Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA DIGITALISASI INFORMASI DAN BRANDING PONDOK PESANTREN AL-BAYUM Feranza Cendikia; Dina Larasinta; Muhammad Lu'lu Will Qolby; Aditya Candra Lesmana; Ardi Maulana Nugraha
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v4i1.44514

Abstract

Lokasi Pondok Pesantren Al-Bayum yang tidak terlalu dekat dengan kota, membuat keberadaan pesantren ini belum diketahui oleh khalayak. Maka dari itu, penting untuk pesantren ini memiliki media sosial sebagai sarana untuk branding dan mendigitalisasi informasi terkait. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukan bahwa dengan konten yang menarik dan memanfaatkan algoritma media sosial yang ada, kesadaran masyarakat tentang keberadaan pesantren ini pun mengalami peningkatan. Sehingga adanya sosial media sangat penting dalam terciptanya branding pondok pesantren ini.
Konstruksi Sosial Dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak Di Bandung Barat Ajeng Syaripah Tunur; Budiawati Supangkat; Budhi Gunawan; Ardi Maulana Nugraha
Sosioglobal Vol 7, No 1 (2022): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v7i1.28440

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah sosial yang sangat memprihatinkan bagi Negara Indonesia, kekerasan seksual saat ini, sudah mulai dialami oleh anak-anak remaja. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis proses terbentuknya konstruksi social yang terjadi pada kasus kekerasan seksual anak di Kecamatan Cipongkor Bandung Barat. Pendekatan ini, menggunakan konsep konstruksi sosial yang terdiri dari proses eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif. Data penelitian didapatkan melalui tahapan observasi, wawancara dan dokumen penelitian. Hasil penelitian ini bahwa Pertama, pada tahap eksternalisasi keluarga korban mendefinisikan kekerasan seksual merupakan aib karena dengan anaknya menjadi korban kekerasan seksual artinya anaknya telah kehilangan kehormatannya. Kedua, Proses Objektivikasi dimana proses ini sudah pada tahap terlegitimasi secara pemikiran, cara pandang orang tua korban yang memandang bahwa kekerasan seksual sebagai aib sudah menjadi pemikiran secara kolektif sehingga menjadi suatu acuan keluarga korban dalam mengambil tindakan, termasuk melakukan tindakan melalui jalur hokum. Ketiga, Proses Internalisasi dalam proses ini dimana korban dan keluarga merasa harus beradaptasi dengan nilai-nilai yang ada dimasyarakat sekitar. Proses konstruksi social dalam terjadi kekerasan seksual karena adanya proses sosialiasi yang tidak sempurna di masyarakat atau keluar dari nilai-nilai dan norma-norma toleransi masyarakat.    Sexual abuse is one of the social problems that is very concerning for the Indonesian State, sexual violence at this time, has begun to be experienced by teenagers. The purpose of this study was to analyze the process of social construction that occurred in cases of child sexual violence in Cipongkor District, West Bandung Regency. This approach, using the concept of social construction consisting of externalization, objectification and internalization processes. The method used in this research is qualitative method. Research data obtained through stages of observation, interviews and research documents. The results of this study that first, at the stage of externalizing the victim's family defines sexual violence as a disgrace because with her child being a victim of sexual violence means her child has lost his honor. Second, the objectification process in which this process has been legitimized in the mindset, the perspective of the victim's parents who view sexual violence as a disgrace has become a collective thought so that it becomes a reference for the victim's family to take action, including taking action through legal channels. Third, the internalization process in this process where victims and families feel they have to adapt to the values that exist in the surrounding community. The process of social construction in the occurrence of sexual abuse due to an imperfect socialization process in society or out of the values and norms of community tolerance.
Behavior Analysis of Social Media Use Among Adolescents Nugraha, Ardi Maulana; Ichsan, Ichsan; Ningtyas, Mustika Wati Alfia; Arief, Abdul Samad; Cakranegara, Pandu adi
Sinkron : jurnal dan penelitian teknik informatika Vol. 6 No. 2 (2022): Articles Research Volume 6 Issue 2, April 2022
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/sinkron.v7i2.11317

Abstract

This study intends to find out how the influence of adolescent behavior on social media users. Currently, almost the majority of teenagers in Indonesia use social media. Social media is something that cannot be left behind in the daily life of teenagers. Researchers, in this case, analyze the behavior of teenagers in using social media. used in this research. This research is included in quantitative research with data collection methods through observation, interviews, and questionnaires. The data analysis method used is the normality test, linearity test, simple linear regression coefficient test, and hypothesis testing using determination test or R2. Sampling in this study using a proportional random sampling technique. The number of samples obtained as many as 40 respondents with the criteria of teenagers who access social media Facebook. Research results based on the results of research and discussion of the influence of Facebook media on behavioral deviations in adolescents, it can be concluded that there is a significant influence between the use of Facebook media on behavioral deviations of adolescents who includes the words of students can be seen from the words of students who are not polite, the use of dirty words in daily communication. Students' addiction to Facebook makes students tend to use Facebook whenever and wherever there is an opportunity, even during lessons. Students' individualism can be seen from the use of Facebook to communicate and rarely meet directly with friends which results in a decrease in social attitudes in students who tend not to care about the surrounding environment.
PENINGKATAN KESIAPAN MENGHADAPI BENCANA MELALUI EDUKASI MITIGASI BENCANA BANJIR DI SDN BOJONGASIH 02 DESA DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG Nurwati, Nunung; Lesmana, Aditya Candra; Rusnandar, Afifa Riska Amalia; Yunita, Desi; Firsanty, Farah Putri; Nugraha, Ardi Maulana
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v6i1.60034

Abstract

Selama tahun 2012-2022 telah terjadi banjir sebanyak 2,205 kali di Jawa Barat. Desa Dayeuhkolot menjadi salah satu wilayah yang sering terjadi banjir karena topografinya. SDN Bojongasih 02 merupakan lokasi yang terendam banjir di Desa Dayeuhkolot. Para siswa yang merupakan anak-anak usia 7-12 tahun menjadi kelompok rentan ketika banjir melanda. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya peningkatan kesiapan dalam menghadapi bencana khususnya bencana banjir. Metode pengabdian yang digunakan adalah dengan melakukan edukasi melalui pemberian materi mengenai banjir dan mitigasi bencana banjir di SDN Bojongasih 02. Hasil kegiatan menunjukan bahwa Siswa kelas 5 SDN Bojongasih 02 sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan selama dua hari. Selain itu, hasil dari kegiatan pengabdian diketahui menambah pengetahuan kepada para siswa untuk siap dalam menghadapi bencana banjir.
PRAKTIK PEMBANGUNAN SOSIAL MELALUI PELATIHAN KARAKTER KEPEMIMPINAN PADA SISWA SMK YPGU SUMEDANG JAWA BARAT Wibowo, Hery; Lesmana, Aditya Candra; Nugraha, Ardi Maulana; Sekarningrum, Bintarsih; Irfan, Maulana
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v4i1.45189

Abstract

Pendidikan karakter merupakan isu penting dalam proses pembelajaran generasi muda Indonesia. Revolusi industri, telah menuntut setiap lulusan memiliki kompentensi yang jauh lebih tinggi daripada generasi selanjutnya. Salah satu diantara kapabilitas yang perlu dimiliki oleh lulusan adalah kepemimpinan. Pada program pengabdian pada masyarakat ini memfokuskan pada upaya peningkatkan kapabilitas kepemimpinan siswa. Program dilakukan selama dua hari dengan pemateri dari pihak Program Studi Sosiologi Universitas Padjajdaran, ditambah dengan Guru Sekolah dan juga Pengelola Yayasan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa siswa peserta pelatihan menjadi lebih memahami bagaimana karakter kepemimpinan di masa depan sehingga dapat mewujudkan karakter masyarakat Indonesia.
Social Capital in Community Development Evaluation Applications to Realize Village SDGs: Study of the Commodity Transformation Program in Warjabakti Village Atlandi, M. Hasnan; Gunawan, Wahyu; Lesmana, Aditya Candra; Nugraha, Ardi Maulana
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol. 27 No. 1 (2025): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v27i1.1685

Abstract

Community development programs cannot be separated from dynamics that can threaten the sustainability of the program. Therefore, evaluation activities are important to ensure the effectiveness of the program. Different from previous studies that focused evaluation on program structure, this study aims to focus on the actors involved and the accompanying social capital in order to build a program with a strong foundation. Robert D. Putnam's Social Capital Theory is used to analyze the network, trust, and social norms of actors in program implementation. Meanwhile, James Copestake and Richard Walker's Theory of Change is used as the basis for analyzing changes and impacts caused by the program based on input, output, outcome, and impact. This study was conducted on a community development program in Warjabakti Village which used qualitative methods to describe problems with interviews and observations as primary data. Meanwhile, literature and documentation studies were used as secondary data. Then, data validity was tested through source triangulation. The results of the study showed that the formation of a development program in Warjabakti Village with a weak social capital foundation was an input that ultimately affected the sustainability of the program which could not be sustained and even had an impact at every stage of change. This has an impact that can hinder the achievement of Village SDGs in the form of the community being closed to cooperation, especially in achieving point 8 "Equitable Village Economic Growth."
Edukasi Masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasistas Keberfungsian Sosial Masyarakat Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Wibowo, Heri; Lesmana, Aditya Candra; Gunawan, Wahyu; Nurwati, R. Nunung; Rachim, Hadiyanto Abdul; Yunita, Desi; Fedryansyah, Muhammad; Nugraha, Ardi Maulana
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 4, No 3 (2023): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i3.51582

Abstract

Desa Dayeuhkolot merupakan wilayah yang sering terserang banjir pada setiap musim penghujan. Ketika banjir melanda, dan merendam wilayah tersebut, maka hampir seluruh proses belajar mengajar di sekolah terhenti. Hal ini banyak mengakibatkan banyak murid tertinggal pelajaran. Program pengabdian pada masyarakat ini berbentuk program jangka panjang (1-3 tahun) dalam bentuk peningkatan kapasitas keberfungsian paripurna masyarakat, serta menjadi komunitas yang mampu mandiri menangkal ragam bencana yang berpotensi menimpa, kian hari kian berat. Dengan tujuan utama agar setiap individu dan keluarga memiliki cara pandang, sikap serta pola perilaku yang lebih baik terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Sehingga diharapkan, mereka semakin mampu menjadi bagian dari anggota masyarakat yang saling mampu memberikan kontribusi antara satu dan lainnya. Sistem pembelajaran dilakukan secara kombinasi, dalam rangka untuk menjaga keberlangsungan proses belajar dan keberlanjutan interaksi dan aksi kolaborasi. Adapun pemberian materi belajar, dilakukan dalam dua skema, yaitu skema tatap muka, dimana tim hadir ke lokasi, dan skema daring yang diberikan satu pekan 2-4 materi. Pola ini diharapkan mampu menjaga semangat belajar masyarakat dalam rangka meningkatkan kapasitas keberfungsian paripurnanya. 
MEMBANGUN SPIRAL PENGASUHAN BERBASIS KONSEP KAPABILITAS SPIRITUAL MELALUI PEMBENTUKAN TENAGA PENYULUH PENGASUHAN KADER POSYANDU DESA CILELES KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT Wibowo, Hery; Nurwati, Nunung; Yunita, Desi; Firsanty, Farah Putri; Amanatin, Elsa Lutmilarita; Lesmana, Aditya Candra; Gunawan, Wahyu; Sekarningrum, Bintarsih; Nugraha, Ardi Maulana
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.67955

Abstract

ABSTRAKKrisis keluarga sebagai bagian dari krisis multidimensional bangsa menuntut pendekatan pengasuhan yang lebih mendalam dan transformatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun spiral pengasuhan berbasis kapabilitas spiritual melalui pembentukan tenaga penyuluh pengasuhan dari kader Posyandu di Desa Cileles, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Desa Cileles, sebagai wilayah perdesaan yang bersinggungan langsung dengan kampus Universitas Padjadjaran, dipilih sebagai lokus intervensi karena potensi strategisnya dan kebutuhan akan penguatan kapasitas sosial non-fisik. Program ini mengintegrasikan konsep kapabilitas spiritual sebagai fondasi pengasuhan, dengan materi berbasis pandangan alam Islam dan konsep yang dikembangkan penulis yaitu kapabilitas spiritual yang meliputi penguatan kompetensi berbasis ruh, aql, nafs dan qalb. Melalui pelatihan intensif, kader Posyandu dibekali kompetensi sebagai penyuluh pengasuhan yang mampu mendampingi orang tua dalam memahami peran mendidik anak secara holistik, meliputi aspek fisik, psikis, dan spiritual. Intervensi ini tidak hanya memperkuat fungsi Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, tetapi juga membentuk ekosistem pengasuhan yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai lokal. Program pelatihan di lapangan telah dilaksanakan sebanyak tujuh pertemuan dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan. Peserta merupakan perwakilan kader posyandu dari lebih dari 12 Rukun Warga Desa Cileles, yang ditargetkan dapat memberikan penyuluhan pengasuhan pada ragam agenda posyandu. Selain pelatihan langsung di lapangan, program ini juga menyediak video pembelajaran dan bahan artikel singkat pendukung, untuk menguatkan pemahaman peserta. Kata kunci: kapabilitas spiritual, pengasuhan anak, kader Posyandu, pemberdayaan desa, pendidikan ruhani                                                                          ABSTRACTThe family crisis, as a facet of the nation’s broader multidimensional crisis, demands a deeper and more transformative approach to parenting. This community engagement program aims to develop a spiral model of parenting grounded in spiritual capability by training parenting facilitators from Posyandu cadres in Cileles Village, Sumedang Regency, West Java. Cileles, a rural area adjacent to Universitas Padjadjaran’s northern campus, was selected as the intervention site due to its strategic potential and the urgent need to strengthen non-physical social capacities. The program integrates the concept of spiritual capability as the foundation of parenting, drawing upon an Islamic worldview and a framework developed by the authors that encompasses the strengthening of competencies rooted in ruh (spirit), aql (intellect), nafs (self), and qalb (heart). Through intensive training, Posyandu cadres were equipped to serve as parenting facilitators capable of guiding parents in understanding their educational role holisticallyaddressing physical, psychological, and spiritual dimensions. This intervention not only enhances the function of Posyandu as a community empowerment platform but also cultivates a sustainable parenting ecosystem anchored in local values. The field training was conducted over seven sessions across approximately seven months. Participants included Posyandu representatives from more than 12 neighborhood units (Rukun Warga) in Cileles Village, with the goal of enabling them to deliver parenting education through various Posyandu activities. In addition to in-person training, the program provided recorded video lessons and concise supporting articles to reinforce participants’ understanding.  Keyword: spiritual capabilities, childcare, Posyandu cadres, village empowerment, spiritual education
Fragmentasi Modal Sosial Dalam Pengembangan Kawasan Perdagangan Lama Di Jakarta Pusat (Studi Kasus Pasar Baru, Pecenongan, Dan Juanda) Nugraha, Ardi Maulana; Amanatin, Elsa Lutmilarita; Adriani, Yani
Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi Vol 10, No 2 (2026): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v10i2.69826

Abstract

ABSTRAK Kawasan perdagangan lama merupakan ruang sosial-ekonomi yang memiliki nilai historis dan berperan penting dalam dinamika perkotaan. Namun, berbagai penelitian terdahulu lebih banyak menitikberatkan pada aspek revitalisasi fisik, ekonomi, dan pariwisata, sementara dinamika fragmentasi modal sosial sebagai faktor yang memengaruhi pengembangan kawasan masih relatif kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana fragmentasi modal sosial membentuk pola relasi antaraktor serta implikasinya terhadap pengembangan kawasan perdagangan lama di Pasar Baru, Pecenongan, dan Juanda (PPJ), Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap pedagang formal, pedagang kaki lima, pekerja informal, pengelola kawasan, tokoh komunitas, serta perwakilan institusi terkait. Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan kerangka modal sosial Woolcock yaitu bonding, bridging, dan linking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial bonding berkembang kuat di dalam kelompok-kelompok internal, tetapi lemahnya modal sosial bridging dan linking menciptakan fragmentasi relasi antaraktor yang menghambat koordinasi, kolaborasi, dan pembentukan visi kolektif dalam pengembangan kawasan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan perdagangan lama tidak cukup ditentukan oleh keberadaan modal sosial, tetapi oleh keseimbangan dan keterhubungan antar dimensi modal sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas pemahaman mengenai hubungan antara fragmentasi modal sosial dan pengembangan kawasan perdagangan lama dalam konteks perkotaan Indonesia, sekaligus memberikan implikasi praktis bahwa penguatan jejaring lintas aktor serta hubungan yang lebih inklusif antara masyarakat dan institusi formal merupakan prasyarat bagi keberlanjutan kawasan perdagangan lama.Kata kunci: Fragmentasi Modal Sosial, Kawasan Perdagangan Lama, Pengembangan Kawasan  ABSTRACTThe old trade area is a socio-economic space that has historical value and plays an important role in urban dynamics. However, various previous studies have focused more on the aspects of physical, economic, and tourism revitalization, while the dynamics of social capital fragmentation as a factor affecting regional development have received relatively little attention. This study aims to analyze how the fragmentation of social capital shapes the pattern of relations between actors and its implications for the development of old trade areas in Pasar Baru, Pecenongan, and Juanda (PPJ), Central Jakarta. The research uses a qualitative approach with a case study design. Data was obtained through in-depth interviews, field observations, and documentation of formal traders, street vendors, informal workers, area managers, community leaders, and representatives of related institutions. The analysis was carried out thematically using the social capital framework from Woolcock of bonding, bridging, and linking. The results show that social capital bonding develops strongly within internal groups, but weak social capital bridging and linking creates fragmentation of relationships between actors that hinder coordination, collaboration, and the formation of a collective vision in regional development. These findings show that the development of the old trade zone is not sufficiently determined by the existence of social capital, but by the balance and interconnectedness between the dimensions of social capital. This research makes a theoretical contribution by broadening the understanding of the relationship between social capital fragmentation and the development of old trade zones in the context of urban Indonesia, while providing practical implications that strengthening cross-actor networks and more inclusive relationships between communities and formal institutions are prerequisites for the sustainability of old trade zones.Keywords: Social Capital Fragmentation, Old Trade Zones, Regional Development
Penguatan Identitas Sosial Melalui Workshop Literasi Digital Pada Karang Taruna RW 03 Kampung Ciseke Desan Ayu Khulasoh; Wahyu Gunawan; Ardi Maulana Nugraha
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1939

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital anggota Karang Taruna RW 03 Kampung Ciseke dalam memproduksi dan mengelola konten media sosial secara efektif. Berangkat dari temuan awal melalui wawancara semi-terstruktur, rendahnya keterampilan produksi konten digital diidentifikasi sebagai salah satu penyebab kurang aktifnya media sosial organisasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan dirancang menggunakan pendekatan literasi digital yang diperkuat dengan teori identitas sosial, yang menekankan bahwa rasa keanggotaan, kebersamaan, dan identifikasi kelompok dapat mendorong partisipasi lebih kuat dalam aktivitas kolektif. Program ini juga menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) untuk memastikan anggota terlibat aktif dalam seluruh proses, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga refleksi dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui pre-test, pemaparan konsep dasar literasi digital, diskusi identitas sosial Karang Taruna, serta praktik langsung menggunakan Canva dan CapCut untuk menghasilkan poster dan video pendek, dan diakhiri dengan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi digital peserta, tercermin dari kenaikan rata-rata skor pre-test ke post-test dari 3,91 menjadi 4,00. Pada aspek identitas sosial, skor rata-rata mengalami sedikit penurunan dari 4,59 menjadi 4,32, namun tidak mengindikasikan melemahnya rasa keterikatan kelompok, melainkan mencerminkan sikap yang lebih reflektif dari peserta dalam menilai kondisi organisasi. Indikator persepsi keunggulan kelompok justru meningkat dari 4,18 menjadi 4,30, menunjukkan bahwa workshop berhasil menumbuhkan kepercayaan diri kolektif anggota terhadap potensi digital Karang Taruna. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas digital, kemandirian produksi konten, dan penguatan identitas kolektif pemuda dalam menghadapi tantangan era digital.