Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BINDER TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma spinosum) DENGAN PERSENTASE BERBEDA TERHADAP KANDUNGAN NUTRISI PAKAN UDANG Salma, Alfiatus; Arisandi, Apri
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 4 (2023): (Desember, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.4.2023.217-226

Abstract

Binder carboxy methyl cellulose (CMC) biasa digunakan dalam formulasi pakan udang, tetapi mempunyai harga mahal dan tidak memberi dampak terhadap penambahan nutrisi pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bahan binder pengganti CMC yang lebih murah dan memberi dampak penambahan nutrisi dalam pakan udang. Dosis perlakuan binder tepung rumput laut dalam pakan uji sebesar 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3), dan 20% (P4). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, antara lain (P0) binder CMC sebagai kontrol dan (P1-P4) binder tepung rumput laut. Pakan perlakuan diuji kadar air, protein, dan lemaknya dengan metode analisis proksimat. Hasil nilai kadar air pada P0 (3,3%), P1 (3,8%), P2 (4,2%), P3(6%), dan P4 (6,3%), kadar protein pada P0 (40,40%), P1 (28,43%), P2 (40,40%), P3 (32,90%), dan P4 (28,40%), kadar lemak pada P0 (9,97%), P1 (9,98%) dan P1-P4 (9,97%). Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan penambahan binder CMC dibandingkan dengan perlakuan penambahan binder tepung rumput laut tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap penambahan nutrisi pakan udang. Hasil tersebut membuktikan bahwa tepung rumput laut dapat menggantikan CMC sebagai binder dalam formulasi pakan udang.The binder, carboxy methyl cellulose (CMC), is commonly used in shrimp feed formulations, but it is expensive and has no impact on adding feed nutrition. This experiment aimed to find a binder substitute for CMC that is cheaper and has the effect of adding nutrients to shrimp feed. The doses of binder from seaweed meal treatment in the test feed were 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3), and 20% (P4). This study used a completely randomized design with five treatments and three replications, including (P0) CMC binder as a control and (P1-P4) seaweed meal binder. The test feed were tested for water, protein and fat content using the proximate analysis method. Results of water content in P0 (3.3%), P1 (3.8%), P2 (4.2%), P3 (6%), and P4 (6.3%), protein content in P0 (40 .40%), P1 (28.43%), P2 (40.40%), P3 (32.90%), and P4 (28.40%), lipid content in P0 (9.97%), P1 (9.98%) and P1-P4 (9.97%). This experiment showed that the treatment with the addition of CMC binder compared to the treatment with the addition of seaweed meal binder did not have a significant effect on the addition of nutrients to shrimp feed. These results proved that seaweed meal can replace CMC as a binder in shrimp feed formulations.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Di Kelurahan Sambikerep Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya: Community Empowerment Strategy in Utilizing Waste Cooking Oil in Sambikerep Village, Sambikerep District, Surabaya City Santoso, Nizamudin Imam; Sugiarti, Teti; Arisandi, Apri
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i2.2035

Abstract

The purpose of this study is to describe the development of the waste cooking oil utilization program in Sambiarum Village. This study used a mixed quantitative and qualitative approach with a descriptive research type. The analytical method used is Historical Tracing Analysis, Economic Value Analysis and SWOT Analysis. Based on the research results, it is known that at the beginning of 2009 to 2022 waste used cooking oil is only deposited into the main waste bank to be converted into money. The total generation of waste cooking for all customers reached 845 kg/month while for all villagers it reached 3532 kg/month. The total economic value of used waste in the Pin-Pin waste bank is IDR 2,535,000/month, while in Sambiarum village it is IDR 10,596,000/month. For the calculation of product added value for aromatherapy candles, it is Rp. 1,073,000 with a profitability of 71.5%. The strategy that has been determined is to maximize waste banks as education and training centers for used waste by involving the role of sub-districts to reach out to village communities so they do not dispose of used waste which can pollute the environment. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perkembangan program pemanfaatan limbah minyak jelantah di Kampung Sambiarum. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatitif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode Analisis yang dipakai berupa Analisis Penelusuran Sejarah, Analisis Nilai Ekonomi dan Analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pada awal dari tahun 2009 sampai tahun 2022 limbah minyak jelantah ini hanya disetorkan saja ke bank sampah induk untuk dikonversi menjadi uang. Jumlah timbulan jelantah pada seluruh nasabah mencapai 845 kg/bulan sedangkan pada seluruh warga kampung mencapai 3532 kg/bulan. Total nilai ekonomi jelantah di bank sampah Pin-Pin sebesar Rp2.535.000,-/bulan, sedangkan di kampung Sambiarum sebesar Rp Rp10.596.000,-/bulan. Untuk perhitungan nilai tambah produk pada lilin aroma terapi diperoleh sebesar Rp1.073.000,- dengan profitabilitas 71,5%. Strategi yang telah ditentukan yaitu memaksimalkan bank sampah sebagai pusat edukasi dan pelatihan limbah jelantah dengan melibatkan peran kelurahan untuk menjangkau masyarakat kampung agar tidak membuang limbah jelantah yang dapat mencemari lingkungan.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGUATAN HULU PADA KLASTER INDUSTRI RUMPUT LAUT Arisandi, Apri; Sholeh, Moh.; Triadjie, Haryo
Cakrawala Vol. 13 No. 1: Juni 2019
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v13i1.292

Abstract

Salah satu upaya untuk mempercepat proses dan memenuhi permintaan pasar akan rumput laut kelas I ini perlu sentuhan teknologi yang spesifik untuk industri budidaya dan penanggulangan penyakit rumput laut untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas rumput laut sebagai salah satu produk unggulan Madura.  Berdasarkan prospeknya, telah banyak pengusaha tertarik akan keunggulan rumput laut Madura.  Di dalam even-even pameran, para peminat mulai banyak berdatangan/berkunjung ke kelompok ini untuk melihat secara langsung dan mempromosikan serta berkeinginan menanamkan modal. Tujuan dari kegiatan ini [WU1] adalah mengidentifikasi permasalahan produksi rumput laut di Jawa Timur, pengembangan penerapan teknologi budidaya rumput laut pada kelompok tani di Jawa Timur, peningkatan produksi rumput laut yang berkualitas. Ketersediaan produksi rumput laut seringkali terhambat, hal ini disebabkan pada bulan-bulan tertentu pertumbuhannya lambat dan mengalami gagal panen akibat infeksi penyakit ice-ice.  [WU2] Walaupun telah menguasai teknologi budidaya dengan baik dan menggunakan bibit rumput laut berkualitas, akan tetapi kemampuan produksi masih rendah. Metode perendaman kalium permanganat (KMNO4) dengan konsentrasi 200 ppm dan larutan probiotik dengan konsentrasi 500 ppm, dapat meningkatkan laju pertumbuhan harian rumput laut hingga 3,27%.  Laju pertumbuhan harian yang tinggi memberikan dampak terhadap biomass yang dihasilkan saat panen[WU3] .  Strategi produksi bibit berkualitas agar lebih efektif adalah dengan menguatkan kelompok tani untuk membuat kebun bibit rumput laut sebagai stok bibit untuk semua anggota dengan menggunakan metode perendaman kalium permanganat (KMNO4) dan larutan probiotik. Kata Kunci: Budidaya, Rumput laut, KMNO4, Probiotik, PertumbuhanÂ