Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU MENGENAI GIZI SEIMBANG DAN KETERAMPILAN MENYUSUN MENU MAKANAN ANAK PRASEKOLAH MELALUI KULIAH DI MEDIA WHATSAPP Suryani, Nany; Fathullah, Desya Medinasari; Fatimah, Siti; Safitri, Maulida; Norkhasanah, Isni
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 9, No 01 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v9i01.5820

Abstract

Anak prasekolah merupakan individu yang sedang mengalami proses perkembangan dan pertumbuhan fisik serta mental yang cukup banyak, oleh karena itu diperlukan asupan zat gizi sesuai dengan kebutuhan anak. Makanan yang dikonsumsi anak ditentukan oleh ibu yang menyiapkan menu makanannya, sehingga seorang ibu harus mampu menambah pengetahuan dan keterampilan dasar tentang menu makanan sehat dan begizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Taman Kanak-Kanak Bumble Bee Banjarbaru yang diikuti oleh 35 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait gizi pada anak prasekolah dengan cara edukasi gizi, demonstrasi menyusun dan mengolah menu makanan dengan prinsip gizi seimbang melalui media Whatsapp Group. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 57,2% yang didapatkan dari pre dan post-test. Kegiatan edukasi ini dapat diaplikasikan kepada keluarga, terutama pada ibu-ibu yang memiliki anak prasekolah.Kata Kunci: Pengetahuan, Gizi Anak Prasekolah, Menu Makanan Anak Prasekolah, Media Sosial
Hubungan antara Tingkat Partisipasi Ibu dalam Kegiatan Posyandu dengan Pengetahuan Gizi Ibu dan Status Gizi Balita: Relation of Mothers’ Participation Level in Posyandu to Mothers’ Nutritional Knowledge and Nutritional Status of Children Under Five Siti Aisyah Solechah; Norhasanah; Suryani, Nany; Fathullah, Desya Medinasari; Nisa, Ainun; Hekmah, Nurul; Yudistira, Sigit
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i1.468

Abstract

People’s low participation level in Posyandu activities still becomes one of the problems at Puskesmas in Banjarbaru. It can be observed from the D/S achievements that were still lower than the target set by the Puskesmas. D/S achievement at the Puskesmas Landasan Ulin (58.4%) in 2021 was still far from the target (90%). This study aimed to analyze the relation of mothers’ participation level in Posyandu activities to mothers’ nutritional knowledge and nutritional status of children under five. This observational study used a cross-sectional design involving 95 pairs of children under five and their mothers selected by the purposive sampling technique. This study was conducted from November to December 2022. The mothers’ participation level in Posyandu activities was assessed using questionnaires and the nutritional status of under-fives was determined using anthropometric measurements. The data were analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that mothers’ participation level in Posyandu activities was associated with mothers’ nutritional knowledge (p=0.022; r=-0.234) but not associated to the nutritional status of children under five based on the WAZ index (p=0.888).   ABSTRAK Tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu yang rendah masih menjadi salah satu masalah gizi di Puskesmas-Puskesmas Kota Banjarbaru. Hal ini dapat dilihat dari capaian D/S yang masih kurang dari target yang ditentukan oleh Puskesmas. Capaian D/S di Puskesmas Landasan Ulin (58,4%) pada tahun 2021 masih jauh dari target yang ditetapkan oleh Puskesmas tersebut (90%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu dengan pengetahuan gizi ibu dan status gizi balita. Penelitian observasional ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 95 pasang balita dengan ibunya yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober hingga Desember 2022. Tingkat partipasi ibu dalam kegiatan Posyandu diperoleh menggunakan kuesioner dan status gizi balita ditentukan melalui pengukuran antropometri. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Tingkat partisipasi ibu dalam kegiatan Posyandu berhubungan signifikan (p=0,022; r=-0,234) dengan pengetahuan gizi ibu tetapi tidak berhubungan dengan status gizi balita berdasarkan indeks BB/U (p=0,888).
Edukasi Gizi Seimbang dan Kesehatan Reproduksi Melalui Media Whatsapp terhadap Pengetahuan Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting : The Effect of Balanced Nutrition and Reproductive Health Education Through Whatsapp Media on Adolescent Knowledge in Stunting Prevention Efforts Emylisa, Della Awalia; Suryani, Nany; Fathullah, Desya Medinasari; Yudistira, Sigit
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 4 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.4.293-300

Abstract

Many adolescent nutritional problems occur due to wrong nutritional behavior, such as an imbalance between nutrition and recommended nutritional adequacy and reproductive health for adolescents. This can cause health problems, one of which is stunting. Therefore education on balanced nutrition and reproductive health is needed. The purpose of this study was to determine the effect of education on balanced nutrition and reproductive health whatsapp media on adolescent knowledge efforts to prevent stunting. The subjects of this study were senior high school students aged 16-20 years. The subject was selected using a purposive sampling method with the calculation of the Slovin formula totaling 77 respondents. The research method used is pre-experimental design with the one group pretest-posttest design approach. The research instrument used was a respondent characteristic questionnaire and questionnaire about balanced nutrition to measure respondents knowledge. The test method used to obtain knowledge results before and after being given education on balanced nutrition and reproductive health is the Wilcoxon test. The results of the post-test on balanced nutrition were mostly in the sufficient category, as many as 60 people (77.9%) and the results of the reproductive health post-test were mostly in the good category, as many as 74 people (96.1%). It can be concluded that balanced nutrition education (p=0.001) and reproductive health (p=0.001). It is hoped that students can add to their knowledge about balanced nutrition and reproductive health by applying the knowledge they have been given in their daily lives in an effort to prevent stunting.
Amplang Ikan Seluang (Rasbora Spp) dan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Anemia Remaja Perempuan Elmah, Hapizatul; Suryani, Nany; Fathullah, Desya Medinasari; Norhasanah, Norhasanah
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 3, No 2 (2022): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.3.2.42-54

Abstract

Latar belakang:  Ikan seluang dan tepung daun kelor yang tinggi kandungan protein dan zat besi dapat diolah menjadi amplang sebagai alternatif makanan selingan remaja perempuan penderita anemia. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh proporsi ikan seluang dan tepung daun kelor terhadap kandungan protein, zat besi, dan daya terima amplang. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 4 jenis proporsi, yaitu proporsi P0 (100 % ikan seluang: 0 % tepung daun kelor), P1 (85 % ikan seluang: 15 % tepung daun kelor), P2 (65 % ikan seluang: 35 % tepung daun kelor) dan P3 (50 % ikan seluang: 50 % tepung daun kelor) dengan 3 kali pengulangan. Panelis penelitian terdiri 30 panelis agak terlatih. Hasil: Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil uji daya terima amplang paling disukai yaitu pada perlakuan pertama (P1) dengan Kandungan protein per 100 g amplang yaitu 11,860 % kandungan zat besi per 100 g amplang yaitu 0,0723 mg/g sehingga amplang ini dapat dijadikan alternatif makanan selingan sebanyak 55 -110g amplang untuk mencukupi kebutuhan protein remaja dari makanan selingan sedangkan untuk mencukupi kebutuhan zat besi remaja dari makanan selingan sebanyak 207 - 415 g amplang. Terdapat pengaruh antara P0, P1, P2, P3, pada karakteristik warna (p = 0,001), aroma (p = 0,001), tekstur (p= 0,001), dan rasa (p = 0,001). Simpulan: dalam penelitian ini adalah Perlakuan terbaik dari kandungan protein, zat besi, dan uji daya terima, berdasarkan perhitungan dengan uji efektivitas adalah P1 (85 % ikan seluang: 15 % tepung daun kelor).
Edukasi Kesehatan Reproduksi terhadap Remaja di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru Nurul Hekmah; Nisa, Ainun; Fathullah, Desya Medinasari; Fajrina, Nur
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Rakat Sehat: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v2i2.15

Abstract

Teenagers are residents in the age range of 15-21 years. Physically, adolescent women need to be prepared in terms of knowledge regarding the beginning of pregnancy to birth. The nutritional problem that often arises in adolescents is the fulfillment of nutrition before marriage. Through the 1000 First Days of Life (HPK) movement, it is hoped that it can provide interventions to provide knowledge about pre-marital nutrition. Good nutritional status in expectant mothers during the preconception period is a determinant of the quality of human resources. Having good and proper knowledge about nutrition before marriage, as well as how to maintain their health, is expected to make teenagers more responsible. Educational activities are carried out by first asking questions to respondents before the implementation of education (pre-test) and returning questions after the implementation of education (post-test). The results of the educational activities showed that there was a change in adolescent knowledge regarding reproductive health, in this case regarding pre-marital nutrition, when viewed from the average scores obtained by students before and after the educational activities. The results achieved experienced an increase in knowledge as seen from the results of the pre test and post test. The increase in the percentage of students' knowledge before being given education by 52.1% increased to 78.5% after being given education. Educational activities regarding reproductive health like this are best given to teenage students and can be carried out periodically by school teachers to class X students in fulfilling the knowledge of adolescent students in preparation for entering the reproductive period.
Analisis Keragaman Pangan Terhadap Status Gizi Remaja Usia 16-18 Tahun di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru Hekmah, Nurul; Nisa, Ainun; Fathullah, Desya Medinasari; Hadijah, Julianti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v2i1.677

Abstract

Keragaman pangan adalah kuantitas pangan yang dikonsumsi oleh seorang individu. Remaja membutuhkan makanan yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Semakin beragam makanan yang dikonsumsi oleh individu, maka semakin terpenuhi pula kecukupan zat gizi yang selanjutnya akan sangat berdampak pada status gizi remaja tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan antara keragaman pangan dengan status gizi (IMT/U) remaja usia 16-18 tahun di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 30 remaja di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru diambil secara simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner tentang keragaman pangan (FFQ) dan pengukuran antropometri. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki keragaman pangan yang baik dan berstatus gizi normal dengan nilai p value 0,006 yang artinya ada hubungan antara keragaman pangan dengan status gizi (IMT/U) remaja usia 16-18 tahun di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru. Pada penelitian ini disarankan kepada sekolah untuk memberikan edukasi secara berkala kepada siswa mengenai keragaman pangan yang berdampak pada status gizi.