Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Management Nursing

Asuhan Keperawatan Hipertermi pada Anak dengan Dengue Hemoragic Fever di Ruang Ar-Rahman Rumah Sakit Islam Purwokerto Pramudita, Galuh Ageng Pakarti Putri; Triana, Noor Yunida; Suryani, Roro Lintang
Journal of Management Nursing Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v3i2.170

Abstract

Latar Belakang: Dengue Hemoragic Fever (DHF) atau biasa dikenal dengan demam berdarah adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh satu dari 4 virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk terutama nyamuk Ades aegypti dan Aedes albopictus yang bisa ditemukan di daerah  tropis dan subtropis seperti di Indonesia hingga bagian utara Australia.   Salah satu masalah keperawatan yang ada di kasus DHF adalah hipertermi. Hipertermia yaitu dimana suhu tubuh mengalami peningkatan mencapai 40 ℃ yang akan  menyebabkan kondisi lain akibat hipertermi. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasein demam hemoragic fever yang mengalami hipertermi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada An. L selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Tahapan intervensi yang dilakukan diantaranya melakukan pengkajian, pemeriksaan fisik, menetapkan diagnosis keperawatan dengan SDKI menggunakan diagonsa hipertermia (D.0130), menyusun rencana keperawatan dengan tujuan (SIKI) menggunakan intervensi manajemen hipertermi (I.15506), Impelementasi keperawatan dan proses evaluasi. Hasil: Hasil pengkajian pada An. L di dapatkan bahwa pasien An. L yang berusia 12 tahun, di diagnosa mengalami dengue hemoraghic fever dengan hasil lab Dengue Ag NS1 Rapid positif. Saat dilakukan pengkajian An. L  mengeluh badannya terasa panas dan lemas, didukung dengan pernyataan orang tuanya demam An. L belum reda sejak 4 hari yang lalu.  Pemeriksaan fisik meliputi kesadaran composmentis, tanda-tanda vital dengan tekanan darah 110/ 80mmHg, suhu 38 ℃, nadi 112x/menit, pernafasan 22x/menit. Status gizi pasien buruk dengan berat badan 21 kg, tinggi badan 130 cm dan indeks masa tubuh -4,11 yaitu berat badan kurang dari batas normal. Keadaan umum pasien baik hanya saja untuk beraktivitas pasien mengatakan lemas dan ditemukan bintik merah di tangan pasien. Kesimpulan: Setelah melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan keperawatan, dilakukan evaluasi untuk mengetahui dan memantau perkembangan dan menilai seberapa tingkat keberhasilan dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan pada An R. Hasil evaluasi yang dilakukan selama 3 hari nyeri akut berhubungan dengan pencedera biologis sudah teratasi.    
Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Anak dengan Demam Typhoid di Ruang Parikesit Pamuji, Sadewa Adi; Suryani, Roro Lintang; Ningrum, Ema Wahyu
Journal of Management Nursing Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Management Nursing
Publisher : Scipro Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jmn.v2i3.99

Abstract

Latar Belakang: Demam typhoid merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Salmonella typhi, yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan yang masih perlu mendapatkan perhatian. Demam typhoid dialami penduduk di semua negara seperti penyakit menular lainnya, dan banyak ditemukan di negara berkembang dimana personal hygiene pribadi dan sanitasi lingkungannya kurang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa asuhan keperawatan pada pasien anak demam typhoid dengan nyeri akut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbentuk studi kasus. Asuhan keperawatan diberikan kepada An. R selama 3 hari. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Berdasarkan hasil pengkajian yang di dapatkan bahwa keluhan utama An R mengatakan pasien mengatakan P: pasien mengatakan nyeri bertambah saat beraktivitas, Q: nyeri dirasakan sperti diremas remas, R: abdomen kuadran II (abdomen sebelah kiri atas), S: skala nyeri 6, T: nyeri dirasakan hilang timbul. Data objektif yang di dapat pasien terdapat nyeri abdomen di bagian kuadran 2, peristaltik usus 38 kali permenit, pasien tampak menahan nyeri, pasien menunjukan area lokasi nyeri yaitu di abdomen kuadran 2 Nadi 110x/ menit, RR: 32 x/ menit, Typhi O +1/160*. Data-data yang didapatkan disimpulkan bahwa diagnosa keperawatan yang sesuai adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera biologis. Kesimpulan: Setelah melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana tindakan keperawatan, dilakukan evaluasi untuk mengetahui dan memantau perkembangan dan menilai seberapa tingkat keberhasilan dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan pada An R. Hasil evaluasi yang dilakukan selama 3 hari nyeri akut berhubungan dengan pencedera biologis sudah teratasi.