Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PELATIHAN PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN DAN PEMANFAATAN PEKARANGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA MEKARJAYA BOGOR Annisa Oktaviani; Devina Alifia Fadhilah; Fadhelina Luthfiah Azzahra; Jihan Sekar Maharani; Miranda Monicha; Muhammad Abrar; Rahma Diaz Cahyani; Sasha Safira; Sri Laksmi Fitriyani; Inne Indraaryani Suryaalamsah; Nunung Cipta Dainy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3444-3452

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang dicirikan dengan panjang badan atau tinggi badan balita tidak sesuai dengan usianya. Dalam upaya pencegahan stunting, penting diperhatikan antara lain akses pangan, kualitas bahan makanan, cara mengolah bahan makanan dan cara penyimpanan bahan makanan untuk menjaga mutu serta keamanan bahan makanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Mekarjaya Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor adalah penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pelatihan penyimpanan bahan makanan serta pemanfaatan lahan pekarangan. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu hamil dan ibu menyusui sebanyak 30 orang sebagai peserta. Materi penyuluhan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pre-tes post-tes sebanyak 9,7 poin dengan presentase kenaikan sebesar 12,3%, sehingga dapat dinyatakan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui setelah diberikan penyuluhan.
Pengaruh fermentasi dan penambahan gula pada organoleptik minuman kombucha bunga telang (Clitoria ternatea L.) Rosyanne Kushargina; Inne Indraaryani Suryaalamsah; Rimbawan Rimbawan; Mira Dewi; Evy Damayanthi
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2023): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i1.1243

Abstract

Background: Telang flower (Clitoria ternatea L.) is a plant with a high antioxidant content that can be used as a functional drink in tea. That can be fermented to produce Kombucha, which is rich in antioxidants and organic acids. Objectives: This study aimed to develop a formula for Telang flower kombucha and evaluate its organoleptic properties. Methods:  In a Completely Randomized Design (CRD) experiment, this research was conducted at the Food Processing Laboratory of the Bachelor of Nutrition Study Program, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta, from December to March 2023. Sugar was added to the fermentation process at varied concentrations (20%, 30%, and 40% w/v), while Telang flower tea was the control. Fifty-two untrained panellists participated in the hedonic quality evaluation, which included the evaluation of color, aroma, taste, and overall preference. The data were examined with the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests.Results: The sensory evaluation demonstrated statistically significant (p=0,000) differences in color, aroma, and taste between the control and the three sugar-added treatments. Kombucha's color and aroma characteristics with 20% and 30% sugar additions were significantly different (p<0,05). However, the taste characteristics were not significantly different. The color of Kombucha with 20% and 40% sugar additions were not significantly different, nor was the aroma with 30% and 40% sugar additions. According to the hedonic test analysis results, panellists preferred adding 40% sugar over other treatments. Hence this formula was selected for this study. Conclusion: Telang flower kombucha's organoleptic properties are strongly influenced by the fermentation process and the amount of added sugar. Further research is needed to explore its bioactive compounds and health benefits.
Formulasi Cookies Sumber Zat Besi dengan Penambahan Tepung Daun Kelor dan Tepung Sorgum sebagai Kudapan Alternatif Pencegah Anemia Remaja Putri Azzahra, Anisa; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 5, No 1 (2024): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.5.1.1-12

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia gizi pada remaja menurut data Riskesdas pada tahun 2013 adalah 37,1% lalu meningkat pada tahun 2018 menjadi 48,9%, salah satu akibat terjadinya anemia adalah kurang mengonsumsi pangan sumber zat besi, pangan yang kaya akan zat besi diantaranya tanaman kelor dengan Fe yang terkandung sebesar 6,0 mg/100gr dan sorgum 5,4 mg/100gr. Produk pangan yang dikembangkan dengan tambahan tepung kelor dan tepung sorgum sebagai pangan alternatif pencegah anemia pada remaja putri adalah cookies. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu organoleptik dan kandungan gizi cookies  dengan penambahan tepung daun kelor dan tepung sorgum sebagai kudapan alternatif pencegah anemia remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu kontrol dan tiga perlakuan yang diujikan kepada 32 orang panelis semi terlatih. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil: hasil penelitian menunjukan bahwa formula terpilih dalam penelitian ini adalah formula 1 (F1) yang paling banyak disukai panelis, dengan subtitusi tepung daun kelor 3,3% dan tepung sorgum 26,7%. Kandungan gizi kadar abu 1,23%, kadar air 3,82%, energi 466,33 kkal, protein 8,11%, lemak 17,31%, karbohidrat 69,52%, dan zat besi sebesar 4,08 mg. Simpulan: Formulasi cookies pada penelitian ini sudah dapat memenuhi 15% ALG zat besi bagi remaja putri dengan kandungan zat besi sebesar 4,08 mg/100gr.
Siklus Menstruasi Berdasarkan Kebiasaan Makan Junk Food dan Status Gizi Mahasiswi Selama Pandemi Covid-19 Suryaalamsah, Inne Indraaryani; Permatasari, Tria Astika Endah; Sugiatmi, Sugiatmi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.19.2.197-205

Abstract

Selama pandemi Covid-19, pembatasan kegiatan di luar rumah memungkinkan terjadinya perubahan pola makan dan aktivitas mahasiswa yang pada akhirnya akan memengaruhi status gizi dan keteraturan siklus menstruasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan kebiasaan makan junk food dan status gizi dengan siklus menstruasi mahasiswi di masa pandemi Covid-19. Desain penelitian yaitu cross sectional study dengan 107 orang mahasiswi Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur berupa kuesioner online (google form), disusun oleh peneliti mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang. Kebiasaan makan junk food diukur menggunakan food frequency questionnaire (FFQ). Status gizi diukur dengan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan chi-square dengan nilai p < 0.05. Hasil dari penelitian ini yaitu siklus menstruasi responden umumnya (78.5%) tergolong dalam kategori teratur. Mayoritas responden (84.1%) memiliki kebiasaan makan junk food dalam kategori sering. Sebagian besar responden memiliki status gizi yang normal (82.2%). Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan makan junk food dan status gizi dengan siklus menstruasi. 
Perbedaan Status Gizi dan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Pesantren Al-Barokah Malangbong Garut Berdasarkan Tempat Tinggal Herdiansyah, Dadang; Latifah, Noor; Suryaalamsah, Inne Indraaryani; Lubis, Anwar
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.20.2.146-154

Abstract

Status gizi remaja merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan karena memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Masalah gizi yang umum terjadi pada remaja meliputi kekurangan berat badan, kelebihan berat badan, dan anemia. Lingkungan dan tempat tinggal dapat mempengaruhi status gizi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi dan kadar hemoglobin remaja putri yang tinggal di pondok pesantren dan di rumah. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Barokah Malangbong, Garut. Penelitian ini melibatkan 70 remaja putri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t-independen dan uji Mann-Whitney, dengan uji normalitas terlebih dahulu menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada status gizi remaja putri yang tinggal di pondok pesantren dibandingkan dengan yang tinggal di rumah (p=0.020). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada kadar hemoglobin antara kedua kelompok (p=0.467). Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut untuk melihat perbedaan asupan gizi dan kebiasaan konsumsi remaja putri yang tinggal di pondok pesantren dan di rumah. Bagi pihak pondok pesantren, disarankan untuk melakukan pemantauan serta upaya promotif, preventif, dan kuratif guna mengatasi permasalahan gizi yang terjadi pada remaja.
HUBUNGAN SCREEN TIME, KEBIASAAN MAKAN JUNK FOOD, AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI MAN 14 JAKARTA TIMUR Rezeki, Sri; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v3i2.48749

Abstract

Based on the results of the 2018 Basic Health Research, the prevalence of adolescents aged 15 years who have central obesity is 31.0%. Obesity occurs due to the income of certain population groups, and eating habits that have begun to shift to disproportionate foods such as low carbohydrate, high fat and low fiber foods, as well as less physical activity caused by busyness and screen time. The aim of this study was to analyze the relationship between screen time, junk food eating habits and physical activity with obesity in teenagers at MAN 14 East Jakarta. The research was conducted in May 2023 at Madrasah Aliyah Negeri 14 East Jakarta with a sample size of 57 respondents aged 16 - 17 years. The sampling technique uses simple random sampling. This research uses quantitative research methods with a cross sectional design. Data were collected using a screen time questionnaire, for junk food eating habits using the FFQ and physical activity using the physical activity level (PAL), then the data was analyzed using the chisquare test. The results of the study showed that there was a relationship between screen time (p= 0.000), junk food eating habits (p= 0.000), and physical activity (p= 0.032) with the incidence of obesity in adolescents. It is hoped that MAN 14 East Jakarta students can increase physical activity and reduce screen time habits and consumption of junk foodKeywords physical activity, Junk food, Screen Time, Obesity
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN, STATUS GIZI DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA Al Muswah, Abdullah Ihsan; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 10, No 2 (2024): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v10i2.1006

Abstract

Academic achievement is a term used to show the results obtained by a person from the learning process in the world of education. Academic performance in Indonesia is still relatively low in the world. According to data from the World Best Countries For Education System in 2020, Indonesia ranks 70th with a quality index of 46.6 and an opportunity index of 42.97 out of 93 countries. The purpose of this study was to analyze the relationship between breakfast habits, nutritional status and education level of parents with academic achievement of MAN 2 students of Bogor Regency. The study was conducted in May 2023 at Madrasah Aliyah Negeri 2 Bogor Regency with a sample of 48 respondents taken by probability sampling.  This study used quantitative research methods with a cross sectional design. Data were collected using breakfast habit questionnaires for breakfast habits, Z-score for nutritional status and respondent data for parents education levels. The data was analyzed using the chi square test. The results showed that there was a relationship between breakfast habits (p = 0.001), parental education level (p = 0.000), and there was no relationship between nutritional status (p = 0.516) and student academic achievement. Based on the research results, it was concluded that there was a significant relationship between breakfast habits and parental education level with the respondents academic achievement and there was no significant relationship between nutritional status with academic achievement in students. Prestasi akademik adalah istilah yang digunakan untuk menunjukan hasil yang didapat seseorang dari proses belajar di dunia pendidikan. Prestasi akademik di Indonesia masih tergolong rendah di mata dunia. Menurut data dari World Best Countries For Education System tahun 2020 Indonesia menempati urutan 70 dengan quality index 46,6 serta opportunity index 42,97 dari 93 negara. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kebiasaan sarapan, status gizi dan tingkat pendidikan orang tua dengan  prestasi akademik siswa MAN 2 Kabupaten Bogor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kabupaten Bogor dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden yang diambil dengan probability sampling.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan untuk kebiasaan sarapan, Z-score untuk status gizi dan data responden untuk tingkat pendidikan orang tua. Analisis data menggunanakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan (p-value = 0,001), tingkat pendidikan orang tua (p-value = 0,000), dan tidak terdapat hubungan status gizi (p-value = 0,516) dengan prestasi akademik siswa. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dan tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi akademik responden dan tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan prestasi akademik pada siswa.
Karakteristik Sensori dan Kandungan Gizi Permen Jeli Berbasis Sawo, Kurma dan Jahe sebagai Pangan Fungsional Imunitas Tubuh Yunieswati, Wilda; Suryaalamsah, Inne Indraaryani; Kusumaningati, Walliyana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1001

Abstract

Setelah masa pandemi Covid-19 berakhir, kalangan masyarakat masih membutuhkan makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas tubuh yang berasal dari buah-buahan dan rempah. Kandungan antioksidan digunakan sebagai upaya pencegahan dalam meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah infeksi virus. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan formulasi, menganalisis karakteristik sensori dan kandungan gizi dan antioksidan permen berbasis buah sawo dan kurma dengan penambahan sari jahe. Penelitian ini menggunakan desain experimental study dengan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga tahap, yaitu proses formulasi, uji organoleptik dan analisis kandungan gizi serta antioksidan. Komposisi bahan dalam setiap formula terdiri dari buah sawo, kurma, jahe, gelatin, gula pasir, dan asam sitrat. Penelitian ini menggunakan panelis semi-terlatih sebanyak 35 orang yaitu mahasiswa/i Prodi Sarjana Gizi FKK UMJ. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sensori, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji mutu hedonik, ada perbedaan nyata pada warna dan aroma pada karakteristik permen jeli. Sedangkan berdasarkan hasil uji hedonik, terdapat perbedaan nyata pada aroma permen jeli, Formula terbaik dari permen jeli dengan menggunakan metode MPE yaitu F3 (40% buah sawo : 60% kurma). Berdasarkan hasil uji kandungan gizi menunjukkan bahwa permen jeli memiliki kandungan energi 259,85 kkal per 100gram. Aktivitas antioksidan permen jeli yaitu 152,6 mg/kg dan kadar abu pada permen jeli 0.86%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa formula terbaik permen jeli yaitu F3 dengan aktivitas antioksidan permen jeli berada dalam kategori lemah dan kadar abu permen jeli sudah memenuhi standar mutu kembang gula lunak yaitu SNI 3547.2-2008
Formulasi Cookies dari Tepung Hati Ayam dan Tepung Kedelai Sebagai Makanan Sumber Zat Besi Pencegah Anemia Pada Remaja Putri Annisa, Sinta Nur; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.4.1.14-27

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah gizi yang membutuhkan perhatian khusus yaitu anemia. Prevalensi anemia di Indonesia terbilang cukup tinggi, berdasarkan data Riskesdas 2018 proporsi anemia pada perempuan yaitu sebesar 27,2%. Prevalensi remaja putri tahun 2018 yang mengalami anemia yaitu sebesar 48.9%. Untuk mencegah anemia menggunakan tepung hati ayam dan tepung kedelai dengan menghasilkan formula cookies diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan dan perbaikan gizi anemia pada remaja putri. Tujuan: Tujuan penelitian yaitu untuk pengembangan produk melalui formulasi cookies dengan penambahan tepung hati ayam dan tepung kacang kedelai sebagai makanan yang berpotensi dalam pemenuhan zat besi bagi remaja putri untuk mencegah anemia. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental dengan desain penelitian Rancang Acak Lengkap (RAL) 1 kontrol dan 3 perlakuan serta pengolahan data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). Formula terpilih adalah formula 3 (F3) dengan nilai 4,30 (suka). Hasil: Hasil analisis dengan uji Kruskal Wallis terdapat perbedaan mutu hedonik secara signifikan (p 0,05) pada parameter tekstur, aroma, rasa, dan kesukaan secara keseluruhan. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang nyata pada parameter warna (p 0,05). Penambahan tepung hati ayam dan tepung kedelai memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tekstur, aroma, rasa, dan kesukaan secara keseluruhan.
Hubungan Status Gizi dan Pengetahuan Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Triyasa Ujung Berung Bandung Syabani Ridwan, Desi Fadia; Suryaalamsah, Inne Indraaryani
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Midwifery (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.4.1.8-15

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang berisiko tinggi mengalami anemia. Remaja awal antara usia 10 sampai 13 tahun, remaja pertengahan antara usia 14 sampai 16 tahun, dan remaja akhir antara usia 17 sampai 20 tahun. Anemia dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan remaja putri. Menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia, frekuensi anemia pada remaja putri meningkat dari 22,7% pada tahun 2013 menjadi 32% pada tahun 2018. Di Jawa Barat prevalensi anemia remaja putri sekolah sangat tinggi, yaitu 68,3% di Kabupaten Bandung Barat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan pengetahuan gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Triyasa Ujung Berung Bandung. Metode: Metode penelitian menggunakan analisis observasional analitik dengan desain studi cross sectional (potong lintang). Sampel pada penelitian ini sebesar 93 remaja putri, dengan teknik analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 47,3%. Sebagian besar yang anemia adalah mereka yang memiliki status gizi kurang yaitu sebanyak 45 responden (48,4%) memiliki status gizi kurang. Hasil uji statistik diperoleh p=0,020 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p0,05) antara status gizi dengan kejadian anemia, dan uji statistik hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian anemia memperoleh hasil p=0,558 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna (p 0,05) antara pengetahuan gizi dengan kejadian anemia. Simpulan: Simpulan yang didapatkan yaitu status nutrisi berkorelasi tinggi dengan anemia dan dapat menjadi pertimbangan terapi atau tujuan pencegahan pada kejadian anemia di populasi remaja wanita.