Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN DENGAN APLIKASI AKUNTANSIUKM.ID UNTUK UPPKA SEHATI DI KELURAHAN BANJARSARI, SURAKARTA Ani Rakhmawati; Anggelita Widyawati; Dhea Fitri Jayanti; Muhammad Aditya Wisnu Wardana
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 5, No 2 (2023): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v5i2.11102

Abstract

Pencatatan akuntansi merupakan proses pengumpulan informasi keuangan suatu entitas atau perusahaan yang tepat sebagai dasar bagi manajemen keuangan yang baik, transparansi operasional, dan untuk keberlanjutan bisnis jangka panjang. Era digital yang dinilai mampu membantu pencatatan keuangan bagi UMKM pun dapat dengan mudah mencatatkan keuangan perusahaan ke dalam aplikasi yang dibuat oleh orang-orang yang ingin memudahkan pencatatan keuangan tanpa harus mencatatkan secara manual. Pelatihan pencatatan keuangan dilaksanakan di Pos PAUD Permata Hati yang terletak di RT 01/RW 08, Banjarsari dengan sasaran para pelaku UMKM yang tergabung pada UPPKA Sehati Banjarsari. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu proses digitalisasi pada UMKM terutama pada pencatatan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pelatihan pencatatan keuangan dapat bermanfaat bagi para pelaku UMKM di RW 08, Banjarsari.
The Influence of Blended Learning Methods in Learning Physics: A Literature Review Fina Husnawati; Ani Rakhmawati
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 4, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v4i1.3385

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari metode pembelajaran blended learning pada pembelajaran fisika. Metode untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah dengan metode studi literatur. Penelitian dilakukan dengan merangkum dan mereview beberapa artikel penelitian tentang metode pembelajaran blended learning pada pembelajaran fisika yang diterbitkan dalam 2 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran blended learning banyak memberi manfaat terutama pada pembelajaran fisika. Metode pembelajaran blended learning pada pembelajaran fisika memiliki kelebihan yaitu peserta didik mengalami perubahan dalam peningkatan hasil belajar, peningkatan jiwa sosial, peningkatan pemahaman pada konsep fisika, peningkatan kreatifitas dalam berpikir kreatif, dan keterampilan dalam pembelajaran, dengan metode blended learning ini juga membuat suasana dalam pembelajaran terasa tidak monoton. Disamping kelebihan yang ada, kekurangan dalam penerapan metode ini yaitu sulit diterapkannya blended learning pada pembelajaran fisika jika sarana dan prasarana tidak mendukung
Implementasi Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Surakarta Eko Wahyu Saputro; Ani Rakhmawati; Reni Sunarso
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembanga
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i1.920

Abstract

This research aims to elucidate the implementation of the Teaching at The Right Level (TaRL) approach through differentiated learning in the Indonesian language subject at SMP Negeri 1 Surakarta. This study is classified as qualitative descriptive research. The data sources used in this research include the learning process, informants from the Indonesian language teachers at SMP Negeri 1 Surakarta, documents related to Teaching at The Right Level (TaRL) through differentiated learning, as well as field notes on the learning process using the Teaching at The Right Level (TaRL) approach through differentiated learning. Data collection techniques include observation, interviews, and document analysis. The results of this research indicate that the implementation of the Teaching at The Right Level (TaRL) approach through differentiated learning aligns with the stages of the Teaching at The Right Level (TaRL) approach, namely classifying students' learning needs, designing and implementing differentiated learning, and reflecting on and evaluating the learning process.
POTRET KONDISI SOSIAL MASYARAKAT JAWA DALAM NASKAH KETOPRAK KLASIK GAYA SURAKARTA Bagus Wahyu Setyawan; Kundharu Saddhono; Ani Rakhmawati
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.315.205-220

Abstract

Ketoprak merupakan seni tradisional Jawa yang lahir dan berkembang dari kalangan masyarakat, sehingga seni ketoprak sangat kental dengan nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai potret sosial masyarakat Jawa yang tercermin dalam naskah ketoprak klasik gaya Surakarta. Penelitian ini berbentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra pada naskah ketoprak klasik gaya Surakarta. Sumber data primer dalam penelitian adalah naskah ketoprak dengan judul Ronggolawe Gugur, Pandanaran Mbalela, dan Ki Ageng Mangir Wonoboyo. Setelah dilakukan analisis data dapat disimpulkan bahwa dalam naskah ketoprak klasik gaya Surakarta terdapat potret sosial masyarakat Jawa yang tercermin dari kon ik dan masalah yang dibahas dalam ketiga naskah tersebut, nilai sosial yang tercermin, dan bahasa yang digunakan. Kon ik yang terdapat dalam ketiga naskah ketoprak tersebut berkaitan dengan masalah bela negara, budaya perjodohan kalangan masyarakat Jawa, nilai pertemanan, dan permasalahan kekuasaan. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa dalam naskah ketoprak klasik gaya Surakarta terdapat re eksi dari kehidupan sosial masyarakat Jawa ditinjau dari aspek bahasa, sistem nilai, dan permasalahan sosial yang dibahas. 
POTRET KONDISI SOSIAL MASYARAKAT JAWA DALAM NASKAH KETOPRAK KLASIK GAYA SURAKARTA Bagus Wahyu Setyawan; Kundharu Saddhono; Ani Rakhmawati
Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i2.315.205-220

Abstract

Ketoprak merupakan seni tradisional Jawa yang lahir dan berkembang dari kalangan masyarakat, sehingga seni ketoprak sangat kental dengan nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai potret sosial masyarakat Jawa yang tercermin dalam naskah ketoprak klasik gaya Surakarta. Penelitian ini berbentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra pada naskah ketoprak klasik gaya Surakarta. Sumber data primer dalam penelitian adalah naskah ketoprak dengan judul Ronggolawe Gugur, Pandanaran Mbalela, dan Ki Ageng Mangir Wonoboyo. Setelah dilakukan analisis data dapat disimpulkan bahwa dalam naskah ketoprak klasik gaya Surakarta terdapat potret sosial masyarakat Jawa yang tercermin dari kon ik dan masalah yang dibahas dalam ketiga naskah tersebut, nilai sosial yang tercermin, dan bahasa yang digunakan. Kon ik yang terdapat dalam ketiga naskah ketoprak tersebut berkaitan dengan masalah bela negara, budaya perjodohan kalangan masyarakat Jawa, nilai pertemanan, dan permasalahan kekuasaan. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa dalam naskah ketoprak klasik gaya Surakarta terdapat re eksi dari kehidupan sosial masyarakat Jawa ditinjau dari aspek bahasa, sistem nilai, dan permasalahan sosial yang dibahas. 
Peran Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap Ketercapaian Tiga Prinsip Pembelajaran Mendalam (Mindful, Meaningful, Joyful) pada Siswa SMP Wahyu Fajar Lestari; Ani Rakhmawati; Sumarlam
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3667

Abstract

Demi mewujudkan pembelajaran mendalam yang menganut prinsip berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful), pembelajaran abad ke-21 hendaknya dapat mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran secara harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam mendukung tercapainya tiga prinsip pembelajaran mendalam yaitu bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLR (Systematic Literature Review) yang melibatkan analisis terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan dan terindeks ISSN. Artikel ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu topik yang membahas TPACK dan pembelajaran mendalam, publikasi dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2021-2025), diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, serta terbit di jurnal terakreditasi. Proses pencarian literatur dilakukan melalui database akademik, seperti Google Scholar, Sinta, dan DOAJ untuk memastikan artikel yang dipilih memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Adapun, kata kunci yang digunakan sebagai dasar penelusuran yaitu “TPACK”, “pembelajaran mendalam”, “mindful”, “meaningful”, dan “joyful”. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan TPACK berperan krusial dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang berlandaskan prinsip bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan. TPACK mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, memperkuat kesadaran terhadap proses dan tujuan belajar, serta mendorong kemampuan berpikir kritis selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, integrasi TPACK menjadikan pembelajaran lebih menggembirakan dan bermakna melalui penggunaan berbagai platform digital yang menarik dan pengaitan materi ajar dengan konteks kehidupan nyata. Kesimpulannya, TPACK merupakan kerangka pembelajaran yang strategis dan efektif dalam mendukung ketercapaian prinsip pembelajaran mendalam yang komprehensif dan berorientasi pada peserta didik.
Konsep Analisis Wacana Teun A. van Dijk dan Norman Fairclough: Relevansinya terhadap Pembentukan Berpikir Kritis Siswa pada Lirik Lagu "Evaluasi" Karya Hindia Deshy Putri Anggraini; Ani Rakhmawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8723

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi kritis siswa dalam menganalisis teks nonformal serta kejenuhan terhadap media pembelajaran bahasa yang masih bersifat konvensional. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, diperlukan inovasi pembelajaran yang dekat dengan pengalaman emosional siswa, salah satunya melalui pemanfaatan lirik lagu populer sebagai objek kajian linguistik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi representasi kognisi sosial dan praktik sosiokultural dalam lirik lagu “Evaluasi” karya Hindia serta relevansinya terhadap pembentukan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) yang mengintegrasikan model Teun A. van Dijk dan Norman Fairclough. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis pada level mikro, kognisi sosial, dan konteks sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan adanya sepuluh data utama yang merepresentasikan kritik terhadap standar sosial toksik, normalisasi kegagalan, serta penguatan otonomi individu. Diksi seperti “mengevaluasi ragamu” dan “biasa saja” menggambarkan fenomena hustle culture dan budaya kompetisi penderitaan di media sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lirik lagu populer dapat mengubah posisi siswa dari sekadar penikmat seni menjadi pembaca kritis yang mampu mengungkap pesan ideologis dalam teks. Selain itu, penggunaan teks populer dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terbukti mampu mendorong siswa menjadi lebih reflektif, empatik, dan mandiri dalam memahami fenomena sosial. Dengan demikian, integrasi budaya populer dalam pembelajaran menjadi langkah penting untuk menumbuhkan nalar kritis siswa di era modern.
Karakter Tokoh Utama Novel Kinanti Karya Margareth Widhy Pratiwi Arfa Dhani Nugraha; Nugraheni Eko Wardhani; Ani Rakhmawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.2602

Abstract

The Kinanti novel will be reviewed using literature on psychology. This study aims to describe and explain the main character and personality based on Sigmund Freud's psychoanalytic theory and its relevance to the learning of literature in Higher Education. This research is a qualitative descriptive study. The data collected is in the form of words, sentences, and dialogues between the groups contained in the novel Kinanti data source by Margaret Widhy Pratiwi. Data collection techniques used in this study were referring note-taking, and interview techniques. The data validity used is data triangulation. The data analysis technique used is to trace the personality of the main character. Kinanti as the main character has three characters, namely: selfhood, inner attitude, and looking for a true teacher. The Kinanti novel can portray the character of an independent and socially caring Javanese society.Novel Kinanti akan diulas menggunakan kajian psikologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tokoh utama serta kepribadiannya berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud dan relevansinya terhadap pembelajaran sastra di Perguruan Tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, kalimat, dan dialog antartokoh yang terdapat dalam sumber data novel Kinanti karya Margareth Widhy Pratiwi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak, catat, dan wawancara. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu menelusuri kepribadian tokoh utama. Kinanti sebagai tokoh utama memiliki tiga karakter, yakni: kedirian, sikap batin, dan mencari guru sejati. Novel Kinanti dapat mengambarkan karakter masyarakat Jawa yang mandiri dan peduli sosial.
Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Wilayah Indramayu: Kajian Lanskap Linguistik Moh. Fajrul Alfien; Ani Rakhmawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i1.17999

Abstract

Pemakaian bahasa pada papan nama toko merupakan salah satu bentuk penggunaan bahasa di ruang publik. Fenomena tersebut secara implisit merepresentasikan vitalitas suatu bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vitalitas bahasa Jawa dialek Indramayu di ruang publik Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Papan nama toko dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi melalui aplikasi Google Maps. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ditemukan dua bentuk pemakaian bahasa di ruang publik Indramayu, yakni monolingual dan bilingual. Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling sering ditampilkan di ruang publik. Di sisi lain, bahasa Jawa dialek Indramayu yang menjadi mayoritas bahasa ibu masyarakat lokal tidak mendapatkan porsi yang baik di ruang publik. Dengan demikian, melemahnya vitalitas bahasa Jawa dialek Indramayu di ruang publik menjadi salah satu indikasi kepunahan bahasa daerah.The Use of Indonesian in Public Spaces in Indramayu Region: A Linguistic Landscape StudyThe use of language on shop signs is one form of language used in public spaces. This phenomenon implicitly represents the vitality of a language. This study aims to determine the vitality of the Indramayu dialect of Javanese in the Indramayu public space. This study uses a qualitative method. Shop signs in this study were collected using documentation techniques through the Google Maps application. The study results show that two forms of language use were found in the Indramayu public space: monolingual and bilingual. Indonesian and English are the languages most often displayed in public spaces. On the other hand, the Indramayu dialect of Javanese, which is the majority of the local community's mother tongue, does not get a good portion in public spaces. Thus, the weakening vitality of the Indramayu dialect of Javanese in public spaces is one indication of the extinction of regional languages.
Mengungkap kekuatan retorika dalam pidato Presiden Prabowo Subianto “Singgung Tarif Trump” (Analisis wacana kritis Fairclough) Tri Indrayanti; Ani Rakhmawati; Kundharu Saddhono
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i3.1360

Abstract

In the contemporary political landscape, state speeches are crucial areas for the manifestation of power and the formation of public opinion. This study aims to investigate how President Prabowo Subianto utilizes speech strategies in his speech alluding to the “Trump Tariff” and explores how political speeches are used to strengthen the legitimacy of power, build national identity, and manage power relations in the Indonesian socio-political context. The focus of the study is on identifying rhetorical elements that are strategically used to shape perceptions. The approach used in the critical approach is Fairclough’s Critical Discourse Analysis with a descriptive qualitative method. The analysis carried out includes various discursive elements such as legitimacy strategies, strengthening hegemony, forming collective identities, and the influence of discourse on the audience. The results of the study show that President Prabowo Subianto’s speech fulfills three elements of Fairclough’s dimensions. In addition to the three elements of Fairclough’s dimensions, researchers found uniqueness in President Prabowo’s speech, namely the strategy of using polarity, the use of discursive strategies, intertextuality and interdiscursivity, hegemony strategies and re-narratives of power, the construction of collective and national identities, discursive strategies in speeches, and the use of high-level narratives of legitimacy of power.