Claim Missing Document
Check
Articles

NGAJI BANDONGAN: TAFSĪR JALĀLYN GUS BAHA STUDY AS A PARADIGM OF ONLINE ACCULTURATION OF TURATS AND SOCIAL MEDIA Aishah Khoirunnisa; Atabik, Ahmad
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 9 No 1 (2024): Volume 9 No. 1 June 2024
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research presents a new view of online acculturation, namely ngaji bandongan, which focuses on studying Gus Baha tafsīr jalalyn on the YouTube platform in reviewing the NU tafsīr account. A field study guides this analysis by looking at the current acculturation in social media, where ngaji bandongan is a permanent tradition in studying the yellow book. This research uses a qualitative methodology using ethnography to describe and build the social culture of a society. The theory used to analyze this is the theory of cultural acculturation, which, in this case, is ngaji bandongan. The data comes from a literature review, document study, and in-depth observation. The results in this analysis are in several aspects, namely the way of delivery of Gus Baha who uses language that is easy to understand and humorous, making it attractive to the younger generation. The content of Gus Baha's tafsīr Jalālyn study is a new paradigm in a tradition adapted to digital platforms to reach a wider audience, especially the younger generation. This shows that turrets remain relevant and contextual in the digital age.
Rekonstruksi Peran Perempuan dalam Dakwah Islam pada Komunitas Urban Kota Kudus Hidayah, Sri Noor Mustaqimatul Hidayah; Ahmad Atabik; Abdul Karim
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 6 No. 01 (2025): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/1mt38r16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan peran perempuan dalam dakwah Islam dari era klasik hingga kontemporer, menganalisis kontribusi dan tantangan perempuan dalam praktik dakwah di komunitas urban Kota Kudus, serta merumuskan model rekonstruksi peran dakwah perempuan yang kontekstual dan transformatif. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis penelitian lapangan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap aktivitas dakwah perempuan di berbagai ruang, baik fisik maupun digital. Subjek penelitian terdiri dari tokoh perempuan di lingkungan majelis taklim, organisasi Islam, dan media sosial dakwah. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Kota Kudus berkontribusi signifikan dalam dakwah Islam melalui penguatan nilai-nilai keislaman, pemberdayaan sosial, dan pendekatan dakwah digital yang inovatif. Namun, mereka masih menghadapi hambatan struktural, kultural, dan psikososial yang membatasi ruang partisipasi dalam dakwah publik. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya rekonstruksi peran dakwah perempuan berbasis kesetaraan gender, pendekatan kultural, dan digitalisasi dakwah. Oleh karena itu, disarankan agar lembaga keagamaan dan organisasi Islam memberikan ruang representasi struktural yang adil bagi perempuan serta mendorong pendidikan tafsir yang inklusif dan kritis guna membentuk dakwah yang lebih kontekstual dan berkeadaban di lingkungan urban seperti Kota Kudus.