Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPAS DENGAN METODE PEMBELAJARAN OUTDOOR LEARNING MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA DI SDN BOROREJO SURAKARTA Syiradjudin, M Hanif; Yafi, Mohammad Ali; Santoso, Aan Budi
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 12 No 1 (2025): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v12i1.4873

Abstract

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial menjadi momok bagi siswa karena di anggap sulit, padahal siswa di tuntut untuk memperoleh nilai sesuai dengan yang telah di tentukan. Adapun tujuan penelitian yang di lakukan adalah sebagai berikut: 1). Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi zat dan perubahannya. 2). Menganalisis penerapan metode pembelajaran outdoor learning terhadap hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri Bororejo Surakarta. Metode penelitian yang di gunakan peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah seluruh jumlah siswa kelas V SD Negeri Bororejo Surakarta pada Mata Pelajaran IPAS Materi Wujud Zat Dan Perubahannya. Prosedur penelitian adalah suatu rangkaian tahap-tahap penelitian dari awal sampai akhir yang mencakup tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pelaksanaan dan refleksi. Teknik pengumpulan data menurut Millis (2003) yang peneliti gunakan antara lain: Observasi, Wawancara, Tes, Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 2 siklus dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran outdoor learning atau pembelajaran di luar kelas dapat di simpulkan: 1). Perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan metode pembelajaran outdoor learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajar IPAS materi wujud zat dan perubahannya. 2). Pembelajaran dengan metode outdoor learning dapat memotivasi siswa sehingga dapat belajar aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN PADA PESERTA DIDIK KELAS IV DI SD N SAYANGAN No.244 SURAKARTA Wulandari, Meilia; Asfuri, Ninda Beny; Yafi, Mohammad Ali
JURNAL ILMIAH MITRA SWARA GANESHA: PENELITIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol 12 No 2 (2025): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : Progran Studi PGSD FKIP UTP SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jmsg.v12i2.5634

Abstract

Penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar merupakan suatu hal penting bagi anak-anak dan harus menjadi salah satu perhatian yang utama. Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam menanamkan sikap disiplin pada peserta didik dan mendeskripsikan cara menanamkan kedisiplinan pada peserta didik di kelas IV SD N Sayangan No.244. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Guru kelas dan peserta didik kelas IV dijadikan subyek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dengan guru dan siswa serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam penanaman karakter kedisiplinan terdapat pada diri peserta didik itu sendiri yang kurang disiplin waktu dan dari orang tua atau keluarga yang kurang memperhatikan anaknya. Pembentukan pendidikan karakter disiplin peserta dilaksanakan dengan menerapkan sistem teguran dan menasehati, pembinaan, dan memasukkan nilai-nilai disiplin dalam pembelajaran.
PERAN GURU UNTUK MENGHABITUASI SIKAP SOPAN SANTUN SISWA KELAS VI SDN BOROREJO SURAKARTA TAHUN 2024/2025: PERAN GURU UNTUK MENGHABITUASI SIKAP SOPAN SANTUN SISWA KELAS VI SDN BOROREJO SURAKARTA TAHUN 2024/2025 Huda Tri Kurniawan; Rika Yuni Ambarsari; Mohammad Ali Yafi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34488

Abstract

Sopan santun merupakan salah satu nilai moral atau suatu tingkah laku baik yang harus dimiliki oleh setiap manusia untuk menghormati orang lain. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui 1) untuk menjelaskan kendala yang dialami guru untuk Menghabituasi sikap sopan santun siswa kelas VI di SDN Bororejo Surakarta; 2) untuk mendeskripsikan peran yang dilakukan guru untuk menghabituasi sikap sopan santun siswa kelas VI di SDN Bororejo Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian tiga responden, yaitu: kepala sekolah, wali kelas VI, dan siswa kelas VI. Tenik pengumpulan data menggunakan Teknik sampling (cuplikan), instrumen pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya kendala yang dialami guru dalam Menghabituasikan sikap sopan santun siswa yaitu, perbedaan karakter, minat rendah terhadap nilai kesopanan, serta kemampuan berperilaku siswa bervariasi. (2) Diperlukan peran guru yang berwibawa, adil, dan mampu merangkul siswa dalam membentuk karakter melalui pembiaasaan yang konsisten dan teladan nyata, terutama dalam menanamkan sikap sopan santun.
Negotiating identity, originality, and agency in AI-assisted dissertation proposal writing among English education students Widhiyanto, Widhiyanto; Haryanti, Rahayu Puji; Mutiaraningrum, Ira; Anggraeni, Candradewi Wahyu; Suryani, Lilis; Yafi, Mohammad Ali
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i4.1460

Abstract

This study examined the diverse approaches doctoral students take to developing an academic voice when utilizing AI. It examines the manifestation of academic integrity and agency, as well as the interplay among these constructs, through a case study. Thematic analysis, as a data analysis tool, from the responses of six doctoral students enrolled in the Proposal Dissertation Course, sheds light on the critical acceptance of AI. The results of the focus-group discussion and students’ reflective journals reveal that AI is recognized as applicable but does not replace human critical thinking in the manual investigation process. Research shows that students build academic identity through strategies such as making AI a discussion partner to maintain the author’s voice. They also maintain academic integrity by verifying AI sources, avoiding unreal citations, and manually paraphrasing the text. Students leverage AI for technical tasks and time management yet remain non-reliant and edit AI output to ensure it remains original work.
MENELAAH FAKTOR PENENTU KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Nugroho, Agung; Harbono, Harbono; Ali Yafi, Mohammad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41489

Abstract

Speaking skills are one of the important competencies in Indonesian language learning in elementary schools because they play a role in developing students' thinking, communication, and social interaction skills. However, the speaking skills of lower grade students are still not optimally developed and are influenced by various factors. This study aims to identify the factors that influence students' speaking skills in Indonesian language learning in grade 3 elementary school. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The subjects of this study were grade 3 students at an elementary school in Karanganyar Regency, Central Java. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman (2014). The results showed that students' speaking skills were influenced by various factors, both internal and external. Internal factors included low self-confidence and limited vocabulary, while external factors included students' speaking habits and experiences as well as the learning environment and methods applied by teachers. These findings indicate that the development of elementary school students' speaking skills needs to be carried out in an integrated manner through the strengthening of psychological aspects, language enrichment, and the creation of a participatory and conducive learning environment. Keywords: Speaking Skills; Influencing Factors; Indonesian Language Learning.
Speak with Impact: A Training on English for Presentation Nur Hidayati, Diyah; Mohammad Ali Yafi; Ninda Beny; Rika Yuni Ambarsari; Aan Budi Santoso; Luncana Faridhoh Sasmito; Rima Febrianti; Harbono
Jurnal Pengabdian Melek Literasi Vol. 3 No. 02 (2025): Vol. 3 No. 02 (2025): JPML : Jurnal Pengabdian Masyarakat melek Literasi
Publisher : Melekliterasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/xdq54j32

Abstract

Artikel ini melaporkan implementasi dan hasil pelatihan English for Presentation yang dilakukan untuk mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan presentasi mahasiswa dalam bahasa Inggris dan membangun kepercayaan diri mereka dalam berbicara di depan umum melalui kegiatan interaktif dan paparan terhadap pelatih penutur asli bahasa Inggris. Pelatihan ini menerapkan metode berbasis lokakarya yang terdiri dari ceramah, demonstrasi, praktik terbimbing, dan latihan membangun kepercayaan diri. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam menyusun struktur presentasi, menggunakan bahasa penanda yang tepat, dan menerapkan teknik penyampaian yang efektif, termasuk pengucapan, intonasi, dan bahasa tubuh. Peserta juga melaporkan penurunan kecemasan dan peningkatan kemauan untuk berbicara dalam bahasa Inggris selama tugas presentasi. Diskusi menyoroti nilai masukan otentik, lingkungan belajar yang mendukung, dan praktik pengalaman dalam mengembangkan kompetensi komunikatif mahasiswa. Secara keseluruhan, program ini secara efektif memperkuat kesiapan mahasiswa untuk presentasi dalam konteks akademik, menunjukkan pentingnya mempertahankan inisiatif pelatihan serupa untuk mendukung pengembangan keterampilan yang berkelanjutan.