Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Reputasi Perusahaan Dengan Transparansi Akuntansi Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Konstruksi Yang Terdaftar di BEI Eka, Shinta Endra; Asana, Gde Herry Sugiarto; Yogantara, Komang Krishna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8247

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis perusahaan konstruksi dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi, tetapi juga menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk memperhatikan tanggung jawab sosial serta transparansi dalam pengelolaan keuangan guna menjaga reputasi di mata publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap reputasi perusahaan, menganalisis pengaruh transparansi akuntansi terhadap reputasi perusahaan, serta menguji peran transparansi akuntansi sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara pengungkapan CSR dan reputasi perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain associative research. Lokasi penelitian dilakukan pada perusahaan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan mempertimbangkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Data yang digunakan dianalisis untuk menguji hubungan antar variabel serta kekuatan pengaruh yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap reputasi perusahaan. Transparansi akuntansi juga berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap reputasi perusahaan. Selain itu, pengungkapan CSR menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap reputasi perusahaan ketika dimoderasi oleh transparansi akuntansi. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun CSR dan transparansi akuntansi penting secara teoritis, dalam praktiknya keduanya belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan reputasi perusahaan konstruksi.
Pengaruh Green Accounting, Kepemilikan Manajerial, dan Profitabilitas terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada Perusahaan Infrastruktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2022–2024 A.A Ayu Angelina Fitri; Gde Herry Sugiarto Asana; Made Christin Dwitrayani
Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien) Vol. 5 No. 12 (2026): Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (Jasmien)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jasmien.v5i12.2327

Abstract

Analisis mengenai dampak Green Accounting, Kepemilikan Manajerial, serta Profitabilitas terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) emiten infrastruktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) rentang 2022–2024 merupakan inti dari dilakukannya penelitian ini. Melalui pendekatan kuantitatif, data sekunder dari annual report, sustainability report serta laporan keuangan korporasi dimanfaatkan dalam studi ini. Sebanyak 16 entitas dengan 48 observasi didapat lewat purposive sampling, sementara regresi data panel via StataMP 17 menjadi metode analisisnya. Berdasarkan temuan, Green Accounting memberikan dampak bagi pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) lewat nilai koefisien 0,5015717 dan signifikansi 0,000. Secara simultan, pengaruh atas pengungkapan CSR juga diberikan Kepemilikan manajerial dengan koefisien sebesar 0,4602879 serta signifikansi 0,000. Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dipengaruhi oleh profitabilitas dengan besaran koefisien 0,6625928 serta signifikansi 0,037. Temuan studi ini menunjukkan bahwa optimalnya implementasi green accounting, tingginya proporsi saham manajerial, ditambah kenaikan profitabilitas korporasi, bakal memicu penguatan kualitas pelaporan Corporate Social Responsibility (CSR) secara simultan bagi perusahaan tersebut.
Strengthening Village Governance Through Whistleblowing and Local Culture for Sustainable Development Goal 16 Gde Herry Sugiarto Asana; Komang Krishna Yogantara; Ni Ketut Rasmini
Reviu Akuntansi, Manajemen, dan Bisnis Vol 6 No 2 (2026): Juni
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/rambis.v5i4.6550

Abstract

Purpose: This study aims to examine the role of whistleblowing in strengthening village governance by analyzing the relationship between whistleblowing intention and behavior, as well as the moderating role of local culture. Methodology: This study employs a quantitative approach using survey methods. The research was conducted in village governments across Bali, involving 245 respondents selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 3.2.9. Results: The findings show that whistleblowing intention significantly influences whistleblowing behavior. Local culture positively affects both intention and behavior and significantly strengthens the relationship between whistleblowing intention and behavior. These findings indicate that cultural values play an important role in transforming ethical intention into actual reporting behavior. Conclusions: This study concludes that the effectiveness of whistleblowing systems depends not only on individual intention but also on the cultural context that supports ethical actions. Strong local cultural values encourage individuals to translate ethical intentions into actual behavior. Limitations: This study focuses only on village governments in Bali and includes limited variables. Contributions: This study extends the theory of planned behavior by integrating local culture as a contextual and moderating factor, while providing practical insights for strengthening transparency and accountability in achieving Sustainable Development Goal (SDG) 16.
Pengaruh Modal, Luas Lahan, dan Kredit Terhadap Pendapatan Petani Kopi di Desa Tambakan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Ni Kadek Erna Dewi; Gde Herry Sugiarto Asana; Made Christin Dwitrayani
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.6541

Abstract

Pendapatan petani kopi merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesejahteraan petani dan keberhasilan usaha tani kopi. Dalam upaya meningkatkan pendapatan tersebut, terdapat beberapa faktor utama yang diduga berpengaruh, antara lain modal, luas lahan, dan akses terhadap kredit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, luas lahan, dan kredit terhadap pendapatan petani kopi di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada petani kopi sebagai responden. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif variabel modal, luas lahan, kredit, dan pendapatan petani berada pada kategori cukup hingga tinggi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani, luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani, serta kredit juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan modal, luas lahan, dan pemanfaatan kredit yang baik dapat meningkatkan pendapatan petani kopi. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan akses permodalan, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta pengelolaan kredit yang efektif guna meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan pihak terkait dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan usaha tani kopi.
Kualitas Laporan Keuangan Ditinjau Dari Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Tingkat Pemahaman Akuntansi LPD di Kecamatan Mengwi Ni Made Novita Dariyanti; Gde Herry Sugiarto Asana; Sarita Vania Clarissa
Jurnal Widya Akuntansi dan Keuangan Vol 8 No 1 (2026): Widya Akuntansi dan Keuangan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/203djh73

Abstract

This research aims to determine the quality of financial reports in terms of human resource competency, information technology utilization, and the level of accounting understanding of LPD in Mengwi District. This type of research is quantitative research using primary data. The data collection technique was through the distribution of questionnaires. The population in this research was 38 LPD in Mengwi District. Sampling used a purposive sampling method with certain criteria. The data analysis technique used was IBM SPSS Statistics Version 25 software, which consists of validity and reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, model feasibility tests (F tests), partial tests (t tests), and coefficient of determination (R²) tests. The results of this research indicate that (1) Human Resource Competence has a positive and significant effect on the Quality of Financial Reports. (2) The Utilization of Information Technology has a positive and significant effect on the Quality of Financial Reports. (3) The Level of Accounting Understanding has a positive and significant effect on the Quality of Financial Reports.
Strengthening Village Governance Through Whistleblowing and Local Culture for Sustainable Development Goal 16 Gde Herry Sugiarto Asana; Komang Krishna Yogantara; Ni Ketut Rasmini
Reviu Akuntansi, Manajemen, dan Bisnis Vol 6 No 2 (2026): Juni
Publisher : Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/rambis.v5i4.6550

Abstract

Purpose: This study aims to examine the role of whistleblowing in strengthening village governance by analyzing the relationship between whistleblowing intention and behavior, as well as the moderating role of local culture. Methodology: This study employs a quantitative approach using survey methods. The research was conducted in village governments across Bali, involving 245 respondents selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 3.2.9. Results: The findings show that whistleblowing intention significantly influences whistleblowing behavior. Local culture positively affects both intention and behavior and significantly strengthens the relationship between whistleblowing intention and behavior. These findings indicate that cultural values play an important role in transforming ethical intention into actual reporting behavior. Conclusions: This study concludes that the effectiveness of whistleblowing systems depends not only on individual intention but also on the cultural context that supports ethical actions. Strong local cultural values encourage individuals to translate ethical intentions into actual behavior. Limitations: This study focuses only on village governments in Bali and includes limited variables. Contributions: This study extends the theory of planned behavior by integrating local culture as a contextual and moderating factor, while providing practical insights for strengthening transparency and accountability in achieving Sustainable Development Goal (SDG) 16.
Co-Authors A.A Ayu Angelina Fitri Adi , I Ketut Yudana Adi, I Ketut Yudana Agustini, Ni Putu Widya Amritha, Putu Mika Ariasih, Dwik Desak Made Purnama Dewi Dewi, Ni Nyoman Sri Rahayu Trisna Dewiwati Sujadi Dwitrayani, Made Christin Eka, Shinta Endra Elizabeth Ni Putu Novitasari Erawati Dewi, Ni Ketut Mega Fransisca Putri Isabela Gusti Ayu Made Karmila Gusti Ayu Novy Sumardeni I Dewa Ayu Tita Permata Tabita I Gede Tarsan Subali I Ketut Sutapa I Ketut Yudana Adi I Ketut Yudana Adi I Komang Adi Putra Wirawan I Made Bayu Wisnawa I Putu Kesuma Yuda I Wayan Gede Widiyantara I Wayan Juniartha I Wayan Suartana Ida Ayu Gede Ari Suartini Kadek Chindi Febriana Arista Kadek Dwik Ariasih Ketut Hery Sony Pratama Komang Fridagustina Adnantara Komang Krishna Yogantara Komang Krishna Yogantara Komang Krishna Yogantara Komang Krishna Yogantara Komang Meliawati Kristina Putri, Ni Kadek Kukuh Rian Setiawan Kukuh Rian Setiawan Laksminingsih, Luh Gede Made Laras Oktaviani Luh Gede Made Laksminingsih Luh Komang Candra Dewi Luh Septiani Ulandari Made Christin Dwitrayani Made Christin Dwitrayani Made Christin Dwitrayani Made Hedy Wartana Made Theo Lamunas Made Yudi Darmita Minna, Felix Pernando Mulyawan, Ida Bagus Ade Putra Ni Kadek Bagiani Ni Kadek Erna Dewi Ni Kadek Liang Nanda Lestari Ni Ketut Rasmini Ni Ketut Rasmini Ni Komang Ayu Trisna Dewi Ni Komang Riskayani Ni Komang Tri Ismayanti Ni Luh Eka Wahyuni Ni Luh Gede Novitasari Ni Made Christine Dwiyanti Ni Made Novita Dariyanti Ni Made Suma Sari Ni Putu Candra Pratiwi Ni Putu Indah Wardani Ni Putu Selin Viantari Ni Putu Vira Cintya Dewi Noviyanti, Dayu Komang Pratama, Ketut Hery Sony Pusparini, Helena Gusti Ayu Putu Putra, Gede Agus Wina Sari, Ni Putu Sukma Artadhi Sarita Vania Clarissa Setiana, I Made Riawan Sonya Ariska Wijaya Sukmaningsih , Kadek Tabita, I Dewa Ayu Tita Permana Tiara Kusuma Dewi Tiara Kusuma Dewi Tiara Kusuma Dewi Tiara Kusuma Dewiv Valentien Natalya Wahyuni, Ni Luh Eka Widya Kristanti Wiga Wiratama