Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Quagga

Populasi dan Asosiasi Marga Ficus di Gunung Tilu Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat Yayan Hendrayana; Ika Karyaningsih; Nina Herlina
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v12i2.2797

Abstract

Marga Ficus mempunyai peranan sebagai sumberdaya kunci pada ekosistem hutan dataran rendah sehingga perlu adanya informasi mengenai populasi dan asosiasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai populasi dan asosiasi marga Ficus di hutan Gunung Tilu Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode garis berpetak dengan membuat plot memotong garis kontur. Hasil penelitian menunjukan populasi marga Ficus yang terdapat di Gunung Tilu terdiri dari 12 jenis dengan total jumlah individu sebanyak 106 pohon terbagi dalam 9 kelas diameter. Kelas diameter 91-100 cm memiliki individu terbanyak. Kepadatan populasi marga Ficus sebesar 7,29 individu/hektar. Terdapat 11 pasangan yang menunjukan berbeda nyata dan 55 pasang yang tidak berbeda nyata. Dari 11 pasang tersebut 7 pasangan bersifat positif dan 4 pasangan bersifat negatif. Informasi ini sangat penting bagi pengelolaan dan konservasi tumbuhan Ficus.
Keanekaragaman Makrofauna Tanah Di Zona Rehabilitasi Taman Nasional Gunung Ciremai Blok Pasirbatang Desa Karangsari Kabupaten Kuningan Ika Karyaningsih; Yayan Hendrayana
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v13i1.3521

Abstract

Abstrak: Blok Pasirbatang adalah wilayah taman nasional gunung ciremai yang aktif untuk direklamasi disamping juga digunakan untuk wisata bumi perkemahan. Keberadaan organisme penghuni tanah berperan sangat besar dalam perbaikan kesuburan tanah tetapi juga menjadi ancaman bagi para pengunjung. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah. Tanah di wilayah buper pasir batang adalah tanah latosol coklat-hingga coklat kemerahan dengan rerata pH normal 6, KTK tinggi, suhu udara mencapai 18-23, sedangkan suhu tanah dapat mencapai 17 C.  Makrofauna yang terdapat di Buper Pasir Batang terdiri dari 1 filum arthropoda dengan 10 ordo dan 13 famili. INP terbesar adalah rayap walaupun yang didapati adalah larva dengan jumlah individu larva mencapai 305.  Peran makrofauna di dominasi oleh detrivore dan juga ada jenis fauna tanah yang harus diwaspadai sebagai predator. Keanekaragaman makrofauna termasuk dalam kategori sedang dengan distribusi yang relatif merata pada semua lokasi dengan nilai C1. Untuk rehabilitasi/penanaman perlu adanya input bahan onganik tambahan untuk meningkatkan kolonisasi makrofauna tanah sehingga akan dapat meningkatkan peran makrofauna tanah dalam mineralisasi bahan organik. Jenis Makrofauna tanah sebagai predator perlu diwaspadai agar tidak melukai pengunjung buper. Kata kunci: Tanah, makrofauna tanah, zona rehabilitasi Abstract:  Pasirbatang Block is an area of mount ciremai national park that is active to be reclaimed in addition to also used for campground tours. The existence of soil-dwelling organisms plays a huge role in the improvement of soil fertility but also becomes a threat to visitors. This research aims to find outthevarious uniformity of soil macrophauna. Soil in the buper area of sand rods is brown-to-brown latosolsoil with a normal pH average of 6, high KTK, air temperature reaches 18-23, while the soil temperature can reach 17 C.  Macrophauna found in Buper Pasir Batang consist of 1 arthropod phylum with 10 order and 13 families. The largest INP is termites although what is found is the larvae with an individual number of larvae reaching 305.  The role of macrophauna is dominated by detrivores and there are also types of soil fauna that must be alerted as predators. Macrophauna diversity belongs to a medium category with a relatively even distribution of all locations with a value of C1. For rehabilitation / planting there needs to be additional onganic material inputs to increase colonization of soil macrophauna so that it will be ableto increase the role of soil macrophauna in mineralization of organi materialk.  Types of soil macrophauna as predators need to be vigilant so as not to injure visitors buper.Keywords: Soil, soil macrophauna, rehabilitation zone
Kajian Potensi Tumbuhan Sumber Pangan dan Pemanfaatannya di Gunung Tilu Kabupaten Kuningan Yayan Hendrayana; Ilham Adhya; Nina Herlina; Ai Nurlaila; Fahrul Shohbarudin Syahban; Ali Jabar Rangga Wijaya; Wendra Wendra
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 15, No 1 (2023): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v15i1.7006

Abstract

The Mount Tilu forest area has a high biodiversity of both flora and fauna. In line with the ever-increasing population growth, the need for food sources has also increased. Food needs can be fulfilled because of the potential utilization of existing natural resources. Many plant species that have nutrients and other elements that are important for human food needs need to be studied further. The purpose of this research is to find out the potential of food plants and their utilization by the people around Mount Tilu. The research method used to determine the condition of the vegetation is using the Line Transect and Sample Plot Methods. Meanwhile, information on plant utilization was carried out by interviewing the community around the area. In the Tilu Mountain area, there were 4 types of plant sources of food sources of carbohydrates, 10 types of fruit-producing sources, 2 types of fatty oil producers, 4 types of dye sources, and 21 types of medicinal plant sources. Utilization of food source plants around Mount Tilu is consumed directly for one's own needs. Information regarding the existence of these food-source plants is very important as material for study for area managers and surrounding communities in the future
Co-Authors Ade Muhammad Irsyad Habibi Agus Yuniawan Isyanto Agustiana, Hendri Syulis Agustiana, Reki Ai Nurlaila Ai Nurlaila Ai Nurlaila, Ai Akbar, Muhamad Fathoni Alfandi, Ivan Ali Jabar Rangga Wijaya Alimah, Elma Althaaf, Naufal Alwi Zulva Maulida Amellya Clanandika Aminudin, Sukron Anggayuda Pratama , Bayu Angrita Anggrita Anjani, Lidia Tamia Bain, Unan Nur Bima Aria Indra Prahasta Chandra, Rufidi Danda Priyana Dede Kosasih Deni Deni Deni Deni Dian Teja Permana Dzulfannazhir, Fauzan Erwin Nurfansyah Fahrul Shobarudin Syahban Fahrul Shobarudin Syahban Fahrul Shohbarudin Syahban Fauzian, Mardiatul Febri Ramdani Friana, Danda Fujiman, Heris Hamdani, Muhammad Habib Helfia Noor Khotimah Hermawan, Riki Hidayat, Farhan Hidayat, Feri Hidayatullah, Robby Ardiansah Ibnu Fajar Sistiadi Ibrahim, Maulana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Karyaningsih Ilham Adhya ISMAIL, AGUS YADI Jaya, Genta Adha Jaya, Ramdhan Risnur Julianti, Gina Kartika Sari Khairunisa Amalia Kristanto, Martinus Ari Mandurroh, Resti Sri Mardiatul Fauzian Martinus Ari Kristanto Maulida, Alwi Zulfa Mawangi, Rindi Nasihin, Iing Naufal Althaaf Naufal Althaf Nina Herlina Nina Herlina NINA HERLINA Nugraha, Amalia Nugraha, Yogha Adhie Nurdin Dwinoer Herdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurlaela, Ai Pangestu, Aistu Nur Cahya Pasha, Listi Surenra Pebriyanty, Santy Pratama, Reynaldi Purnama, Asep Iman Rahman Hidayat Saputra Ramadhan, Mohamad Fajri Rani Mardiani Hardinah Restri Sri Maduroh Rhaisya Hayatul Hamidah Richard, Fahri Syach Ridwan Purnama, Ridwan Rio Senjaya Akbar Rizal Rusdianto Rufidi Chandra Shobarudin Syahban, Fahrul SITI MARYAM Siti Tamala Sofyan, Hadiyan Nur Sonya Maalaysali Haqq, Melia sri ayu andayani, sri ayu Supartono, Toto Suswanto Suswanto Suswanto, Suswanto Syahban, Fahrul Shobarudin Trisno Trisno Unan Nur Abain Waniatri, Wina Wendra Wendra Windayani, Silma Yadi Ismail, Agus Zillan Zalila