Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Evaluasi Sensori dan Gizi Es Krim Berbasis Pisang Kepok–Porang sebagai Camilan Penderita Diabetes: Sensory and Nutritional Evaluation of Banana–Porang-Based Ice Cream as a Snack for Individuals with Diabetes Yunieswati, Wilda; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.114-124

Abstract

Diabetes mellitus merupakan kondisi kadar gula darah menjadi tinggi akibat kekurangan atau resistensi insulin. Salah satu upaya dalam mengontrol kadar gula darah yaitu mengonsumsi makanan rendah gula dan karbohidrat. Es krim dengan bahan rendah gula dan rendah indeks glikemik seperti tepung pisang kapok, tepung porang, dan susu kedelai dapat menjadi alternatif produk yang cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik mutu sensori dan kandungan gizi dari produk es krim berbasis tepung pisang kepok dan tepung porang. Penelitian ini menggunakan desain experimental study dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 3 perlakuan dengan rasio F1 (90% tepung pisang kepok:10% tepung porang), F2 (80% tepung pisang kepok:20% tepung porang), dan F3 (70% tepung pisang kepok:30% tepung porang). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu proses formulasi, uji organoleptik dan analisis proksimat, kadar gula dan serat pangan. Penelitian ini menggunakan panelis semi-terlatih sebanyak 35 orang yaitu mahasiswa/i Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sensori, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji mutu hedonik, ada perbedaan nyata pada warna, aroma, rasa, tekstur pada karakteristik es krim. Berdasarkan hasil uji hedonik, terdapat perbedaan nyata pada rasa dan tekstur es krim. Formula terbaik yang dipilih menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE) yaitu F2. Berdasarkan hasil uji kandungan gizi menunjukkan bahwa produk es krim memiliki kandungan energi 98 kkal per 100 g. Kandungan gula total 2,49% dan serat pangan 3,32%. Kandungan karbohidrat, protein, lemak dan gula total pada formula terpilih belum memenuhi SNI Es Krim 01-3713-1995 dan syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes. Sementara itu, komponen serat pangan berada diatas syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes.
Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi Syahidah, Zahra; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.1-10

Abstract

Latar belakang: Keluhan yang sering dialami oleh para wanita terdapat rasa nyeri yang sering dirasakan di bagian bawah perut dan juga rasa sakitnya bisa menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, otot paha, hingga betis. Beberapa remaja perempuan juga sering mengalami nyeri ini yang disebut Dismenore. Ada beberapa risiko yang memengaruhi dismenore yaitu, Usia saat menarche, lamanya menstruasi, riwayat keluarga, kondisi gizi, tingkat stres, dan kebiasaan berolahraga, kualitas tidur, dan paparan asap rokok. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tingkat stres dan asupan gizi terhadap kejadian dismenore pada remaja putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian observasional analitik dan dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 150 siswi kelas VIII SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi, sampel sebesar 84 responden teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan variabel tingkat stres, status gizi, dan dismenore. Uji hubungan dianalisis menggunakan Chi Square dengan IBM SPSS. Hasil: Sebanyak 94,0% responden yang mengalami stres dengan kategori tingkat stres ringan. Terdapat 81,0% responden memiliki status gizi dengan kategori gizi kurang dan gizi lebih, 69,0% responden mengalami kejadian dismenore. Diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p = 0,147) dengan kejadian dismenore. Sedangkan hasil dari status gizi bahwasanya terdapat hubungan yang signifikan antar status gizi (p = 0,002) dengan kejadian dismenore. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi gizi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya nyeri haid pada remaja putri di SMPN 4 Babelan, Kabupaten Bekasi.
PELATIHAN PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN DAN PEMANFAATAN PEKARANGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA MEKARJAYA BOGOR Annisa Oktaviani; Devina Alifia Fadhilah; Fadhelina Luthfiah Azzahra; Jihan Sekar Maharani; Miranda Monicha; Muhammad Abrar; Rahma Diaz Cahyani; Sasha Safira; Sri Laksmi Fitriyani; Inne Indraaryani Suryaalamsah; Nunung Cipta Dainy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3444-3452

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang dicirikan dengan panjang badan atau tinggi badan balita tidak sesuai dengan usianya. Dalam upaya pencegahan stunting, penting diperhatikan antara lain akses pangan, kualitas bahan makanan, cara mengolah bahan makanan dan cara penyimpanan bahan makanan untuk menjaga mutu serta keamanan bahan makanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Mekarjaya Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor adalah penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pelatihan penyimpanan bahan makanan serta pemanfaatan lahan pekarangan. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu hamil dan ibu menyusui sebanyak 30 orang sebagai peserta. Materi penyuluhan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pre-tes post-tes sebanyak 9,7 poin dengan presentase kenaikan sebesar 12,3%, sehingga dapat dinyatakan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui setelah diberikan penyuluhan.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA PADA TIM DASHAT (DAPUR SEHAT ATASI STUNTING) DI KELURAHAN PADASUKA BOGOR Wilda Yunieswati; Nunung Cipta Dainy; Inne Indraaryani Suryaalamsah; Ummul Habibah Hasyim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.907-914

Abstract

Pemanfaatan sampah rumah tangga seperti sampah dapur dapat dilakukan dengan sederhana menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Selain itu, salah satu produk dari pemanfaatan sampah rumah tangga adalah Eco-Enzyme. Eco-enzyme merupakan larutan hasil fermentasi sisa bahan organik (buah dan sayuran), gula dan air. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Posyandu Kelurahan Padasuka adalah edukasi pemanfaatan sampah rumah tangga dan pelatihan pembuatan Eco-Enzyme. Kegiatan ini diikuti oleh Tim DAHSAT Kelurahan Padasuka, Ciomas, Bogor sebanyak 21 orang di Posyandu Anugerah, Kelurahan Padasuka, Ciomas, Bogor. Materi edukasi diberikan dengan metode ceramah dan diskusi menggunakan media leaflet. Persentase peningkatan nilai post-test pada peserta yang mengikuti kegiatan edukasi yaitu sebesar 88.2%, dimana terjadi peningkatan nilai post-tes sebanyak 27 poin. Pelatihan pembuatan eco-enzyme dilakukan dengan setiap peserta praktek langsung membuat eco-enzyme dari sampah dapur yang dibawa oleh peserta. Pembuatan Eco-Enzyme dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan sampah rumah tangga dari sisa makanan/bahan dapur sehingga bisa lebih bermanfaat dan memiliki daya jual.
Implementasi Manajemen Mutu Dan Keselamatan Pasien di Klinik Komunitas: Studi Kualitatif Labib, Mohammad; Suryaalamsah, Inne Indraaryani; Afifi, Abdullah A
Journal of Regional Development and Technology Initiatives Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : IDRIS Darulfunun Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58764/j.jrdti.2026.4.144

Abstract

Patient safety is a key component of quality management systems in healthcare services. At the primary healthcare level, the implementation of patient safety systems often faces various challenges, such as limited human resources, organizational culture, clinical leadership, and suboptimal incident reporting systems. Community clinics play a strategic role in providing safe, effective, and high-quality healthcare services for the community. This study aims to examine the implementation of quality management and patient safety at the Baitul Qurro School Clinic. It also seeks to identify barriers and supporting factors in the implementation of patient safety, as well as to explore the experiences of healthcare workers in implementing service quality systems. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through in-depth interviews, observation of service processes, and review of the clinic’s quality documents. The research informants consisted of healthcare workers and clinic managers involved in patient care and quality management. Data analysis was conducted using thematic analysis to identify key themes related to organizational structure, service processes, and patient safety outcomes. The results show that the implementation of patient safety is influenced by several key factors, including leadership commitment, the availability of standard operating procedures, communication among healthcare workers, and the incident reporting system. Limited resources and the lack of structured training were identified as barriers to the optimal implementation of patient safety systems. This study highlights the importance of strengthening the patient safety culture at the primary healthcare level through the integration of quality management systems, capacity building for healthcare workers, and the reinforcement of professional ethical values based on Al-Islam and Kemuhammadiyahan.