisional Kartika, I Gusti Agung Ayu; Sugata, I Made; Apsari, Dewi Puspita; Sudaryati, Ni Luh Gede
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.840

Abstract

Desa Siakin, Kabupaten Bangli, Bali, memiliki potensi pengembangan tanaman bawang putih sebagai bahan baku obat tradisional, namun keterampilan masyarakat dalam budidaya organik masih terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan minat, pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam budidaya bawang putih organik. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui sosialisasi pada 30 orang warga dan pembuatan lahan percontohan budi daya bawang putih organik. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 3,9% (dari 76% menjadi 79%). Selain itu, pada aspek motivasi mengalami pergeseran. Alasan motivasi sebelum pelatihan yaitu dominan terkait potensi pasar (37%), namun setelah pelatihan berubah menjadi motivasi akibat kesadaran akan kesehatan dan keamanan pangan (36%) serta menilai bahwa bawang putih organik memiliki nilai ekonomi lebih tinggi (32%). Peserta juga mampu mempraktikkan budidaya bawang putih organik. Program ini terbukti meningkatkan literasi pertanian organik sekaligus membuka peluang pengembangan sentra pertanian bawang putih yang berkelanjutan.
COMBINED CONVENTIONAL AND COMPLEMENTARY THERAPY ON BREAST CANCER PATIENTS’ QUALITY OF LIFE: A CROSS-SECTIONAL STUDY IN BALI Apsari, Dewi Puspita; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata
Journal Pharmaceutical Science and Application Vol. 7 No. 1 (2025): Journal Pharmaceutical Science and Application
Publisher : Pharmacy Department, Math and Sciences Faculty, Udayana Univerity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPSA.2025.v07.i01.p04

Abstract

Background: Complementary and Alternative Medicine (CAM) is widely adopted by female breast cancer patients seeking to improve their health-related quality of life. However, research related to the quality of life of breast cancer patients who use CAM is still ambiguous and has never been done in Indonesia. Objective: This study aims to compare the quality of life between breast cancer patients who use conventional therapy (chemotherapy) with a combination of conventional therapy and CAM. Methods: This cross-sectional study was conducted on 80 women who underwent chemotherapy at least one cycle at RSUD Sanjiwani, Gianyar. Participants were divided into two groups: those treated with conventional therapy only, and those who also incorporated CAM therapies such as massage, herbal medicine, and spiritual healing practices. Assessment of quality of life in patients was conducted using the standardized EORTC QLQ-C30 questionnaire developed by the European Organisation for Research and Treatment of Cancer. Quality-of-life scores between groups were compared using an independent t-test. Results: The results showed that there were significant differences in breast cancer patients who used conventional therapy (chemotherapy) with a combination of conventional therapy and CAM in the domain of global health status (61, 67 vs 71.67, p=0.000), cognitive functioning (54.33 vs 27.67, p=0.000), role functioning (53.33 vs 29.33, p=0.009), fatigue (35.22 vs 24.44, p=0.000), nausea and vomiting (74 vs 45.67, p=0.000) and pain (85.67 vs 52.33, p=0.000). Conclusion: The combination of conventional therapy and CAM significantly improved global health status and symptom management in breast cancer patients, suggesting its potential to enhance quality of life alongside standard treatment. Keywords:  Breast Cancer; Complementary and Alternative Medication (CAM); Conventional; EORTC QLQ-C30; Quality of Life.
Pengaruh Latihan Yoga Asana Terhadap Keseimbangan Dinamis Pemain Basket Remaja Di Liga Bali Academy Kota Denpasar Setyawan Guna Dharma; I Made Adi Brahman; Dewi Puspita Apsari
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jyk.v9i1.5131

Abstract

Basket merupakan olahraga yang sangat popular di segala kalangan usia termasuk remaja. Pemain basket harus memiliki komponen kebugaran jasmani seperti kekuatan, daya tahan, kecepatan, daya ledak, kelenturan, kelincahan, ketepatan, koordinasi, dan keseimbangan dinamis. Kondisi pemain basket khususnya remaja yang rentan mengalami stress, gangguan pendengaran, dan masalah postur tubuh dapat memengaruhi keseimbangan dinamis seseorang sehingga berdampak pada risiko cedera ekstremitas bawah dan performa pemain. Latihan Yoga Asana menjadi salah satu pillihan yang efektif untuk meningkatkan keseimbangan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Latihan Yoga Asana terhadap keseimbangan dinamis pemain basket remaja di Liga Bali Academy Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental One Group Pre-Test-Post-Test. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus besar sampel Gall. Sampel penelitian ini melibatkan 15 sampel yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan purposive sampling. Responden penelitian ini berusia 11-13 tahun. Alat ukur Y-Balance Test digunakan untuk mengukur keseimbangan dinamis dan risiko cedera ekstremitas bawah pada pemain basket. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan Paired Sample T-Test dan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan dengan nilai signifikansi p = 0,091 > a (0,05) dan ukuran efek kecil ke sedang (Cohen′s d = 0.340242) pada selisih jangkauan anterior. Latihan yoga asana selama 6 minggu belum menunjukkan pengaruh secara statistik terhadap keseimbangan dinamis, akan tetapi terbukti memberikan efek kecil hingga sedang pada keseimbangan dinamis.
Socio-demographic determinants and prevalence of traditional medicine product use in Bali: implications for healthcare integration Dewi, Ni Made Umi Kartika; Anton, Sri Sulistyawati; Apsari, Dewi Puspita; Ani, Luh Seri; Indrayani, Agung Wiwiek; Januraga, Pande Putu
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 24 No. 1 (2026): JIFI In Press
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v24i1.1672

Abstract

Traditional medicine products (TMPs) are integral to Balinese cultural practices. This study examined the socio-demographic determinants of TMP use through a cross-sectional survey of 440 households across all districts and cities in Bali province. A multistage cluster sampling method was applied, and data were collected using a structured questionnaire validated by expert review and tested for reliability (Cronbach’s alpha = 0.82). The results showed that 76.1% of the respondents used TMPs. The key predictors included age, gender, income, and residence. Middle-aged adults (46–55 years) had the highest odds of TMP use (OR = 5.667), followed by urban residents (OR = 4.999), individuals with no income (OR = 4.681), those earning below the provincial minimum wage (OR = 2.496), and women (OR = 1.838). These trends may be linked to cultural familiarity, financial barriers, caregiving roles, and increased product availability in urban areas. These findings underscore the need to integrate TMPs into Bali’s healthcare system through policy regulation, clinical guidelines, community education, and interprofessional training. Integration efforts must also address challenges such as regulatory oversight, product standardization, and patient safety. This study provides a foundation for developing culturally informed public health strategies to ensure the safe and effective use of TMP.