Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi Sensori dan Gizi Es Krim Berbasis Pisang Kepok–Porang sebagai Camilan Penderita Diabetes: Sensory and Nutritional Evaluation of Banana–Porang-Based Ice Cream as a Snack for Individuals with Diabetes Yunieswati, Wilda; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.2.114-124

Abstract

Diabetes mellitus merupakan kondisi kadar gula darah menjadi tinggi akibat kekurangan atau resistensi insulin. Salah satu upaya dalam mengontrol kadar gula darah yaitu mengonsumsi makanan rendah gula dan karbohidrat. Es krim dengan bahan rendah gula dan rendah indeks glikemik seperti tepung pisang kapok, tepung porang, dan susu kedelai dapat menjadi alternatif produk yang cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik mutu sensori dan kandungan gizi dari produk es krim berbasis tepung pisang kepok dan tepung porang. Penelitian ini menggunakan desain experimental study dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 3 perlakuan dengan rasio F1 (90% tepung pisang kepok:10% tepung porang), F2 (80% tepung pisang kepok:20% tepung porang), dan F3 (70% tepung pisang kepok:30% tepung porang). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu proses formulasi, uji organoleptik dan analisis proksimat, kadar gula dan serat pangan. Penelitian ini menggunakan panelis semi-terlatih sebanyak 35 orang yaitu mahasiswa/i Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sensori, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji mutu hedonik, ada perbedaan nyata pada warna, aroma, rasa, tekstur pada karakteristik es krim. Berdasarkan hasil uji hedonik, terdapat perbedaan nyata pada rasa dan tekstur es krim. Formula terbaik yang dipilih menggunakan metode perbandingan eksponensial (MPE) yaitu F2. Berdasarkan hasil uji kandungan gizi menunjukkan bahwa produk es krim memiliki kandungan energi 98 kkal per 100 g. Kandungan gula total 2,49% dan serat pangan 3,32%. Kandungan karbohidrat, protein, lemak dan gula total pada formula terpilih belum memenuhi SNI Es Krim 01-3713-1995 dan syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes. Sementara itu, komponen serat pangan berada diatas syarat kandungan gizi PKMK untuk penyandang diabetes.
Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi Syahidah, Zahra; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 1 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.1.1-10

Abstract

Latar belakang: Keluhan yang sering dialami oleh para wanita terdapat rasa nyeri yang sering dirasakan di bagian bawah perut dan juga rasa sakitnya bisa menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, otot paha, hingga betis. Beberapa remaja perempuan juga sering mengalami nyeri ini yang disebut Dismenore. Ada beberapa risiko yang memengaruhi dismenore yaitu, Usia saat menarche, lamanya menstruasi, riwayat keluarga, kondisi gizi, tingkat stres, dan kebiasaan berolahraga, kualitas tidur, dan paparan asap rokok. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tingkat stres dan asupan gizi terhadap kejadian dismenore pada remaja putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian observasional analitik dan dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 150 siswi kelas VIII SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi, sampel sebesar 84 responden teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan variabel tingkat stres, status gizi, dan dismenore. Uji hubungan dianalisis menggunakan Chi Square dengan IBM SPSS. Hasil: Sebanyak 94,0% responden yang mengalami stres dengan kategori tingkat stres ringan. Terdapat 81,0% responden memiliki status gizi dengan kategori gizi kurang dan gizi lebih, 69,0% responden mengalami kejadian dismenore. Diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p = 0,147) dengan kejadian dismenore. Sedangkan hasil dari status gizi bahwasanya terdapat hubungan yang signifikan antar status gizi (p = 0,002) dengan kejadian dismenore. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi gizi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya nyeri haid pada remaja putri di SMPN 4 Babelan, Kabupaten Bekasi.