Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Psychosocial Therapy for Schizophrenia : A Systematic Review Dharma, I Dewa Gede Candra; Beo, Yosef Andrian
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 3 No 1 (2022): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.03.01.02

Abstract

Schizophrenia was a type of mental disorder with distortion characteristic in thought, perception, emotion, language, self-feeling, and behavior which could be cured when it was given a proper treatment and effective psychosocial therapy which aimed to increase life skill and train social skill. This article was aimed to identify which psychosocial therapy which could be given to schizophrenia patients when they were out from a mental hospital to prepare their selves back to society. The literature reviews were taken from four databases as ScienceDirect, CAB Direct, EBSCOhost, and SpringerLink by using following keywords: psychosocial therapy, schizophrenia therapy, and community therapy. Prefered Reporting Items For Sytematic Riviews (PRISMA) method was used to select the data by determining inclusion and exclusion criteria. Based on the criteria, the researcher defined 15 articles from 2016 – 2021 to be further analyzed. The psychosocial therapy was a main focus which must be concerned on schizophrenia patients while they were out from the mental hospital or undergoing a treatment in Public health center to prepare their selves to be back to the community. There were several kinds of psychosocial therapy that could be implemented to schizophrenia patients as cognitive therapy, psycho education, community therapy, or therapy in a combination with other therapies. Moreover, the accessibility of rehabilitation center was the most important aspect to be existed in order to support the therapy implementation for schizophrenia patients while they were out from the mental hospital and back to their family and community.
Uji Korelasi dalam Penelitian Kuantitatif: Kajian Konseptual, Asumsi Statistik dan Implikasi Paraktis Putu Gede Subhaktiyasa; I Wayan Numertayasa; N. Putri Sumaryani; Sang Ayu Ketut Candrawati; I Dewa Gede Candra Dharma; I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.3952

Abstract

Uji korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang paling banyak digunakan untuk mengetahui hubungan antarvariabel, namun praktiknya masih menunjukkan kesalahan intepretasi dan generalisasi. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kritis terhadap berbagai jenis uji korelasi parametrik dan non-parametrik dengan mentelaah keunggulan, keterbatasan, dan konteks penggunaannya dalam kerangka validitas dan analisis data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka melalui telaah literatur dari basis data ilmiah dalam rentang 2015-2025. Analisis data menggunakan analisis isi dengan pendekatan deduktif-induktif pada tema konseptual, asumsi statistik dan praktik penerapan korelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa uji korelasi berperan penting dalam identifikasi kekuatan dan arah hubungan antarvariabel, namun tidak dapat digunakan untuk memberikan kesimpulan hubungan sebab akibat. Penentuan jenis korelasi harus mempertimbangkan skala pengukuran, distribusi data dan data outlier. Selain itu, signifikansi statistik tidak selalu mencerminkan makna substantif, sehingga diperlukan interpretasi dan pelaporan yang dilandasi justifikasi metodologis yang kuat. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan literasi statistik dan pemahaman metodologis untuk ketapatan analisis, mencegah kesalahan infersial dan meningkatkan kualitas rekomendasi berbasis bukti.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Body Shaming Pada Remaja Sekolah Menengah Atas Dyah Putri Budi Utami; Kiki Rizki Fista Andriana; I Dewa Gede Candra Dharma
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54655

Abstract

Penggunaan media sosial telah menjadi bagian integral dalam kehidupan remaja dan berperan penting dalam pembentukan persepsi diri serta interaksi sosial. Paparan intens terhadap konten visual dan standar tubuh ideal mendorong terjadinya perbandingan sosial yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap perilaku body shaming. Body shaming merupakan bentuk perundungan verbal yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial dengan body shaming pada remaja sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain korelasional dengan pengumpulan data secara cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 238 remaja yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penggunaan media sosial dan kuesioner body shaming yang disebarkan melalui googleform, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat penggunaan media sosial dan body shaming dalam kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan body shaming (p-value = 0,000; r = 0,297). Temuan ini mengindikasikan semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin tinggi kecenderungan remaja mengalami body shaming, sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan integrasi promosi kesehatan mental di lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan dampak negatif interaksi media sosial pada remaja.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN STRATEGI KOPING EMOSIONAL PADA REMAJA Ni Made Anggi Prasetya; I Dewa Gede Candra Dharma; I Gede Juanamasta
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1018

Abstract

Kecemasan pada remaja merupakan respons psikologis terhadap tekanan akademik dan sosial yang dapat meningkat apabila individu tidak mampu mengelola stres secara efektif, sehingga mendorong penggunaan strategi koping emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan strategi koping emosional pada remaja di SMA Negeri 4 Denpasar. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 218 siswa kelas XII yang dipilih melalui stratified random sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS), sedangkan strategi koping emosional dinilai menggunakan subskala emotion-focused coping dari Ways of Coping Questionnaire (WCQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami kecemasan ringan (48,2%) dan memiliki tingkat strategi koping emosional sangat tinggi (39,4%). Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara tingkat kecemasan dan strategi koping emosional (r = 0,415; p < 0,001). Peningkatan tingkat kecemasan berhubungan dengan semakin tingginya penggunaan strategi koping emosional pada remaja, sehingga temuan ini dapat menjadi dasar penguatan manajemen koping untuk menjaga kesejahteraan psikologis remaja.
The Relationship Between Parenting Style And Mental Health In Adolescents Ni Luh Santhi Putri Wulandari; Ni Komang Sukra Andini; I Dewa Gede Candra Dharma
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 5 No. 1 (2026): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v5i1.206

Abstract

Background: Adolescence was a developmental phase that was vulnerable to mental health disorders due to physical, social, and emotional changes. Parenting style was an important factor that influenced adolescents' ability to manage pressure and shape their character. Objective: This study aimed to determine the relationship between parenting style and mental health among adolescents at Public Senior High School 2 North Kuta. Method: The research method used was an analytical correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all students in grades X–XII, totaling 1,010 respondents, and the sample was determined using purposive sampling with 287 respondents. Data were collected using the parental bonding instrument questionnaire for parenting variables and the MHI-38 for mental health variables, which had been tested for validity and reliability, then analyzed using the Spearman rank correlation test. Result: The results showed that most respondents were 16 years old (36.2%), female (60.3%), and had parents with a senior high school education background (57.1%). Most respondents experienced democratic parenting (48.1%) and had very good mental health (42.5%). The analysis showed a p-value of 0.000 with a correlation coefficient of 0.764, indicating a strong and significant relationship between parenting style and adolescent mental health. Conclusion: These findings indicated that the better the parenting style applied, the better the adolescents' mental health condition, demonstrating that family support played an important role in shaping adolescent psychological well-being.
The Effect Of Five-Finger Hypnosis Therapy On Improving Adolescent Mental Health At State Senior High School 2 Gianyar I Dewa Gede Candra Dharma; Ni Ketut Citrawati
Jurnal Gema Keperawatan Vol 19 No 1 (2026): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v19i1.5225

Abstract

Adolescence is a critical developmental stage experienced by every individual, characterized by significant physical, biological, socio-emotional, and cognitive changes. Stress during adolescence commonly arises from the inability to adapt effectively to internal and external life demands, resulting in both psychological and physiological disturbances. Five-finger hypnosis therapy is a self-hypnosis intervention that induces deep relaxation, thereby helping to reduce mental tension and psychological burden. This study aimed to analyze the effect of five-finger hypnosis therapy on stress levels among adolescents. A quantitative quasi-experimental pretest-posttest design was employed, involving 40 tenth-grade high school students, with 20 participants assigned to the intervention group and 20 to the control group. Participants were recruited using a consecutive sampling technique. Stress levels were measured before and after the intervention using the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) questionnaire. The intervention group received five-finger hypnosis therapy in four 10-minute sessions over one month, while the control group received no intervention. The findings showed that the control group remained predominantly at a moderate stress level before and after the study (60,0%). In contrast, the intervention group initially demonstrated predominantly severe stress (70,0%), which decreased to predominantly mild stress (90.0%) following the intervention. The Mann–Whitney test revealed a statistically significant difference in post-intervention stress levels between the intervention and control groups (p = 0,001; p < 0,05). These findings indicate that five-finger hypnosis therapy is effective in reducing stress levels among adolescents.
Spiritual Leadership and Caring Behavior: Insights from Indonesian Nursing Practice Ni Kadek Ayu Sriani; Putu Gede Subhaktiyasa; I Dewa Gede Candra Dharma
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.414

Abstract

Inadequate implementation of caring behaviors can negatively impact the quality of nursing care. Several factors, including spiritual leadership, can affect this. However, empirical evidence supporting this relationship is limited. Therefore, this study aimed to explore the relationship between spiritual leadership and nurses' caring behavior. The study used a quantitative design with a sample of 114 nurses through a total sampling technique. The instruments were spiritual leadership and caring behavior questionnaires with a five-point Likert scale that was analyzed using Spearman's Rho correlation test. The findings showed that nurses' understanding of spiritual leadership and caring behavior was in a good category. There was a positive relationship between spiritual leadership and nurses' caring behavior, but the strength of the relationship was relatively weak. Nonetheless, the results indicate the importance of spiritual leadership in nurses' caring behavior in hospital services.   Penerapan perilaku caring yang tidak memadai dapat berdampak negatif terhadap kualitas asuhan keperawatan. Beberapa faktor, termasuk kepemimpinan spiritual, dapat mempengaruhi hal ini. Namun, bukti empiris yang mendukung hubungan ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kepemimpinan spiritual dan perilaku caring perawat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan sampel sebanyak 114 perawat melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepemimpinan spiritual dan kuesioner perilaku caring dengan skala Likert lima poin yang dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kepemimpinan spiritual dan perilaku caring perawat berada pada kategori baik. Terdapat hubungan positif antara kepemimpinan spiritual dan perilaku caring perawat, namun kekuatan hubungan tersebut relatif lemah. Meskipun demikian, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan kepemimpinan spiritual dalam perilaku caring perawat dalam pelayanan di rumah sakit.