Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

DESIGN OF AUTOMATIC COOLING SYSTEM ALUMINIUM MOLDING BY OMRON E5CZ TEMPERATURE CONTROL Ardi, Syahril; Afianto, Afianto; Wibowo, Agung
Technologic Vol 2 No 2 (2011): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shock absorber as a part of motorcycle consist of front fork circuit and OCU (Oil Cushion Unit). Outer tube is outside area of front fork circuit that molded by liquid aluminium at gravity casting machine. The molding has continue cooling water flow system that uncontrolled by the operator. Cooling in below point, midle point, and upper on the molding. This condition has cause defect on the product because the cooling systems. Kind of defect for examples: shrinkage, unperfect, and cavity on outer tube surface. As improvement steps, we design a temperature control system with installing two of temperature sensor. In addition, we modify from manual valve system into the automatic valve system. Manual system will be changed to automatic system by using the principle in thermocontrol, i.e using on-off control method. Based on the improvement results, has been got decrease of defect product from 6.6 % into 2.7%.
DESIGN OF DUMP TRUCK SIMULATION CONTROL AREA NETWORK USING THE SPI CAN MODULE, A PIC 18F452 AND PIC 16F877 Ardi, Syahril; Rahmandanu, Titis Sondha
Technologic Vol 3 No 1 (2012): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the units of heavy equipment such as dump trucks have a wide range of electrical controls communicate with each other. Communication between the control-based communication systems using Control Area Network (CAN). To support the training activities then made control area network simulation equipment. The simulation equipment simulates multiple existing controls on the units of heavy equipment, namely: control monitor, control engine, and transmission control. In this study the design of simulation equipments have been developed Control Area Network (CAN) monitor, engine and transmission. The design of this simulation equipment using a PIC 18F452 microcontroller as the brains for the control monitor and PIC 16F877 as the brains for the control engine, and transmission. Communication in this simulation equipment to use CAN-SPI module. The third control has input, output, and its own function. Control monitor has a function as a monitor of the other control conditions such as rpm, temperature, and throttle position. Control engine functions as a regulator of rpm and has an indicator of ignition. Transmission control functions as a modifier of transmission mode, has a level indicator of the transmission, and has a temperature sensor to monitor ambient temperature.
MODIFIKASI SISTEM SENSOR PADA MESIN QUENCHING DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR JARAK SILINDER MONOSASHI-KUN Ardi, Syahril; Marolanzano, Paolo
Technologic Vol 4 No 1 (2013): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam makalah ini, kami melakukan penelitian mengenai modifikasi mesin quenching yaitu dengan mengganti jenis sensornya. Hal ini dilakukan karena pada sistem proximity switch sering terjadi masalah, yaitu Sensor Proximity sering rusak sehingga mesin sering mengalami Breakdown, dan pengaturan jarak ON pada setiap tipe mengalami kesulitan. Kesulitan yang dialami adalah dalam hal penyetingan centering upper dan lower pada benda kerja. Untuk menghindari masalah yang diakibatkan oleh sistem Proximity switch, maka sistem tersebut diganti dengan Sistem Silinder MONOSASHI-KUN. Salah satu kelebihan dari sistem Silinder Monosashi-kun ini adalah sistem tidak mudah rusak. Dengan dimodifikasinya mesin Quenching menggunakan sistem Silinder Monosashi-kun, maka sistem ini dapat mengurangi Breakdown Time, Adjust jarak ON sangat mudah, dan mempermudah penyetingan centering upper dan lower.
CONTROL SYSTEM DESIGN OF THE MACHINE PUMP INSPECTION USING PLC-LG GLOFA G7M DR60A IN PT XYZ Ardi, Syahril; Siamdani, Cokro
Technologic Vol 3 No 1 (2012): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ is doing the water pump assembly, require the production process faster. This is because the demands of an ever-increasing production from year to year. In this research, we were carried out pump engine control system design using programmable logic controller inspection type LG-DR60A Glofa G7M. Pump engine inspection serves as a checker engine water pump automatically. Tests on this machine get a faster processing time, which amounted to 15.26 seconds in which previously was 26.65 seconds. The process of machine operation is also very helpful operator and has a safety system for human security. Keywords: pump inspection, programmable logic controller, the system safety
Sistem Kendali Mesin Clamping Semi-Auto Menggunakan Sistem Kendali PLC MITSUBISHI FX2N - 80MR dan HMI MITSUBISHI GT 1055 – QSBD di Housing Assy Line Ardi, Syahril; Ma’arif, Eka Samsul; Novitasari, Dwi
Technologic Vol 5 No 1 (2014): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari Departement Produksi di PT Inti Ganda Perdana, terjadi peningkatan permintaan produksi produk rear axle model D16D dari tahun 2009 sampai 2011 dan adanya projek baru pada akhir tahun 2011 yaitu model D01N yang merupakan model pengganti D16D. Pada proses pembuatan rear axle, khususnya pada pembuatan komponen housing assy mengalami masalah yaitu tidak tercapainya jumlah permintaan produksi (loading) yang dikarenakan adanya hambatan (bottleneck) proses pada mesin clamping. Mesin clamping ini memiliki cycle time yang cukup lama, yaitu 102 detik karena masih menggunakan sistem clamping manual, yaitu hanya dikontrol dengan rangkaian sistem pneumatik. Oleh karena itu, untuk memenuhi jumlah permintaan produksi housing assy, maka dibuatlah suatu mesin yaitu mesin clamping semi-auto dengan sistem kontrolnya menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) dan HMI (Human Machine Interface) serta di program sesuai dengan proses kerja yang diinginkan sehingga kapasitas produksi dapat tercapai dan meningkat 10% dengan cycle time mesin clamping semi-auto menjadi 92 detik.
RANCANG BANGUN PLC TRAINING KIT DIVISI SERVICE PARTS AND WELDING PRODUCTION BERBASIS PLC OMRON CJ2M-CPU11 Subagio, Djoko; Putri, Dwita Khaendy; Ardi, Syahril
Technologic Vol 7 No 2 (2016): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di bidang otomotif untuk kendaraan roda empat. Salah satu divisi dalam perusahaan adalah Service Parts & Welding Production Division (SPWPD). Divisi SPWP merupakan divisi yang melakukan produksi part-part untuk kebutuhan service kendaraan roda empat. Pada akhir tahun 2015 hingga 2017 volume produksi SPWPD meningkat dengan target efisiensi produksi 97%. Target ini dapat dicapai dengan Overall Equipment Efficiency (OEE) 97%. Proses produksi SPWPD menerapkan proses otomatisasi sehingga problem yang terjadi pada mesin sangat berpengaruh pada nilai OEE khususnya Availability (AV). Pencapaian AV dipengaruhi oleh line stop yang antara lain dikarenakan lamanya waktu perbaikan trouble elektrik. Waktu perbaikan yang lama ditentukan oleh skill anggota, tools atau tersedianya spare part pengganti bila diperlukan. Skill berpengaruh terhadap kecepatan trouble shooting dalam perbaikan tersebut. Kondisi saat ini upaya peningkatan skill maintenance masih memerlukan skill up sarana training antara lain materi maintenance basic dan training kit yang masih belum lengkap fungsinya yaitu PLC training kit yang hanya terintegrasi dengan lampu dan push button. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penyelesaian yang dilakukan adalah dengan pembuatan PLC training kit yang terintegrasi dengan output device seperti pneumatic system, buzzer dan motor induksi tiga fasa dengan menggunakan PLC sebagai perangkat proses serta sistem kontrol. Diharapkan PLC training kit ini dapat mempermudah aktifitas training sehingga dapat meningkatkan skill member maintenance dalam menganalisa trouble elektrik sehingga line stop akibat lamanya repair menurun.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM KONTROL ELEKTRIK MESIN BREAKER CAULKING HORN BERBASIS PLC OMRON CJ2M CPU13 Afianto, Afianto; Riestiawan, Rian Tutut; Ardi, Syahril
Technologic Vol 7 No 2 (2016): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari Departemen Produksi di sebuah Perusahaan Manufaktur pada bulan Maret 2015 produksi horn meningkat dan kemampuan mesin yang tersedia belum mampu memenuhi target produksi. Divisi produksi bagian horn membutuhkan mesin breaker caulking baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Berdasarkan permintaan tersebut, Divisi Machinery membuat dan merakit mesin Breaker Caulking yang dapat melakukan riveting secara otomatis. Mesin Breaker Caulking merupakan salah satu mesin yang digunakan untuk produksi horn yang berfungsi untuk merivet lempengan alumunium pada bagian horn. Mesin ini menggunakan mekanisme rotary index table yang berfungsi untuk menyalurkan barang dari loading operator menuju riveting unit di dalam mesin. Mesin ini menggunakan sistem kontrol berbasis PLC OMRON CJ2M-CPU13. Proses perakitan sistem kontrol dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: perancangan, pemasangan, pengabelan dan tahap pengujian sistem kontrol. Dengan adanya mesin Breaker Caulking ini, proses riveting pada horn dapat dilakukan secara otomatis. Dengan demikian produktivitas horn dapat ditingkatkan dan kualitas produk tetap terjaga serta meningkatkan kapasitas produksi dari 2800pcs/jam menjadi 3200pcs/jam.
DISAIN KONTROL MESIN AUTO BLOW MENGGUNAKAN SISTEM KENDALI PLC DI INDUSTRI MANUFAKTUR Hidayat, Muhammad; Mushlihuddin, Afif; Ardi, Syahril
Technologic Vol 7 No 2 (2016): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur. Perusahaan Manufaktur ini mempunyai project untuk mengubah kerja manual menjadi otomatis pada line BD 4. Line BD 4 adalah line yang memproduksi brake drum kendaraan roda 4. Pada line ini masih terdapat beberapa proses manual salah satunya adalah proses blowing. Proses blowing adalah proses untuk membersihkan part dari cairan honing liquid yang didapat pada proses permesinan sebelumnya. Proses blowing ini harus dilakukan karena sebelum dilakukan proses meassuring, part harus bersih dari cairan. Namun proses blowing manual ini sering kali tidak membuat part bersih dari cairan honing liquid sehingga mengakibatkan terganggunya proses meassurring part dan juga proses ini membuat area line BD 4 menjadi licin dan kotor, karena proses ini dilakukan di atas konveyor. Sehingga, untuk menanggulangi masalah tersebut ini, penulis dan tim kaizen melakukan sebuah improvement dengan membuat mesin auto blow untuk menggantikan proses blowing manual. Mesin auto blow menggunakan PLC untuk sistem kontrolnya, hal ini untuk mempermudah jika mesin akan dikembangkan lebih lanjut. Setelah dibuatnya mesin auto blow, proses blowing manual menjadi hilang dan produktivitas perusahaan menjadi meningkat.
DISAIN OTOMASI SISTEM FEEDING DAN DISCHARGED PADA KERNEL SRIER SILO UNTUK MENURUNKAN MOISTURE KERNEL PRODUKSI Rosyidi, Edwar; Aulia, Ananda; Ardi, Syahril
Technologic Vol 7 No 2 (2016): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kernel drier silo merupakan unit yang bertugas untuk menurunkan kadar air kernel dengan cara pemanasan serta penahanan di kernel drier silo secara kontinu. Untuk mencapai standar kadar air kernel produksi 5.5-6.5%, kernel di panaskan di dalam silo dalam jangka waktu tertentu. Selama ini sistem pemanasannya kernel drier silo menggunakan metode kontinu, dimana feeding berupa kernel mentah terus di masukkan ke dalam silo. Pemanasan di lakukan dengan suhu berkisar antara 97º - 110 ⁰C, silo yang berisi kernel matang akan dikirim untuk proses transfer ke kernel hopper. Hal tersebut membuat proses pemasakan kernel tidak maksimal karena tiap kernel tidak mendapat durasi yang seragam untuk pemanasan dan penahanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses pemanasan kernel yang bertujuan untuk mengurangi kadar air kernel sesuai standar. Memanfaatkan faktor retention time, maka perancangan alat terdiri dari silinder yang berfungsi sebagai pembuka dan penutup feeding serta discharged, timer sebagai pengatur jalannya silinder dan sensor capacitance level switch control sebagai pembaca level kernel didalam kernel drier silo. Hasil perancangan ini diharapkan dapat diterapkan dan berhasil mengurangi kadar air pada kernel produksi sesuai standar 5.5 -6.5%.
MODIFIKASI KONTROL MESIN DRILL OIL HOLE BERBASIS PLC OMRON CJ1M-CPU21 UNTUK LINE AUTOMATION ROBOT 15 Ponco, Agus; Muhammad, Rayaldi; Ardi, Syahril
Technologic Vol 8 No 1 (2017): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan spare part engine berupa piston. Secara garis besar, proses produksi yang ada terdiri dari proses melting, casting, cutting, heat treatment, machining, degreasing, coating, dan visual. Dalam upaya meningkatkan produktivitas produksi pihak perusahaan melalui departement maintenance berencana membuat line automation robot baru, namun terdapat masalah yang muncul dalam pembuatan line automation robot yaitu beberapa mesin-mesin di line 15 masih belum compatible untuk diintegrasikan dengan robot ABB-IRB1600 terutama pada bagian sistem kontrol. Salah satunya adalah mesin drill oil hole, dengan sistem kontrol mesin yang masih harus dioperasikan oleh operator dalam proses start dan stop mesin, selain itu belum adanya perangkat sensor untuk menunjang proses di mesin drill oil hole. Oleh karena itu penulis memodifikasi mesin tersebut dengan menambahkan tambahan komponen sensor seperti mechanical touch switch, reed switch, dan proximity switch serta aktuator seperti buzzer, warning lamp,tabular lamp, dan motor coolant, merubah kontrol menjadi automatis dengan mengintegrasikan mesin melalui perangkat remote terminal sehingga masalah pada pembuatan line automation robot 15 dapat berjalan.