Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Cerdas Hybrid Active Power Filter Tiga Fasa untuk Mereduksi Harmonisa dan Tegangan Tidak Seimbang Marselin Jamlaay; Mochamad Ashari; Mauridhi Hery Purnomo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2013
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode kontrol hybrid active power filter tiga fasa yang diusulkan terdiri dari rangkaian filter aktif tipe seri (series active power filter) dan rangkaian filter pasif (passive power filter). Filter aktif tipe seri menyuntikan tegangan kompensasi yang sebanding dengan komponen harmonisa pada suplai arus. Strategi kontrol yang digunakan untuk memperoleh tegangan referensi berbasis Artificial Intelligence (AI) yaitu Adaptive Linear Neuron (ADALINE) yang terintegrasi dengan Fuzzy. Sedangkan untuk menyelesaikan masalah voltage unbalance digunakan metode perhitungan komponen simetri. Penggunaan hybrid active power filter dapat mengoptimal kompensasi harmonik dan kompensasi tegangan tiga fasa yang tidak seimbang. Hasil simulasi menunjukan penurunan THD arus sumber mencapai 3% dengan reduksi unbalance hingga 0.015%.
Disain Konverter Charge Pump Rasio Tinggi Untuk Aplikasi Mobil Listrik Heri Suryoatmojo; Priyo Edy Wibowo; Mochamad Ashari; A. Musthofa.
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Mobil listrik dengan penggerak motor induksimembutuhkan tegangan DC yang tinggi pada sisi masukan dariinverter. Sementara itu, baterai di pasaran saat ini memilikiketerbatasan pada tegangan keluaran. Oleh karena itu, DC-DCkonverter diperlukan untuk mengubah tegangan DC dalam rasiokonversi yang tinggi. Pada penelitian ini dilakukan perancangandan implementasi konverter boost dengan metode charge pump.Konverter ini dirancang untuk daya 5 kilo-watt dengan teganganmasukkan 96 volt dan tegangan keluaran 550 volt. Hasil implementasikonverter boost dengan metode charge pump padategangan masukan 24 volt mampu menaikkan dua kali lipattegangan dari konverter boost konvensional dengan error dibawah 4,6% untuk duty cycle kurang dari 50%. konverter inimemiliki efisiensi 76% pada duty cycle 30% - 65%.Kata Kunci— konverter boost, charge pump, rasio konversitinggi.
Desain dan Implementasi Konverter DC-DC Rasio Tinggi Berbasis Pensaklaran Kapasitor dan Induktor Terkopel untuk Aplikasi pada Photovoltaic Gusti Rinaldi Zulkarnain; Dedet Candra Riawan; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.192 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16021

Abstract

Seiring dengan berkembangnya pembangkit listrik yang menggunakan photovoltaic sebagai salah satu energi terbarukan, maka berdampak kepada perkembangan teknologi konverter. Tegangan output dari photovoltaic masih perlu ditingkatkan agar mampu dihubungkan pada sistem grid. Salah satu pengembangan topologi konverter boost untuk aplikasi keluaran photovoltaic yaitu konverter DC-DC rasio tinggi berbasis pensaklaran kapasitor dan induktor terkopel. Konverter ini merupakan pengembangan dari konverter gabungan boost-flyback yang ditambahkan rangkaian pensaklaran kapasitor. Kelebihan dari konverter ini adalah memiliki rasio konversi dan efisiensi yang tinggi. Konverter ini mampu menjaga tegangan output konstan ketika tegangan inputnya berubah-ubah. Konverter ini sangan cocok diaplikasikan pada sumber energi alternatif yang menghasilkan tegangan DC rendah seperti photovoltaic.
Simulasi Dinamika untuk Menentukan Stabilitas Sistem Tenaga Listrik Menggunakan Thyristor Controlled Braking Resistor pada Sistem IEEE 34 Node Test Feeder Andi Taufiq; Ontoseno Penangsang; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.774 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.440

Abstract

Terdapat berbagai macam metode untuk meningkatkan stabilitas sistem  tenaga listrik. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode pengereman dinamis (dynamic braking). Generator sinkron sebagai distributed generator yang digerakkan oleh mesin diesel. Pada saat terjadi gangguan pada sistem, digunakan sebuah Thyristor Controlled Braking Resistor (TCBR) untuk meredam osilasi yang terjadi. Sistem yang hendak dianalisis dinamika dan stabilitasnnya adalah IEEE 34 node test feeder. Dengan sistem ini diilustrasikan karakteristik dan keefektifan TCBR untuk meredam osilasi frekuensi rendah dan mencegah terjadinya ketidakstabilan transien sistem. Dari hasil analisis diperoleh bahwa dengan adanya penambahan TCBR (Thyristor Controlled Braking Resistor) maka respon transien sistem akan menjadi lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan overshoot dan settling timenya. Dengan demikian sistem akan menuju kondisi stabil dengan lebih cepat setelah terjadi gangguan.
Desain dan Simulasi Switched Filter Compensation Berbasis Tri Loop Error Driven Weighted Modified PID Controller untuk Peningkatan Kualitas Daya Listrik Mochamad Wahyu Jasa Putra; Mochamad Ashari; Vita Lystianingrum Budiharto Putri
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.5 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.157

Abstract

SFC (Switched Filter Compensation) merupakan bagian dari FACTS devices yang digunakan untuk meningkatkan kualitas daya listrik pada sistem transmisi yang dipasang pada sisi pengirim daya. SFC terdiri dari sebuah kompensasi seri dan dua kompensasi shunt. Pada tugas akhir ini dilakukan desain SFC yang dikontrol dengan menggunakan tri loop error driven yang tergabung dengan weighted modified PID. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pemasangan SFC berbasis dua kompensasi seri dan dua kompensasi shunt dapat menaikkan tegangan bus generator, perbaikan power factor dan mengurangi THD. Pengujian pada sistem menunjukkan bahwa SFC memiliki respon yang baik ketika terjadi gangguan pada sistem.
Desain dan Simulasi Konverter Boost Multilevel Sebagai Catu Daya Kendaraan Listrik Akhmad Zaky Fanani; Mochamad Ashari; Teguh Yuwono
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.778 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5319

Abstract

Konverter boost multilevel merupakan jenis dc-dc konverter yang dapat  menaikkan tegangan output. Prinsip kerja konverter ini sama dengan konverter boost konvensional akan tetapi memiliki keuntungan yaitu besar ratio tegangan output yang lebih tinggi. Keuntungan ini dapat diterapkan pada motor listrik sebagai pengendali catu daya.  Konverter boost multilevel berfungsi untuk menaikkan tegangan dari baterai ke motor.Pada tugas akhir ini dibahas desain dan simulasi konverter boost  dengan dua induktor yang dilengkapi dengan transformator tambahan dan konverter boost multilevel menggunakan kapasitor yang di 3 tingkat. Simulasi yang dilakukan pada tugas akhir ini adalah penerapan konverter boost  dengan dua induktor yang dilengkapi dengan transformator tambahan dan konverter boost multilevel yang diberi beban berupa motor dc. Dari hasil simulasi diamati karakteristik tegangan output pada konverter-konverter boost tersebut sehingga dapat ditentukan jenis konverter boost yang tepat untuk catu daya kendaraan listrik
Perancangan dan Simulasi Full Bridge Inverter Lima Tingkat dengan Dual Buck Converter Terhubung Jaringan Satu Fasa Zamratul Fuadi; Mochamad Ashari; Feby Agung Pamuji
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.917 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5402

Abstract

Inverter merupakan perangkat elektronika daya yang berfungsi mengonversi sumber searah menjadi bolak-balik. Full bridge inverter adalah satu jenisnya yang mampu menghasilkan tegangan tiga tingkat jika menggunakan teknik modulasi unipolar. Penambahan sirkuit dual buck converter pada full bridge inverter mampu menghasilkan tegangan dalam lima tingkat. Dua saklar pada rangkaian dual buck converter switching pada frekuensi tinggi 20 kHz, sedangkan empat saklar pada full bridge inverter switching pada frekuensi rendah 50 Hz. Teknik modulasi in phase disposition PWM (PDPWM) digunakan untuk mengatur penyalaan saklar dual buck converter. Keluaran inverter lima tingkat dibandingkan dengan tiga tingkat. Total harmonic distortion tegangan (THDV) dan arus (THDi) inverter lima tingkat bernilai 23.2281 % dan 23.0975 %, sedangkan inverter tiga tingkat sebesar 51.9302 % dan52.2458 %. Ketika daya 1004.08 watt disumbangkan ke jala-jala, inverter lima tingkat menghasilkan power factor senilai 0.99 dan THDi 4.1 %. Pada sumbangan daya yang sama, inverter tiga tingkat menghasilkan power factor sebesar 0.919 dan THDi bernilai 45.64 %.
Back to Back Voltage Source Inverter untuk Kontrol Self Excited Induction Generator Ainur Rachmad Hidayat; Dedet Candra Riawan; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.715 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16020

Abstract

Wind is one of the most develop renewable energy to help human meet the electricity needs as availability is abundant. Instrument which can be used to convert wind energy into electrical energy is an induction generator. In this final project will discuss about the operation of the wind turbine with induction generator controlled using back to back voltage source inverter with grid connected system low voltage 380 V. Switching of back to back voltage source inverter was designed in average model. In back to back voltage source inverter, there are two converters that are machine side converter and grid side converter. Machine side converter has function to regulate the voltage and frequency of generator and turbine speed in order to the wind turbine can generate maximum power at any wind speed with method volt / hetrz constant control. Grid side converter has function to adjust the DC voltage keep be contant by synchronizing the phase angle between the converter output and grid using current controlled voltage source inverter method. The simulation results showed that wind turbine always generated the maximum power at any wind speed. Voltage and frequency of Generator is stable and directly proportional to the wind speed and the dc link voltage is always constant so the power flow can bidirectional. Therefore, back-to-back voltage source inverter is suitable for controlling wind turbine using an induction generator.  
Perancangan Zeta Converter yang dilengkapi Power Factor Correction pada Aplikasi Pengaturan Kecepatan Motor Brushless DC Adhika Prajna Nandiwardhana; Heri Suryoatmojo; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.561 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16099

Abstract

Penggunaan motor brushless DC telah banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti peralatan rumah tangga maupun industri dikarenakan motor ini memiliki struktur yang sederhana, efisiensi dan torsi yang tinggi, serta menggunakan konsep komutasi elektris yang berbeda dari motor DC lainnya. Namun pengoperasian pada umumnya yang menggunakan sumber AC, penyearah serta inverter membuat tingginya nilai harmonisa arus (THD) sebesar 73,33% dan power factor sebesar 0,803 dimana nilai ini kurang baik dalam pengaplikasiannya. Pada penelitian ini akan dikaji mengenai proses power factor correction yang mereduksi harmonisa arus (THD) sumber AC dengan menggunakan zeta converter dalam pengaplikasian motor brushless DC, serta pengoperasian motor dengan mengamati respon motor terhadap kecepatan referensi yang berubah-ubah dan mengamati kestabilan motor terhadap pembebanan yang bervariasi. Dalam menerapkan metode yang dilakukan pada penelitian ini, pengoperasian motor brushless DC yang telah dirancang dapat bekerja dengan baik meliputi respon motor yang dapat mengikuti kecepatan referensi yang berubah-ubah, serta kestabilan motor dalam mempertahankan kecepatannya pada pembebanan yang bervariasi. Proses power factor correction dapat meningkatkan kualitas daya pada berbagai kecepatan dan mode penerapan yang berbeda-beda, dimana peningkatan tersebut membuktikan kinerja yang baik dalam sistem ini dan memiliki nilai kualitas daya yang baik.
Desain dan Implementasi Current-Controlled Voltage Source Inverter untuk Kontrol Tegangan dan Frekuensi Generator Induksi Tiga Fasa Resa Hidayat Pramasdeka; Dedet Candra Riawan; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.119 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.21301

Abstract

Mesin induksi dapat menghasilkan daya saat kecepatannya di atas kecepatan sinkron, bisa disebut juga sebagai generator induksi. Mesin induksi memiliki kelebihan yaitu konstruksinya yang simpel, level short-circuit yang rendah, perawatan yang mudah, dan harganya lebih murah. Dari semua kelebihan tersebut, mesin induksi juga memiliki kekurangan saat difungsikan sebagai generator yaitu karakteristik regulasi tegangan dan frekuensi yang tidak memuaskan serta membutuhkan daya reaktif untuk menjaga eksitasi. Perlu diketahui bahwa generator induksi tidak menghasilkan daya reaktif, tetapi membutuhkan daya reaktif dari luar. Untuk mengatasi masalah di atas, digunakanlah elektronika daya dengan menerapkan metode Current-Controlled pada Voltage Source Inverter (CC-VSI) sebagai pengontrol tegangan dan frekuensi output dari generator serta menyediakan daya reaktif untuk beban pada sisi AC. Sistem tersebut diperoleh dengan memberikan sinyal Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) ke IGBT/MOSFET pada inverter untuk pensaklaran. Dengan adanya CC-VSI, eksitasi yang dibutuhkan mesin dapat terpenuhi serta frekuensi, tegangan, dan aliran daya dapat dikontrol.