Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Revitalisasi Kualitas Pembelajaran di TPA Salimah Melalui Pemberdayaan Berbasis Sanitasi, Sarana Edukatif, dan Literasi Religius Sari, Dewi Comala; Nasution, Harris Pinagaran; Syahlina, Maya; Medina, Lisa; Arjani Manik, Yessi Kurnia
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Salimah di Desa Bantan menghadapi tantangansignifikan yang menghambat kualitas pembelajaran. Permasalahan utama yangteridentifikasi adalah (1) ketiadaan fasilitas sanitasi yang layak dan akses air bersih, (2)ruang belajar yang tidak kondusif, dan (3) minimnya sarana edukatif serta bahan ajarliterasi religius yang inovatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) inibertujuan untuk merevitalisasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di TPA Salimahmelalui pemberdayaan berbasis tiga pilar: sanitasi, sarana edukatif, dan literasi religius.Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melaluiempat tahapan: (1) Analisis kebutuhan dan koordinasi, (2) Rehabilitasi fisik (toilet, ruangbelajar), (3) Edukasi (PHBS), penyusunan modul, dan pelatihan tutor, serta (4) Serah terimasarana dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan penyelesaian 100% masalah sanitasidengan terbangunnya toilet baru yang higienis dan tandon air. Ruang belajar menjadi lebihnyaman, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) telah diterapkan oleh anak. Selain itu,telah dihasilkan Modul Literasi Qurani Anak yang inovatif, peningkatan kompetensipedagogik tutor, serta ketersediaan buku-buku literasi dan rak buku. Program ini berhasilmentransformasi lingkungan TPA Salimah menjadi lebih sehat, nyaman, dan kaya secaraedukatif, yang secara langsung mendukung peningkatan kualitas pembelajaran anak.
The Role of Youth Innovation and Collaboration in Driving National Economic Growth Towards Golden Indonesia 2045: A Legal Perspective Amrin; Yessi Kurnia Arjani Manik; Ahmad Kholil; John Sihar Manurung; Rismawati; Rizal Agus; Ishma Amelia
Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 03 (2025): Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humani
Publisher : Walidem Institute and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61455/sicopus.v3i03.352

Abstract

Objective: This study aims to analyze the strategic role of youth in driving national economic growth through innovation and cross-sector collaboration, and to examine the relevance and effectiveness of legal policies that support this role in the context of achieving the vision of Golden Indonesia 2045. Theoretical framework: This study uses an interdisciplinary approach that combines the theories of youth empowerment, innovation-driven economy, and the legal framework of national development. This approach strengthens the understanding of how national regulations, such as Law No. 40 of 2009 concerning Youth and Presidential Regulation No. 18 of 2020 concerning RPJMN 2020–2024, support the role of youth in economic growth. Literature review: Youth Innovation in Economic Development, Cross-Sector Collaboration by Youth, Legal Basis for Youth Empowerment. Methods: This study uses a descriptive qualitative method, literature study, and policy analysis techniques. Data sources were obtained from national legal documents, academic journals, BAPPENAS policy reports, and relevant youth innovation case studies. The analysis technique was carried out through the stages of data reduction, thematic categorization, and normative interpretation. Results: The study indicate that youth have great potential to create digital innovation, social entrepreneurship, and creative economy that have a direct impact on national economic growth. However, the implementation of legal policies that support youth innovation still faces challenges in terms of institutional synergy, legal assistance, and access to capital. Implications: These findings provide implications that policy reform and strengthening of youth-friendly legal governance need to be a strategic priority for the government to achieve the goal of Indonesia Emas 2045. The synergy between vocational education, the business world, and legal institutions is the key to successful cross-sector collaboration. Novelty: The uniqueness of this study lies in the integration of strategic analysis of youth innovation and legal approaches in one systematic framework, as well as an emphasis on the importance of legal, social, and economic collaboration in long-term development based on the youth generation.
Bantuan Meja Mandi Jenazah untuk Serikat Tolong Menolong Amal Sosial Di Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal Suherman; Zumhari; Zuhirsyan , Muhammad; Sari , Dewi Comala; Manik, Yessi Kurnia Arjani
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2: DESEMBER 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Politeknik Negeri Medan ini dilaksanakan di Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, bermitra dengan Serikat Tolong Menolong (STM) Lingkungan XIII. Meskipun menaungi 216 Kepala Keluarga, mitra menghadapi kendala utama berupa ketiadaan fasilitas pemandian jenazah yang memadai akibat keterbatasan dana operasional. Kondisi ini memaksa petugas meminjam bangku kayu warga sebagai alas duduk saat pelaksanaan fardhu kifayah. Program ini bertujuan memberikan solusi konkret melalui pengadaan peralatan pemandian jenazah yang layak, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kemudahan pelayanan sosial mitra kepada anggotanya
Navigating Tradition and Territory: The Islamic Business Ethics of Minangkabau Traders in Negeri Sembilan, Malaysia Muslim Marpaung; Irma Suryani Lubis; Syahrial Arif Hutagalung; Yessi Kurnia Arjani Manik; Jufri Naldo
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v4i2.1658

Abstract

This study explores Islamic economics and business anthropology with a focus on the commercial ethics of the Minangkabau diaspora in Negeri Sembilan, Malaysia. The central problem addressed is the growing challenge faced by diaspora Muslim entrepreneurs in maintaining Islamic business ethics and cultural identity while navigating increasingly competitive market environments and multicultural business interactions. In Southeast Asia, cross-border trade among ethnic communities continues to expand, yet reports of declining ethical practice and weakened cultural ties in diaspora business networks raise concerns for the sustainability of moral economic conduct. These conditions underscore the urgency to investigate how traditional Islamic values and Minangkabau customs are preserved, negotiated, and transformed within contemporary business settings. This research aims to understand the internalization of Islamic values and Minangkabau adat within the business practices of migrant traders, as well as how these values adapt to Malaysian socio-cultural contexts. Employing a qualitative method with an ethnographic approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving 10 key informants consisting of Minangkabau traders and community leaders in Negeri Sembilan. Thematic data analysis highlights the dynamic interplay between religious principles, customary norms, and economic behavior. Findings reveal that Minangkabau traders uphold Islamic business ethics through the values of honesty, trust, and ukhuwah, while simultaneously adjusting to local business norms and regulations. Their ethical approach forms a contextual model of entrepreneurship that balances spiritual commitments with economic pragmatism. This study contributes to the formulation of the concept of Islamic Entrepreneurial Diaspora, offering an integrative model for understanding how Islamic belief systems interact with local culture in cross-national economic practices. The discovery provides theoretical enrichment to Islamic business ethics discourse and demonstrates the enduring importance of local cultural values in navigating global commercial pressures.
Edukasi Hukum Anti Korupsi Melalui Konsep Trading in Influence: Upaya Penanaman Nilai Integritas di Lingkungan Pendidikan Menengah Ivana Novrinda Rambe; Arifyanto, Gatot Teguh; Manik, Yessi Kurnia Arjani
Jurnal Kemitraan dan Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : PT Arfa Digital Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65358/jurnamitra.v1i2.200

Abstract

Perkembangan tindak pidana korupsi di Indonesia semakin kompleks dan meluas, dengan munculnya bentuk baru seperti trading in influence atau perdagangan pengaruh. Praktik ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan atau kedekatan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman hukum dan menanamkan nilai integritas di kalangan siswa pada lingkungan pendidikan menengah melalui penyuluhan hukum bertema “Korupsi Terselubung Melalui Trading in Influence: Refleksi Kasus Tom Lembong”. Metode kegiatan mencakup pemaparan materi, diskusi kelompok, dan evaluasi partisipatif. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran siswa terhadap bentuk korupsi non-material serta pemahaman mereka tentang pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari. Program ini menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan budaya antikorupsi sejak dini.