Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JANITA

Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Pengepres Sampah Plastik Sebagai Bahan Baku Daur Ulang Muharsono; Sri Sutrismi; Desi Rahmawati; Marlena
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.819 KB) | DOI: 10.36563/pengabdian.v1i1.251

Abstract

Abstract The people of Sobontoro in district Boyolangu and Blumbang in district Campurdarat have a very good concern to manage the plastic waste. Their activities aim to help government create the healthy environment. They plan to build the community which is free from the adverse and dangerous effects of plastic waste. The community has formed a Bank of plastic waste to collect plastic waste for many years. What they have done brought a positive thing. The plastic waste which was initially scattered around their house complex collected and pressed to reduce the volume of waste. The well packed and pressed plastic waste can be more valuable and useful as raw material for recycling plastic products with the help of appropriate technology to be implemented in the community. The problems faced by the Bank of plastic waste relating with the insufficient knowledge about the harmful impact of plastic waste on the environment. The next issue deals with the absence of the appropriate technology to press the plastic waste for the sake of the efficiency in the case of the storage of plastic waste and in the distributing the plastic waste to the factory where the waste will be recycled. The method of carrying out the PPTTG activity involves stakeholders, the public and students. The outputs produced are products (the pressing machines of plastic waste), articles published in national journals, the videos, publications in electronic media and intellectual property right (industrial design and copyright). Abstrak Masyarakat Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu dan Desa Campurdarat Kecamatan Campurdarat memiliki kepedulian terhadap pengelolaan sampah plastik dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bebas dari dampak buruk sampah plastik. Masyarakat membentuk kelompok Bank Sampah untuk mengepul limbah plastik sehingga plastik yang awalnya berserakan, dikumpulkan dan dipress untuk mengurangi volume sampah kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku daur ulang produk yang terbuat dari plastik dengan bantuan Teknologi Tepat Guna untuk diimplementasikan pada masyarakat. Permasalahannya, pengetahuan tentang dampak limbah plastik terhadap lingkungan masih terbatas dan belum memiliki teknologi tepat guna mesin pengepress sampah plastic agar efisiensi tempat dan menambah volume pengepulan sampah plastik sehingga dapat menambah pendapatan serta menyediakan lapangan kerja. Metode pelaksanan kegiatan melibatkan pemangku kepentingan, masyarakat dan mahasiswa. Luaran yang dihasilkan adalah produk (mesin pengepres sampah), artikel yang di muat di jurnal nasional, video kegiatan, publikasi di media elektronik dan kekayaan intelektual (desain industri dan hak cipta).
Pelatihan“Tehnik Demo Tool SHOPEE Auto Follow-Exrush.com dan Teknik Iklan Berbayar” Marlena; Eni Widhajati
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.615 KB) | DOI: 10.36563/pengabdian.v1i2.339

Abstract

Increasing human resources through the Shopee Auto Follow-Exrush.com Demo Tool Technique Training and Paid Advertising Techniques will greatly assist UMKM actors in promoting and marketing their business. This technique will assist business actors in gaining more followers so that market expansion expectations can be achieved. From the existing problems, the solution that will be given is to provide training related to the problem as a problem solving solution. This activity is intended for business actors (UMKM), carried out at PT. Antik Prosperous Village, District Campurdarat Tulungagung. This training activity can provide knowledge to business actors to increase followers, understand auto follow-exrush.com in e-commerce and how to develop business in the digital market. This activity will be sustainable by providing assistance to business actors (UMKM to monitor the extent to which the results of the training are applied in daily activities and the benchmark for the success of this training is an increase in performance through market expansion and increased turnover of each business actor.
Socialization and Implementation Restructuring Pseudo Thinking Process for Solving Geometry Problem in Tutoring Institutions Lutfan Anas Zahir; Marlena
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/pengabdian.v2i1.499

Abstract

Abstrak Perkembangan media pembelajaran saat ini sangatㅤvariatif, namunㅤdari segi pemahaman siswa memiliki banyak variasidaya tangkap yang berbeda-bedaㅤdan mengakibatkan miss concept hinggaㅤpseudo-thinking. Tujuan dari sosialisasi danㅤimplementasi ini adalah untuk memberikanㅤpelatihan bagi pendidik dalam melihatㅤproses berpikir siswa sekaligus menyusun prosesㅤberpikirㅤsiswa yang mengalami pseudoㅤthink. PendekatanㅤSosialisasi dan Implementasi ini merupakan pendekatanㅤkualitatif denganㅤtipe deskriptif dari sampel siswa. Mahasiswa yang menjadi subjekㅤpelatihan adalah mahasiswa kelas IX dari Lembaga Bina Mandiri Tulungagung yangㅤberjumlah tiga orang mahasiswa. Mengambil mata pelajaran berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan. Metode Pengumpulan data dalam penelitianㅤiniㅤmeliputi: lembar soal tes dan lembar Wawancara. Kemudian data tersebut dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan langkah-langkah untuk mendiagnosis seseorang denganㅤpseudo-thinking atau yang dilakukanㅤoleh semua guruㅤmatematika. Hasil implementasi menunjukkan (1) Berpikir semu dalam menyelesaikan masalah garis singgung lingkaran adalah ketika memahamiㅤmasalah siswa mampuㅤmengungkapkan informasi yangㅤdiketahui dan ditanyakan. Padaㅤperencanaan pemecahan masalah siswa tidak dapatㅤmenyebutkan rencana yang akan digunakan untuk memecahkan masalah, hanyaㅤmengungkapkan konsepnya. Pada tahap pelaksanaanㅤrencana pemecahan masalah, siswa hanya mampu menyelesaikanㅤmasalah dengan menggunakan konsep yang menurut mereka benarㅤdengan contoh yangㅤdiberikan guru. Padaㅤtahap pengecekan ulang siswa belum dapatㅤmembenarkan jawaban yang benar. Namun setelah mendapatkan restrukturisasiㅤsiswa dapat memperbaiki kesalahanㅤsetelah memahami konsep dengan benar. (2) Penerapanㅤrestrukturisasi pada siswa yangㅤmengalami berpikir semu dapat memberikanㅤsusunan struktur berpikir yang semula kurang dan menyempit menjadi strukturㅤberpikir yang utuh, sehinggaㅤsiswa dapat menyelesaikan masalah matematika secaraㅤterstruktur danㅤbenar. Abstract The development of learning media are currently very varied, but in terms of students' understanding, they have many variety of different grasping powers and result in miss conception until pseudo-thinking.The purpose of this socialization and implementation is to provide training for educators in seeing students' thinking processes while at the same time structuring the thinking processes of students who experience pseudo think.This Sicoalization and Implementation approach is aqualitative approach with a descriptive type from sample students.The student subjects for the training are 9 the grade of student from the Tutoring Institution of Tulungagung amounted of three students. Taking the subject based on the results of the test that have been carried out.Method Data collection in this study includes:tes question sheets for meet indicator and sheets Interview.Then the data are analyzed and described according to the steps to diagnose someone with pseudo-thinking or what all mathematics teachers do.The implementation results show(1)Pseudo-thinking in solving The problem of tangent circle is when understanding the problem students are able to disclose known and inquired information on planning problem solving students are not able to mention the plan which will be used to solve the problem, only to reveal the concept. At the stage of implementing the problem solving plan,students are only able to solve problems using concepts that they think are correct with the example of the teacher. At the stage of rechecking the students have not able to justify the correct answer. But after getting restructuring students can correct mistake after understanding the concept correctly. (2)The application of restructuring to students who experience pseudo thinking can provide an arrangement of thinking structures that are initially lacking and narrow into a complete thinking structure so that students can solve mathematical problems in a structured and correct manner.
Sosialisasi Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung Eni Widhajati; Desi Rahmawati; Nurani; Marlena
JANITA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/pengabdian.v3i2.867

Abstract

Dengan adanya Pengetahuan Kesehatan & Keamanan Pangan bagi Masyarakat utamanya masyarakat Desa Wates diharapkan akan mampu menciptakan suatu produk yang aman, sehat dan higienis yang tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya Masyarakat. Makanan yang aman, sehat dan higienis juga dapat mencegah cemaran biologis dan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Beberapa cemaran yang terdapat pada makanan yang sering kurang diperhatikan oleh pelaku usaha Ketika memproduksi makanan minuman antara lain :1. Cemaran Biologi. 2.Cemaran Kimia. 3.Cemaran Fisik pecahan gelas atau kaca. Selain itu kita juga harus memperhatikan masalah-masalah yang timbul keamanan pangan juga harus diperhatikan seperti : 1. Fasilitas Pengolahan yang belum memenuhi syarat. 2. Keadaan sanitasi tempat pengolahan makanan. 3. Pengetahuan Pengolah/penjamah pangan masih rendah. Maka dengan memperhatikan maslaha-masalah yang timbul maka kita akan bisa menghindari adanya resiko keamanan pangan yaitu dengan menjaga potensi kemungkinan adanya kontaminasi bahaya mikrobiologi, kimia dan fisik.