Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sistem Informasi Pengelolaan Arsip Surat Berbasis Web di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Langsa Dara Havisha Lamkaruna Dara; liza fitria
Jurnal Informatika dan Teknologi Komputer (J-ICOM) Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Informatika dan Teknologi Komputer (JICOM)
Publisher : E-Jurnal Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/j-icom.v2i2.3795

Abstract

The rapid development of information technology can benefit almost all fields, both government and private agencies. In an agency always needed a communication that aims to convey information without having to meet directly by means of holding a written communication called a letter. However, currently information technology is very useful to facilitate performance in correspondence activities, especially in the management of mail archives, one of which is at the Langsa City National Land Agency Office. At this time correspondence activities ranging from receiving, scheduling, archiving to verification of incoming and outgoing official letters at the Langsa City BPN Office are still using the agenda book. So with problems like this it takes quite a long time if you want to find the letter file again. From these problems, a system was created that will assist in the management of letter archives at the Langsa City Land Agency Office, namely by grouping letter archives based on letter types consisting of receipts, notifications, invitations and requests. Keywords: Information Systems, Management, Mail
MENJADI IBU CERDAS (BEING SMART MOMS) DALAM MENDIDIK ANAK PADA ERA DIGITAL DI DESA MEURANDEH KECAMATAN LANGSA LAMA KOTA LANGSA Novianda Novianda; Munawir Munawir; Liza Fitria
Global Science Society Vol 1 No 2 (2019): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak itu penting dan perlu diperhatikan serta didukung oleh orang tua, terutamaibu. Sebab ibu memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Di Era Digital ini,ibu-ibu dapat mengawasi anak-anaknya ketika aktif berinternet, semua aplikasi memiliki sisipositif dan negatif, tergantung para penggunanya. Salah satu cara agar bisa mengawasi anakanaknyadalam berinternet yaitu, orang tua juga harus memahami cara penggunaan internetserta media sosial, agar orang tua mengetahui apa yang diakses oleh anak-anaknya. Jikaanaknya megakses hal-hal negatif maka orang tua bisa menasihatinya. Pada kegiatanPengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ibu-ibu diajarkan praktik langsung penggunaankomputer/laptop dan cara pemanfaatan internet dan mengenal aplikasi-aplikasi media sosialseperti Whatsapp, Line, BBM, twitter, Google, Youtube bahkan game yang sering dimainkananak. PKM ini melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagaipesertanya, dan merupakan salah satu Tridharma yang menjadi tugas dosen, dan jugakontribusi diberikan dosen kepada masyarakat, dengan tujuan menjadikan ibu-ibu PKK yangpintar (being smart moms) agar dapat menjadi tempat bertanya bagi anak-anaknya seakaligusmenjawab pertanyaan tersebut.
PENERAPAN BUDIDAYA FODDER JAGUNG DENGAN SISTEM PENYIRAMAN TIMER DIGITAL OTOMATIS SEBAGAI PAKAN KAMBING ETAWA DAN DOMBA PADA KELOMPOK TANI DI DESA BENUA RAJA ACEH TAMIANG Novianda; Beni Al Fajar; Liza Fitria
Global Science Society Vol 2 No 1 (2020): Global Science Society (GSS) Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyaraka
Publisher : LPPM dan PM Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corn fodder as alternative feed to replace grass, it can be planted on small land, arranged in a shelf rack with a tray. Corn fodder can be harvested for a minimum of two weeks, and yields can be given directly to livestock. by being appointed or even can be rolled up so the tray will clean again. Corn fodder can be consumed as a whole until the root without remaining. The basic ingredient of making corn fodder is corn seeds. One kilogram of corn seeds can produce as much as three up to four kilograms of corn fodder. Planting corn fodder does not use soil, but needs enough water. Farmers must use an automatic digital timer to overcome water shortages so that watering can be done regularly by adjusting the time on the automatic digital timer. The watering time setting is set for seven sessions, with an interval of 2-4 hours. and the watering life time for 1 minute. in session one the appliance will turn on watering the corn fodder at 05.30 on 05.31 off. In session two at 07.30 on, 07.31 off. In session three at 09.30 on, 09.31 off. In session four at 11.30 on, 11.31 off. In session five at 4.00 pm. on, 4.30 pm. off. In session six at 6.00 pm. on, 18.01 off. In session seven at 20.00 on, 20.01 off. watering is arranged at the same time during each day starting from Monday – Sunday and the tool will turn on automatically for daily watering
WEB BUILDER: SOLUSI ALTERNATIF SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAGI GURU Nurhafidhah Nurhafidhah; Rahmiati Rahmiati; Liza Fitria; Fiza Rauzika Altasa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11195

Abstract

Abstrak: Masalah pada pengabdian masayarakat ini merupakan tindak lanjut dari permasalahan yang disepakati bersama dengan mitra, yaitu: (1) Belum ada sosialisasi dan pelatihan pengembangan bahan ajar menggunakan media Web Builder bagi guru Aceh Timur; dan (2) Kurangnya pengetahuan guru di Aceh Timur terhadap penggunaan web Builder untuk pengembangan bahan ajar. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah (1) Melakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengembangan bahan ajar menggunakan media web builder bagi guru Aceh Timur; dan (2) Meningkatkan pengetahuan guru di Aceh Timur terhadap penggunaan web Builder untuk pengembangan bahan ajar. Bentuk kegiatan PKM yang dilakukan terdiri dari: sosialisasi dan pelatihan, bimtek, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dan daring selama 3 hari. Peserta kegiatan PKM adalah seluruh guru Aceh Timur dan guru anggota JDSI, yaitu 60 orang. Tahapan kegiatan terdiri dari persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Sosialisasi dan pelatihan pengembangan bahan ajar menggunakan media web builder bagi guru Aceh Timur telah terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan tingginya persentase respon peserta terhadap angket tanggapan peserta, yaitu 89%. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan guru di Aceh Timur tentang penggunaan web Builder dalam pengembangan bahan ajar yaitu dari 73% menjadi 80%. Selain itu, diperoleh informasi tingkat literasi digital peserta sebelum mengikuti kegiatan, yaitu sebesar 66%.Abstract: The issue of this community service is the follow-up to the problems that have been agreed upon with partners, namely: (1) There was no socialization and training on the development of teaching materials using Web Builder media for East Aceh teachers; and (2) Lack of knowledge of teachers in East Aceh on the use of Web Builder for material development. The purpose of implementing this PKM activity is (1) Conducting socialization activities and training on developing teaching materials using a web builder media for East Aceh teachers; and (2) Increasing the knowledge of teachers in East Aceh on the use of Web Builder for the development of teaching materials. The forms of PKM activities carried out consist of: socialization and training, technical guidance, and mentoring. The activities were carried out face-to-face and online for 3 days. Participants in the PKM activity were all teachers from East Aceh and teachers from JDSI members, namely 60 people. The activity stages consist of preparation, implementation, monitoring and evaluation. Socialization and training on developing teaching materials using a web builder media for East Aceh teachers have been carried out well. This is evidenced by the high percentage of participant responses to the participant's response questionnaire, which is 89%. In addition, there was an increase in teacher knowledge in East Aceh about using Web Builder to develop teaching materials, from 73% to 80%. In addition, information on the digital literacy level of participants before participating in the activity was obtained, which was 66%.
PEMILIHAN GAYA RAMBUT BERBASIS AUGMENTED REALITY MENGGUNAKAN VIOLA JONES Ahmad Ihsan; Liza Fitria; Muhammad Assyam Shadiq Prima
Jurnal Minfo Polgan Vol. 12 No. 1 (2023): Article Research March 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v12i1.12317

Abstract

Perangkat lunak yang dibangun pada penelitian ini adalah augmented reality yang digunakan dalam pemilihan model rambut, aplikasi ini memiliki tujuan untuk memperoleh nilai kecepatan tracking berdasarkan wajah dan untuk mendapatkan tingkat akurasi dari deteksi wajah. Metode Viola Jones merupakan metode yang muncul pada tahun 2001 oleh Paul Viola dan Michael Jones. Metode ini menggunakan haar-like fetures dimana perlu dilakukan training terlebih dahulu untuk mendapatkan keputusan dengan nama cascade classifier untuk menentukan apakah ada wajah yang terdeteksi dalam suatu frame. Aplikasi ini berjalan secara real time sehingga jarak ataupun sudut antara wajah dengan kamera yang didapat dari setiap orang sangat berpengaruh terhadap jalannya aplikasi. Untuk jarak optimal wajah terhadap kamera adalah sekitar 50 cm sampai 80 cm dari kamera dengan sudut derajat wajah terhadap kamera adalah 0⁰, untuk kecepatan tracking rata-rata yang diperoleh adalah 0,89 m/s, sedangkan untuk intensitas cahaya yang diperlukan untuk mendapatkan deteksi wajah yang optimal adalah 12,9 lux hingga 107,8 lux..
Implementation of Augmented Reality at Interactive Food Menu Using the Speed Up Robust Features (SURF) Algorithm Ahmad Ihsan; Liza Fitria; Mursyidah Mursyidah; Herri Mahyar; Suryati Suryati; Misriana Misriana
Jurnal Infomedia: Teknik Informatika, Multimedia, dan Jaringan Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jim.v8i1.4074

Abstract

— Promotion is an attempt to notify or offer a product or service with the aim of attracting potential customers to buy or consume it, with the promotion, producers or distributors expect an increase in sales figures. In this study researchers used Augmented Reality technology for interactive media promotion of food menus by adding 3D multimedia elements. The method used in this study uses the Natural Feature Tracking method with the Speed Up Robust Features (SURF) algorithm, which detects local features in marker images that are resistant to rotation, scale and blurring. The results showed that the keypoint functions to render 3D objects. Search for keypoints is interrupted due to distance, light intensity and slope of the marker. Test results to see the distance between the camera and the marker as far as 60 cm. Medium light intensity that can detect markers, the average time of object speed can be displayed is 3.026 seconds and the marker slope limit is 30 °. This is because the keypoint readings at the position and time limit from keypoint readings clearly, keypoint readings clearly produce 3D objects can be displayed. This research uses the Android platform as the foundation of this Augmented Reality technology application. So that by displaying 3D food menu items in restaurants it is expected to be a means of promotion to attract consumers.
PELATIHAN LITERASI DIGITAL DAN PRODUKSI KONTEN POSITIF MELALUI WEBSITE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN REMAJA MASJID DALAM MEMANFAATKAN MEDIA TEKNOLOGI Liza Fitria; Khairul Muttaqin; Nurul Fadillah; Ahmad Ihsan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17554

Abstract

Abstrak: Perkembangan media digital kini telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali remaja dengan jumlah tertinggi sebagai pengguna media digital. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa penggunaan media digital oleh remaja belum tentu berdampak positif. Remaja Masjid memiliki peran khusus dalam menyampaikan berita-positf, salah satunya dengan menggagas Gerakan Satu Masjid Satu Konten. Untuk membuat konten positif yang lebih menarik, maka remaja masjid membutuhkan sebuah pelatihan literasi digital yang terfokus pada pengembangan konten dalam kegiatan dakwah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan masyarakat terkait literasi digital dan konten positif di media digital. Mitra yang akan dilibatkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Remaja Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang yang berjumlah 12 orang. Metode yang digunakan adalah diskusi interaktif serta pelatihan pembuatan konten berbasis website dengan sistem evaluasi menggunakan angket pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan, serta angket respon peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan yang dijadikan sebagai indikator pengukuran capaian kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berdasarkan hasil angket yang disebarkan kepada peserta, persentase peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi adalah 66.67% dan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan pembuatan konten-konten positif adalah 75%.Abstract: The development of digital media has now spread to all levels of society, including teenagers with the highest number of digital media users. However, this does not rule out the possibility that teenagers' use of digital media may not necessarily have a positive impact. To create more interesting positive content, mosque youth need digital literacy training that focuses on developing content for da'wah activities and educating the people. The aim of this activity is to provide public awareness, knowledge and abilities regarding digital literacy and positive content in digital media. The partners who will be involved in this service activity are the Salman Alfarisi Aceh Tamiang Mosque Youth, totaling 12 people. The method used is interactive discussion and website-based content creation training with an evaluation system using participant knowledge questionnaires before and after participating in the training, as well as training participant response questionnaires after participating in the training which are used as indicators for measuring activity achievements. The results of this service activity are based on the results of a questionnaire distributed to participants, the percentage increase in participants' knowledge after participating in technology utilization training was 66.67% and participants' knowledge after participating in positive content creation training was 75%.
Peningkatan Produksi Udang Kualitas Tinggi Melalui Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Tambak Terintegrasi Khairul Muttaqin; Ahmad Ihsan; Liza Fitria
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i2.3185

Abstract

Budidaya udang telah menjadi sektor yang strategis dalam perekonomian akibat permintaan yang terus meningkat terhadap udang berkualitas tinggi. Dalam upaya untuk menghadapi tantangan tersebut, peningkatan efisiensi operasional dalam tambak udang menjadi kritis. kegiatan ini membahas pengembangan sistem informasi manajemen tambak sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan produksi udang berkualitas tinggi. Sistem informasi manajemen tambak mencakup integrasi teknologi informasi dalam proses budidaya udang, dari pengelolaan pakan hingga pemantauan lingkungan tambak. Melalui implementasi sistem informasi manajemen tambak, petani dapat mengoptimalkan pemberian pakan dengan mengidentifikasi pola makan udang yang lebih baik. Selain itu, pemantauan terhadap kondisi lingkungan memungkinkan pengendalian penyakit lebih efektif, mengurangi risiko kematian massal yang berdampak pada produktivitas. Dengan demikian, kegiatan ini menggarisbawahi manfaat sistem informasi manajemen tambak dalam mencapai peningkatan produksi udang berkualitas tinggiTop of Form . Metode pelaksanaan PKM ini terdiri lima tahap, yaitu; (1)Koordinasi dan sosialisasi kegiatan; (2)Pelatihan; (3)Pendampingan; (4)Monitoring dan evaluasi kegiatan; dan (5)Penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil dari kegiatan ini masyarakat mitra mengalami peningkatan produksi udang berkualitas tinggi secara berkelanjutan. Dengan memadukan teknologi informasi dalam budidaya udang, artikel ini mendorong para pelaku industri untuk mengadopsi pendekatan inovatif guna memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.
Normalisasi Motion Data Untuk Model Viseme Dinamis Bahasa Indonesia Nurul Fadillah; Liza Fitria
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 4 No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v4i01.1576

Abstract

Animasi bicara yang natural sangat dibutuhkan bagi Industri animasi. Penelitian animasi berbicara Bahasa Indonesia masih sangat jarang dilakukan, sehingga kami melakukan penelitian bidang ini. Animasi bicara yang natural sangat ditentukan oleh kesesuaian antara pengucapan dan viseme (visual phoneme) tersebut. Viseme adalah bentuk bibir ketika mengucapkan suatu fonem atau bunyi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan normalisasi data motion capture (mocap) sehingga diperoleh data fitur setiap suku kata dari kalimat bahasa Indonesia yang diucapkan oleh seorang model. Data yang kami rekam adalah wajah seorang model yang telah dipasang 37 penanda aktif diwajahnya dengan mengucapkan 5 kalimat Bahasa Indonesia. Teknologi yang digunakan untuk merekam adalah teknologi motion capture (mocap). Data fitur yang diperoleh digunakan sebagai dasar pada proses klasterisasi, sehingga dihasilkan kelas-kelas viseme dinamis Bahasa Indonesia. Penelitian ini menjelaskan beberapa kegiatan yaitu perekaman data mocap, konversi data mocap menjadi sistem koordinat dunia, proses normalisasi posisi 3D, dan visualisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa data fitur hasil proses normalisasi dapat diterapkan pada proses klaterisasi dengan kualitas klaster yang baik.
Sistem Cerdas Pemberian Pakan Otomatis Dalam Peningkatan Produktivitas Panen Udang Novianda Novianda; Liza Fitria; Ahmad Ihsan; Munawir Munawir
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v6i02.1922

Abstract

Pemberian pakan pada budidaya udang merupakan hal penting terhadap proses pertumbuhan udang sehingga tercapai hasil panen yang diharapkan. Pemberian pakan harus seimbang dan tepat waktu, tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan dalam pemberian pakan karena seluruh pakan yang diberikan belum tentu habis dimakan seluruhnya oleh udang, oleh karena itu perlu adanya teknologi yang dapat mengontrol dalam pemberian pakan udang. Teknologi pemberi pakan udang otomatis dapat menjadi solusi dalam permasalahan pemberian pakan untuk menunjang produktivitas budidaya udang. Tujuan dari alat pelempar pakan otomatis adalah untuk memberi kemudahan kepada petani tambak dalam memberi pakan udang secara efesien, tepat waktu dan terukur. Alat pemberi pakan udang otomatis dibangun menggunakan modul mikrokontroler arduino, modul RTC (Real Time Clock), dan sistem pelempar pakan. Metode pemberian pakan udang dengan prinsip kerja alat pemberi pakan udang adalah pakan udang terlempar secara horizontal akibat gaya sentrifugal. Dengan adanya pengaruh gaya sentrifugal dari baling-baling penebar, maka pakan akan terlempar keseluruh permukaan kolam. Pemberian pakan dikontrol dengan menggunakan Arduino dengan mengatur waktu. Pemberian pakan udang dilakukan setiap 4 jam sekali dan waktu nyala alat selama 70 detik, menebar pakan sebanyak 10 kg untuk jumlah 1.500 ekor udang dan luas kolan 400 m2 dengan jarak lemparan pakan minimal 1 meter dan maksimal 7 meter.