Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peranan Advokat Dalam Pendamping Hukum Kliennya Berperkara Dengan Biaya Ringan Aulia, Sindi; Daulay, Puspa Ainni; Fitrianto, Bambang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11779

Abstract

Era digital membawa perubahan signifikan dalam dunia hukum, termasuk dengan hadirnya E-Court. Di satu sisi, advokat memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, termasuk kepada mereka yang tidak mampu secara finansial. Di sisi lain, E-Court menawarkan potensi besar untuk membantu advokat dalam memberikan layanan hukum dengan biaya ringan, sehingga meningkatkan akses keadilan bagi masyarakat. Tulisan ini membahas peran penting advokat dan E-Court dalam meningkatkan akses keadilan bagi masyarakat dengan biaya ringan di era digital. Pertama, dibahas tentang pentingnya bantuan hukum dan peran advokat dalam memberikan layanan hukum dengan biaya ringan. Kedua, dibahas tentang E-Court dan potensinya dalam membantu advokat untuk memberikan layanan hukum dengan biaya ringan. Ketiga, dibahas tentang tantangan dan peluang dalam pendampingan hukum dengan biaya ringan di era E-Court. Kesimpulannya, advokat dan E-Court memainkan peran penting dalam meningkatkan akses keadilan bagi masyarakat dengan biaya ringan di era digital. Kolaborasi antara advokat, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah (NGO) diperlukan untuk memastikan bahwa semua orang, regardless of their financial status, dapat memperoleh akses ke layanan hukum yang berkualitas. E-Court dan peran advokat yang strategis adalah kunci untuk mewujudkan akses keadilan bagi seluruh masyarakat.
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tanggan (KDRT) Di Kota Binjai Aulia, Sindi; Ismaidar, Ismaidar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18771

Abstract

This study aims to analyze legal protection for victims of domestic violence (KDRT) in Binjai City based on Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence. This study is based on the increasing cases of domestic violence in Indonesia, which indicates that there are still obstacles in the implementation of Law Number 23 of 2004. The focus of the study includes law enforcement related to domestic violence and the obstacles faced in it. This study uses a descriptive method with a normative legal approach, which refers to the analysis of regulations, legal theory, and other supporting documents. Secondary data were obtained from literature such as books, journals, and previous research results. This study is expected to provide theoretical contributions in the development of legal science related to the protection of victims of domestic violence and practical benefits for the community, law enforcement officers, and related institutions to increase the effectiveness of law enforcement. These findings also emphasize the importance of a holistic approach in handling cases of domestic violence, involving community education, victim empowerment, and system strengthening. Keywords: criminal act, domestic violence, Law Number 23 of 2004 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Binjai berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Penelitian ini didasarkan pada meningkatnya kasus KDRT di Indonesia, yang mengindikasikan masih adanya kendala dalam implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004. Fokus penelitian meliputi penegakan hukum terkait KDRT dan hambatan yang dihadapi di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan hukum normatif, yang mengacu pada peraturan analisis peraturan-undangan, teori hukum, dan dokumen pendukung lainnya. Data sekunder diperoleh dari literatur seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu hukum terkait perlindungan korban KDRT dan manfaat praktis bagi masyarakat, aparat penegak hukum, serta lembaga terkait untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum. Temuan ini juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan kasus KDRT, melibatkan edukasi masyarakat, pemberdayaan korban, dan penguatan sistem. Kata Kunci : Hukum Pidana, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Undang-Undang Nomor. 23 Tahun 2004
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Bilangan Bulat Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas VII MTsN 1 Probolinggo Sindi Aulia; Moh Syadidul Itqon; Nurul Isnaini
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9070

Abstract

This classroom action research (CAR) aims to improve mathematics achievement in integers in seventh grade students of MTsN 1 Probolinggo through the application of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach, and to describe students' responses to the application of this approach. The contextual approach emphasizes learning through 'experience' rather than 'memorization' and connects learned concepts to the real world. This study uses the Kemmis and Taggart spiral model of CLAR, which consists of two cycles. The subjects of the study were seventh grade students of MTsN 1 Probolinggo in the 2025/2026 academic year. The results of Cycle I showed an average formative test score of 175.86 with a classical completion percentage of 51.72% (15 out of 29 students completed the test), which did not meet the classical success indicators (e.g., 85%). After improvements in Cycle II, the average formative test score increased to 104.83, with 27 students completing the test, so that the classical completion percentage reached 93.10%. This significant improvement demonstrates that the implementation of contextual learning strategies is effective in improving mathematics learning outcomes and meeting classical completeness standards.
PENGUATAN PEMAHAMAN RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN KONFLIK HUKUM DI KABUPATEN ROKAN HULU Amelya, Siska; Karmilia, Rise; Zulkifli; Nofrizal; Aulia, Sindi
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik hukum yang terjadi di tengah masyarakat sering kali diselesaikan melalui pendekatan represif dan formalistik yang berujung pada proses peradilan pidana, sehingga belum sepenuhnya mencerminkan makna keadilan substantif dan pemulihan hubungan sosial. Kondisi tersebut juga masih dijumpai di Kabupaten Rokan Hulu, di mana pemahaman masyarakat terhadap konsep penyelesaian konflik hukum secara restoratif masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai restorative justice sebagai alternatif penyelesaian konflik hukum yang berorientasi pada pemulihan, musyawarah, dan keseimbangan kepentingan para pihak. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan hukum, diskusi interaktif, dan pendampingan partisipatif kepada masyarakat dan aparat desa, dengan menekankan nilai keadilan, tanggung jawab, dan perdamaian sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prinsip, tujuan, dan mekanisme restorative justice, serta tumbuhnya kesadaran bahwa penyelesaian konflik hukum tidak selalu harus berakhir pada pemidanaan. Masyarakat juga mulai memahami peran aktif korban, pelaku, dan komunitas dalam proses penyelesaian konflik secara adil dan bermartabat. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan pemahaman restorative justice mampu mendorong perubahan paradigma masyarakat menuju penyelesaian konflik hukum yang lebih humanis, efektif, dan berkelanjutan, serta berpotensi memperkuat harmoni sosial di tingkat lokal.