Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Gunung Djati Conference Series

BUDIDAYA BAYAM JEPANG (Spinacia oleracea L.) DI KELOMPOK TANI KATENZO, PANGALENGAN Fauzi Nurilyas; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam Jepang (Spinacia oleracea L.) merupakan sayuran introduksi yang memiliki pangsa pasar tersendiri dan bernilai ekonomi tinggi. Tingginya permintaan pasar terhadap bayam Jepang perlu diimbangi dengan tingginya produksi. Salah satu aspek terpenting dalam peningkatan kualitas dan kuantitas produksi bayam Jepang adalah penerapan teknik budidaya. Tujuan dari catatan teknis ini adalah untuk memberikan informasi tentang budidaya bayam Jepang. Pengumpulan informasi dilaksanakan di Kelompok Tani Katenzo, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada 3 Oktober 2022 sampai dengan 3 Desember 2022 dengan metode observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelusuran informasi menunjukkan bahwa kegiatan budidaya bayam Jepang yang dilakukan di Katenzo terdiri dari pengolahan tanah, pemberian pupuk dasar, pembuatan bedengan, pemasangan mulsa, pembuatan lubang tanam, pemasangan naungan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, pemupukan susulan, pengendalian hama penyakit, panen hingga pascapanen.
PERSEMAIAN TANAMAN TOMAT DI KELOMPOK TANI KATENZO PANGALENGAN Hani Halimatusya’adah; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahap persemaian menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam budidaya tanaman tomat. Kelompok tani Katenzo Pangalengan merupakan salah satu kelompok tani yang membudidayakan tanaman tomat dengan mengutamakan tahapan persemaian yang optimal. Artikel ini bertujuan untuk memberi informasi kepada pembaca mengenai cara persemaian tanaman tomat di Kelompok tani Katenzo Pangalengan. Pengumpulan informasi ini dilaksanakan di Kelompok Tani Katenzo, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 3 Oktober - 3 Desember 2022 dengan metode wawancara, observasi lapangan dan studi pustaka. Hasil penelusuran informasi menunjukan kegiatan persemaian tanaman tomat yang dilakukan oleh kelompok tani Katenzo Pangalengan dilakukan melalui tahapan persiapan media tanam, pengisian benih, penutupan tray semai dan pemeliharaan. Informasi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan terkait persemaian tanaman tomat yang baik sehingga produksi tomat yang optimal dapat tercapai
PENGENDALIAN PENYAKIT BERCAK COKLAT (Alternaria solani) DAN BUSUK DAUN (Pythopthora infestans) PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum l) DI KELOMPOK TANI KATENZO Nurhanipah; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani Katenzo merupakan salah satu kelompok tani yang membudidayakan tanamah tomat. Salah satu faktor penghambat kestabilan produksi tomat di kelompok tani ini adalah serangan penyakit bercak coklat (Alternaria solani) dan busuk daun (Pythopthora infestans). Dibutuhkan penanganan yang tepat untuk menekan kerugian akibat serangan penyakit dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit terpadu. Observasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengendalian hama dan penyakit yang dilakukan oleh kelompok tani. Observasi dilakukan di Kelompok Tani Katenzo, Desa Margamekar, RT/RW 02/02 Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung pada 03 Oktober 2022 sampai dengan 03 Desember 2022. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung dan studi pustaka. Hasil infromasi yang didapatkan adalah kelompok tani menggunakan pengendalian secara kultur teknis, kimiawi, dan mekanik- fisik, Sedangkan pengendalian dengan agen hayati belum dilakukan. Upaya mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida kimia, disarankan untuk menggunakan agen hayati dalam mengendalikan penyakit.
BUDIDAYA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI KELOMPOK TANI KATENZO PANGALENGAN Rehima Kainan Khalfani; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) termasuk kelompok tanaman hortikultura dari jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi tanaman cabai rawit yaitu dengan membudidayakannya dengan baik, budidaya. Metode yang digunakan yaitu observasi, praktik lapangan, wawancara dan studi literatur. Praktik kerja lapangan ini dilakukan dari awal bulan oktober hingga awal bulan Desember. Praktik kerja lapangan ini dilaksanakan di KATENZO pangalengan. Kelompok tani KATENZO melakukan kegiatan budidaya yang dimulai dari penyemaian hingga pasca panen. Hasil praktik kerja lapangan jenis cabai rawit memiliki produktivitas jangka panjang hingga satu tahun.
BUDIDAYA SAWI PUTIH (Brassica pekinensia L.) DI KELOMPOK TANI KATENZO PANGALENGAN Risa Widiyani Pratiwi; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 48 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2019
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi putih (Brassica pekinensia L) merupakan salah satu sayuran hortikultura yang digemari banyak orang. Produksi sawi putih di Indonesia belum dapat mengimbangi permintaan pasar yang terus meningkat. Masalah teknologi budidaya masih menjadi tantangan yang harus dihadapi petani dalam melakukan budidaya tanaman sawi putih. Artikel ini bertujuan untuk memberi informasi kepada pembaca mengenai cara budidaya tanaman sawi putih. Pengumpulan informasi ini dilaksanakan di Kelompok Tani Katenzo, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 3 Oktober - 3 Desember 2022 dengan metode wawancara, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil pencarian informasi menunjukkan bahwa Kelompok Tani Katenzo melakukan kegiatan budidaya sawi putih dimulai dari tahapan persiapan benih, penyemaian, penyiapan lahan, pemasangan mulsa, penanaman, pemeliharaan (penyiraman, penyulaman, penyiangan, pengecoran), pemanenan, dan pasca panen. Diharapkan dengan adanya informasi ini akan meningkatkan pemahaman pembaca mengenai cara meningkatkan produksi sawi putih dengan menggunakan metode budidaya yang tepat.
BUDIDAYA TANAMAN SELADA KERITING HIJAU (Lactuca sativa L.) DI CV. BUMI AGROTECHNOLOGY LEMBANG Annisa Nur Azizah; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selada keriting hijau merupakan salah satu tanaman sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena banyak mengandung gizi yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, peminat selada keriting hijau meningkat setiap tahunnya. Agar permintaan pasar dapat terus terpenuhi, maka perlu adanya peningkatan produksi selada keriting hijau. Tujuan laporan praktik kerja lapangan ini dibuat untuk mengetahui teknik budidaya selada keriting hijau di CV. Bumi Agro Technology, Lembang. Praktik kerja lapangan dilakukan selama 5 minggu, terhitung sejak 23 Januari – 24 Februari 2023. Metode yang digunakan dalam kegiatan praktik kerja lapangandiantaranya metode observasi lapangan, diskusi dengan pembimbing lapangan, wawancara dengan pekerja lapangan, dan studi literatur untuk memperkuat informasi yang didapat di lapangan. Tahapan budidaya selada keriting hijau di CV. Bumi Agro Technology meliputi pengolahan lahan, penyemaian, pembumbunan, penanaman, penyiangan, pemupukan, penyulaman, pengendalian OPT, panen, dan pascapanen. Media yang digunakan dalam budidaya selada keriting hijau menggunakan tanah bedengan yang diberi mulsa plastik hitam perak (MPHP).
TEKNIK BUDIDAYA DAN PASCA PANEN TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DENGAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK DI KELOMPOK TANI SAUNG ORGANIK, LEMBANG Egilang Muhammad Abdilah; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimum (cucumis sativus L.) merupakan tanaman yang tumbuhnya merambat, serta dapat ditanam di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi dan termasuk tanaman yang memiliki banyak manfaat. Laporan ini disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai teknik budidaya tanaman mentimun secara organik di Saung Organik. Pengumpulan informasi dilaksanakandi Kelompok Tani Saung Organik, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada 23 Januari 2023 sampai dengan 24 Februari 2023 dengan menggunakan metode berupa wawancara, observasi lapangan, dan studi Pustaka. Hasil dari informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa budidaya mentimun dilakukan melalui tahapan pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, panen, serta pasca panen.
BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DI CV. BUMI AGROTECHNOLOGY Muhamad Ariq Ranadipraja; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan sejenis sayuran yang berasal dari keluarga kubis-kubisan (Brassicacease) dan sering dikonsumsi di daerah Asia terutama di Indonesia. Sayuran ini umumnya dikonsumsi sebagai lalapan ataupun sebagai campuran berbagai makanan. Banyak kandungan gizi yang terkandung didalam sayuran pakcoy seperti sumber vitamin A, B1, B2, B3, C. Sayuran pakcoy juga kaya akan kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat, fosfor, kalsium, dan zat besi. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini bertujuan untuk mengetahui proses budidaya tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) di CV. Bumi Agrotechnology. Metode yang dilakukan yaitu observasi, praktek lapangan, wawancara, dan studi literatur. Proses budidaya tanaman pakcoy terdiri dari beberapa tahap, yaitu pengolahan lahan, pembibitan & penanaman, pemupukkan, pemeliharaan, panen dan pasca panen.
BUDIDAYA DAN PASCAPANEN TANAMAN SELADA KERITING MERAH (Lactuca sativa var. Crispa) DI CV. BUMI AGROTECHNOLOGY, LEMBANG Sopiyani Sopyan; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Bumi Agrotechnology merupakan salah satu perusahaan hortikultura yang membudidayakan tanaman selada keriting merah. Selada keriting merah merupakan tanaman yang memiliki nilai eksotis dan komersial yang tinggi karena karakteristiknya yang menarik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui informasi mengenai teknik budidaya tanaman selada keriting merah di CV. Bumi Agrotechnology. Kegiatan penelitian dilaksanakan di CV. Bumi Agrotchnology yang bertempat di Jl. Baruajak, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, periode pelaksanaan dari 23-Januari-2023 sampai 24-Februari-2023. Metode yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara dan diskusi, praktik lapangan, dan studi literatur. Teknik budidaya selada keriting merah dimulai dari persemaian, persiapan media tanam, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pascapanen.