Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KETERBATASAN TERITORIAL PERLINDUNGAN HAK CIPTA DAN TANTANGAN PLATFORM STREAMING GLOBAL: RE-EVALUASI SISTEM ROYALTI INDONESIA Sahrul Ramadhan, Arbilriansyah; M. Renaldi; Saputra, Bagas; Claudilla Putri, Rizha
Jurnal Hukum Cassowary Vol 2 No 2 (2025): JURNAL HUKUM CASSOWARY
Publisher : Astha Grafika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65675/jhc.v2i2.185

Abstract

Perlindungan royalti musik di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat dominasi paradigma teritorial di tengah realitas distribusi musik yang lintas negara melalui platform streaming global. Kondisi ini memunculkan kesenjangan antara norma dan praktik yang berdampak pada kebocoran royalti, ketidakpastian yurisdiksi, serta melemahnya efektivitas perlindungan hak ekonomi pencipta. Kajian ini menelaah persoalan tersebut melalui penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan untuk mengurai dinamika regulasi nasional dan praktik di yurisdiksi lain yang lebih adaptif. Temuan menunjukkan bahwa prinsip lex loci protectionis yang masih dominan tidak selaras dengan karakter ekonomi digital yang tanpa batas. Diperlukan pergeseran menuju kerangka perizinan berorientasi transnasional melalui Transnational Hybrid Licensing Framework, dengan penataan ulang peran LMKN, penguatan kerja sama internasional, interoperabilitas data, serta pengakuan lisensi lintas yurisdiksi. Transformasi ini krusial untuk meningkatkan kepastian hukum, efektivitas struktural, dan keadilan substantif di era streaming global.
PENERAPAN SYMBOLIC EXPERIENTAL FAMILY THERAPY (SEFT) PADA REMAJA EMOSIONAL Purdani, Kartika Setia; Safrudin, Bacthiar; Salsabila, Ayu Putri; Pradana, Suwaldi; Masyuni, Daysila Sri; Sari, Nadiana; Sofyanda, Andini Fitdia; Akmalia, Risma; Saputra, Bagas; Piliang, Dhea Lilia Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54568

Abstract

Dalam hal hubungan keluarga dan masalah pribadi, remaja yang tidak stabil secara emosional biasanya mengalami kesulitan. Pengalaman emosional langsung, spontanitas, dan simbol interpersonal dalam keluarga merupakan pusat dari Terapi Keluarga Eksperiensial Simbolik (SEFT) Carl Whitaker. Metode ini bermanfaat bagi keluarga karena mendorong hubungan yang lebih tulus, mengurangi pertentangan, dan menggunakan peristiwa kehidupan nyata untuk membawa perubahan. Dalam tulisan ini, kita akan melihat bagaimana SEFT dapat membantu remaja yang mengalami kesulitan emosional. Dipercaya bahwa karya seni yang dibuat dapat membantu meringankan masalah psikologis dalam terapi seni, yang merupakan intervensi pengalaman yang mencakup bahan-bahan kreatif dan pengawasan dari terapis seni. Untuk memberikan gambaran umum tentang terapi seni bagi remaja yang menghadapi masalah psikologis, analisis literatur yang komprehensif telah dilakukan. Terapis dapat menunjukkan perilaku non-direktif, direktif, atau eklektik. Ada banyak metode berbeda untuk menggabungkan ketiga teknik perawatan ini, dan hal tersebut telah terbukti memiliki pengaruh besar pada gangguan psikologis.
Pembaruan Hukum Digital Etika Kecerdasan Buatan Berbasis Pancasila sebagai Solusi Ancaman Deepfake Saputra, Bagas; Ghazali, Muhammad Alif Al; Adami, Nazhif Syuja; Supriyono, Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36005

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya teknologi deepfake, menimbulkan tantangan serius dalam aspek etika, hukum, dan perlindungan hak asasi manusia di ruang digital. Kemampuan deepfake dalam memanipulasi visual dan audio secara realistis berpotensi disalahgunakan untuk kejahatan siber, disinformasi, serta pelanggaran privasi. Regulasi di Indonesia saat ini masih bersifat parsial dan belum secara khusus mengatur pemanfaatan kecerdasan buatan, terutama deepfake. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi pembaruan hukum digital melalui pendekatan etika kecerdasan buatan berbasis nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan laporan institusi terkait kecerdasan buatan dan deepfake. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila relevan sebagai landasan etis dalam merumuskan kebijakan hukum digital yang berkeadilan, beradab, dan berorientasi pada kemanusiaan, sehingga mampu merespons ancaman penyalahgunaan teknologi deepfake secara komprehensif.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): "EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR” Hidayat, Wahyu; Saputra, Bagas; Zahra, Alya; Ruzaini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50378

Abstract

Indonesian students' low achievement in PISA 2022 across mathematics, reading, and science reflects a fundamental and persistent challenge, one of which is the dominance of passive learning in elementary school classrooms. This study maps the extent to which Problem Based Learning (PBL) integrated with digital media can serve as a solution that is not merely promising in theory but proven effective in practice. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study analyzes 20 articles screened from 200 search results via Google Scholar and Publish or Perish, covering publications from 2021 to 2025. The two main foci examined are its influence on cognitive learning outcomes and the dimensions of student engagement most significantly affected. Findings show that digital media-based PBL consistently improves student learning outcomes across subjects, including Mathematics, Science, IPAS, and Bahasa Indonesia. Beyond score improvements, digital media such as animations, Kahoot, and Wordwall are proven to first activate students' affective dimension, building motivation and enthusiasm that subsequently serve as a foundation for deeper cognitive engagement. The findings of this review are expected to serve as evidence-based reference for teachers and policymakers in designing learning that is both effective and meaningful for students in the digital era.