Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Unsur Cerita Anak dan Nilai Pendidikan Karakter pada Antologi Crikak Kecap Nomer Siji Karya Zuly Kristanto serta Relevansinya sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di Sekolah Menengah Pertama Mohammad Rizki Ridho Pamungkas; Edy Suryanto; Astiana Ajeng Rahadini
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 2 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i2.65715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) unsur cerita anak yang ada dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji; (2) nilai pendidikan karakter yang ada dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji; dan (3) relevansi antologi crikak Kecap Nomer Siji sebagai materi ajar pada kompetensi dasar apresiasi sastra di SMP. Penelitian ini merupakan kualitatif yang dilakukan pada antologi cerita pendek. Populasi penelitian adalah antologi crikak Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik wawancara terbuka dan analisis dokumen. Teknik yang digunakan untuk uji validitas adalah triangulasi teori dan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model teknik analisis data kualitatif yang meliputi tiga tahap, yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) unsur cerita anak pada cerita pendek yang ada dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto meliputi tokoh, alur cerita, latar, tema, moral, sudut pandang yang menunjukkan keterkaitan antara unsur satu dengan unsur yang lainnya, dan membentuk pola yang merujuk pada kesesuaian dalam pemahaman atau imajinasi anak yang relevan dengan masa kini. (2) pendidikan karakter pada cerita pendek dalam antologi crikak Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto meliputi bertanggung jawab, kerja keras, rasa ingin tahu, peduli lingkungan, disiplin, mandiri, peduli sosial, toleransi, dan bersahabat/ komunikatif. Setiap judul crikak sekurangnya memiliki dua nilai pendidikan karakter di dalamnya. Nilai pendidikan karakter yang paling dominan dalam crikak tersebut adalah rasa ingin tahu yang muncul sebanyak lima kali pada keseluruhan crikak. Hal tersebut diperoleh melalui wawancara, pengarang sengaja menekankan nilai pendidikan karakter rasa ingin tahu terhadap crikak-crikak-nya;(3) cerita pendek dalam antologi crikak, khusunya Kecap Nomer Siji karya Zuly Kristanto relevan sebagai materi ajar di SMP dengan beberapa faktor pendukung, yaitu isinya yang ditujukan untuk anak, bahasa yang digunakan mudah dipahami, dan bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter.
Analisis Karakter Perempuan Jawa dalam Perspektif Feminisme dan Nilai Kearifan Lokal pada Novel Singkar Karya Siti Aminah Serta Relevansinya sebagai Materi Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Menengah Atas Arraya Saffitri Febrimaharani; Edy Suryanto; Astiana Ajeng Rahadini
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5, No 1 (2021): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v5i1.65140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktural novel Singkar karya Siti Aminah; (2) karakter perempuan Jawa dalam perspektif feminisme pada novel Singkar karya Siti Aminah; (3) nilai kearifan lokal yang terkandung dalam novel Singkar karya Siti Aminah; dan (4) relevansi hasil kajian novel Singkar karya Siti Aminah sebagai materi pembelajaran apresiasi sastra di Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa teknik wawancara mendalam dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model analisis mengalir dan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) struktur novel Singkar karya Siti Aminah terdiri dari unsur intrinsik yang meliputi tema, amanat, tokoh dan penokohan, alur cerita (plot), latar (setting), sudut pandang, dan gaya bahasa serta unsur ekstrinsik yang meliputi latar belakang pengarang, kondisi sosial budaya, dan tempat atau kondisi alam; (2) bentuk-bentuk karakter perempuan Jawa pada novel Singkarmeliputi karakter tegas, sopan, visioner, nrima, penyayang, nekat, keras kepala, rajin dan terampil, berbakti, bertanggung jawab, ramah, humoris, bijaksana, iri, suka menuduh, suka mengeluh, dermawan, dan rendah hati. Di antara karakter-karakter perempuan Jawa tersebut terdapat karakter-karakter yang mendukung atau sesuai dengan perspektif feminisme dan ada pula karakter-karakter yang tidak sesuai dengan perspektif feminisme ataupun kurang berpengaruh terhadap feminisme; (3) nilai kearifan lokal yang terdapat pada novel Singkar karya Siti Aminah meliputi nilai praktis, nilai estetis, nilai keharmonisan, nilai kebersamaan, nilai religi/kereligiusan, nilai kesederhanaan, dan nilai ekonomis; dan (4) hasil kajian novel Singkar karya Siti Aminah relevan dan sesuai untuk dijadikan sebagai alternatif materi pembelajaran apresiasi sastra di SMA karena memiliki karakteristik yang memenuhi kriteria- kriteria untuk dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif materi pembelajaran yang baik.
Analisis Motivasi terhadap Hasil Belajar Bahasa Jawa Secara Daring Siswa Kelas VIII Niki Sukma PertiwI; Edy Suryanto; Kenfitria Diah Wijayanti
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6, No 2 (2022): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v6i2.65619

Abstract

Tujuan dari diadakannya penelitian ini yakni memberikan deskripsi beserta penjelasan mengenai motivasi terhadap hasil belajar Bahasa Jawa pada kegiatan belajar dengan cara daring dan juga solusinya. Penelitian deskriptif kualitatif ialah jenis penelitian yang dijalankan dalam penelitian ini. Informan dan dokumen menjadi sumber datanya. Kemudian purposive sampling merupakan teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini. Wawancara, angket, dan dokumen merupakan cara-cara pengumpulan data. Teknik member check yakni teknik yang dipilih untuk uji validitas dalam penelitian ini. Tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan termasuk ke dalam model mengalir dan kemudian diterapkan untuk analisis data pada penelitian ini. Dari hasil analisis data ditarik simpulan yakni motivasi siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Mojosongo Boyolali terhadap hasil belajar Bahasa Jawa secara daring berbeda-beda meliputi bermotivasi belajar tinggi 28 siswa (87,5%), sedang sebanyak 2 siswa (6,3%), dan rendah sebanyak 2 siswa (6,3%). Motivasi belajar tinggi dominan pengaruhnya terhadap hasil belajar karena dibuktikan keinginan untuk berhasil dalam belajar Mata Pelajaran Bahasa Jawa, sesuatu yang menarik siswa dalam belajar Mata Pelajaran Bahasa Jawa, dan penghargaan untuk siswa. Solusi yang dilakukan antara lain: (1) pemberian nilai tambahan dalam hasil belajar Bahasa Jawa siswa; (2) hadiah; (3) siswa mengetahui hasil belajar Bahasa Jawa; dan (4) memberikan pujian kepada siswa. Solusi yang sering digunakan oleh guru yaitu pemberian nilai tambahan karena pada proses kenaikan kelas setiap akhir tahun pelajaran, nilai yang diperoleh siswa harus mencapai batas minimal KKM 65.
Analisis Pembentukan Kata dan Makna Leksikal Penaman Umbul Di Kabupaten Klaten Serta Relevansinya Sebagai Materi Ajar Teks Deskriptif Peristiwa Budaya di Sekolah Menengah Pertama Rofika Ayu Rahmmawati; Edy Suryanto; Astiana Ajeng Rahadini
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 7, No 1 (2023): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v7i1.63052

Abstract

This research is based on language learning in understanding a discourse. Morphological analysis and lexical meaning can help students and educators more easily understand discourse, especially descriptive texts of cultural events. Learning descriptive text of cultural events is contained in Basic Competencies, in Grade VII, Junior High School in 2013 curriculum, Central Java Province. In addition, it can enrich new vocabulary, especially in Javanese. Researchers have brought up the naming of umbul  in Klaten Regency with the aim of introducing potential to the younger generation by learning the Javanese language in particular. The name of the umbul  or feather is also suitable as a research object with a study of morphology and lexical meaning. The morphological processes found include: zero derivation, application, abbreviation, composition. The lexical meanings found are described according to the origin of the name umbul  or feathers, which are divided into the following categories: tree names, animal names, leaf names, figures/figures, object names, genus, hamlet name, village name, building, geographical situation, character based on of location near another building, verb, form. The object retrieval technique is targeted sampling and snowball sampling. Data collection techniques using face-to-face or fishing techniques, recording techniques, note-taking techniques. The validity test used theoretical triangulation and data source triangulation from both informants and external supporting data. Data analysis procedures using fixed methods of comparison include: data reduction. Categorization, synthesis, formulation of working hypotheses. The results of the study are relevant for learning descriptive texts of cultural events KD 3.1 understands the content of descriptive texts about cultural events and KD 4.1 Responds to the content of descriptive texts about cultural events, in addition, it can promote the character of students responsible for the environment.
MASKULINITAS TOKOH UTAMA PADA CERITA RAKYAT KAMANDAKA Aprilia Rizki Arifah; Nugraheni Eko Wardhani; Edy Suryanto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/qbnget68

Abstract

ABSTRAK: Cerita rakyat Kamandaka sangat popular di Banyumas. Cerita Kamandaka menjelaskan perjalanan Kamandaka yang pergi berkelana mencari calon istrinya. Kisah Kamandaka dalam pengembaraanya menarik untuk diteliti dari segi kemaskulinitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan maskulinitas dalam tokoh utama cerita rakyat Kamandaka. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kajian gender. Teori maskulinitas yang digunakan ialah maskulinitas Janet Saltzman Chafetz. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat yang terdapat pada cerita rakyat Kamandaka Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca-catat. Analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini, tokoh Kamandaka memiliki 7 karakteristik maskulinitas, yaitu fisik, fungsional, agresif seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakter personal. Hal ini berarti bahwa maskulinitas pada cerita rakyat Kamandaka masih digambarkan secara tradisional dan positif. Maskulinitas tersebut sesuai dengan kondisi sosial dan budaya yang ada pada masyarakat Banyumas saat itu. Sikap positif Kamandaka dapat dijadikan teladan, khususnya untuk masyarakat Banyumas dan sekitarnya.