Sahadi Humaedi
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

RAGAM PRAKTIK CSR SELAMA PANDEMI COVID-19 Annisya Triana; Sri Sulastri; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam praktik CSR selama Covid-19, terutama praktik CSR yang berfokus pada pengurangan dampak ekonomi bagi masyarakat rentan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan deskripsi analitif untuk dapat memberikan gambaran mengenai pokok permasalahan yang ingin diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beragam praktik CSR yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar di Indonesia dalam rangka mewujudkan budaya kesejahteraan bersama melalui interaksi positif dengan karyawan, keluarga hingga komunitas yang ada di sekitar perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup bersama. CSR perusahaan selama pandemic Covid-19 memiliki peluang besar untuk mengeluarkan inovasi terbaiknya dalam memberikan kontribusi social yang bermakna sebagai bentuk pengembangan jangka panjang pada pencapaian keseimbangan antara profitabilitas dan harmoni dengan berbagai pemangku kepentingannya. Adapun, contoh perusahaan yang diambil dalam penelitian ini adalah praktik CSR yang dilakukan oleh Grab, PT. Pertamina, Wingsgroup, dan Sinarmas Land selama pandemi Covid-19.
PEMANFAATAN LEMBAGA LOKAL UNTUK PELAKSANAAN TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DESA GENTENG Nunung Nurwati; Hetty Krisnani; Agus Wahyudi Riana; Eva Nuriyah Hidayat; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.185 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16038

Abstract

Kegiatan PKM  dengan judul ”Pemanfaatan Lembaga Lokal Untuk Pelaksanaan Tertib Administrasi Kependudukan Di Desa Genteng“, bertujuan untuk memanfaatkan keberadaan lembaga lokal yang ada untuk pelaksanaan pelaksanaan pendataan kependudukan sehingga dapat menciptakan tertib administrasi kependudukan. Untuk mencapai maksud tersebut, Tim PKM telah melaksanakan kegiatan berupa pelatihan dengan materi-materi mencakup peraturan dan teknis registrasi penduduk. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Genteng, dihadiri oleh 45 peserta, terdiri dari ketua RW, Ketua RT, kader posyandu, dan PKK. Pelatihan difokuskan pada materi Registrasi penduduk sebagai berikut: 1) Undang-undang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan; dan 2) Teknis Pengisian Data Kependudukan. Untuk menilai tingkat keberhasilan kegiatan pelatihan digunakan alat bantu berupa Pre-Test dan Post-Test. Hasil dari kegiatan pelatihan pemanfaatan lembaga lokal dalam pelaksanaan registrasi penduduk ini baru mencapai pada aspek kognitif dan afeksi, hal ini dapat terlihat dari kemampuan peserta dalam memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Selain itu, tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan diskusi pemecahan masalah cukup baik, hal ini dapat terlihat saat kegiatan tersebut dilaksanakan.Kata kunci: Lembaga lokal, Pelatihan administrasi kependudukan 
PROGRAM LOCAL FARMER EMPOWERMENT OLEH PT SRIBOGA RATURAYA (PIZZA HUT) DI LEMBANG BANDUNG JAWABARAT Ade Nugrahani; Devie Lestari Hayati; Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i3.26209

Abstract

Abstrak Dalam menjalankan bisnis secara etis, bahwa suatu perusahaan sangat perlu memedulikan tanggung jawab sosial dan lingkungannya. Perusahan perlu memperhatikan kebutuhan karyawan dan juga masyarakat yang berada di tempat perusahaan beroperasi. Perusahaan perlu memiliki Programprogram yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi kesejahteraan sosial. Salah satunya dengan memiliki program peningkatan taraf hidup petani lokal menjadi salah satu hasil akhir dari pemberdayaan petani lokal telah dilakukan Sriboga Raturaya dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bersifat sustainability. Untuk mendukung suksesnya program tersebut diperlukan modal serta pemahaman untuk menggarap sejumlah tanaman holtikultura yang memiliki kualitas unggul. Sriboga Raturaya telah membentuk pemberdayaan masyarakat tani yang disebut Local Farmer Empowerment khususnya di lembang bandung. Perusahaan selalu berupaya untuk meningkatkan taraf hidup para petani lokal dengan menyediakan sebuah marketplace untuk memasarkan seluruh hasil pertanian mereka yang memiliki kualitas terbaik sesuai dengan standar GAP ( Good Agricultural Practises ) dan GHP ( Good Handling Practices ). Bekerja sama dengan dua kelompok petani lokal yang berlokasi di daerah Lembang dan sekitarnya, para petani memenuhi kebutuhan sayursayuran seperti paprika merah, paprika hijau, romaine lettuce, buncis dan tomat untuk 29 outlet Pizza Hut Restoran dan PHD di area Bandung.  Abstact In conducting business ethically, that a company really needs to care about its social and environmental responsibilities. The company needs to pay attention to the needs of employees and also the people in the company where they operate. Companies need to have programs that aim to have a positive impact on social welfare. One of them is by having a program to improve the standard of living of local farmers to be one of the final results of empowering local farmers by Sriboga Raturaya in the Corporate Social Responsibility (CSR) program that is sustainable. To support the success of the program, capital and understanding are needed to work on a number of horticultural crops that have superior quality. Sriboga Raturaya has formed a community empowerment called the Local Farmer Empowerment, especially in Lembang Bandung. The company always strives to improve the lives of local farmers by providing a marketplace to market all of their agricultural products of the highest quality in accordance with the standards of GAP (Good Agricultural Practices) and GHP (Good Handling Practices). In collaboration with two groups of local farmers located in the Lembang and surrounding areas, farmers meet the needs of vegetables such as red peppers, green peppers, romaine lettuce, beans and tomatoes for 29 Pizza Hut Restaurant and PHD outlets in the Bandung area. 
MENGATASI DAN MENCEGAH TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DENGAN PELATIHAN ASERTIF UTAMI ZAHIRAH NOVIANI P; rifdah arifah; CECEP CECEP; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.452 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16035

Abstract

Tindak kekerasan seksual yang dialami oleh kaum perempuan di Indonesia masih menunjukan angka yang tinggi. Angka tersebut hanya segelintir dari banyaknya kasus kekerasan seksual sebab pada kenyataannya masih banyak perempuan korban kekerasan seksual yang tidak melapor kepada pihak kepolisian atau lembaya layanan seperti Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Artikel ini membahas tentang faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual pada perempuan, alasan perempuan korban kekerasan seksual tidak melaporkan kejadian yang dialaminya, serta penerapan pelatihan asertif untuk perempuan dan korban kekerasan seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor dominan terjadinya kekerasan seksual pada perempuan yaitu budaya patriarki, hak-hak istimewa laki-laki, dan sikap permisif. Penyebab utama alasan perempuan korban kekerasan seksual tidak melapor yaitu stigma buruk masyarakat akan korban kekerasan seksual. Pelatihan asertif dapat membantu perempuan dan korban kekerasan seksual untuk berani untuk menolak dan menyampaikan apa yang dirasakannya dengan cara yang benar. Saran dari adanya penelitian ini adalah harus adanya sikap saling menghargai dan menjaga antara laki-laki dan perempuan. 
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH Indrihastuti Rizkia Ramada; Adilla Nur Fitria Dewi; Audina Rahayu O.G; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.28560

Abstract

Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan suatu komitmen usaha yang dilakukan secara etis serta beroperasi secara legal. Disamping itu, perusahaan juga berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan yang diikuti dengan peningkatan kualitas hidup karyawan hingga masyarakatnya. Adanya tanggung jawab sosial perusahaan ini dapat memberikan sebuah perubahan positif di dalam kehidupan masyarakat atau komunitas. Pelaksanaan program corporate social responsibility oleh perusahaan seharusnya dapat memunculkan kemandirian masyarakat, karena dalam corporate social responsibility sendiri terdapat tipe implementasi pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu upaya dan metode yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menciptakan kondisi masyarakat yang aktif, partisipatif dan mandiri.  CSR sendiri sangat berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan ( Sustainable Development ) dimana perusahaan tersebut sebelum melakukan suatu kegiatan, harus berdasarkan atas keputusan yang tak hanya memikirkan atau terorientasi pada aspek ekonomi, melainkan juga harus memikirkan dampak sosial serta lingkungan yang bisa ditimbulkan oleh keputusan tersebut. Hal ini dikarenakan dalam pemberdayaan masyarakat mendorong terciptanya masyarakat yang aktif dan partisipatif untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian, jika sebuah perusahaan merancang program-program corporate social responsibility yang bertujuan untuk memandirikan masyarakat maka perusahaan harus menggunakan metode pemberdayaan masyarakat agar tercapainya pelaksanaan program corporate social responsibility yang membuat masyarakat menjadi berdaya, mandiri dan tidak ketergantungan. Corporate social responsibility is a commitment that is done ethically and legally operate. In addition, the company also contributes to economic improvement followed by improving the quality of life of employees to society. Their corporate social responsibility can provide a positive change in the life of society or community. Implementation of the program of corporate social responsibility by companies should be able to bring up the independence of the community, because in their own corporate social responsibility are the type of empowerment implementation. Community empowerment into one of the ef forts and methods that can be used by the company in creating an active community conditions, participatory and self - reliant. CSR itself is closely linked to sustainable development (Sustainable Development) where the company before doing an activity, must be based on a decision that is not only thought of or oriented to economic aspects, but also have to think about social and environmental impacts that can be generated by the decision. This is because in empowering communities encourage the creation of an active and participatory society to achieve the goals to be achieved. Thus, if sebauh companies design programs aimed at corporate social responsibility for the community's independence, the company should make use of methods of empowering communities to implement the program for corporate social responsibility that makes people become empowered, independent and not dependency.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI ORANG TUA ANAK DENGAN STUNTING DALAM PELAYANAN POSYANDU DI TENGAH PANDEMI COVID19 Bastian Rahmadi Chandra; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i2.28870

Abstract

Bayi di bawah lima tahun (Balita) merupakan salah satu tujuan posyandu yang cukup penting, karena balita adalah proporsi yang cukup besar dari komposisi penduduk Indonesia, sehingga analisis faktor-faktor yang mendorong ibu untuk mengunjungi keposyandu perlu dilakukan. Ibu yang tidak menimbang bayi mereka ke Posyandu terpantaunya dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Balita tidak ditimbang, situasi risiko gizi berturut-turut memburuk sehingga menghambat pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat untuk mengunjungi keposyandu, di Jawa Barat pada pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan deskriptif. Faktor yang mempengaruhi yaitu ada satu faktor umur, usia ibu, pendidikan ibu, dan peran kader jarak Posyandu. Berdasarkan hasil penelitian juga di ketahui bahwa dari kelima faktor yang paling berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat, yaitu usia, usia ibu, dan jarak posyandu.
SIKAP MAHASISWA PERGURUAN TINGGI TERHADAP MITOS PERKOSAAN Sahadi Humaedi; Binahayati Rusyidi; Antik Bintari
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2020): Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v7i1.25432

Abstract

Kelompok usia dewasa muda, khususnya mahasiswa merupakan kelompok yang rentan menjadi korban dan pelaku tindak kekerasan seksual. Karenanya pemahaman mereka mengenai kekerasan seksual sangat penting untuk tindak pencegahan dan penanganan yang lebih tepat. Penelitian bertujuan menguji dampak intervensi kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman kritis mahasiswa mengenai mitos perkosaan (rape myths). Sampel adalah 67 orang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan pada sebuah universitas negeri di wilayah Sumedang. Intervensi diberikan dalam bentuk pelatihan dalam durasi 4 minggu berturut-turut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis mahasiswa mengenai kesetaraan jender, kekerasan seksual terhadap perempuan dan mitos-mitos perkosaan. Sikap terhadap mitos perkosaan diukur menggunakan skala Illinois Rape Myth Attitudes. Uji beda pre-post tests menggunakan t-tests menunjukkan bahwa intervensi berdampak positif terhadap perubahan sikap mahasiswa mengenai mitos perkosaan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya secara signifikan penolakan mahasiswa terhadap berbagai pernyataan stereotipikal dan tidak berdasar mengenai perkosaan dibandingkan dengan sebelum intervensi (p<.001) Penelitian merekomendasikan pengembangan dan penyebarluasan pelatihan serupa untuk meningkatkan sensitivitas mahasiswa terhadap mitos perkosaan.
EFEKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN PT. KAI DAOP 2 BANDUNG DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH Syammas Perdana; Eva Nuriyah Hidayat; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13692

Abstract

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.Pemberdayaan sebagai strategi pengentasan kemiskinan harus menjadi proses multidimensi dan multisegi yang memobilisasi sumberdaya dan kapasitas masyasrakat. Dalam hal ini, pemberdayaan tidak lagi menjadi sesuatu yang teoritis melainkan menjadi alat untuk memutar-balikkan proses pemiskinan. Kelompok masyarakat miskin amat rentan karena mereka tidak memiliki sistem penyangga kehidupan yang memadai. Pemberdayaan ini dapat dijadikan sebagai media dalam menyuarakan kepentingan, prioritas dan alternatif terhadap solusi yang berkaitan dengan masalah., sehingga dalam prosesnya terdapat partisipasi oleh warganya.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT MELALUI PELESTARIAN HUTAN MANGROVE OLEH KELOMPOK TANI PATRA KRIDA WANA LESTARI DIKECAMATAN KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP Islinawati Soleh; Hadiyanto A. Rachim; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2016): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.13651

Abstract

Abstrak Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem yang berada pada muara sungai. Hutan mangrove biasa tumbuh pada daerah endapan lumpur yang berhubungan langsung dengan pasang surut air laut. Tumbuhan yang berupa pohon dan semak ini dapat tumbuh pada daerah air payau ataupun air laut. Hutan mangrove memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan. Manfaat yang diberikan bukan hanya dibidang lingkungan, tetapi juga pada bidang sosial ekonomi. Beberapa manfaat dari hutan mangrove seperti melindungi pantai dari erosi dan abrasi, mencegah intrusi air laut, sebagai tempat tinggal hewan air, potensi edukasi dan tempat wisata, dan mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan CO2 dari udara. Kampung Laut merupakan salah satu wilayah yang hampir seluruh wilayahnya dikelilingi oleh hutan mangrove. Namun seiring berjalannya waktu luas wilayah hutan mangrove semakin menyempit. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pembangunan rumah, penjarahan. Pencemaran lingkungan dan lain-lain. Kepunahan hutan mangrove memberikan dampak yang sangat nyata bagi masyarakat Kampung Laut. Dari permasalahan tersebut dibuatlah suatu upaya pencegahan yaitu dengan melakukan suatu proses pelestarian hutan mangrove yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Hal ini dilakukan dengan proses pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh Kelompok Tani Patra Krida Wana Lestari. Dengan kegiatan positif ini diharapakan agar ekosistem hutan mangrove dapat tetap lestari dan memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan .
PROGRAM KAMPUNG KONSERVASI OTSUKA SEBAGAI BENTUK CSR PT. AMERTA INDAH OTSUKA Adik Maulana Santang; Hana Hanifah; Santoso Tri Raharjo; Sahadi Humaedi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2019): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v6i3.26210

Abstract

ABSTRAK Pembangunan berkelanjutan bukan suatu hal yang tidak dapat dilakukan, tetapi mimpi besar yang dapat dicapai ketika seluruh pihak kesatuan negara yang terlibat dalam pelaksanaan CSR terjalin dalam usaha kolaborasi yang kuat. Corporate Social Responsibility merupakan suatu operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial tetapi untuk membantu pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, PBB menetapkan SDGs ( Sustainable Development Goals ) sebagai agenda untuk pembangunan berkelanjutan dengan menerapkan prinsip universal, terintegrasi dan inklusif. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi literatur dengan mencari relevansi antara teori yang sesuai dengan kasus atau permasalahan yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan CSR dianggap sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan, yang mana pembangunan berkelanjutan bukan hanya dijalankan oleh perusahaan dan pemerintah saja namun semua stakeholder yang terlibat menjadi partisipan dalam setiap pelaksanaan program tanggungjawab sosial suatu perusahaan. Untuk itu dalam upaya mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SGDs), PT. Amerta Indah Otsuka membuat Kampung Konservasi Otsuka sebagai bentuk CSR yang berprinsip pada pembangunan berkelanjutan. Kampung Konservasi Otsuka merupakan program jangka panjang. Diharapkan dengan Kampung Konservasi Otsuka ini terbentuknya masyarakat yang mampu melakukan upaya konservasi mandiri, dan mampu meningkatkan pendapatan/penghasilan secara ekonomi. Keberhasilan program diharapkan juga dapat memberikan dampak yang dapat mendorong setiap orang lebih peduli dengan lingkungannya.  ABSTRACT Sustainable development is not something that cannot be done, but a big dream that can be done by a compilation of all parties involved in implementing CSR is established in a strong collaborative effort. CSR is a business operation that is approved not only to increase the company's profitability financially but also to support the socio - economic development, institutionalized and sustainable. To realize sustainable development, the U nited Nations sets the SDGs (Sustainable Development Goals) as an agenda for sustainable development by applying universal, integrated and inclusive. The method used in this article is the method of studying literature by looking for relevance between theo ries that correspond to the case or problem being studied. The results of the study show how the implementation of CSR is considered an integral part of sustainable development. PT. Amerta Indah Otsuka created the Otsuka Conservation Village as a form of C SR that is based on sustainable development. Otsuka Conservation Village is a long - term program. It is hoped that with this Otsuka Conservation Village, communities will be able to provide independent assistance, and be able to increase income. The sustain ability program is expected to produce results that can encourage everyone to be more concerned with their environment.