Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Comprehensive Science

Hubungan Distress Dengan Disbiosis Microbiota Usus Rara, Roellyana; Awaludin, Muhammad; Kawengian, Ventje Raymond
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3953

Abstract

Distress psikologis pada orang dewasa merupakan kondisi yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan kronis, depresi, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Stres yang berlangsung lama dapat mengganggu regulasi sistem saraf pusat melalui aktivasi berulang aksis hipotalamus–hipofisis–adrenal (HPA) dan sistem saraf simpatik, yang berujung pada peningkatan pelepasan kortisol, gangguan fungsi imun, serta terjadinya inflamasi sistemik. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian penelitian semakin tertuju pada peran mikrobiota usus sebagai mediator biologis yang menghubungkan distress psikologis dengan perubahan fisiologis dan perilaku melalui sumbu mikrobiota–usus–otak. Distress kronis diketahui dapat memengaruhi komposisi dan fungsi mikrobiota usus, menyebabkan disbiosis yang ditandai dengan penurunan bakteri menguntungkan dan peningkatan bakteri proinflamasi, sehingga memperburuk gangguan regulasi neuroimun dan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif hubungan antara distress psikologis dan disbiosis mikrobiota usus pada populasi dewasa, serta menjelaskan mekanisme biologis yang mendasari interaksi tersebut berdasarkan temuan penelitian terkini. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif terhadap hasil penelitian praklinis dan klinis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi dua arah antara distress dan disbiosis berperan penting dalam patogenesis gangguan psikologis terkait stres. Pemahaman integratif ini membuka peluang pengembangan strategi pencegahan dan intervensi terapeutik berbasis modulasi mikrobiota, seperti probiotik, prebiotik, dan intervensi diet, guna meningkatkan kesejahteraan mental secara holistik.
Implementation of Integrated Reporting in Several Asian Countries Sibannang, Diki Pranatal Ramba; Awaludin, Muhammad; Kawengian, Ventje Raymond
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4029

Abstract

Integrated Reporting (IR), as a reporting method that combines financial and non-financial information, is gaining global attention, including in Asia. Although it is not yet widely required in Indonesia, some companies have begun to adopt it. Key challenges in the Asian region include integrating non-financial performance and meeting stakeholder expectations. This study aims to analyze the development of IR implementation in Asian countries and to identify the challenges and benefits faced by companies in the implementation process. This study employs a systematic review of academic literature and industry reports from various Asian countries covering the period 2015–2023, complemented by a comparative analysis of the application of IR in the corporate sector. The implementation of IR in Asia is still limited, yet it shows a positive trend in improving reporting quality, reducing risk, and supporting corporate financial performance and sustainability. On the other hand, key challenges include the readiness of reporting infrastructure, the complexity of data integration, and the need for clearer regulatory guidance. Despite these obstacles, the implementation of IR in Asia has the potential to foster sustainable business practices and enhance corporate transparency. There is a need for harmonization of standards, greater stakeholder awareness, and stronger regulatory support to optimize the benefits of IR in advancing sustainable development goals at the regional level.
Manajemen Gejala Pada Pasien Ckd Terminal Non Dialisis: Review Strategi Multidisiplin Christian, Senduk Billy; Awaludin, Muhammad; Kawengian, Ventje Raymond
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4030

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) menimbulkan beban gejala yang signifikan bahkan sejak tahap awal, dengan sekitar 70% pasien ND-PGK mengalami kelelahan, nyeri, gangguan tidur, penurunan mobilitas, pruritus, disfungsi seksual, serta gejala somatik lain yang berdampak kuat terhadap kualitas hidup. Studi internasional terhadap lebih dari 4.000 pasien PGK stadium 3–5 menunjukkan bahwa seperempat pasien mengalami beban gejala tinggi, yang berkaitan erat dengan penurunan kualitas hidup fisik maupun mental. Beban gejala tidak terutama ditentukan oleh laju filtrasi glomerulus, melainkan oleh interaksi kompleks faktor biomedis dan psikososial seperti komorbiditas, depresi, kecemasan, dan mekanisme perseptual-kognitif yang berperan dalam gejala fisik persisten. Hal ini menegaskan bahwa penatalaksanaan PGK harus melampaui fokus pada fungsi ginjal dan mengintegrasikan pendekatan multidisiplin berbasis mekanisme untuk mengurangi beban gejala. Berbagai gejala utama seperti insomnia, depresi-kecemasan, pruritus uremik, restless legs syndrome, dan nyeri kronis memerlukan strategi terapi komprehensif yang mencakup intervensi nonfarmakologis, farmakoterapi yang disesuaikan dengan fungsi ginjal, serta pemahaman mendalam mengenai faktor biopsikososial yang memengaruhi gejala. Pendekatan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup, menurunkan morbiditas, dan memperbaiki hasil klinis pada pasien PGK.