Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pendidikan Agama Kristen yang Membebaskan: Pedagogis Kritis Paulo Freire dalam Konteks Budaya Suku Boti Remegises Danial Yohanis Pandie; Desi Sianipar; Lamhot Naibaho
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v7i2.944

Abstract

Abstract. This paper aimed to propose a liberating construction of Christian Religious Education (CRE). This study departs from research conducted on the Boti ethnic community in Boti Village, South Central Timor District. The Christians in the Boti community are still treated as adherents of foreign religions, whose existence is considered a threat to local culture. This fact makes Christians there unable to contribute optimally to the development of the local community. The method used in this study is a qualitative method with an ethnographic approach. Conducted by Paulo Freire's thinking about critical pedagogy, it is obtained a CRE construction that is relevant to the social situation of society. CRE must be contextual, holistic, liberative and transformative by directing all resources and pedagogical efforts to produce a generation that is critical and dialogical; they have sensitivity, solidarity, and ability to analyze social issues.Abstrak. Tujuan tulisan ini adalah mengusulkan konstruksi Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang membebaskan. Kajian ini berangkat dari penelitian yang dilakukan pada masyarakat Suku Boti di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Umat Kristiani di masyarakat Boti masih diperlakukan sebagai penganut agama asing, yang keberadaannya dianggap mengancam budaya lokal. Kenyataan tersebut membuat umat Kristiani di sana tidak dapat memberikan konstribusi secara maksimal bagi kemajuan masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dengan menggunakan bantuan pemikiran Paulo Freira tentang pedagogis kritis, diperoleh hasil suatu konstruksi PAK yang relevan situasi sosial masyarakat. PAK harus bersifat kontekstual, holistik, liberatif dan transformatif dengan mengarahkan segala daya dan upaya pedagogis agar menghasilkan generasi yang kritis, dialogis, memiliki kepekaan dan solidaritas kemanusiaan, dan memiliki kemampuan menganalisis masalah-masalah sosial.
Peran Guru Sekolah Minggu dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Anak Usia 11-12 Tahun Evalina Chrisna Damanik; Lusia Rahajeng; Manat Siahaan; Rondo Alvirano Morihito Victoria Salomo; Desi Sianipar
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v5i2.109

Abstract

Critical thinking is one of the potentials of a child and needs to be developed. In Sunday School, teachers must play a role in developing critical thinking skills in children, especially for children aged 11-12 years. Therefore, this study aims to generate ideas about the role of Sunday School teachers in developing critical thinking skills in children aged 11-12 years. This study uses qualitative research methods through a literature study approach. The results of this study are Sunday School teachers can do several things to develop children's critical thinking skills, namely understanding the concept of Biblical theology about critical thinking, imitating Jesus as the Great Teacher in critical thinking, and guiding children in critical thinking. Sunday School teachers must understand each child with their thinking abilities; provide teaching materials that stimulate children to think critically; provide a variety of learning methods; provide opportunities for children to search for their learning materials; and encourage children to express their thoughts creatively and usefully. Keyword: The role of Sunday School teacher, critical thinking, children aged 11–12 year.
Evaluasi Program Sekolah Minggu Dengan Menggunakan Model Evaluasi CSE-UCLA Desi Sianipar; Wellem Sairwona; Esti Regina Boiliu
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v8i2.1073

Abstract

Abstract. As a form of non-formal education, Sunday School should also undergo evaluation procedures like educational programs in general. The results of this evaluation are very useful as information and a basis for developing the program in the future. Currently, there are many program evaluation models that can be utilized by program managers. One of them is the CSE-UCLA model. Therefore, the aim of this research is to see the effectiveness of using the CSE-UCLA model evaluation approach to evaluate the Sunday School program. The research method used in this research is a qualitative method. The result of the research showed that the CSE-UCLA evaluation model can be effectively used to evaluate educational programs, including education that has a religious spiritual atmosphere.Abstrak. Sebagai satu bentuk pendidikan nonformal, Sekolah Minggu semestinya juga menjalani prosedur evaluasi sebagaimana program pendidikan pada umumnya. Hasil evaluasi tersebut sangat berguna sebagai informasi dan pijakan dalam pengembangan program tersebut di masa yang akan datang. Pada masa kini ada banyak model evaluasi program yang dapat dimanfaatkan oleh pengelola program. Salah satu di antaranya adalah model CSE-UCLA. Karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas penggunakan pendekatan evaluasi model CSE-UCLA untuk mengevaluasi program Sekolah Minggu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model evaluasi CSE-UCLA dapat secara efektif digunakan untuk mengevaluasi program pendidikan, termasuk pendidikan yang bernafaskan spiritual keagamaan.
Efektivitas Bimbingan Pranikah untuk Mengantisipasi Stunting Irene Gwindoline Hakh; Desi Sianipar
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v8i2.1295

Abstract

Abstract. Since 2019, a premarital counseling program, as a form of Christian religious education at the Evangelical Christian Church in Timor (GMIT), has been implemented, specifically to provide an understanding of reproduction health and the first thousand days of life regarding stunting. This research aimed to evaluate the effectiveness of premarital counseling in anticipating stunting at GMIT Sion Kuli, Rote Ndao Regency, East Nusa Tenggara (NTT). The research method used is a qualitative method. The research result showed that the premarital counseling program has not been effective in anticipating stunting because it has not focused on anticipating stunting. Thus, it can be concluded that the church has not paid serious attention to anticipate the danger of stunting.Abstrak. Sejak tahun 2019, program bimbingan pranikah, sebagai salah satu bentuk Pendidikan Agama Kristen di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) telah dilaksanakan, khususnya untuk memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan periode seribu hari pertama kehidupan yang menyangkut stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bimbingan pranikah dalam mengantisipasi stunting di GMIT Sion Kuli Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program bimbingan pranikah belum efektif dalam mengantisipasi stunting karena belum berfokus pada antisipasi stunting. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gereja belum memberikan perhatian serius dalam antisipasi bahaya stunting.
Lokarya Evaluasi Kurikulum dan Matapelajaran Pendidikan Agama Kristen bagi Guru TK dan SDK Amazing School Halim Wiryadinata; Desi Sianipar; Desy Irawaty Santoso; Vitus Juli Agustinus Telaumbanua
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yakni memberikan tools kepada guru – guru dalam mengevaluasi kurikulum dan mata pelajaran dengan metode Context, Input, Process and Product (CIPP. Ketercapaian kurikulum dan mata pelajaran merupakan esensi pembelajaran sehingga pengukuran ketercapaian menjadi kapital pengambilan keputusan manajemen sekolah. Ketidakmampuan mengevaluasi dan mengukur ketercapaian menjadi masalah bagi guru-guru TK dan SDK Amazing School dalam manajemen sekolah. Oleh karena itu, metode CIPP memberikan kesempatan kepada guru – guru untuk memahami ketercapain kurikulum dan mata pelajaran. Melalui pendekatan lokakarya, narasumber memberikan dan mempraktikan evaluasi kurikulum dan mata pelajaran bersama – sama. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan pengetahuan metode CIPP dalam mengevaluasi kurikulum dan mata pelajaran pada setiap akhir tahun ajaran. Kesimpulannya adalah metode CIPP menjadi alat yang baik dalam mengevaluasi program pendidikan yang ada di sekolah Amazing School.
Penerapan Teologi Cinta Kristus Dan Pedagogi Cinta Johann Heinrich Pestalozzi Dalam Pendidikan Agama Kristen Anak Desi Sianipar; Sozanolo Telaumbanua
Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022): Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/mjpkaud.v3i1.877

Abstract

Abstrak Pendidikan yang berpusat pada cinta sangat dibutuhkan anak karena banyak anak yang mengalami krisis cinta akibat mengalami kekerasan dari orang-orang di sekitarnya. Kurangnya cinta dalam pendidikan anak telah mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri, mudah putus asa, tidak memiliki daya juang, menjadi antisosial, dan sebagainya. Karena itu, pendidikan agama Kristen berperan besar dalam menanamkan pemahaman tentang cinta kristiani, membentuk karakter anak yang penuh cinta, serta mempraktikkan cinta dalam kehidupan. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan pemikiran tentang penerapan teologi cinta Kristus dan pedagogi cinta Pestalozzi dalam pendidikan agama Kristen anak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian ini adalah pendidikan agama Kristen anak berpusat pada cinta yang diterapkan berdasarkan teologi cinta Kristus dan pedagogi cinta Pestalozzi. Pendidik merupakan pribadi yang penuh cinta, tujuan dan materi pembelajaran memuat capaian dan bahasan tentang cinta kepada Allah, sesama, dan diri sendiri, metode pembelajaran bertujuan untuk mempromosikan cinta; dan evaluasi pembelajaran berfokus pada perkembangan sikap empati pada anak. Kata kunci : Teologi Cinta, Pedagogi Cinta, Pendidikan Agama Kristen, Anak Abstract Love centered education is needed by children because many children experience crisis of love due to violence from the people around them. Lack of love in children education will result in lack of self-confidence, easily discouraged, not having power to fight, being antisocial, and so on. Therefore, Christian religious education plays major role in instilling understanding of Christian love, forming the character of children who are full of love, and practicing love in their life. Therefore, the purpose of this research is to give ideas about the application of the theology of Christ's love and the pedagogy of love from Pestalozzi in the Christian religious education of children. The research method uses qualitative methods with literature study approach. The result of this research is that Christian religious education for children is centered on love which is applied based on the theology of Christ's love and the pedagogy of love from Pestalozzi. The educator is a person who is full of love, the goals and learning materials contain the topics about love to God, others, and oneself, the learning method aims to promote love; and evaluation of learning focuses on the development of love character in children. Keywords: Theology of Love, Pedagogy of Love, Christian Religious Education, Child
Penyuluhan Manajemen Misi dan Pertumbuhan Gereja bagi Orang Percaya dalam Pendidikan Agama Kristen Halim Wiryadinata; Noh Ibrahim Boiliu; Desi Sianipar; Desy Irawaty Santoso; Eklin Amtor de Fretes
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v7i2.7004

Abstract

This community service study aims to implement the discourse idea of managing mission and church growth within the Indonesian Muria Christian Church, specifically at the Ark of God. The growth of church members enables the management of the church through mission and church growth, manifesting the love of God to others. This idea reflects the most excellent command of Jesus in Matthew 28:18-20, which is the command to share our lives with others throughout the world. Therefore, the concept of mission and church growth invites management to apply knowledge in planning, implementing, and evaluating the program. This community service utilizes an outreach method to the church community. This method incorporates the results of mission management and church growth, as guided by the most excellent command of Christ. The conclusion is to present the eagerness of the church community to create the program as a practical program ahead of time.