Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Evaluation of the Pharmaceutical Planning and Procurement System at Pharmacies in Western Semarang District Gloria, Fransisca; Al Farizi, Gilang Rizki; Addini, Belkis Nur
Science and Community Pharmacy Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Science and Community Pharmacy
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/scpj.v1i2.323

Abstract

Pharmaceutical planning and procurement become important matters for medicine management at pharmacies. The inaccurate plan leads to budget extravagances of medicine procurement, procurement cost, overloaded medicine supply, and lack of medicine supply. Ineffective procurement led to limited medicine supplies in terms of the amount and the correct price. This research evaluated the pharmaceutical matter plan and procurement at pharmacies in Western Semarang District. This descriptive research used a cross-sectional design so this research was also non-experimental research with a qualitative approach. The data collecting technique was direct observation of the pharmaceutical plan and procurement system from various conventional pharmacies in the Western Semarang area. The results obtained from 5 pharmacies showed an average mean percentage of 91.43%. On the other hand, the average mean percentage of procurement was 85.45%. These results were categorized as "appropriate", higher than 50%. The results indicated that the pharmacies had met the 2019 Technical Term of Pharmaceutical Service Standard for Pharmacies.
VALIDITY AND RELIABILITY OF KNOWLEDGE AND HEALTH BELIEF MODEL (HBM) IN PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS AT KEDUNGMUNDU AND TLOGOSARI WETAN COMMUNITY HEALTH CENTERS IN SEMARANG CITY Cahyanti, Pipit; Al Farizi, Gilang Rizki; Arini, Yovita Dwi
Science and Community Pharmacy Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Science and Community Pharmacy
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/scpj.v3i1.550

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious disease caused by a Mycobacterium tuberculosis infection, also known as acid-fast bacteria. To achieve a cure for TB patients, it is possible to increase knowledge and treatment compliance behavior. The Health Belief Model (HBM) is an effective treatment widely used to improve compliance and health behavior. This study aims to measure the validity and reliability of the knowledge construct and the HBM in pulmonary tuberculosis patients at the Kedungmundu Health Center and Tlogosari Wetan Health Center, Semarang City. This research adopted a quantitative observational design with a cross-sectional approach. The results show that the validity test was based on the corrected item value of 0.361, while the reliability test used internal consistency techniques on the Cronbach Alpha value of 0.70. Meanwhile, the results of the knowledge construct had a validity value of 13 items with a corrected item value of 0.361 and reliability with a Cronbach's alpha value of 0.796. Also, the HBM construct to measure compliance and behavior had a validity value of 20 items with a corrected item of 0.361 and reliability with a Cronbach's alpha of 0.817.
Analisis Kolaborasi Interprofesional Apoteker dan Dokter dalam Penanganan Hipertensi di Puskesmas Kota Semarang Menggunakan Model Collaborative Working Relationship Gloria, Fransisca; Auleina, Revly Ana; Farizi, Gilang Rizki Al
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1570

Abstract

Latar Belakang:Interprofesional kolaborasi merupakan proses komunikasi dan proses pengambilan keputusan bersama dengan tujuan untuk mencapai keberhasilan terapi pasien dengan saling menghormati kualitas dan kemampuan dari setiap tenaga kesehatan. Setiap profesi kesehatan harus terjalin dalam arahan yang sama untuk mencapai visi yang sama dan harus mengerti peran dan tugas kerja masing-masing sehingga dapat mengoptimalkan outcome klinis dari dalam menangani penyakit kronis, Salah satu penyakit yang membutuhkan kolaborasi yang efektif dan optimal antara apoteker dan dokter adalah penyakit hipertensi. Hal ini disebabkan karena hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi di dunia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran interprofesional kolaborasi apoteker-dokter dalam menangani pasien hipertensi di Puskesmas Kota Semarang. Metode: Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan observasional dengan desain cross sectional periode Juni – Juli 2022 dengan menggunakan model Collaborative Working Relationship (CWR). Hasil: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh apoteker dan dokter masing-masing berjumlah 33 orang yang bekerja di Puskesmas Kota Semarang dengan total 33 Puskesmas. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif univariat. Kesimpulan: Berdasarkan domain kepercayaan, spesifikasi peran dan hubungan inisiasi antara apoteker dan dokter dalam pelayanan pasein Hipertensi dipuskesmas kota semarang termasuk katagori baik.
Evaluasi Sistem Pengendalian, Pencatatan dan Pelaporan Sediaan Farmasi Di Apotek Wilayah Semarang Barat Belkis Nur Addini; Fransisca Gloria; Gilang Rizki Al Farizi; Ovikariani Ovikariani
Science and Community Pharmacy Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Science and Community Pharmacy
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/scpj.v3i2.663

Abstract

Obat dan sediaan farmasi lainnya yang dikelola dalam jumlah banyak, membutuhkan biaya yang besar dan biaya yang ditimbulkan akan meningkat jika pengendalian persediaan tidak tepat. Dengan demikian apotek sangat penting melakukan pengendalian persediaan agar dapat terciptanya suatu efisiensi dalam penggunaan modal. Stok Opname adalah suatu kegiatan pencatatan penggunaan obat dalam waktu satu bulan. Kegiatan tersebut dilaksanakan diawal atau akhir bulan namun pada pelaksanaannya sering kali terlambat dan ditemukan ketidak sesuaian antara kartu stok dan jumlah fisik obat. Ketidak sesuaian antara kartu stok dan jumlah fisik obat menyebakan laporan penggunaan obat yang tidak akurat. Hai ini dapat mempengaruhi perencanaan obat selanjutnya akan memberikan dampak pada ketersediaan obat di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pemusnahan dan penarikan sediaan farmasi alkes dan BMHP di apotek wilayah Semarang Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan rancangan cross sectional termasuk dalam penelitian non eksperimental dengan pendekatan kualitatif pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung terhadap sistem Pemusnahan dan Penarikan sediaan farmasi di beberapa apotek konvensional wilayah Semarang Barat. Hasil penelitian yang dilakukan pada 5 (lima) apotek mendapatkan persentase rata-rata sebesar 82.22%, nilai ini termasuk dalam kategori yang tergolong dalam rentang “sesuai” (>50%). Hal ini menunjukkan bahwa pada kelima apotek telah memenuhi Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Tahun 2019.
Evaluasi Sistem Pemusnahan dan Penarikan Sediaan Farmasi Di Apotek Wilayah Semarang Barat Belkis Nur Addini; Fransisca Gloria; Gilang Rizki Al Farizi; Ovikariani Ovikariani
Science and Community Pharmacy Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Science and Community Pharmacy
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/scpj.v1i2.665

Abstract

Pemusnahan dan penarikan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang tidak dapat digunakan harus dilaksanakan dengan cara yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika tidak dilakukan penghapusan obat, maka akan menyebabkan penumpukan obat pada gudang farmasi dan mengurangi kapasitas tempatuntuk menyimpan obat-obat yang berguna. Pemusnahan sediaan farmasi dan alat kesehatan dilaksanakan dengan memperhatikan dampak terhadap kesehatan manusia serta upaya pelestarian lingkungan hidup (PP No.72 Tahun 1998). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pemusnahan dan penarikan sediaan farmasi alkes dan BMHP di apotek wilayah Semarang Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan rancangan cross sectional termasuk dalam penelitian non eksperimental dengan pendekatan kualitatif pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung terhadap sistem Pemusnahan dan Penarikan sediaan farmasi di beberapa apotek konvensional wilayah Semarang Barat. Hasil penelitian yang dilakukan pada 5 (lima) apotek mendapatkan persentase rata-rata sebesar 82.22%, nilai ini termasuk dalam kategori yang tergolong dalam rentang “sesuai” (>50%). Hal ini menunjukkan bahwa pada kelima apotek telah memenuhi Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Tahun 2019.
Relationship between knowledge and behavior levels of antibiotic usage among pharmacy patients in sub-districts puguh and tegorejo Kendal Sonia, Monica Lita Amay; Al Farizi, Gilang Rizki; Ovikariani, Ovikariani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 20 No. 1: March 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v20i1.25497

Abstract

Antibiotic resistance is a very serious condition for public health care around the world. This situation is due to improper use of antibiotics that can be affected by self-medication or improper consumption of antibiotics due to lack of knowledge and lack of public awareness of antibiotic use. This study is aimed to determine the relationship of the level of knowledge of the behavior of the use of antibiotics in Pharmacy patients in sub-districts of Puguh and Tegorejo Kendal. This study was an observational study with a cross sectional approach in the research period of May-June 2022. The data collection was carried out by purposive sampling with a total of 130 respondents. The instruments used in the study are structured. Spearman test results showed that there is a relationship with the level of knowledge of antibiotic use behavior (p = <0.05) ; r = 0.549. The conclusion of the study is that there is a relationship between the level of knowledge of antibiotic use behavior in pharmacy patients in sub-districts of Puguh and Tegorejo Kendal.