Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Kadar Hematokrit Remaja Putri Usia 13-18 Tahun di SMPN 8 SOROMANDI Desa BAJO lusi selfiana; I Wayan Getas; Nurul Inayati; Ida Bagus Rai Wiadnya
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v4i2.298

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah gizi global terutama pada remaja putri akibat kekurangan zat besi, dengan prevalensi 40-88% secara global dan 53,7% di negara berkembang menurut WHO. Di Indonesia, prevalensi anemia mencapai 21,7% secara keseluruhan, 26,4% pada anak 5-14 tahun, dan 18,4% pada remaja 15-24 tahun; Puskesmas Soromandi mencatat 110 kasus hematokrit rendah tahun 2024. Hematokrit rendah menyebabkan penurunan oksigenasi, pusing, kelelahan, dan gangguan prestasi belajar akibat menstruasi dan pola makan buruk. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan menggambarkan kadar hematokrit remaja putri usia 13-18 tahun di SMPN 8 Soromandi Desa Bajo menggunakan metode mikrohematokrit. Metode Penelitian: Penelitian observasional deskriptif cross-sectional dilakukan Maret-Mei 2025 di Laboratorium Puskesmas Soromandi dengan 50 sampel remaja putri (total sampling nonrandom). Pengukuran kadar hematokrit menggunakan metode mikrohematokrit; data dianalisis deskriptif berdasarkan usia dan interpretasi normal/rendah. Hasil Penelitian: Rata-rata kadar hematokrit 37,3%; 32 responden (64%) normal, 18 responden (36%) rendah; usia 15 tahun paling banyak (20 responden, 40%). Faktor risiko meliputi menstruasi berlebih, pola makan tinggi lemak/minyak, dan kurang sarapan menyebabkan defisiensi zat besi. Kesimpulan: Dari 50 remaja putri, 64% memiliki hematokrit normal dan 36% rendah dengan ratarata 37,3%, menunjukkan prevalensi anemia sedang akibat kehilangan zat besi menstruasi dan pola makan tidak sehat. Diperlukan edukasi pola makan kaya zat besi dan suplementasi untuk pencegahan. 
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Abdul Faris; Suprapti; Nurul Inayati; Adwia; Niswatun Hasanah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35793

Abstract

This research is motivated by the massive development of inFormation and communication technology (ICT), which demands a shift in the education paradigm towards a student-centered model. Digital learning media has become a vital component to overcome monotonous conventional learning, but the main challenge is sustaining student learning motivation. Motivation is a critical key that influences engagement , persistence, and academic outcomes. Therefore, this study aims to conduct a Systematic Literature Review (SLR) to synthesize empirical findings regarding the effectiveness and implementation of digital learning media on student learning motivation.The methodology used is the Systematic Literature Review (SLR), involving the identification, evaluation, and critical analysis of primary studies published within the period of 2020 to 2025. The literature search was conducted through major academic databases (Google Scholar, Scopus, and ERIC) based on predetermined inclusion criteria and search strings. The research stages included determining research questions, article selection, data extraction, and thematic synthesis. The results and discussion indicate that digital learning media has high effectiveness in enhancing student learning motivation due to its interactive, visual, and personal nature. The most dominant types of media used are gamification (such as Quizizz, Kahoot!) and interactive videos. Nevertheless, the implementation still faces major constraints, namely technological infrastructure limitations, insufficient teacher training in digital literacy, and the issue of digital fatigue  among students. The conclusion of this study provides comprehensive insights for educators and curriculum developers regarding optimal strategies for leveraging technology to support adaptive learning motivation in the digital age.
EFEK MINUMAN SERBUK HYTENSOL TERHADAP KADAR NA+, K +, CL- DAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POSBINDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAKRANEGARA KOTA MATARAM Aladhiana Cahyaningrum; I Nyoman Adiyasa; Yuli Laraeni; Nurul Inayati; Suhaema, Suhaema
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diet rendah natrium dan tinggi kalium merupakan salah satu alternatif pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Hypertension solution (Hytensol) merupakan minuman serbuk yang menggabungkan 4 bahan pangan (pisang ambon, tomat, jagung dan tempe) yang mengandung tinggi kalium (1.388 mg) dan rendah natrium (15 mg) per 100 g bahan. Hal ini memberikan peluang minuman serbuk hytensol sebagai terapi untuk membantu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek minuman serbuk Hytensol terhadap kadar elektrolit Na+, K+, Cl- darah dan tekanan darah penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi yang memenuhi kriteria berjumlah 30 orang. Data tekanan darah sampel dikumpulkan menggunakan alat tensimeter digital, kadar elektrolit Na+, K+, Cl- melalui pemeriksaan laboratorium dengan pengambilan sampel darah, data konsumsi minuman serbuk hytensol dikumpulkan dengan cara food weighing. Sampel berusia antara 40-60 tahun, dengan jenis kelamin sebagian besar (80%) adalah perempuan. Sebagian besar sampel kelompok perlakuan (60%) dan sampel kelompok control (66,67%) termasuk dalam katogeri dengan onset penyakit < 12 bulan, sedangkan dari aktifitas Sebagian besar sampel kelompok perlakuan (80%) dan sampel kelompok control (66,7%) memiliki aktifitas ringan. Hasil pemeriksaan tekanan darah kelompok perlakuan sebelum dan sesudah perlakuan terdapat perbedaan yang siginifikan (sistolik p = 0.001 < 0.05; diastolic p=0.021 < 0.05). Hasil pemeriksaan kadar elektrolit darah Na+, K+, Cl- pada kelompok perlakuan sebelum dan sesuadah perlakuan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p = >0,05). Minuman serbuk hytensol memberikan efek terhadap penurunan tekanan darah (sistolik dan diastolic) pada penderita hipertensi, namun tidak memberikan efek terhadap kadar elektrolit Na+, K+, Cl-, Darah.