Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Lived Experiences of The Recovery Process of People with Schizophrenia During a Pandemic Dharma, I Dewa Gede Candra; Ahsan, Ahsan; Lestari, Retno
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.8 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.820

Abstract

The existence of social restrictions and activities during the pandemic in the last two years may have hampered the recovery process of people with schizophrenia. The Denpasar City Empowered House Rehabilitation Center is designed as a place for people with schizophrenia in the community to recover, become independent, and be productive. Several studies have attempted to explain how people with schizophrenia recover, but little is known about how this happens during pandemics. Therefore, this study used interpretive phenomenological methods to explore and understand the meaning of life for people with schizophrenia. The participants were 5 people with schizophrenia who were at the Denpasar Empowered House. Furthermore, interviews were conducted using in-depth techniques. The interview data were transcribed verbatim and analyzed using the Creswell approach. The results obtained 8 themes, namely: (1) Feeling cared for by others, (2) Accepted by the community, (3) Having a positive self-identity, (4) Ngayah helping the recovery process, (5) More helpful to explore self-ability, (6) To recover, (7) Enjoy active socializing, and (8) Situations that affect self-ability. It can be concluded that the participants interpret the recovery process as a goal to return to being part of the community during a pandemic.Abstrak: Adanya pembatasan dan aktivitas sosial selama pandemi dalam dua tahun terakhir dapat menghambat proses pemulihan penderita skizofrenia. Pusat Rehabilitasi Rumah Berdaya Kota Denpasar dirancang sebagai wadah bagi penderita skizofrenia di masyarakat untuk pulih, mandiri, dan produktif. Beberapa penelitian telah menjelaskan bagaimana penderita skizofrenia dapat pulih, tetapi sedikit yang diketahui tentang bagaimana proses pemulihan penderita terjadi selama pandemi. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode interpretif fenomenologis yang bertujuan untuk menggali dan memahami makna hidup bagi penderita skizofrenia. Partisipan adalah 5 orang penderita skizofrenia yang berada di Rumah Berdaya Denpasar. Selanjutnya, wawancara dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Data wawancara ditranskripsikan secara verbatim dan dianalisis menggunakan pendekatan Creswell. Hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 8 tema: (1) Merasa diperhatikan oleh orang lain, (2) Diterima oleh masyarakat, (3) Memiliki identitas diri yang positif, (4) Ngayah membantu proses pemulihan, (5) Lebih bermanfaat untuk mengeksplorasi kemampuan diri, (6) Untuk memulihkan diri, (7) Menikmati bersosialisasi secara aktif, dan (8) Situasi yang mempengaruhi kemampuan diri. Kesimpulan penelitian ini adalah penderita skizofrenia dapat memaknai proses pemulihan sebagai tujuan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat selama pandemi.
The Psychosocial Therapy for Schizophrenia : A Systematic Review Dharma, I Dewa Gede Candra; Beo, Yosef Andrian
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 3 No 1 (2022): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.03.01.02

Abstract

Schizophrenia was a type of mental disorder with distortion characteristic in thought, perception, emotion, language, self-feeling, and behavior which could be cured when it was given a proper treatment and effective psychosocial therapy which aimed to increase life skill and train social skill. This article was aimed to identify which psychosocial therapy which could be given to schizophrenia patients when they were out from a mental hospital to prepare their selves back to society. The literature reviews were taken from four databases as ScienceDirect, CAB Direct, EBSCOhost, and SpringerLink by using following keywords: psychosocial therapy, schizophrenia therapy, and community therapy. Prefered Reporting Items For Sytematic Riviews (PRISMA) method was used to select the data by determining inclusion and exclusion criteria. Based on the criteria, the researcher defined 15 articles from 2016 – 2021 to be further analyzed. The psychosocial therapy was a main focus which must be concerned on schizophrenia patients while they were out from the mental hospital or undergoing a treatment in Public health center to prepare their selves to be back to the community. There were several kinds of psychosocial therapy that could be implemented to schizophrenia patients as cognitive therapy, psycho education, community therapy, or therapy in a combination with other therapies. Moreover, the accessibility of rehabilitation center was the most important aspect to be existed in order to support the therapy implementation for schizophrenia patients while they were out from the mental hospital and back to their family and community.
Uji Korelasi dalam Penelitian Kuantitatif: Kajian Konseptual, Asumsi Statistik dan Implikasi Paraktis Putu Gede Subhaktiyasa; I Wayan Numertayasa; N. Putri Sumaryani; Sang Ayu Ketut Candrawati; I Dewa Gede Candra Dharma; I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3952

Abstract

Uji korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang paling banyak digunakan untuk mengetahui hubungan antarvariabel, namun praktiknya masih menunjukkan kesalahan intepretasi dan generalisasi. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kritis terhadap berbagai jenis uji korelasi parametrik dan non-parametrik dengan mentelaah keunggulan, keterbatasan, dan konteks penggunaannya dalam kerangka validitas dan analisis data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka melalui telaah literatur dari basis data ilmiah dalam rentang 2015-2025. Analisis data menggunakan analisis isi dengan pendekatan deduktif-induktif pada tema konseptual, asumsi statistik dan praktik penerapan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa uji korelasi berperan penting dalam identifikasi kekuatan dan arah hubungan antarvariabel, namun tidak dapat digunakan untuk memberikan kesimpulan hubungan sebab akibat. Penentuan jenis korelasi harus mempertimbangkan skala pengukuran, distribusi data dan data outlier. Selain itu, signifikansi statistik tidak selalu mencerminkan makna substantif, sehingga diperlukan interpretasi dan pelaporan yang dilandasi justifikasi metodologis yang kuat. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan literasi statistik dan pemahaman metodologis untuk ketapatan analisis, mencegah kesalahan infersial dan meningkatkan kualitas rekomendasi berbasis bukti.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Body Shaming Pada Remaja Sekolah Menengah Atas Dyah Putri Budi Utami; Kiki Rizki Fista Andriana; I Dewa Gede Candra Dharma
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54655

Abstract

Penggunaan media sosial telah menjadi bagian integral dalam kehidupan remaja dan berperan penting dalam pembentukan persepsi diri serta interaksi sosial. Paparan intens terhadap konten visual dan standar tubuh ideal mendorong terjadinya perbandingan sosial yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap perilaku body shaming. Body shaming merupakan bentuk perundungan verbal yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial dengan body shaming pada remaja sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain korelasional dengan pengumpulan data secara cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 238 remaja yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penggunaan media sosial dan kuesioner body shaming yang disebarkan melalui googleform, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat penggunaan media sosial dan body shaming dalam kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan body shaming (p-value = 0,000; r = 0,297). Temuan ini mengindikasikan semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin tinggi kecenderungan remaja mengalami body shaming, sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan integrasi promosi kesehatan mental di lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan dampak negatif interaksi media sosial pada remaja.